Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Tidak Penghuni 16


__ADS_3

Morgan mendekati buku yang bercahaya bersamaan dengan Roki yang juga melihat. Mereka menyentuh buku yang sama dan saling memandang satu sama lain. Sampai terdengar suara yang bergerak. Dengan sekejap mereka melepaskan buku itu bersama. Mereka yang mendengar suara benda yang bergerak langung melihat ke kesekeliling mereka. Kedua orang tersebut terkejut kalau rak buku yang tadi mereka lihat bergerak dan membuka pintu rahasia yang lain. Semua orang yang terkejut langsung berkumpul menjadi satu tempat karena merasa waspada akan ruangan yang mereka injak.


“Apa yang sedang terjadi disini,”kata Roki.”Mungkin menyebabnya kita sudah menekan kunci untuk membuka ruang rahasia lain di ruangan ini,”kata Morgan.


“Apa yang kalian sentu,”ucap Koto yang mendengar dari samping mereka.”Sejak kapan kamu mendengarnya sejak kalian berbicara,”kata Koto.”Itu,”kata Morgan yang menoleh ke belakang dan menujuk arah buku yang dimana buku itu kunci masuk ruang bawah tanah yang lain.


“Pergi tidak,”kata Kokoro.”Kita pergi, tapi apa aman kita masuk ke dalam,”ucap Roki yang mulai waspada karena kejadian musuh yang datang kemarin.


“Biarkan aku masuk terlebih dahulu,”kata Kyoshi yang menawarkan diri masuk lebih dahulu.”Apa kamu tidak apa-apa bukan kamu kemarin sudah berkelahi pasti kamu lelah, bukan,”ucap Kim.


“Aku tidak lelah hanya belum puas dengan musuh yang datang kemarin bersama dengan para monster,”kata Kyoshi yang hendak berjalan melangkah.”Tunggu,”ucap Citra.


“Ada apa,”kata Kyohsi. “Tuan muda ijinkan aku juga ikut dengan Kyoshi menjelajahi ruang bawah tanah ini lebih dulu,”kata Citra yang ingin ikut serta karena ingin berbicara berdua dengannya.


“Baiklah aku ijinkan kalian berdua pergi bersama,”kata Roki.”Hati-hati,”ucap Morgan. Kyoshi hanya mengangkat tangannya dan berjalan di depan Citra. Di lorong bawah tanah mereka berdua hanya mendengar keheningan saja, sampai Citra berkata,”Apa yang kamu katakan kepada kakaku semalam?.”


“Apa yang kamu maksudkan aku tidak tahu,”kata Kyoshi yang masih berjalan di depan.”Kenapa kakakku bersikap aneh setelah kalian bergandeng tangan waktu itu,’kata Citra.


“Apa yang ingin kamu ketahu dari semua yang kamu lihat,”kata Kyoshi.”Jauhi kakak mulai sekarang, jangan merayu dia,”kata Citra.


“Aku akan lekukannya menjauhi dia. Apa sekarang sudah bisa kita fokus yang ada didepan,”kata Kyoshi yang merasakan hawa yang aneh dan dingin. Citra yang kembali terdiam tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang datang dari arah depan.

__ADS_1


“Siapa yang datang,”kata Citra.”Kamu tanya aku tanya siapa,”ucap Kyoshi. “Bukan tadi kamu bilang belum puas mungkin itu korban berikutnya untuk kamu bunuh. Sana pergi duluan aku tunggu kamu disini,”kata Citra yang berhenti berjalan.


“Kamu wanita menyebalkan,”ucap Kyoshi yang maju kedapan. Dingin dan hawa sekitar mulai pekat dengan bau darah dan bau amis. Kyoshi yang berjalan melihat tulang belulang dan monster yang baru saja mati.”Apa yang terjadi disini?,”kata Kyoshi dengan suara kecil.


Citra yang sudah menuggu lama Kyoshi berteriak,”Hai Kyoshi sudah aman belum.” Kyoshi mendengar teriakan Citra hanya bisa menghela nafas. Dia melanjutkan jalannya ke depan sampai dia melihat bayangan orang yang sedang membunuh para monster.”Siapa kamu?,”ucap Kyoshi yang mendekat. Tapi bayangan itu pergi begitu saja saat Kyoshi memanggilnya. Dalam haTI Kyoshi bertanya,”Siapa dia dan apa yang dia lakukan?.”


Karena penasaran dia berjalan dimana bayangan itu sedang menyetuh sesuatu. Sampaid i tempat dimana bayangan itu berdiri. Dia melihat monster yang sudah tewas.”Ini baru saja dibunuh. Apa dia ada dipihak kita atau orang yang masih hidup di pulau ini,”kata Kyoshi sambil berpikir.


