Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pintu Ketiga


__ADS_3

Cermin diri formasi jiwa yang menyerupai jati diri kita. Yang bagaimana kita harus bisa melawan diri kita untuk mendapat jiwa yang abadi. Cermin jiwa yang merupakan salah satu formasi ilusi jati diri, dari formasi ini bisa membuat orang tidak dapat melangkah ke tingkat abadi. Karena tidak bisa mengalahkan perasaan jiwa yang dimiliki si pengguna. Pada pintu ketiga ini mereka anggota khusus Laut Merah mendapatkan rintangan melawan diri mereka dengan formasi ilusi jati diri.


Semua anggota mendapatkan rintangan masing-masing dengan tingkat keberhasilan 99% jika bisa mengalahkan diri mereka yang kelam. Tapi ada juga yang bisa mengalahkan diri mereka dan membuka lembaran kehidupan yang baru. Salah satunya adalah mereka yang bisa menang dari cermin diri. Martin, Mitra, Mark dan Morgan yang telah menyelesaikan formasi Ilusi Jati Diri dengan waktu yang berbeda. Dari semua anggota masih terdapat Lili, Ling Yong, Rong Shi, Alex dan Ali yang masih terkembang dalam Formasi Ilusi Jati Diri. Apakah mereka berlima bisa mengalahkan diri mereka dan melangkah bersama dengan empat anggota Laut Merah?


Dingin lelah semua mereka rasakan dalam pertarungan melawan cermin diri mereka. Dua hari telah berlalu mereka melawan bayangan mereka dan belum menghasilkan apa-apa.


“Aku lelah ganti permainan bagaimana?,”ucap Alex. Alex berhenti bergerak dan mencari tempat untuk bersandar sedangkan bayangan dirinya mengikutinya. Sampai Alex mengeluarkan kartu untuk bermain dengan bayangan.”Apa yang mereka lakukan,”kata Morgan yang melihat Alex.


“Kurasa mereka sedang bermain,”ucap Mark.”Mau melihat,”ucap Mitra.”Tidak sudah lelah dengan memandang saja,”kata Morgan. Alex yang mengubah suasana sudah mengetahui kalau bayangan akan sama saat bertanding dengan dirinya. Tapi ada satau hal yang membuat Alex tersenyum dan berkata,”Kamu akan mati disini?.” Saat itu juga Alex mengeluarkan kartu terakhir dengan aura hitam disekitarnya. Bersamaan dengan Alex mengeluarkan kartu terakhir untuk mengakhiri permainan, Ali mendapatkan pencerahan dari lawan yang dia hadapi.


“Akhirnya tiba juga aku mengakhirinya,”ucap Ali. Dengan hitungan detik Alex yang bermain kartu berhasil mengalahkan bayangan dirinya.”Makanya jangan pernah meniruku, kalau tidak tahu masa kelamku yang dangkal,”kata Alex yang bersantai bersandar di dinding batu.


Ali yang mendapatkan pencerahan dari semua jurus gerakan dan poster tubuh bayangan sama dengan dia tapi ada satu yang bayangan tidak bisa dia tiru. Bela diri bunga pesona, Ali yang menggunakan bela diri pesona mengalahkan bayangan dirinya setelah Alex.”Ternyata dia juga selesai,”kata Alex.”Tidak aku sangka dia menggunakan bela diri bunga pesona, yang dia tidak sukai,”kata Morgan.


Ali berjalan menuju Alex yang bersantai dan mereka saling berdampingan untuk beristirahat.”Aku dapat pesan dari Roki,”kata Ali.


“Apa pesannya,”ucap Alex.”Pertemuan akan diadakan tujuh bulan lagi di perusahaan M,”kata Ali. “Menurut kamu kita akan selesai pada waktunya,”kata Alex.”Aku tidak yakin,”ucap Ali yang menetap Martin. “Ada apa,”ucap Martin melalui teleportasi telepati jiwa.”Pertemuan antara anggota Organisasi Tersembunyi tujuh bulan lagi,”kata Alex.

__ADS_1


“Kalian tidak bisa pergi, cari pengganti untuk ikut dalam rapat. Karena waktu itu bertempatan pada bencana,”ucap Martin.”Baik Bos,”ucap mereka berdua yang kemudian teleportasi tele pati terputus.


“Ada apa,”kata Mitra.”Pertemuan Organisasi Tersembunyi,”kata Martin dengan santai.”Kapan itu akan diadakan,”ucap Morgan.”Tujuh bulan lagi,”kata Martin.”Bukannya itu waktu dimana bencana akan datang,”kata Mitra.


“Mereka berdua harus mencari pengganti untuk mewakili mereka,”kata Mark yang mengambil ponsel memberi tahukan orangnya untu menggantikan Alex dan Ali.”Sudah kamu bereskan,”kata Martin.


