Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Identitas Baru 4


__ADS_3

Morgan yang terdiam karena mendengar ucapan Martin.”Dia masih saja sama walaupun sikapnya berbeda yang diberikan,”kata Morgan. Di perjalanan menuju rumah mereka selalu mengawasi Martin agar tidak kabur. Martin yang merasakan tekanan yang diberikan hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dia alami. Sampai di depan rumah Martin bebes melakukan apa saja tanpa pengawasan.”Kak, kapan mau bayar utangnya,”kata Martin yang menoleh kebelakang.


“Aku mengerti nanti aku akan datang ke kamar kamu untuk mengatakannya,”ucap Morgan yang tidak bisa berkata apa-apa lagi. Martin hanya bisa tersenyum saat dia masuk ke dalam rumah.”Apa yang kamu hutangkan kepada adik kamu,”kata Ali yang penasaran.


“Kamu ingin tahu tanya sendiri,”ucap Morgan yang juga masuk kedalam rumah. Sementara di tempat lain Lili yang kembali bersama dengan Roki memberitahukan semua yang dia miliki dengan merahasiakan semua tentang organisasi dan gelombang jiwa yang terjadi.


“Lama tidak bertemu,”ucap Lili yang masuk kedalam ruangan kantor Roki.”Bagaimana kabar kamu dan perkembangannya,”ucap Roki yang masih membaca dokumennya.”Apa yang ingin kamu ketahui,”kata Lili.”Dimana Martin apa kamu tahu dimana dia sekarang,”ucap Roki.


“Martin ya, aku tahunya dia menghilang setelah fenomena selesai. Untuk info lanjutnya aku tidak tahu dimana dia sekarang,”kata Lili.”Soal penyerangan markas Izam apa yang kamu ketahui,”kata Roki.


“Penyerangan itu dilakukan oleh pihal lain bukan dilakukan oleh Preman selatan,”kata Lili.”Bukan anak buah Martin lalu siapa yang mencari masalah keduanya,”kata Roki yang melihat kearahnya.”Untuk sekarang masih dalam proses pencarian, jika tebakanku benar orang yang ingin mengacaukan keduanya adalah orang yang memilki kedudukan paling tinggi di pemerintah. Karena aku menyuruh anak buahku untuk mecari dalangnya semuanya sudah tewas dengan pelaku yang sampai sekarang belum kelihatan,”kata Lili menjelaskan.


“Apa mungkin Rose Black,”ucap Roki.”Tidak... Karena organisasi Rose Black sudah dibinasakan waktu bencana dunia waktu itu,”kata Lili yang ragu mengatakannya.”Apa yang kamu maksudkan?,”kata Rok yang tidak percaya.

__ADS_1


“Jika apa yang kamu katakan itu benar berati Rose Black sudah tidak ada. Lalu siapa yang mencari masalah dengan Izam dan Martin,”kata Roki yang masih penasaran.”Kenapa anda tidak menanyakan ini tentang Organisasi bayaran yang mantan bawahan Izam dan Martin. Mungkin saja bisa mendapatkan informasi dari mereka berdua,”kata Lili.


“Aku akan bertemu dengan mereka seminggu lagi setelah urusanku disini telah selesai,”kata Roki.”Ohhh iya aku ingin menanyakan anak buah kamu yang bernama Ali dan Alex mereka dimana tidak pernah muncul lagi,”kata Lili.


Roki membeku seperti es setelah mendengar kata Ali dan Alex mantan bawahannya yang dia usir karena keegoisan dirinya karena bencana dunia enam bulan yang lalu.”Kenapa kamu terdiam saja, apa terjadi masalah dengan mereka berdua,”kata Lili yang menuggu jawaban.


“Mereka berdua sudah lama pergi dari markas setelah bencana dunia berakhir,”ucap Roki.”Kenapa mereka pergi apa tidak bilang dengan kamu pergi kemana,”kata Lili. Roki hanya menggelengkan kepalanya sampai Roki berkata,”Apa kamu membuat mereka setelah kamu diselamatkan.”


“Sama pada waktu itu Rong Shi yang tidak kenal denganku bisa mengatakan yang sama dengan kata Lili. Apa ini semua hanya kebetulan saja,”ucap Roki yang sedang berpikir. “Dan dimana kamu Martin sekarang,”kata Roki yang kembali terdiam.


Roki yang mencari keberadaan Martin tidak mendapatkan apa-apa sampai terlintas satu pikiran yang membuat dia kembali saat bencana dunia waktu itu. Ali pernah berkata kalau ada seorang yang membawa uang karena kalah bermain kartu. Kata itu yang membuat Roki terus berpikir,”Apa dia mengorbankan nyawanya untuk kami berdua.Tapi itu mustahil, bagaimana dia melakukannya.”


