Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Catatan Lama 6


__ADS_3

Buku demi buku mereka baca hanya untuk mengetahui kebenaran dari alam semesta. Martin dan Ezan yang mengetahuinya hanya sebagian dari buku yang kemarin dia dapatkan. Satu buku mereka baca dengan hembusan angin yang sejuk menerpang mereka berdua.


“Kamu tidak jadi kembali?,”kata Martin. “Maunya pergi, tapi nanti saja dulu,”kata Ezan.”Bukannya kamu mengadakan pertemuan antara kedua wilayah,”ucap Martin. “Iya, kenapa?,”ucap Ezan yang sedang asik membaca. “Kenapa pertanyaan yang aneh yang muncul dari mulut kamu,”kata Martin yang juga fokus membaca buku.


“Bukanya kamu yang bertanya tadi,”kata Ezan.”Iya... hanya saja tidak biasanya kamu akan membuat perselisihan terlebih dahulu,”kata Martin.”Ohhh itu yang kamu tanyakan,”kata Ezan.”Kenapa kamu melakukannya,”kata Martin.


“Karena hari itu aku bertemu dengan mereka berdua bersama Bunga. Karena aku saat itu sedang dalam pengawasan mereka mau bagimana lagi aku buat dramaku sendiri,”kata Ezan yang membuat kata penjelasan.”Tidak biasanya kamu bingung buat kata,”kata Martin.”Habis seorang kakak yang diam-diam berbaring mencoba mendengarkan apa yang kita bicarakan karena penasaran,”kata Ezan.


Mereka berdua melirik kearah Morgan yang sedang berbaring di atas kasur.”Sejak kapan kalian menyadarinya,”kata Morgan yang membuka matanya.”Sejak awal,”kata Martin.”Maaf kakak tidak bisa menjaga kalian berdua,”ucap Morgan yang merasa bersalah.”Untuk apa meminta maaf, bukannya kakak yang sudah menyelamatkan nyawa kami berdua,”kata Ezan.”Itu benar,”kata Martin.


“Apa maksud kamu menyelamatkan kalian berdua. Seingat aku hanya menyelamatkan Martin bukan Ezan juga,”kata Morgan memperjelas.”Kakak tidak tahu apa itu segel dua sisi,”kata Ezan.”Segel yang jiwa yang bertempat pada satu...,”Kata Morgan yang terhenti dan duduk.”Jadi kalian tinggal pada satu tubuh dengan dua jiwa. Tapi bagaimana bisa,”kata Morgan yang sadar dan mengganti pembicaraannya.


“Kalau yang itu kami juga sedang mencari tahu. Tapi belum mendapatkan hasil yang memuaskan,”kata Martin.”Dari awal kalian memang bertukar jiwa,”kata morgan yang tidak percaya.”Iya tapi selama ini yang kamu jadikan atasan adalah Ezan bukan aku,”kata Martin.

__ADS_1


“Itu kamu Ezan yang selama ini bersama dengan ibu,”kata Morgan.”Iya, Martin dalam penyegelan. Tapi saat gelombang jiwa saat bencana dunia. Kita saling berkomunikasi tapi aku tetep menyegel Martin. Karena satu hal,”kata Ezan.


‘Jadi seperti itu. Tapi aku tidak tahu bagaiman kamu bisa mendapatkan tubuh asli kamu,”kata Morgan yang mencari tahu. Martin menuju pada satu lukisan yang dia ambil di gudang penyimpanan. “Tubuh Ezan disegel dalam lukisan ini,”kata Morgan yang melihat lukisanya.”Iya, itu aku baru tahu setelah melihat lukisannya. Karena ada yang berbeda,”kata Martin.


“Apa ada lagi yang ingin kamu katakan kakak,”ucap Ezan.”Untuk sekarang tidak ada. Tapi bagaimana dengan catatannya apa ada yang kalian tanyakan,”kata Morgan yang bersandar.”Ada,”kata Ezan.”Banyak,”ucap Martin.


“Apa yang ingin kalian ketahui,”kata Morgan. “Dari catatan ini kalau ibu dan ayah dari dunia yang berbeda. Apa maksudnya,”kata Ezan.”Apa yang tertulis memang benar ayah dan ibu dari dunia yang berbeda dengan dunia ini,”ucap Morgan.”Apa  yang tejadi kenapa mereka bisa datang ke dunia ini,”kata Martin.


“Itu karena benturan dua dimensi yang mengakibatkan keluarga ayah dan ibu masuk kedalam dimensi yang membuat ayah dan ibu jatuh ke pulau ini,”kata Morgan. “Bukannya dulu pulau ini hanya pulau biasa tapi kenapa ada yang berbeda dengan pulau ini,”kata Ezan.”Itu karena kristal yang dibawa oleh ayah,”kata Morgan.”Kristal apa yang membuat tentara itu datang ingin mengambilnya,”ucap Morgan lagi. Martin dan Ezan saling menatap satu sama lain.”Apa itu kristal alam semesta dimana ayah dan ibu tinggal dulu,”kata Ezan.


