
Setelah Firman dan kedua orang darai keluarga Koto pergi Roki dan Kakeknya kembali menikmati suasana paginya dengan nyaman. Sampai keluarga Koto yang sudah dari tadi menuggu dan menemani mereka darai bahaya tidak kunjug datang.”Sebenarnya apa yang terjadi, bukan kalian sudah merasakan hawa keberadaan mereka yang datang,”kata Firman.
“Aku tidak yakin dengan apa yang terjadi mungkin saja sudah ada yang mengalahkan mereka sebelum mereka sampai disini. Melihat dari sikap yang diberikan oleh Roki saat mendapatkan pesan,”ucap Koto.”Apa mungkin mereka mengirimkan bala bantuan untuk mengalahkan mereka tapi dengan kemampuan bala bantuan tidak mungkin bisa sampai mereka mengalahkannya bukan,”kata Firman.
“Aku tidak terlalu yakin dengan apa yang paman katakan. Tapi mungkin saja yang datang lebih hebat darai mereka yang datang menyerang Roki. Jika tebakanku benar,”kata Koto. “Semoga saja,”ucap Firman.
“Bukannya bagus jika datang menolong mereka berdua akan baik-baik saja bukan,”kata Fira. “Itu benar,”kata Firman.
Di tempat lain kakek dan Roki yang menlanjutkan obrolan mereka mendapatkan tamu yang datang.”Tuan mereka berdua datang dari pulau,”kata Yamato.”Bairkan mereka masuk,”ucap Roki dengan santai.”Apa kalian sudah membereskan musuh yang sudah datang ke sini darai Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata Roki di depan kakeknya.
Kakeknya yang sudah tahu tidak merasa terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada dua orang yang datang.”Mereka semua sudah tewas tuan dan ini saya membawakan ini dari pulau sementara yang satunya adalah rampasan dari Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata 0012.
“Berikan data darai pulau dan untuk rampasan biar aku lihat jika memang penting aku ambil tapi jika tidak buat kalian saja,”kata Roki. Yamato mengambil barang yang diberikan kepada 0011 yang kemudian diberikan kepada Roki.
“Kalina boleh duduk jika kalian capek. Bagaimana kondisi pulau, apa baik-baik saja?,”kata Roki sambil memeriksa. “Kondisi sudah mulai baik dan perkembangan para anak-anak juga sangat bagus,”kata 0011.
“Apa ada masalah di pulau yang aku tidak ketahui,”kata Roki.”Untuk sekarang tidak ada masalah yang serius tuan,”ucap 0012. Roki memberikan barang rampasan kepada dua manusia buatan karena barang yang mereka dapatkan sebagian tidak membuat Roki suka.
“Ini tuan tidak membutuhkannya. Ini bisa buat kalian berdua,”ucap Yamato sebagai perantara. “Apa ada tugas lagi tuan saat kami disini,”kata 0011.
“Ada,”ucap Roki yang berdiri dan menghampiri mereka berdua.”Kalian aku tugaskan untuk menjaga kakek saya dan menjaga vila yang saya tinggalkan. Untuk sementara,”kata Roki yang ramah.
“Apa tuan tidak membutuhkan penjagaan,”kata 0012.”Aku tidak perluh penjagaan. Aku bisa menjaga diriku sendiri,”kata Roki.
__ADS_1
“Kakek tidak keberatankan,”ucap Roki melihat ke arah kakeknya.”Tidak,”ucap Kakeknya.
Dua hari setelah kejadian waktu itu mereka berdua yang sudah menyelesaikan urusan di negara I kembali ke nehara J. Semua musuh yang datang menyerang Roki dan kakeknya sudah dibereskan sebelum mereka menyentuh kedua orang tersebut. Penjagaan yang sudah dipersiapkan dan pengamanan dan strategi yang matang. Mereka kembali ke negara J yang diantar oleh keluarga Koto.
“Hati-hati dijalan,”ucap Fira.”Terima kasih tuan Firman mau mengantar kepergian kami,”kata Roki. “Itu sudah sewajarya kerena kalian berdua adalah orang yang sangat penting untuk kami. Walaupun kamu menoleh permitaan kami untuk bergabung,”ucap Firman.
“Apa mereka berdua adalah penjaga kalian berdua,”kata Fira yang melihat ke arah mereka dengan aura yang tidak bisa ditebak.”Itu benar mereka yang datang setelah pemberitahuan,”kata Roki.
“Aku baru lihat mereka sekarang,”ucap Firman yang juga menatap.”Apa yang terjadi dengan kalian berdua, melihat mereka,”kata Roki yang bingung.
