Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Ledakan


__ADS_3

Izam bersama dengan kedua orangnya pergi ke tempat kedua setelah ruang bawah tanah. Sampai di tempat Geri hanya menatap ke arah Izam. Sampai Mizuki yang juga ikut dengan mereka masih bingung kemana mereka berdua ingin pergi..”Ini tempat apa?,”ucap Mizuki.


“Ruang bawah tanah yang lain, tapi di dalam tidak ada monster seperti ruang bawah yang tadi kita temukan,”kata Geri.”Apa tempat ini yang kamu lihat tadi?,”kata Izam.”Itua benar tuan,”kata Geri dengan rasa gelisah.


Izam yang melihat sikap Geri membuat dia bertanya,”Kenapa kamu gelisah, bukan kamu tadi berkata kalau tempat ini tidak ada monster tapi kenapa kamu terlihat pucat.”


“Itu karena di dalam ruangan bawah ini, sangat dingin tuan,”ucap Geri yang bingung untuk mengucapkannya."Maksud kamu apa di dalam ada mayat atau kuburan,”kata Mizuki. Geri hanya tersenyum melihat Mizuki dan Izam hingga dia mempersilakan mereka berdua masuk terlebih dahulu.


Izam dan Mizuki yang masuk bersama melewati lorong di ikuti dengan Geri di belakang.”Apa masih jauh?,”ucap Izam.”Tidak sebentar lagi kita akan sampai,”kata Geri.


tiga puluh menit telah berlalu dan mereka sudah sampai di tempat yang di tuju. Tapi mereka berdua hanya melihat bongkahan batu yang berjejer seperti batu nisan. Izam menoleh ke belakang ke arah Geri berada dengan tatapan bingung.”Apa ini yang ingin kamu tunjukan?,”kata Izam.


“Bukan, tapi yang ada di sebelah batu nisan yang banyak ini,”kata Geri. “Sebenarnya apa yang ingin kamu tunjukan kepada kami berdua, kenapa kamu tidak langsung berkata saja,”kata Mizuki.


“Itu karena aku takut kalian salah paham jika aku katakan, makanya aku ingin kalian lihat sendiri,”kata Geri yang menundukan kepalanya. “Ok aku akan ke sana. Apa yang kta temukan di sana?,”kata Izam.


Di perjalanan menuju tempat Izam melihat batu nisan yang tidak memiliki nama tapi begitu banyak. Membuat dia bertanya dalam hati,”Siapa yang di kuburkan di dalam tanah ini?.”


“Mereka adalah penelitian yang gagal dan beberaoa murid serta ketua dari organisasi kegelapan yang terdahulu. Jika aku melihat simbol di dalam batu nisan ini,”ucap Geri.


“Jadi ini makam ini dari organisasi kegelapan jiwa. Cukup aneh jika mereka di kubur di sini,”kata Izam.

__ADS_1


“Apa hanya itu saja?,”kata Mizuki.”Itu yang tertulis yang lain masih belum aku temukan dari batu nisan ini,”kata Geri.


“Kita sudah sampai,”ucap Geri dengan melihat ke depan. Izam dan Mizuki membuka pintunya, sampai pintu terbuka dan mereka bersama masuk dan melihat sebuah ruangan yang terdapat kolam yang berwarna merah darah.


“Seperti Laut Merah,”kata Izam. “Sebenarnya tempat apa ini?,”kata Mizuki.


Geri menggelengkan kepalanya karena dia tidak tahu tempat apa ini, hanya saja di dalam ruangan ini sangat menekan dan hawa negatif dengan suasana yang mencekam. Izam yang merasakannya hanya bisa terdiam sambil mengamati di sekelilingnya. Hingga dia melihat ke salah satu ujung di mana ada pintu lain. Izam pergi ke tempat pintu berada, sedangkan Geri yang merasa takut hanya bisa ikut dengan Izam dari belakang.


Mizuki yang melihat mereka berdua berjalan ke arah pintu  tidak mengikutinya karena dia menuju rak buku yang ada di dekat dinding batu. Mereka berdua yang berjalan di arah yang berbeda, sampai tercium aroma yang tidak enek.”Bau apa ini?,”kata Mizuki.