“Kakak belum selesai menjelaskan kenapa kamu nyelonong aja masuk, tidak sopan,”ucap Ezan yang menatap ke Martin.”Maaf ya kak, habis aku penasaran saja,”kata Martin. “Baik kakak akan jelaskan,”kata Morgan.”Karena ada tempat mereka tinggal banyak sumber energinya sedangkan tempat sekarang energinya telah hilang, itu penyebabnya mereka tidak bisa menggunakan kristal untuk membuat ruang dimensi untuk kembali ke tempat asal ayah dan ibu,”kata Morgan.


“Jika seperti itu kenapa para tentara menginginkannya kalau akhirnya gagal juga,”kata Martin. “Tidak hanya bisa membuka portal kristal alam semesta juga bisa membuat orang yang biasa saja bisa mendapatkan kekuatan seperti aura jiwa yang kita miliki,”kata Morgan.”Jadi seperti itu. Tapi kenapa kita berdua tidak menggunakan kristal bisa menggunakan aura jiwa. Apa karena keturunan?,”kata Ezan.

__ADS_1


“Tidak itu karena kemampuan kalian berdua bisa mengembangkan aura jiwa. Garis keturunan ayah dan ibu ada padaku saat Ibu dan ayah berpisah. Tidak mungkin bisa diberikan kepada kalian berdua,”kata Morgan.”Apa kalian marah aku tidak membagi aura keturunan kepada kalian berdua,”ucap Morgan.


Martin dan Ezan hanya menatap satu sama lain dan tersenyum.”Bukannya itu bagus jika itu milik kakak semua, bukan kepada kita berdua,”kata Martin.”Itu benar pasti berat menjadi pemimpin keluarga disaat seperti ini,”kata Ezan.


“Kalian tidak marah,”ucap Morgan. Mereka berdua menggelengkan kepalanya.”Tapi ada satu hal yang membuat aku bingung dengan apa yang kakak katakan,”ucap Ezan.”Apa itu?,”kata Morgan. “Kenapa aku tidak pernah melihat kemampuan kakak yang sebenarnya jika kakak memiliki garis keturunan ayah dan ibu,’kata Ezan. Hembusan angin yang membuat Morgan terdiam. Ezan dan Martin yang saling memandang satu sama lain hanya bisa menuggu kakaknya berkata.”Kenapa kakak diam saja, apa kakak masih belum bisa menguasai kemampuan yang diberikan kepada ayah dan ibu karena lingkungan ini tidak mendukung,”kata Martin.


Morgan tersenyum kepada adik kembarnya dan menganggukkan kepalanya.”Sebab yang lain karena setengah dari kemampuan yang aku miliki sudah diambil oleh pihak musuh saat aku masih kecil. Jadi ada salah satu vital pada tubuhku yang tidak bisa menyerap energi yang ada,”kata Morgan menjelaskan.


“Jadi seperti itu,”kata Ezan.”Mau kami bantu kakak,”kata Martin.”Apa yang bisa kalian bantu belum tentu bisa membantu aku,”kata Morgan.”Kenapa begitu murung,”kata Ezan yang bejalan.”Ini bacalah buku ini, mungkin bisa membantu kakak mengembalikan apa yang kakak hilangkan,”kata Ezan memberikan kepada kakaknya.”Apa ini,”ucap Morgan yang tidak tahu.


Ezan berjalan menuju ke tempat Martin.”Itu buku yang bisa membantu kakak untuk menguasai garis keturunan ayah dan ibu tanpa menyerap energi kehidupan,”kata Martin.”Memangnya ada yang bisa menguasai kemampuan itu tanpa menyerap sumber energi,”kata Morgan yang tidak percaya.”Kakak harus percaya dengan kita berdua,”kata Ezan yang duduk.


Morgan hanya tersenyum karena kedua adiknya membatu dia.”Apa ada lagi yang ingin kalian tanyakan lagi soal catatan,”ucap Morgan yang mengganti suasana.”Ada,”ucap Martin.”Dimana tempat tinggal ayah dan ibu, ada di dimensi mana?,”kata Martin.”Itu adalah dimensi alam semesta dunia para monster dan orang berbakat berada dengan sumber energi yang berlimpah. Dimensi awan putih,”kata Morgan.

__ADS_1


“Dimensi awan putih,”ucap mereka berdua.”Iya ada masalah,”kata Morgan.”Tidak hanya saja dimana itu,”kata Martin yang bingung


__ADS_2