“Tidak ada,”ucap mereka serentak.”Kami akan pergi sekarang, terima kasih untuk bantuannya beberapa hari ini tuan Firman,”ucap kakek yang berjabat tangan.
Setelah perpisahan mereka berdua memasuki pesawat untuk pergi ke negara J. Di dalam pesawat yang sudah di tunggu oleh 0011 dan 0012 setelah keluarga Koto pergi. Perjalanan yang memburuhkan waktu satu jam perjalan menuju negara J mereka berdua saling berbincang-bincang dengan pengawasan kedua manusia buatan.
“Kek, apa yang kamu sembunyikan dariku. Kenapa kakek bebara hari ini sibuk sekali, tidak seperti biasanya,”ucap Roki yang melihat perubahan kakeknya.
“Lalu,”ucap Roki yang bingung.”Kamu urus saja pekerjaan kamu jangan nambah beben pikiran,”kata kakek yang mengubah topik pembicaraan.
Roki hanya tersenyum melihat kakeknya yang kemudian dia menutup mata untuk sebentar karena dia bisa istirahat walaupun hanya sebentar saja.”Aku lelah sekali, aku ingin tidur dulu,”ucap Roki di depan kakeknya.
Kakeknya hanya tersenyum dan menyuruh Yamato untuk mengambil selimut untuk Roki. Yamato mengambilkan selimut dan menyelimutinya. Sampai pesawat mendarat Roki baru membuka matanya. Mereka keluar dari peswat dan sudah ada mobil yang menuggu mereka.
“Tuan,”ucap sopir. Roki dan kakek masuk ke dalam mobil bagian belakang dan Yamato didepan bersama sopir. Sementara manusia buatan mereka mengamati lewat belakang teptanya di atas langit.
__ADS_1
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~
Kim dan Surya yang sudah menuggu kedatangan tuannya menyambut mereka setelah mendengar mobil berhenti di depan halaman.”Tuan selamat datang,”ucap Kim.
“Bagaimana perjalanan anda,”kata Kim lagi.”Mereka pasti 0012 dan 0011,”kata Surya yang bisa merasakan auranya yang tidak biasa. Setelah mereka berdua datang mereka berkata,”Pasti kamu Surya.”
“Itu benar,”kata Surya yang mengulurkan tangannya.”Ini dia dari adik anda,”ucap 0012.”Terima kasih,”kata Surya yang langsung pergi meninggalkan mereka semua.
“Apa yang kamu berikan kepada dia sampai dia pergi begitu saja,”kata Roki.”Surat dan makanan kecil ke sukaan Surya dari adiknya Citra,”kata 0012.
“Apa dia masih sakit hati soal kekasihnya yang pergi meninggalkannya,”kata 0011. Sampai mereka mendapatkan lontaran tombak dua kembar ke arah mereka berdua. Tapi keduanya menghindar dengan baik.”Itu ada pesan untuk kamu,”kata 0012.
“Aku bisa tebak kalau ini pasti cacian untukku karena sudah mengungkit kekasih gelapnya,”kata 0011.”Kalian tahu pasti dari Citra ya,”kata Roki.
Keduanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum. “Bagaimana dengan ruamh utama apa sudah ada perkembangan,”kata Roki.
“Sudah tuan dalam proses pembanguan,”ucap Kim.”Apa ada kabar yang lain,”kata Roki.
“Untuk penyusup mereka datang kembali saat malam hari dengan akhli formasi yang berbeda-beda. Ini dia catatannya,”kata Kim memberikanya.
“Apa ini darai pengamatan Sutya,”kata Roki.”Itu benar,”kata Kim. 0011 dan 0012 yang merasa kalau tuannya dalam masa sulit mengusulkan diri untuk menyelesaikan masalah penyusup yang ingin masuk ke dalam formasi. Roki hanya tesenyum dan mengijinkan mereka melakukannya tapi dengan syarat ambil satu untuk di intograsi dan yang lain boleh dihabisi.
0012 dan 0011 menyetujui permintaan tuannya mereka berdua langsung pergi setelah mendapatkan ijin dari Roki. Kakek yang sudah masuk langsung masuk kemar untuk bersih-bersih. Roki yang menuju belakang Vila melihat proses pembanguan rumah utama.
__ADS_1
“Kim bagaimana dengan keluarga Brata akhir ini,”ucap Roki. “Untuk sekarang pernikahan mereka berjalan mulus dan perkembangan bisnis mereka hampir mendekati internasiona. Banyak investor yang datang untuk berkerja sama dengan mereka. Tapi ada yang aneh dengan pergerakan mereka,”kata Kim.
“Apa yang aneh,”kata Roki yang menolek ke arah Kim.