Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Tidak Penghuni 10


__ADS_3

Kokoro yang mengantar mereka menuju tempat yang menarik. Sampai di tempat Roki yang belum pernah melihat monster terkejut dengan apa yang dia lihat.


“Makhluk apa itu?,”kata Roki.”Monster alam semesta,”ucap Morgan dengan santai.


“Alam semesta tapi kenapa bisa ada di pualu tidak penghuni,”kata Roki.”Tapi monster itu belum sempurna dan itu buatan manusia bukan monster alam semesta yang asli,”kata Kyoshi. Setelah melihat dengan seksama memang benar monster itu adalah buatan.


“Ada lagi jika kamu mau lihat,”kata Kokoro.


“Ayo kita masuk ke ruang bawah tanah, pasti ada yang tersembunyi,”kata Kokoro yang maju di depan sebagai petunjuk arah. Mereka semua yang masuk ke dalam ruang bawah tanah, mereka dikejutkan dengan berbagai ruangan dengan fungsi yang berbeda.


“Tempat apa ini,”Kata Citra. “Bekas laboratorium, jika tidak salah,”kata Morgan.


“Laboratorium, tapi apa yang mereka teliti disini. Sampai banyak ruang di bawah tanah,”kata Citra yang penasaran.


“Jika ingin tahu bukannya kita harus menyelusuri tempat ini bukan. Mungkin saja kita bisa menemukan sesuatu yang berharga,”kata Morgan.


“Mau dibagi dua kelompok tidak atau kita bersama-sama menjelajahi tempat ini,”kata Morgan.”Bersama-sama saja kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita bukan,”kata Roki.


Mereka semua setuju dengan perkataan dan keputusan Roki untuk bersama-sama menjelajag ruang bawah tanah. Satu demi satu ruangan mereka jelajah dari ruang praktek yang banyak sekali perlengkapan. Setelah menyusuri ruang prakterk, mereka menuju ruang lain dimana mereka melihat ruang perpustakaan. Karena ingin tahu apa yang di teliti dulu mereka memaca buku di ruangan tersebut untuk menemukan sedikitnya infomasi. Tapi dari semua buku mereka tidak menemukan buku yang spesial. Sampai mereka beristirahat di ruangan tersebut.


“Tidak ada benda yang bagus di tempat ini,”kata Biyan. “Kalian saja yang tidak bisa menemukannya,”kata Sita yang tidak sengaja menekan ruang rahasia di ruang perpustakaan.  “Sit,”ucap Citra yang menunjuk ke arah lorong yang menuju ke tempat lain.”Apa,”kata Sita yang melihat ke arah yang ditunjuk Citra.

__ADS_1


“Ini ruang apa?,”kata Roki. Semua orang yang melihat hanya terkejut dengan ruang lain dari perpustakaan ini.”Kita jelajah sekarang atau nanti,”kata Surya yang masih duduk.


“Kalian saja yang menjelajah aku akan menuggu disini,”kata Surya. “Biarkan aku, Morgan dan Kyoshi berserta Kim yang masuk dan melihat yang lain diluar untuk berjaga bagaimana?,”kata Roki yang memberikan usul.


“Aku ikut,”ucap Kokoro.”Ok,”kata Roki yang masuk berdampingan dengan Morgan yang di ikuti oleh yang lain. Perlahan dan pasti mereka menuju ruang lain darai ruang rahasia di dekat perpustakaan. “Kurasa kita menemukan ruang yang spesial,”kata Morgan.”Kenapa kamu berkata seperti itu,”ucap Kim.


“Lihat dijendela kaca ini,”kata Morgan. Semua melihat ke arah jendela yang di tunjuk oleh Morgan.”Bukannya itu tanaman obat,”kata Kyoshi.


“Tanaman obat ini apa spesial,”kat Roki. “Tanaman ini bisa dibilang langka,”kata Kokoro. “Ayo kita lihat kasiatnya apa masih ada atau tidak,”kata Morgan yang membuka ruang obat.


Kokoro dan Kyoshi yang melihat tanaman obat dengan ruang udara yang sempurna untuk menaman obat dan tanaman.”Ini masih ada kasiatnya dan bisa digunakan untuk membuat obat dan bisa di jual dengan harga tinggi,”kata Kyoshi.


