
Dua bulan telah berlalu setalah apa ayang sudah terjadi dengan Roki dan Kakeknya. Roki yang sudah menjalankan bisnis telah berjalan sukses tanpa diketahui oleh keluarga Brata dengan saham yang sudah mencapai internasional. Roki dan kakek yang sudah mendapatkan kabar kalau Remon dan Dayati yang akan segera menikah memberikan undagan kepada kakek dan Roki pada hari dimana mereka baru saja membeli tanah dekat vila Roki tinggal.
“Apa semua sudah kamu urus Kim,”kata Roki.”Sudah tuah tanah ini sudah saya beli atas nama anda dan tinggal menunggu desain tempat ini ingin seperti apa,”kata Kim. Roki yang sedang memikirkan desain apa yang ingin kakek sukai. Sampai Yamato berkata,”Jika tuan tidak keberatan bagaimana jika saya kenalkan seorang yang bisa membuat desai klasik dan sejuk untuk kakek tinggali.”
“Siapa dia,”kata Roki. “Anda mengenal orangnya tuan,”kata Yamato.”Jangan bilang dia adalah keluarga Koto,”ucap Roki dengan menyepitkan mata. Yamato hanya tersenyum sambil tangannya menyentuh kepalanya.
“Apa bisa dipercaya,”kata Roki yang tidak bisa berkata.”Tentu saja bagaimana jika kita pergi keluarga Koto yang kebetulan putra mereka sedang mengadakan ulang tahun dua hari lagi,”kata Yamato.
“Tidak mungkin kita pegri tanpa ada undangan,”ucap Roki. “Apa maksud anda tuan,”kata Yamato.
“Bukannya kamu sudah tahu, tidak sopan kita datang kesana tanpa ada pemberitahuan pihak yang membuat acara,”kata Roki yang menghela nafas.”Soal itu sebenarnya dua hari yang lalu tuan besar dan tuan muda mendapatkan undangan dari keluarga Koto, hanya saja kakek anda belum memberitahukan kepada anda karena terlalu sibuk tuan mudanya,”kata Yamato.
“Aku kita pulang sekarang,”kata Roki menuju vila. Kakek yang sedang menikmati teh di taman mendengar suara langka kaki. Dia menoleh kebelakang,”Sudah balik.”
“Sudah kek, apa ada yang ingin kakek ingin beritahu kepada Roki,”kata Roki.”Bukan kamu sudah tahu dari Yamato,”kata Kakek.”Kenapa kakek tidak memberitahukan Roki kalau ada undangan darai keluarga Koto,”kata Roki.
“Bukan kamu tidak suka dengan keluarga Koto waktu itu, makanya kakek yang akan mengagantikan kamu pergi,”ucap Kakek.”Kakek bisa saja, kita pergi bersama saja ya,”kata Roki yang memalingkan wajahnya.
“Kamu sudah pernah bertemu dengan putri Firman ya,”kata Kakek yang tersenyum. Roki tidak berkata tapi dia memalingkan pertanyaan dengan dia bertanya,”Kakek bisa katakan apa yang terjadi saat ayah keluar dari rumah utama.”
“Apa yang ingin kamu ketahui dari semua yang kamu inginkan,”kata Kakeknya.”Aku ingin mengetahu darai ayah pergi darai rumah utama sampai orang asing itu menjadi sekutu paman,”kata Roki dengan tegas.
__ADS_1
“Kakek akan bicara denganmu, tapi ini akan membutuhkan waktu yang lama,”kata Kakek.”Untuk mempersikat saja apa ayah keluar atas keingiannya sendiri atau kakek yang meminta terus apa alasannya,”kata Roki.
“Itu keinginan ayah kamu sendiri setelah ayah kamu mengetahu kalau kakek dalam keadaan dan kondisi tidak menguntungkan untuk mempertahankan posisi tuan utama,”ucap Kakek.”Berati ayah sudah tahu kalau ada pihak keempat yang berkerja sama dengan paman,”kata Roki.
Kakeknya hanya menganggukan kepalanya sampai dia berkata,”Waktu itu kakek tidak setuju dengan rencana ayah kamu yang meninggalkan rumah utama karena sejak awal kakek ingin ayah kamu yang mengwarisi asat keluarga. Tapi paman kamu tidak suka dan bekerja sama dengan orang asing meracuni kakek. Itu yang membuat ayah kamu harus angkat kaki dengan syarat paman kamu tidak boleh melukai kakek.”
“Tapi yang aku lihat paman menyakiti kekak, kenapa?,”kata Roki.”Karena mereka sudah membuat ayah dan ibu kamu mati,”ucap kakek dengan wajah sedih. Yang tiba-tiba kekek melihat kearah Roki,”Kamu tidak terkejut dengan apa yang aku katakan.”
