
Kokoro dan koto yang melihat mobil Roki yang sudah melaju menjauh. Mereka berdua pergi ke tengah hutan dimana mereka menemukan kedua orang tua Roki yang telah di bunuh oleh orang darai Organisasi Kegelapan Jiwa. “Apa kamu bisa merasakannya?,”ucap Koto.
Kokoro hanya menggelengkan kepalanya karena tidak merasakan jiwa kedua orang tua Roki yang sudah meninggal.”Kenapa kamu tidak bisa merasakannya, bukannya seharusnya ada jiwa yang tertinggal dari kedua orang tua Roki bukan,”kata Koto.
“Seharusnya memang ada tapi tidak tahu kenapa ada yang menghalangi jiwa tersebut untuk muncul di tempat ini,”kata Kokoro.”Biar aku coba,”ucap Koto. Kokoro yang memberikan kesempatan kepada Koto dia mundur dan berkeliling disekitar. Sampai dia merasakan suatu tempat yang ada pembatas formasi. “Kamu menemukannya,”ucap Kokoro.
Koto yang menghampiri Kokoro hanya terdiam sampai dia juga merasakan kalau di depan dia ada formasi pembatas.”Ini,”ucap Koto. “Seperti yang kamu rasakan,”kata Kokoro.
“Mau masuk ke dalam mungkin kita bisa menemukan sesuatu yang menarik,”kata Koto. Koto yang masuk ke dalam Formasi yang di ikuti oleh Kokoro dari belakang. Sampai di dalam formasi mereka berdua di kejutkan dengan jiwa yang tersegel dan salah satunya adalah orang tua Roki.
Koto yang tidak percaya dengan apa yang dirasakan hanya bisa melihat sekitarnya sampai Kokoro yang merasakan hawa keberadaan seorang menghentikan Koto dan bersembunyi di balik batu yang sedang dijadikan pajangan.
“Kenapa kamu menghalangiku,”ucap Koto yang tidak terima. Kokoro hanya bisa menutup mulut Koto yang sedang bebicara, sampai dia berbisik,”Lihat itu siapa yang datang.” Koto yang mendengar bisikan Kokoro melihat ke arah dimana orang yang sedang menuju ke arah para jiwa dengan sebuat tombak jiwa. “Diam untuk sementara dan tahan amarah kamu. Kamu mengerti,”ucap Kokoro yang mencoba melepaskan tanganya dari mulut Koto. Koto hanya menganggukan kepalanya setelah dia menghelakan nafas.
__ADS_1
Mereka yang melihat para jiwa yang disiksa oleh seorang dengan lambang darai organisasi kegelapan jiwa menyiksa jiwa orang tua Roki dan beberapa jiwa yang lain.”Apa mereka adalah penghuni dari wilayah ini,”kata Kokoro dengan suara kecil. “Bisa jadi apa kamu tidak menyadari kalau mereka sangat berbeda dengan orang biasa,”kata Koto.
“Jika apa yang kamu katakan itu benar bukannya kita sudah memberitahukan musuh,”ucap Kokoro yang lupa kalau dia memasang formasi suara dan pelupa dalam satu keli mengaktifkan formasi. “Kamu sudah pikun ternyata,”kata Koto. “Aku tidak pikun ya,”ucap Kokoro yang kemudian mengingat kembali apa yang terjadi dan kemudian dia tersenyum.”Ingat sekarang,”kata Koto.
“Ingat,”ucap Kokoro yang menggaruk kepalanya. Mereka berdua yang sedang bersembunyi sambil melihat ke arah jiwa yang disiksa. Sampai orang yang menyiksa mereka pergi barulah mereka berdua keluar dari tempat persembunyian. Melihat sekelilingnya dan mulai melepaskan jiwa yang tersegel mereka berdua tidak lupa untuk berkomunikasi dengan jiwa kedua orang tua Roki dan para pegawai dan tentara yang selalu setia dengan kedua pemiliknya.
Hingga mereka melepaskan formasi pembatas yang ada disekitar. Tapi tidak terlalu lama mereka berdua di ketahu oleh pihak musuk. Karena semua jiwa sudah bebes Koto dan Kokoro juga menghilang untuk menghindari dari musuh.
