
“Apa kalian yakin dengan ini mereka akan berselisih?,”kata Marko. “Kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan,”kata Hizam.
“Kali ini aku mempercayai ucapan kamu,”kata Marko yang menaruh barang penting milik Martin. Setelah Hizam dan Marko memukul mereka berdua dan menaruh barang penting milik Martin yaitu sapu tangan bermotif bunga anggrek.
“Tapai dari mana kamu menemukannya,”kata Marko.”Maksud kamu ini,”kata Hizam sambil menunjuk.
“Tentu saja aku mengambil dari pemiliknya. Apa lagi ada tanda M disapu tangan ini,”ucap Hizam dengan senyum liciknya. Setelah apa yang mereka lakukan dengan keduanya. Mereka pergi meninggalkan Izam dan Tarko berbaring, tapi mereka tidak tahu kalau ada seorang yang melihat mereka memukulnya yaitu anak buah Roki yang berjaga mengawasi tuannya.
“Tidak aku sangka mereka yang melakukan kejahatan itu,”kata Ronal. “Aku harus memberitahu tuan apa yang aku lihat,”kata Ronal yang berjalan meninggalkan keduanya. Di tengah jalan Ronal memberi tahu tuannya. “Halo tuan, saya menemukan sesuatu yang tidak bisa saya bilang lewat telepon. Jadi saya sudah memberikan gambar lewat email pribadi anda,”ucap Ronal.
Roki yang masih dalam mobil bersama Martin melihat ke layar ponsel dan dengan santai melihat pesan yang diberikan oleh Ronal. Roki melihat sebuah gambar dan video yang menampakan kalau Hizam dan Marko berkerja sama untuk membuat perselisihan untuk kedua temannya. “Martin nanti kita pergi ke butik sebentar ya,”kata Roki.
“Butik yang mana, yang kamu maksud,”kata Martin yang masih mengemudi mobil. “Butik Anggrek Hitam. Kamu tahukan?,”kata Roki. “Aku tahu,”kata Martin.
“Tapi ada apa kamu ke butik Anggrek Hitam,”ucap Martin.”Beli hadiah untuk teman lama,”kata Roki dengan santai.
“Tapi kamu tidak apa-apa mengantar aku dan menuggu aku di butik,”kata Roki melihatnya.
“Tidak apa-apa,”ucap Martin dengan santai. Sampai mereke sampai di butik Anggrek Hitam, Roki dan Martin keluar dan masuk kedalam Butik.
“Selamat datang di butik Anggrek Hitam, bisa saya bantu,”ucap pegawai butik.”Iya terima kasih. Saya Roki sudah memesan sapu tangan atas nama Bu Melati,”kata Roki.
“Tunggu sebentar saya akan mengambilnya,”kata pegawai butik. Martin yang melihat sekeliling tidak sadar menatap pada satu benda yang membuat dia rindu yaitu sapu tangan. Roki yang melihat menghampirinya,”Apa yang kamu lihat?.”
“Aku hanya mencari sapu tangan anggrek jika disini ada,”kata Martin dengan wajah memelasnya. “Maaf tuan ini pesanan anda,”kata pegawai butik. “Terima kasih,”kata Roki sambil mengambil barangnya.
__ADS_1
Setelah Roki mengambil Martin mengambil salah satu sapu tangan yang sangat mirip dengan sapu tangannya hanya saja tidak ada huruf M nya.”Jika kamu suka kamu bisa memesannya,”kata Roki yang juga melihat sekitar. Sambil melihat pesan dan memberikan bos butik untuk memberikan sapu tangan yang sama dengan yang gambar jika Martin membeli sapu tangan anggrek.
“Maaf mbak saya ingin membeli sapu tangan ini. tapi apa bisa ditambah jahitan huruf M di sapu tanan ini,”kata Martin kepada pegawai.
“Bisa tuan mau di ambil sekarang apa besok,”kata pegawai butik.
“Apa bisa kalau sekarang saya akan menuggu,”kata Martin.”Bisa saya. Tunggu sebentar ya tuan,”kata pegawai.
“Kamu jadi membelinya,”kata Roki.”Iya,”ucap Martin.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Izam dan Terko yang sudah sadarkan diri dari pinsan.”Apa yang sedang terjadi?,”ucap Izam yang merasa sakit di bagian punggung karena pukulan keras.
“Apa kamu tidak apa-apa,”kata Izam sambil melihat kearah Terko.