Izam yang menyadari kalau bau ini adalah racun berterik kepada Mizuki untuk menutup hidungnya karena bau yang tercium adalah racun.”Kamu juga tutup hidung kamu, jangan sampai kamu menghirup bau ini,”kata Izam yang ada di dekat Geri. Geri hanya mengganggukan kepalanya sedangkan Mizuki juga menutup hidungnya sampai dia sampai di rak. Melihat sekilas sampai dia menemukan nama buku yang aneh dan dia mengambilnya.


“Buku apa ini, nama yang aneh,”kata Mizuki yang sudah membuka lembaran pertama buku. Dia perlahan membacanya sampai dia menemuka sejarah dari danau yang berwarna merah darah ini. Sementara di tempat lain Izam dan Geri yang sudah membuka pintu masuk ke dalam dan di kejutkan dengan  pemandangan yang mengerikan membuat mereka sangat syok.


Daging manusia yang sudah di terkelupas dengan darah yang mengering. Di kaca penyimpannya juga terdapat mayat yang masih segar tapi sudah tidak bernyawa hanya saja tubuh mengering. “Tempat apa ini?,”kata Izam.


“Apa mungkin tempat ini adalah tempat penyembelihan organisasi kegelapan jiwa yang tidak berguna, untuk di jadikan tumbal,”kata Geri.


“Aku tidak tahu tempat apa ini, cari apa ada yang bisa membuat kita tahu tempat apa ini,”kata Izam yang bingung.


Geri dan Izam berpencar untuk mencari informasi tentang ruangan yang mereka temukan. Izam yang melihat satu rak di dekatnya dan memulai mencari informasi. Sampai Mizuki datang dan berkata,”Kita harus pergi dari sini segera.”

__ADS_1


Mereka berdua yang mendengar perkataan Mizuki dengan tatapan serius hanya saling memandang.”Kita pergi sekarang,”ucap Izam. Izam yang menggunakan mata pemahaman mencari buku di rak yang didekatnya dengan cepat sebelum dia bergegas pergi. setelah menemukan dua buku yang penting dia mengambilnya setealah Geri di dekat Mizuki.


Mizuki yang menatap Izam ingin berkata tapi, belum sempat dia berkata Izam berjalan ke arahnya.”Ayo kita pergi sekarang?,”kata Izam.


Mizuki dan Geri yang berjalan lebih dahulu dan di susul oleh Izam di belakang melewati rute yang sama mereka masuk ke dalam. Sampai di lorong menuju pintu keluar mereka bertiga merasakan kalau ada yang tidak beres dengan batu nisannya.


“Apa ini hanya perasaanku saja atau memang ada yang bangkit  dan keluar dari tanah,”kata Geri.


“Itu bukan perasanmu saja, memang mereka keluar darai tanah,”ucap Mizuki.”Kita pergi sekarang sebelum kita juga akan bernasib sama dengan mereka yang mati di sini,”kata Izam. Di depan pintu gua mereka menutup kembali pintu dan menyegel pintunya dengan segel cahaya agar tidak bisa di tembus oleh monster kegelapan.


Monster kegelapan yang dimaksud adah mayat hidup karena ritual yang dikorbankan untuk mengidupkan iblis. Mereka yang sudah di luar bertemu dengan Terko yang sudah menuggu.


“Apa yang kalian temukan di dalam?,”kata Terko dengan wajah cemberut.


“Kamu ingin tahu,”ucap Mizuki.” Terko memalingkan wajahnya, sampai Geri berkata,”Bukan bagus kamu tidak ikut jika kamu ikut juga akan melihat yang mengerikan.”


“Apa maksud kamu?,”kata Terko.”Di dalam adalah makam monster kegelapan organisasi kegelapan jiwa. Tidak hanya makam di dalam juga ada tempat ritual pembangkitan iblis dengan mengorbankan organisasi kegelapan jiwa yang tidak berguna,”kata Mizuki.


“Apa yang harus kita lakukan dengan ruang bawah ini, jika tempat ini sangat berbahaya,”kata Terko.”Kita harus menghancurkannya dan menyegelnya,”kata Izam yang sudah memasang formasi penghancur dan Formasi penyegel di saat dia masuk dan keluar dari tempat itu.


Satu menit setelah berkata seperti itu Izam sudah mengaktifkan formasi dan menghancurkan ruang bawah tanah dengan formasi cahaya agar semua musna dan binasa. Setelah formasi penghancur cahaya dia aktifkan terdengan suara ledakan di dalam yang di susul dengan formasi penyegel.

__ADS_1


“Ayo kita pergi,”kata Izam setelah semua sudah beres di bersihkan.


__ADS_2