Perkataan itu yang terus terlintas sampai pada akhirnya jika itu benar bukannya aku sama saja membunuh Martin untuk kepentingan diriku yang egois. Roki yang berpikir sampai dia meneteskan air mata. Sekertaris Kim yang sedang dalam ruangan hanya bisa menghibur tuannya dengan berkata kalau Martin pasti akan baik-baik saja di tempat lain.

__ADS_1


Roki yang mencoba menerima masukan dari sekertaris Kim hanya bisa tersenyum.”Aku juga berharap seperti itu,”kata Roki dengan lemas. Roki yang termenung dengan kondisi yang dia alami selama ini membuat dia pusing.”Apa perlu kita kembali sekarang,”ucap Sekertaris Kim. Roki berdiri dan tersenyum berjalan menuju pintu yang di ikuti oleh sekertaris Kim dibelakang.


Di negara J Izam yang masih memulihkan kekuasaannya mendapatkan infomasi tentang Martin  dan keluarganya. Dari laporan yang diberikan kepada Izam. Martin telah menghilang setelah bencana dunia yang terjadi enam bulan yang lalu dan informasi yang lain kalau keluarga Martin pernah diserang saat Izam dan ketiga rekannya pergi ke pulau obat. Korban yang telah meninggalkan adalah Ibu Martin dan kondisi cafe atau toko mengalami kerugian waktu itu.


“Jadi yang dibicarakan oleh Roki waktu itu adalah benar,”kata Izam yang merasa menyesal.”Jika bukan Martin yang menyerang markasnya lalu siapa,”kata Izam yang bertanya pada dirinya. “Apa perlu aku mencari tahu siapa yang sedang bersembunyi,”kata Semuel. Izam hanya menganggukkan kepalanya dan menutup matanya untuk merenung.


Sebenarnya siapa yang menginginkan kedua orang ingin tewas atau hanya salah satu saja korban untuk keduanya agar tewas. Izam yang terus berpikir dalam pikirannya terus bertanya,”Lalu dimana sekarang kamu Martin.”


Di tempat lain Martin yang sedang mengobrol dengan Morgan tentang apa yang terjadi siang tadi di hutan dilanjutkan.”Kakak sudah datang,”ucap Martin yang mengambil buku.”Bukanya kamu ingin tahu,”kata Morgan.”Tentu saja,”kata Martin.


“Sampai mana kita tadi,”kata Morgan.”Sampai Bos dan bawahan,”ucap Martin yang siap menuggu cerita dari Morgan. Sampai suara jam terus terdengar oleh mereka berdua karena menuggu Morgan bercerita.”Kakak,”ucap Martin.”Baika,”kata Morgan yang menarik nafasnya.


“Dulu kamu adalah pimpinan dari organisasi Laut Merah dan juga pimpinan Preman selatan,”kata Morgan yang terhenti.”Kamu ingin yang mana dulu organisasi Laut Merah apa Preman Selatan yang harus aku ceritakan,’”kata Morgan yang bingung ingin bercerita yang mana. “Organisasi Laut Merah,”ucap Martin yang ingin tahu lebih dalam lagi. Tapi tidak tahu kenapa kepala Martin tiba-tiba sakit lagi yang membuat matanya kembali buram dan terjatuh tidak sadarkan diri. Morgan yang disampingnya yang melihat Martin pucat langsung menopangnya sampai Martin jatuh pinsan.”Martin,”kata Morgan karena terkejut. Morgan mengangkat Martin dan meletakkannya di kasur dan menyuruh pengawal yang berjaga untuk memanggil dokter untuk memeriksa adiknya.”Kamu harus baik-baik saja,”ucap Morgan yang menyentuh tangan Martin yang dingin.”Kenapa tubuhnya dingin, apa yang sedang terjadi,”kata Morgan yang mulai gelisah. Dokter datang bersama dengan pelayan Bram.”Tuan apa yang terjadi dengan Martin,”kata Pelayan Bram.”Morgan yang masih gelisah hanya bisa terdiam sambil menggigit ujung jarinya. Martin yang kembali ke alam yang berbeda dimana Ibu dan ayahnya ada di alam dunia tersebut.”Nak bangun,”ucap seorang pria tua yang merasa tidak asing baginya. Martin membuka matanya dan melihat padang rumput yang penuh dengan bunga yang indah dengan angin yang berhembus hangat. Martin menoleh kearah suara yang memanggilnya.”Ayah ibu,”ucap Martin yang tersenyum dan tiba-tiba memeluk mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2