Izam menoleh kearah samping dimana Terko menuju. Izam mengambil barang itu dan melihatnya seksama dan dia terkejut saat melihat sapu tangan itu. “Ada apa bos,”kata Terko yang menghampirinya.
“Ini miliki Martin,”ucap Izam.”Apa?,”ucap Terko.
“Apa anda yakin ini miliki Martin, tapi kenapa ini bisa ada disini,”kata Terko yang tidak percaya.
“Apa dia yang telah memukul kita sampai pingsan,”ucap Terko sambil memikirkan.
“Tapi itu mustahil, bukannya dia sedang mengantar Roki pulang,”kata Izam yang mencoba berpikir jernih. “Apa mungkin itu anak buahnya,”kata Terko.
__ADS_1
“Tidak,”kata Izam dengan sangat yakin.”Kenapa anda sangat yakin kalau dia bukan pelakunya,”kata Terko.
“Dia tidak akan memberikan sapu tangan anggrek ini kepada orang lain, tapi kenapa sapu tangannya yang berharga ada disini,”kata Izam.
“Apa maksud ada. Ada yang mencoba membuat perselisihan antara anda dan Martin,”kata Terko.”Apa yang kamu katakan mungkin bisa jadi, tapi kita tidak memiliki bukti yang kuat. Untuk saat ini kita rahasiakan saja sampai dalang dari semua ini sembunyi. Kita ikut permainan mereka saja untuk saat ini siapa yang mencoba bermain dengan kita,”kata Izam.
“Baik tuan,”kata Terko. “Jika apa yang anda katakan apa mungkin Mizuki tahu siapa orang yang berkhianat, tapi orang itu membalikan fakta yang ada,”kata Terko. Izam melihat kearah Terko,”Kita pikirkan nanti saja. Ayo balik.”
Terko yang menyadari perubahan tuannya yang tidak biasa pasti ada sesuatu yang sedang mengawasi mereka yang harus berpura-pura bermain dengan mereka. “Apa perlu kita melabrak Martin yang sudah mencoba memukul kita,”kata Terko yang mulai drama.
“Jangan,”ucap Izam. “Balik dulu, besok aku ada ujian,”kata Izam dengan santai.
“Apa anda bisa tidak sekali saja tidak usah memikirkan urusan sekolah,”ucap Terko yang kesal dengan tuannya yang menjadi anak teladan.
“Kamu tidak suka,”kata Izam.
“Tidak,”ucap Terko yang mencoba sabar dengan sikap tuannya. Setelah masuk dalam mobil mereka berbincang biasa karena ada yang tidak beres dengan mobil yang mereka gunakan. Karena mencoba menghilangkan kecurigaan pihak musuh mereka mencoba santai.
Sampai mereka berdua berhenti di satu butik karena melihat mobil Martin yang sedang terparkir. “Bukanya itu mobil Martin,”ucap Terko yang kesal.
“Kita masuk ke sana,”kata Izam yang memarkirkan mobil. Dan keluar dan di ikuti oleh Terko sedangkan pihak musuh hanya melihat dari jauh. “Kenapa mereka lama, apa mereka melakukan perselisihan didalam,”kata Hizam yang sudah tersenyum karena bahagia.
“Ayo kita masuk kedalam dan melihat mereka berdua,”kata Hizam. Sedangkan Izam dan Terko yang sudah masuk melihat Roki dan Martin sedang menuggu pesanan.
“Apa yang kalian lakukan disini,”ucap Izam dari belakang. “Ayo kita mencari tempat lain untuk bicara,,”kata Roki yang berdiri karena suasana yang tidak enak.
__ADS_1
Roki berjalan masuk kedalam dan menuju lantai tiga yang tidak boleh dimasukan oleh sembarangan orang. “Apa kamu yakin kita bisa masuk kedalam lantai tiga,”kata Martin. Roki hanya tersenyum dan tetap berjalan masuk kedalam. Mereka bertiga hanya mengikuti Roki sampai di satu ruangan. Roki duduk dan di ikuti oleh Terko, Izam dan Martin. “Kalau disini kita bisa aman berbicara,”kata Roki yang memberikan gambar dan video.
“Apa yang ingin kamu tunjukan,”kata Terko yang mengambil. Terko memutar video yang diberikan oleh Roki,”Bagaimana kamu bisa mendapatkan ini?.”