Kyoshi yang bersama dengan Morgan menuju ke hotel dimana mereka akan beristirahat mendapatkan pesan dari kakaknya kalau kedua orang tua yang asli telah tiada dan yang palsu masih hidup. Kyoshi yang mendapatkan pesan bertelepati dengan Zen yang ada di pulau kabar tersebut. “Apa yang kamu lamunkan,”kata Morgan yang melihat.”Aku akan memberitahu kamu tapi kamu harus berpura-pura tidak tahu. Bagaimana?,”kata Kyoshi.
“Kenapa kamu berkata seperti itu,”ucap Morgan yang tidak mengerti.”Untuk keselamatan,”kata Kyoshi. “Ok beritahu aku,”kata Morgan yang sambil membaca dokumen.”Orang tua asli Roki sudha tiada dan sekarang orang tua Roki yang kita temui adalah yang palsu dari organisasi Kegelapan jiwa. Tapi kamu tidak usah khawatir karena informasi yang kamu berikan akan segera menghilang dari ingatan mereka karena kedua kakakku yang memasang dua formasi saat kita berbicara tadi,”kata Kyoshi yang menjelaskan.
Morgan yang mendengar terkejut dan menatap tajam kearah dokume sampai dia melihat ke depan dan menghela nafas.”Apa yang kamu katakan apa itu benar,”kata Morgan setelah dia tenang.”Itu yang aku dapatkan dari kakakku,”kata Kyoshi.
__ADS_1
“Jadi seperti itu, apa kamu sudah memberitahukan kepada Zen,”kata Morgan melihat keluar jendela mobil.”Sudah tapi aku tidak tahu kapan dia akan memberitahukan kepada Martin,”kata Kyoshi. Setelah Morgan mengetahu apa yang sudah terjadi dia menutup mulut sampai dia bertemu dengan Roki tanpa berkata dia mengawasi dan menjaga secara diam-diam. Walaupun dia juga tidak ingin melakukannya karena dia adalah sahabat adiknya dia harus melakukannya.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~
Di tempat lain setelah malam itu Roki termenung di dalam kamar dan menyuru sekertarisnya tidak untuk berkunjung untuk tiga hari kedepan. Roki yang sedang dalam keadaan gunda setelah kehilangan Ayah dan Ibunya pergi ke lautan jiwa untuk menangis.”Ayah ibu kenapa kamu pergi sebelum kamu melihat kita bangkit dari kekacauan ini. Kenapa.... kenapa,”ucap hati Roki yang menjerit. Sampai dia merasakan hawa keberadaan seorang yang datang menghampirinya.”Sedang apa kamu disini,”ucap Martin yang sedang berjalan-jalan di lautan bebes.
Roki mlihat keatas dimana suara itu berasal,”Martin, apa itu kamu?.” Martin duduk disebelah Roki yang sedih.”Aku tahu kamu sedang kehilangan, tapi kamu harus berpikir jernih untuk membalas mereka yang telah membunuh hal yang berharga untuk kamu,”kata Martin yang kemudian menghilang dimata Roki dengan seketika.
Roki yang mencari Martin memanggilnya tapi dia tidak kunjung datang.”Apa tadi hanya ilusi saja,”kata Roki. Setelah dia melihat buku disampingnya dia membacanya dan bertanya,”Dari mana lagi ini buku.”
Roki yang tidak tahu buku ini darai siapa dia hanya membacanya dan menghafalnya sampai dia mengetahui semua hal tentang bela diri alam semesta dan ruang lautan jiwa yang bisa dibuay untuk dia sendiri. Karena dia tidak tahu dari siapa buku itu dia hanya menarunya kembali dan menulis kata terima kasih dan maaf aku telah membaca buku anda tanpa seijin anda.
Roki yang sudah dua hari dalam lautan jiwa tanpa makan dan minum kembali ke dunia nyata. Dia membuka mata dan melihat ada makan yang sudah disediakan oleh sekertaris Kim. Dengan catatan anda harus makan dan jangan sakit tuan muda. Roki yang merasa lapar mengambil makanan yang disiapkan oleh sekertaris Kim, sampai dia mendapatkan pesan lewat elang hitam datang ke teras kamar Roki.”Siapa yang memberikan pesan lewat elang hitam?,”ucap Roki yang mengambil pesan yang ada di kaki elang hitam.
__ADS_1