Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Laut Merah 9


__ADS_3

Reli yang siap untuk menghancurkan semua yang ada di depannya tanpa ampun menghenuskan pedang cahaya ke arah Kila. Satu hendusan membuat Kila terluka tapi tidak terlalu fatal karena Kila menghindar dengan kondisi tidak baik.


Kila yang menghilangkan luka gores yang ada di wajahnya. Tapi dia kembali diserang oleh Ricu yang  tepat di belakang dia dengan jurus seribu panah yang siap untuk menghancurkan Kila. “Aura ini,”ucap Kila yang menoleh ke belakang.


Kila menangkis seribu panah yang diberikan kepada Ricu dengan perisai cahaya untuk menghalau panah. Tapi tidak hanya dengan panah yang datang, tapi Reli yang siap untuk memberikan pulukan dihadang oleh Kila. Depan belakang dia sudah terkepung, tanpa berpikir panjang Kila memanggil para monster untuk membantunya.


Tapi tidak disangka para monster tidak mengikuti perintah Kila. “Kenapa dengan kamu,”ucap Reli dari belakang.


Kila yang sudah dalam kondisi bertahan hanya bisa melakukan perlawanan walaupun dia akan cedera karena serangan keduanya. Reli dan Ricu yang saling menatap satu sama lain memberikan kelonggaran kepada Kila yang sudah tidak bisa berkutip.


Kila yang merasa kalau mereka menganggap dirinya lemah, membuat dia marah dan mengeluarkan semua kemampuan yang dia miliki. “Retakan dunia,,”ucap Kila.


Reli dan Ricu yang tersenyum dingin tahu kalau dia akan menggunakan jurus retakan dunia. “Sudah waktunya,”kata Lili yang menggubah alunan musiknya bersama dengan Ling Yong.


Reli dan Ricu yang tersenyum mengelurkan aura jiwa pembunuh untuk memanfaatkan retakan dunia milik Kila untuk membunuh musuh yang datang. Kila yang mengumpulkan jiwanya untuk menggunakan jurus retakan dunia.


“Kalian akan mati,”ucap Kila yang siap untuk melontarkan jurusnya ke arah mereka berempat. Tapi tidak ada yang tahu akan seperti apa jurus yang dikuasai oleh Kila akan menjadi milik Reli dan Ricu untuk menghancurkan musuh.


Reli dan Ricu yang sudah siap untuk menerima jurus setelah Kila melontarkan jurusnya kepada mereka. Ledakan yang dasyat datang dengan Reli dan Ricu yang mengembalikan jurus Kila kepadanya dan sisanya untuk musuh yang datang.


“Selamat menimati hadiah dari kami,”ucap Ricu.


Ulta yang melihat serangan yang diberikan oleh musuh ada yang aneh menyuruh semua anak buah Roki yang sedang bertarung untuk mundur. Semua anak buah Roki mundur bersama dengan anak buah Reli dan Ricu yang tahu kalau ketuanya akan memberikan hadiah kejutan kepada musuh.


Semua yang ada didalam formasi merasa terkejut dengan ledakan yang diberikan. Hingga Roki yang ada di dalam formasi menuju tempat paman Ulta.”Apa yang sedang terjadi?,”kata Roki yang sudah sampai di sampaing Ulta.


“Kenapa kamu disini,”kata Ulta.

__ADS_1


“Aku hanya ingin tahu, apa yang sedang terjadi,”kata Roki yang terkejut dengan ledakan yang diberikan.


“Itu karena ulah Reli dan Ricu yang mengendalikan jurus musuh dan berakibat seperti itu,”kata anak buah Reli sambil menunjuk ke arah debu yang melayang.


“Bagaimana mungkin mereka bisa melakukannya?,”kata Ulta yang tidak percaya jika dia melihat dengan matanya sendiri. Reli dan Ricu yang telah mengembalikan jurus yang digunakan Kila.


Menghampiri Kila yang sedang kondisi kritis,”Apa kamu sudah mengeluarkan semua jurus yang kamu punya Ki..la,”kata Reli dihadapan dia.


“Bagaimana kamu bisa melakukan..,”ucap Kila sebelum dia jatuh tidak berdaya dan masuk ke dalam laut yang dingin. Ricu hanya melambaikan tangan saat dia sudah tidak bernyawa. Semua musuh juga ikut jatuh satu persatu hanya mereka yang bisa menahan serangan yang bisa bertahan tapi dengan mereka menahan serangan.