Sampai dia mendengar suara langkah kaki.”Kenapa kamu tidak memanggil teriakanku,”ucap Citra dari belakang. “Malas,”ucap Kyoshi. “Kenapa kamu hanya diam diri sini. Apa kamu menemukan sesuatu,”kata Citra.


“Apa yang kamu katakan memang benar aku menemukan orang lain di ruang bawah tanah ini dan barus aja dia membunuh monster ini,”kata Kyoshi yang masih mengangkat monsternya.


“Bisa tidak kamu lepaskan monster itu, membuat aku mual saja,”kata Citra. “Ok,”ucap Kyoshi yang menjatuhkan monsternya dan berjalan maju.


“Pergi ke tempat lain,”kata Kyoshi yang sudah berjalan keluar dari ruangan. Bersama dengan Citra di belakang mereka mendengar suara langka kaki di depan mereka.”Ada orang didepan?,”kata Citra.”Aku tahu ayo kita lihat siapa dia,”kata Kyoshi.


Tidak lama mereka berjalan menuju arah suara mereka hanya melihat monster yang berserakan dan sudah mati.”Sebenarnya siapa yang melakukannya,”ucap Kyoshi yang sudah kehilangan kesabaran.”Kamu tetap disini,”kata Kyoshi yang berlari menyusuri setiap lorong dan ruangan yang dia lihat.


“Dimana kamu orang asing,”kata Kyoshi yang sudah menggunakan auranya. Sampai dia menabrak seorang di depannya.”Kenapa kamu tergesa seperti itu,”ucap Zen didepannya.


“Zen kenapa kamu disini,”kata Kyoshi yang terkejut. “Itu,”kata Zen yang melirik ke arah Martin. Martin dan Zen yang bosan menyelusuri ruang bawah tanah dan menghabisi semua monster yang mereka temui.

__ADS_1


“Bisa kalian berdua jelaskan kenapa kalian datang secara diam-diam,”kata Kyoshi yang cemberut.”Kenapa dengan wajah kamu Kyoshi, habis putus dengan pacar ya,”kata Martin yang menoleh.


“Putus apanya,”ucap Kyoshi. “Aku bosen makanya datang ke sini. Karena urusan di bawah sini sudah beres aku dana Zen akan pergi. Kamu yang jelaskan kepada orang yang di belakang kamu ya,”kata Martin. Setelah Martin dan Zen pergi Kyoshi yang tidak bisa berkata hanya bisa berbalik arah sampai di hendak bertabrakan dengan Citra yang ada di depannya.


“Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu di belakangku,”kata Kyoshi.”Kamu juga kenapa tidak berhati-hati kalau berjalan,”akat Citra.


“Itu salah kamu kenapa kamu yang marah,”kata Kyoshi.


“Apa kamu menemukan orang yang kita cari,”ucap Citra.”Tidak. Tapi kita harus keluar dari tempat ini,”kata Kyoshi. Citra hanya memiringkan kepalanya,”Kenapa?.”


“Karena semua monster yang menghalangi kita sudah terbunuh. Kita harus memberitahu yang lain kalau tempat ini bisa di telusuri,”kata Kyoshi menjelaskan.


“Aku saja yang akan pergi kamu disini saja. Kayaknya disana ada ruangan,”ucap Citra yang berlari menuju tempat Roki. Kyoshi yang berjalan menuju ruang di depan melihat Zen yang masih di ruang bawah tanah.”Kenapa kamu masih di sini?,”kata Kyoshi.


“Aku ingin menayakan sesuatu apa Zira sudah mati,”ucap Zen.”Sudah dimakan para monster bersama Dimitri,”kata Kyoshi dengan jujur.


“Jadi itu karma yang dia dapatkan,’kata Zen yang berdiri dan menepuk bahu Kyoshi.”Aku pergi dulu,’kata Zen.


Kyoshi berjalan ke tempat duduk setelah dia mendapatkan buku yang bisa dia baca setelah Zen pergi. Sedangakan Citra yang sudah keluar dari ruang bawah tanah di sambut oleh rekan dan Roki.”Keadaan sudah aman kita bisa masuk ke dalam. Kyoshi sudah menuggu di dalam sana,”akat Citra.


Surya yang masih tidak berkata hanya bisa berjalan bersama mereka dan tetap fokus melindungi Roki. Sampai mereka bertemu dengan kYoshi yang ada di dalam ruangan membaca semua buku yang tidak ada info penting.

__ADS_1


“Kalian sudah datang, kita lanjut atau kalian ingin istirahat dulu,”ucap kyoshi yang berdiri.


__ADS_2