“Aku sudah tahu kalau ayah dan ibu sudah dibunuh mereka dan aku juga sudah menguburkan ayah dan ibu dihutan dekat taman,”kata Roki.
“Kamu tahu siapa yang membunuh mereka berdua,”kata Kakek.”Aku tahu mereka adalah salah satu darai Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata Roki.
“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan jangan asal berkata mereka bukan orang yang sembarangan bisa kita lawan,”kata kakek.”Iya, saat itu aku juga bersama Koto dan Kokoro yang tidak sengaja kami bertemu ditempat itu. Mereka juga bilang kalau mereka adalah salah satau anggota Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata Roki.
“Aku tidak tahu karena mereka juga memiliki aura yang berbeda dengan manusia pada umumnya,”kata Roki. Kakeknya hanya bisa menudukan kepalanya setelah mendengar perkataan Roki.”Jika memang seperti itu yang datang bersama dengan paman kamu adalah Organisasi itu yang kamu sebutkan,”kata Kakek.
“Bagaimana paman bisa mengenal mereka, yang aku tidak bisa pikir,”kata Roki sambil berpikir. “Kakek juga tidak tahu,”kata Kakek.
Mereka berdua yang saling berbicara sampai lupa kalau waktu yang mereka habiskan sudh hampir malam. “Tuan besar dan tuan muda tidak ingin isrirahat terlebih dahulu atau ingin makan malam dulu, hari sudah mulai gelap,”kata Kim yang datang.
Roki melihat kearah luar jendela dan langit sudah berancak malam.”Aku akan mandi dulu, kamu siapkan saja makan malamnya,”kata Roki yang berdiri.
__ADS_1
“Kakek mau tetap disini atau mau duduk di dalam,”kata Roki.”Kakek disini terlebih dahulu, nanti kakak akan masuk dan Surya juga yang diluar dengan wajah cemberut,”ucap Kakek.
“Dia putus cinta,”ucpa Roki yang sudah menjauh pergi meninggalkan kakeknya di taman atau diteras. Setelah Kim pergi Yamato datang membawa teh yang masih hangat untuk tuan besar.”Tuan ini teh anda,”kata Yamato.
“Apa yang dia lakukan, kata Roki dia putus cinta,”kata kakek.”Surya. Dia memang seperti itu kalau galau tuan, nanti juga dia akan kembali jika menemukan yang baru,”kata Yamato.
“Anak muda tidak bisa ditebak,”kata Kakek.”Yamato kamu duduklah teman orang tua ini bermain bidang catur ini,”kata kakek.
“Baik tuan,”ucap Yamato yang duduk didepan taun besar setelah mengambil bidang catur. Roki yang sedang di dalam kamar mandi merasakan hawa musuh yang datang masuk ke wilayahnya tapi mereka tidak bisa masuk karena Formasi. Sampai dia bertelepati dengan Surya yang jaraknya dekat untuk mencari tahu apa yang terjadi diluar vila. Surya yang mendapatkan pesan suara langsung berdiri dan mencari tahu siapa yang datang.
Dari jauh Surya melihat beberapa orang berpakaian aneh ingin masuk dengan lambang yang tidak asing. Surya yang sedang berpikir lambang apa yang ada dalam tangan mereka hanya bisa bersembunyi. Sampai dia mengingat kalau lambang itu adalah lambang dari mata-mata Organisasi Kegelapan Jiwa. “Kenapa mereka ada disini, apa yang mereka cari,”kata Surya yang masih sembunyi.
Sampai mereka pergi karena tidak bisa masuk ke dalam formasi. Surya kembali ke vila dan melaporkannya kepada Roki. “Tuan,”ucap Surya.”Ada apa?,”kata Roki yang masih makan bersama kakeknya.
“Katakan saja mereka berhak tahu,”kata Roki. “Yang datang mereka adalah mata-mata darai Organisasi Kegelapan Jiwa,”ucap Surya. Roki menghentikan gerakan tangannya untuk sesaat yang kemudian dia berkata,”Untuk apa mereka datang ke sini.”
“Saya tidak tahu tujuan mereka. Tapi setelah mereka tidak bisa membuka formasi mereka pergi, ada kemungkinan mereka akan datang kembali dengan ahlik formasi,”kata Surya.
“Tuan tidak usah khawatir formasi yang dibuat oleh Koto dan Kokoro tidak akan bisa di lepaskanatau dibobol oleh ahli formasi tingkat apapun,”kata Yamato.
“Jika seperti itu bukannya akan aman untuk sekarang mereka tidak akan bisa datang dan masuk ke daerah kita,”kat Roki.
__ADS_1
“Tapi tuan mereka bisa saja datang saat anda diluar formasi bukan,”kata Kim. Roki hanya terdiam untuk sesaat setelah kata Kim.”Apa yang kamu katakan ada benarnya, tapi mau bagaimana kita hadapi saja mereka,”kata Roki dengan percaya diri.