Ada musuh yang siap menghabisi mereka saat mereka lengah karena jurus yang dilontarkan oleh Reli dan Ricu. Lili dan Ling Yong yang mendapatkan semepatan saat musuh lengah bersama anak buah yang lain. Membunuh dengan sangat cepat sampai Roki dan Ulta yang melihat merasa terkejut dengan apa yang diberikan oleh keempat anak buah Martin.


Reli dan Ricu yang kembali berkumpul dengan Roki dan Ulta. “Sedang apa kalian di sini, pertunukan sudah selesai,”kata Ricu.


“Tapi mereka,”ucap Roki yang menunjuk ke arah musuh yang masih berdiri. Tapi saat semua melihat tiba-tiba musuh jatuh satu persatu. Roki yang menatap dengan tajam lalu melihat ke arah Reli dan Ricu.”Bagaimana kalian bisa melakukannya?,”kata Roki.


Lili dan Ling Yong bersama dengan anak buah yang mereka bawa datang.


“Semua sudah selesai, kita bisa beristirahat jika memang mereka akan mengirim musuh lagi,”kata Ling Yong.


“Itu benar hanya saja, waktuku di sini sudah habis. Aku harus pergi. Ricu kamu yang mengawasi aku harus pindah tempat,”kata Reli yang menggunakan portal menuju pulau lain.


Ulta dan Roki yang melihat merasa kalau Reli sedang terburu-buru pergi.”Kemana dia pergi apa dia tidak lelah setelah mengendalikan jurus musuh,”kata Ulta.


“Dia lelah hanya saja dia harus pergi ke tempat lain untuk melaporkan apa yang terjadi di sini ke pulau bunga persik,”kata Ricu.


“Pulau Bunga persik ya,”ucap Ulta yang ingin segera melihat sosok Martin.

__ADS_1


~ ~ ~ ~  ~ ~ ~  ~ ~ ~  ~ ~~ ~


Di pulau Burung Merak dimana organisasi burung merak yang di pimpin oleh Prisila juga mendapat serangan dari organisasi kegelapan jiwa. Zainab yang selalu bersama dengn Prisila selalu menjaga dia sampai dia melahirkan dua anak kembar laki-laki dan perempuan. Anak dari Ezan dan Prisila yang bernama Erlan Maharaya  putra pertama dan Sila Enzina Putri keduanya.


Zainab yang sedang menjaga Erlan dan Sila karena pulau burung merak mendapat serangan. Prisila bersama dengan kawan yang lain yang masih bertahan dari serangan musuh mendapatkan bantuan dari Martin.


“Maaf kami terlambat,”ucap Shinwa. “Tidak masalah, kalian datang pada waktunya karena jumlah mereka yang banyak. Di tambah lagi Kay ada di sana memimpin pasukannya,”kata Prisila.


“Kay datang memimpin pasukan,”ucap Shinwa. Prisila hanya menunjuk ke arah Kay berada, hingga Popo datang memberitahukan kalau musuh siap melakukan serangan kedua.”Zainab dimana Bororo?,”kata Shinwa.


“Dia ada di garis depan sedang bermain,”kata Zainab. Shinwa yang melihat ke arah kerumunan musuh hanya menghela nafas sampai dia mendar suara anak kecil di dekat Zainab.


“Apa mereka adalah anak Ezan?,”ucap Shinwa. “Iya,”ucap Prisila.


“Jika seperti itu ada hadiah dari paman kamu,”ucap Shinwa sambil congkok kepada Erlan dan Sila.


“Paman,”kata Sila.”Apa yang kamu maksud adalah Paman Martin dan Paman Morgan,”kata Erlan.


“Tapi hadiah ini dari paman Martin,”ucap Shinwa yang memberikan dua senjata yang khusus di buat untuk mereka berdua.


“Ini untuk kami,”ucap mereka berdua. Shinwa hanya tersentum dan mengelur kedua kepala mereka yang kemudian dia berdiri.


“Jadi dia tahu,”kata Prisila.”Iya,”ucap Shinwa.


“Kamu datang ke sini tidak hanya memberikan hadiah saja bukan,”kata Prisila.


“Aku di sini ada tiga tugas yang pertama menghancurkan formasi, kedua adalah membantu pulau burung merak mengalahkan musuh dan ketiga adalah memberikan hadiah. Karena satu tugas sudah selesai tinggal dua yang harus aku selesaikan,”ucap Shinwa

__ADS_1


“Formasi yang kamu bicarakan apa ada kaitannya dengan yang di atas,”kata Prisila. Shinwa hanya tersenyum dan meninggalkan mereka menuju tempat formasi di pasang.


__ADS_2