“Apa kamu yakin,”kata Kim. Kyoshi menganggukan kepalanya dan berjalan keluar dan melihat ke tempat lain. Sampai Kyoshi melihat ruang pribadi yang penuh dengan buku. Karena penasaran dia mengambil satu demi satu buku dan dia baca sampai dai tersenyum. Roki yang mengikuti Kyoshi dari belakang melihat dia masuk ke salah satu ruang. “Apa yang membuat kamu tersenyum?,”kata Roki menghampirinya.


Kim yang melihat tuannya tidak ada di ruang tanaman obat keluar dan melihat dia di ruang lain.”Apa yang kamu lihat,”kata Kokoro dari belakang.”Itu bayangan apa?,”ucap Kim yang melihat bayangan dari arah tuannya berada. Kokoro yang merasakan jiwa bertelepati dengan Kyoshi yang bersama dengan Roki “Jiwa pembunuh,”kata Kokoro kepada Kyoshi.


Kyoshi melihat ke arah mereka berdua dan langsung menariknya dengan cepat sebelum mereka terbunuh. Morgan dan Roki yang terkejut melihat kebelakang dan melihat bayangan yang tidak asing dengan aura pembunuh.


“Apa itu,”kata Kyoshi. “Jiwa yang dendam,”kata Kyoshi. Kyoshi maju dan menekan jiwa pendendam dengan cahaya ilahi untuk mereka bisa kembali kehidupan yang akan datang. Setelah semua selesai Kim dan Kokoro datang melihat ketiga orang tersebut.


“Kalian tidak apa-apa?,”ucap Kokoro.

__ADS_1


“Tidak,”kata kyoshi.”Tuan apa anda terluka,”kata Kim yang khawatir.”Aku baik-baik saja, tidak usah khawatir,”kata Roki.


“Apa yang kalian temukan di ruangan ini,”kata Kokoro yang berjalan menuju rak buku didepannya. Kokoro dan lain membaca buku yang ada diruangan.”Bukannya ini hasil dari penelitian yang gagal dan berhasil,”kata Morgan.”Tidak hanya itu saja disini juga ada dena ruang bawah tanah ini berserta dengan ruangan lain yang tersembunyi,”kata Kim yang menemukan harta karun.”Apa?,”ucap mereka semua.


Mereka semua menoleh ke arah Kim dan melihat dena yang di temukan oleh Kim.”Biar aku lihat,”kata Roki.


“Ini benar dena ruang ini dan ruang lain,”kata Roki yang sudah memeriksa.”Bukannya akan mudah menyelusuri ruang ini sekatang jika ada dena tersebut,”kata Kyoshi.


“Itu benar tapi tidak aku sangka mereka meneliti monster alam semesta untuk memperkuat tubuh manusia,”kata Kokoro membaca beberapa file. Mereka yang masih terdiam diri di ruang tersebut memahami buku yang ada dan sampai mereka yang menuggu di luar maju ke dalam.


“Kenapa kalian lama sekali. Apa yang kalian temukan?,”kata Biyan.


“Harta karun,”ucap Kyoshi. Setelah memahami dena Roki berkata,”Kita akan menyusuri ruang ini dulu saja mungkin kita bisa menemukan hal yang lain,”kata Roki. Sampai Roki kembali mengingat sesuatu,”Kalian datang ke sini apa kalian buku atau tutup pintu masuknya.”


“Kita tutup,”kat Surya. Mendengar jawaban yang puas Roki memperlihatkan dena yang mereka temukan dan berjalan menuju ruang yang sudah Roki silang atau untuk jelajah.”Kita pergi ke tempat yang sudah silang ini, untuk yang lain setelah silang,”kata Roki menjelaskan dengan singkat.


Setelah semua beres semua berjalan menuju ke arah yang diberikan tanda silang oleh Roki bersama-sama. Sau demi satu ruangan mereka jelajahi sampai mereka menemukan ruang pusat peneliti dengan berbagai monster yang belum sempurna.


Roki yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat hanya terdiam dan melihat monster tersebut. sampai dia melihat ke satu tabung dimana anda monster yang menyerupai manusia.”Apa ini hasil eksperimen orang yang dulu tinggal disini,”kata Roki.


“Itu benar tapi mereka sudah tidak bernyawa lagi. Apa yang ingin kamu lakukan, melanjutkan atau menguburkannya dan mengganti yang lain yang bisa berguna untuk kamu,”kata Koto.

__ADS_1


“Ini sangat menyakitkan untuk aku lihat,”kata Roki yang kembali terdiam.


__ADS_2