Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Laut Merah 5


__ADS_3

Di pulau obat dimana Izam dan Bunga juga mendapat bantuan dari anak buah Martin. Izam yang merasakan kehadiran beberapa orang membuat dia waspada sampai Remon dan kedua orang lain datang.


“Tidak usah terlalu waspada, kami ada di pihak kalian,”kata Remon. Bunga yang juga menyadarinya berkata,”Siapa kalian?.”


“Kami adalah anak buah Martin yang di tugasnya utuk datang ke tempat ini untuk menghancurkan formasi yang yang di pasang di pulau ini. Sekalian untuk membantu kalian mengalahkan musuh,”kat Ming Long.


“Kenapa kalian datang ke sini, bukannya seharusnya kalian bantu tuan kalian,”kata Izam. “Ini misi dan tugas yang harus di selesaikan, kami tidak bisa membantah,”kata Reli.


“Reli,”ucap Remon.


“Kenapa memang benarkan, kenapa kamu menatapku,”kata Reli yang malu.


“Bisa tidak kmau bersikap sewajarnya ssat aku menatap kamu,”kataRemon yang menepuk dahinya karena sikap Reli.


“Tadi kalian bicara formasi, Formasi apa yang kalian maksud?,”kata Bunga. Mereka bertiga hanya terdiam dan menatap ke atas. Bunga dan Izam yang bingung dengan wajah mereka yang melihat ke atas hanya melihatnya dan mereka berdua terkejut dengan apa yang di lihat.


“Apa itu,”ucap Izam.


“Bukannya kalian bertanya formasi apa, kami sudah tunjukan apa maksudnya. Untuk selanjutnya kalian cari tahu sendiri ya,”kata Ming Long.


“Hai, Reli apa kamu sudah menemukannya,”kata Ming Long.


“Sedang proses pencarian,”kata Reli sambil bermain.


“Mencari apa?,”ucap Ming Long yang datang dan melihat Reli sedang sibuk bermain. Ming Long langsung menepuk punggung Reli dengan keras sabil mencarai,”Cepat, jangan malas.”


“Sakit tahu, tidak sabaran,”ucap Reli yang kesal.


Bunga dan Izam yang masih bingung dengan apa yang mereka lihat hanya bisa menebak saja.”Apa itu lubang hitam penghubung alam semesta,”ucap Izan setelah mengingat kembali beberapa hari yang lalu bersama dengan yang lain.


Remon yang mendengarnya hanya tersenyum tanpa berkata. “Tapi bagaimana bisa lubang hitam bisa terbuka jika kedua orang yang mereka cari masih hidup,”kata Bunga hingga dia sadar Prisila.

__ADS_1


Remon yang melihat sikap Bunga hanya berkata,”Kamu tidak usah khawatir dengan saudara kamu yang ada di organisasi lain. Mereka baik-baik saja, karena ada dari kita akan membantu mereka termasuk si kecil.”


“Siapa kamu kenapa kamu tahu banyak tentang saudaraku?,”kata Bunga yang merasa ada yang aneh dengan sikap ketiga orang suruhan Martin.


“Kamu bertanya siapa kami, bukan tadi kami sudah jelaskan kalau kami adalah anak buah Martin,”kata Remon.


Remon dan Bunga yang sedang berbicara di panggil oleh Reli karena dia sudah menemukan posisi formasi. Remon yang mendengarnya langsung pergi ke arah mereka berdua dan meninggalkan Izam dan Bunga yang sedang bersama.


“Dimana posisinya?,”ucap Remon. Reli pergi ke depan untuk menuntun mereka berdua ke posisi formasi. Sedangkan Bunga dan Izam yang melihat ada sedikit retakkan formasi harus membuat formasi gabungan bersama untuk mempertahankan pulau.


“Kita abaikan mereka bertiga dulu, yang penting formasi ini harus kita perbaiki,”kata Izam.


“Aku mengerti,”ucap Bunag yang bersama dengan Izam pergi ke titik pembuatan formasi di pulau obat.


Sampai di tempat Bunga yang melihat bawahannya yang sudah menguras tenaganya untuk membuat formasi sudah mencapai batas. Izam yang tahu kondisi anak buah Bunga dalam ke sulitan membantu mereka.”Aku akan ke sana?,”ucap Izam yang masuk ke dalam formasi dan memulai membuat formasi cahaya bulan tiang lima untuk pelindungan pulau.


Selesai membuat formasi Bunga datang menghampirinya karena dia tidak tahu kalau Izam sudah emncapai level abadi.”Sejak kapan kamu sudah sampai level abadi?,”kata Bunga dari belakang.


“Sejak kita berpisah,”kata Izam.


“Apa semua anggota kamu juga sudah sampai abadi. Oleh karena itu kamu tidak khawatir dengan mereka. Jika kamu tinggalkan mereka pada saat kritis,”kata Bunga.