“Sedang proses,”ucap Mark. Bereskan jangan ada yang terlewatkan,”kata Martin yang masih melihat ketiga orang anggotanya. Bungan dan alunan musik yang terdengar dengan langka kaki mereka bertiga.”Apa yang sedang terjadi disini,”kata Mitra yang merasa suasana berubah menjadi hangat. Mitra melihat kearah mereka bertiga dan maju ke depan tapi dihadang oleh Martin dengan tajam.”Kamu mau kemana?,”ucap Martin.


“Aku khawatir dengan mereka bertiga, karena suasana ini membuat aku gelisah,”kata Mitra.”Apa yang perlu kamu khawatirkan tidak ada gunanya. Karena ini adalah ujian mereka bertiga untuk melanjutkan pintu berikutnya,”ucap Martin dengan dingin.


“Diam saja kamu,”ucap Martin.”Kenapa kalian berantem, lihat itu mereka mengeluarkan jurus tiga serangkai yang mereka pelajari saat di dimensi ruang ujian,”kata Alex. Mitra melihat kearah mereka bertiga, Martin yang melepaskan tangan Mitra maju ke depan. Karena dia tahu kalau mereka bertiga akan menyelesaikannya,”Kamu mau kemana, bukannya kamu bilang jangan bantu mereka bertiga?.


“Aku ingin membuka pintu terakhir,”ucap Martin yang berjalan perlahan. Sampai di samping mereka berdua Martin berkata,”Selesaikan semuanya jika kalian tidak ingin ketinggalan.” Martin berjalan menuju didepan pintu. Lili, Rong Shi dan Ling Yong saat mendengar perkataan mereka mengeluarkan jurus terakhir untuk mengakhirnya dan cepat tanpa tersisa tubuh mereka.


“Maaf bos menuggu lama,”ucap mereka bertiga yang berjalan setelah Martin melewati mereka bertiga. Mitra yang terkejut dengan mereka bertiga hanya bisa menyusul mereka ke depan pintu bersama yang lain.


“Apa kalian menuggu lama,”kata Ling Yong.”Menurut kamu bagaimana,”ucap Ali.”Karena tadi kita harus mengambil jiwa mereka untuk meningkatkan level kami makanya kami lama,”ucap Rong Shi.

__ADS_1


“Maaf ya kak Mitra membuat kamu khawatir,”kata Lili.”Jadi kalian sudah selesai sebelum hari ini hanya butuh lama karena mengambil jiwa bayangan mereka,”kata Mitra. Mereka bertiga menganggukan kepala mereka bersamaan.


“Apa kamu sudah tahu ini semua Martin,”kata Mitra.”Iya,”ucap Martin yang membaca segel pintu yang tidak biasanya.”Kenapa kamu tidak bilang kepadaku lebih awal,”kata Mitra yang kesal.”Aku bicara atau tidak kamu pasti akan maju bukan,”kata Martin. Mitra memalingkan wajahnya sampai dia melihat kearah lain yang membuat dia merasa takut saat melihat wajah patung disampingnya yang saat berbeda.”Patung apa itu, sangat mengerikan,”ucap Mitra. Martin dan yang lain menoleh ke arah patung yang dimaksudkan Mitra. Sampai Martin melihat dengan seksama dia berkata,”Mundur.” Semua orang mundur saat Martin berkata dan semuanya bersiap-siap pada posisi bertarung.


“Apa masih ada penghalang kedua,”kata Morgan. “Bisa jadi,”kata Martin yang tersenyum.


“Manusia bodoh kalian ingin masuk kedalam, tidak akan bisa kembali lagi,”kata Monster penjaga pintu bagian kedua.”Serang manusia bodoh itu,”kata Monster kepada bawahan.”Masih sanggup,”kata Martin dengan tenang.”Kamu kita lemah dan mau menyerah begitu saja, jangan berharap,”ucap Lili yang disusul oleh mereka semua. Martin yang masih dibelakang mereka menuggu pimpinan Bos mereka menyerang.


“Kenapa kamu tidak maju, menuggu mereka mati baru kamu menyerang,”kata Monster yang memilki kecerdasan dengan monster yang lain.


“Siapa yang akan mati belum ada yang tahu,”kata Martin. Sampai di ujung jalan mereka semua berhadapan satu lawan satu dengan monster yang ada dihadapan mereka.”Aku ingin cepat selesai,”kata Rong Shi yang mulai menyerang dengan cepat dan tanpa belas kasih.


“Aku duluan ya,”kata Rong Shi yang sudah menghabisi monster dengan satu serangan.”Rong Shi kamu curang,”kata mereka semua. Rong Shi hanya bisa memandang mereka semua yang masih bertarung dengan moster.”Jangan sampai kalian mati ya,”ucap Rong Shi yang menyindir mereka semua.


“Bos aku selesai,”kata Rong shi dengan santai berjalan kearah Martin. Martin hanya bisa tersenyum,”Tidak biasanya kamu duluan?.”


“Habis monsternya jelek. Bos itu monster apa?,”kata Rong Shi yang melihat dengan seksama tapi tidak menemukan jawban.”Dia adalah...,”kata Martin yang terputus karena Alex yang menghampiri.”Moster Cinta kamu,”ucap Alex yang mendekat.

__ADS_1


__ADS_2