Izam hanya tersenyum dan mendekati Bunga lalu memeluknya.”Aku tidak ingin kehilangan lagi, jadi kamu bisa tenang karena aku akan selalu ada di samping kamu selamanya,”ucap Izam di dekat telinga Bunga.


Bunga hanya bisa memeluk Izam karena rasa rindu yang tidak bisa dia bayangkan setelah dia berpisah dengan Izam setelah dia memilih jalan yang salah. Tapi sekarang dia yang sudah kembali dia tidak ingin kehilangan dia lagi.


“Jangan pernah kamu pergi jauh lagi,”kata Bunga yang menatap ke arah Izam yang ada di depannya.


Sampai Putra dan yang lain melihat hanya berkata,”Jika ingin bermesraan lihatlah kondisi sekitar.” Tiba-tiba Bunga sadar kalau mereka berdua ada di tengah Formasi dimana mereka membuat formasi pelindung pulau.


Bunga langsung mendorong Izam yang ada di depannya. Izam hanya tersenyum dan kembali melihat ke luar formasi. Sampai dia mendapatkan pesan dari markas kalau musuh bertambah dengan para monster yang di kendalikan.

__ADS_1


Izam hanya membalas dengan telepati batin agar mereka menggunakan monster yang sudha di jinakan tingkat suci untuk melawan monster abadi yang di kendalikan. Izam juga memberikan pesan untuk menggunakan formasi tiang cahaya bulan agar mereka tidak masuk wilayah beserta ilusi formasi.


Di negara J Markas SaNaHa yang mendapatkan pesan telapati batin bersiap untuk bertahan tahap kedua untuk menahan para musuh dari organisasi kegelapan jiwa. Sampai Rendi dan Teri datang bersama yang lain membantu mereka.


“Lama tidak bertemu,”ucap Rendi dari belakang Mizuki.


“Rendi,”ucap Mizuki. “Kenapa kamu di sini?,”kata Terko.


“Kami ada tugas di tempat kalian, makanya kami datang ke sini,”ucap Teri.


“Tugas apa yang kamu maksudkan?”kata Mizuki. “Kita bicara nanti saja , bukan wkatu yang tepat sebaiknya kita kalahkan mereka agar memudah membuat formasi,”kata Rendi.


Setelah berbincang sebentar mereka kembali fokus ke rencana kedua, dimana mereka mengeluarkan monster suci yang sudah di jinakan untuk mengalahkan mereka. Sedangkan Teri yang sedang fokus mencari lokasi Formasi yang di pasang oleh organisasi kegelapan menemukannya dalam sekecap.


“Aku menemukannya?,”kata Teri sambil melihat ke arah Rendi. Mizuki dan Terko yang melihat sikap mereka membuat mereka bertanya,”Apa yang kalian cari?.”


“Nanti aku akan katakan, tapi kami berdua harus menyelesaikan misi dan tugas yang diberikan oleh Martin. Kami pergi dulu dan mereka akan membantu kalia menghadang musuh saat kami tidak ada,”ucap Mizuku bersama dengan Teri pergi ke lokasi formasi.


Rendi dan Teri yang pergi ke lokasi melihat aura pembunuh yang sangat pekat di sekitar formasi.”Tidak aku sangka penjaganya sangat banyak,”kata Rendi.


“Iya juga tapi tidak terlalu banyak juga bukan,”kata Teri.


“Mau bagi tugas,”kata Rendi. “Boleh setengah-tengah ya bagiannya,”ucap Teri.”Ok,”ucap Rendi. Mereka berdua maju bersama Teri yang bagian kanan dan Rendi bagian kiri untuk menghabisi semua musuh untuk menghancurkan formasi.


Sutu jam telah berlalu semua musuh yang mereka hadapi sudah tumbang satu persatu.”Tidak aku sangka membutuhkan satu jam kita sampai di formasi ini,”kata Teri.


“Itu benar, kita mulai sekarang,”kata Rendi. Mereka berdua yang mengeluarkan aura pembunuh dengan formasi pelepaskan segel dengan paksa. Formasi yang di pasang musuh telah hancur dan Teri memberi tahu yang lain kalau formasi sudah hacur di posisi markas SaNaHa.


Rendi da Teri yang ingin pergi bertemu dengan Terko dan Mizuki yang datang ke arah mereka.”Apa yang terjadi di sini?,”kata Terko yang terkejut dengan musuh yang jumlahnya banyak telah berjatuhan tidak bernyawa.


“Kamu harus jelaskan apa yang terjadi,”kata Mizuki.”Ok aku akan jelaskan,”kata Rendi.

__ADS_1


“Mereka adalah musuh yang menjaga formasi lubang hitang atau juga bisa disebut pintu alam semesta dengan mengorbankan nyawa yang sudah tewas. Apa segini sudah cukup penjelaskannya,”kata Rendi.


“Kurasa aku sedikit paham apa yang terjadi. Tapi bagaimana kalian berdua bisa menghadapi jumlah yang banyak ini,”kata Terko.


__ADS_2