Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Waktu Habis


__ADS_3

Setelah Martin masuk ke dalam lautan jiwanya dia melihat Ezan yang sedang berbaring. Dengan hati terus bertanya-tanya,”Aku senang jika kamu masih ada, aku takut jika kamu tidak ada. Aku takut sendirian. Jangan tinggalkan aku sendirian.”


Ucap kata hati Martin sambil mengelus kepala Ezan, berharap dia segera pulih. Tapi Martin yang merasakan ada yang aneh dengan Ezan menyentuh tubuhnya yang dingin dan dia sempatkan memeriksa nadinya. Martin meneteskan air mata yang air matanya menetes di wajah  Ezan yang sedang berbaring.”Kenapa kamu melakukannya, kenapa kamu tidak menjaga nyawa kamu tapi masih mementingkan orang lain. Kenapa kamu melakukannya,”ucap hati Martin yang menjerit.


Ezan yang tidak bisa membuka matanya karena lelah hanya bisa merasakan air mata Martin yang menetes diwajahnya. Dengan hati yang terus bertanya-tanya,”Maaf.” Ezan yang tidak bisa melakukanya hanya bisa menyembunyikan sampai waktu yang dimiliki Ezan habis, untuk menemani saudara kembarnya.


Selama sebulan aku harus menyelesaikan semua masalah yang ada untuk dia dan kakak, yang kemudian dia tertidur lelap sampai dia tidak mendengar suara apa-apa di lautan jiwa. Hanya ketenangan yang damai dan nyaman karena itu adalah lautan jiwa Martin.


Martin yang masih duduk di dekat Ezan yang sedang berbaring karena urusan di luar sudah selesai karena ada Zen dan Kyoshi yang menjaga dia bersama dengan kakaknya. Hingga dia mendengar suara pertarungan antara Kyoshi dan Kay yang membuat dia membuka mata.


Martin melihat Kay yang sedang menghindar dari serangan Kyoshi membuat dia berpikir bagaimana dia bisa sekuat itu. Bagaimana Ezan melatih mereka berdua. Hingga Zen berkata,”Jika ada yang ingin kamu tanyakan silakan aslkan bukan tentang anak yang kalian cari.”


Morgan dan Martin melihat ke arah Zen.”Bagaimana kalian bisa sampai tingkatan ini?,”ucap Martin yang ingin tahu.”Catatan kuno dari lembah kegelapan disana banyak sumber pengetahun yang kalian tidak tahu dan belum pernah ada yang menjelajah kecuali satu orang dengan jiwanya yang lepas,”kata Zen.


Martin terdiam sambil berpikir lembah kegelapan dengan jiwa yang lepas, hingga dia mengingat satu kata Ezan.”Ezan pernah berkata kalau dia ingin pergi ke tempat yang bagus untuk jalan-jalan makanya waktu itu dia pergi dari lautan jiwaku dan berkeliling. Apa waktu itu dia pergi ke lembah kegelapan,”ucap hati Marti sambil mengingat kembali.


“Seberapa kuat kalian bisa menjaga kami berdua,”kata Morgan.”Seberapa kami kuat seberapa hebat musuh yang menginginkan nyawa kalian berdua,”kata Zen. “Jika kalian hebat kenapa kalian tidak menjaga Ezan tapi kami berdua,”kat Morgan lagi.


“Kenapa kami tidak menjaga Ezan... karena dia menyegel kami semua. Hingga waktu dia menggunakan kekuatannya maka dia melepaskan kami dan memberikan tugas terakhir untuk menjaga dan melindungi kalian,”kata Zen menjelaskan.

__ADS_1


“Apa hanya karena kalian tersegel oleh adikku kalian tidak bisa melepaskan diri dan menyelamatkan adiku begitu,”kata Morgan yang menahan marah. “Apa yang kamu katakan ada benarnya, kami tidak bisa melepaskan segel yang diberikan oleh Ezan hanya bisa menuggu kami dilepaskan. Apa itu sudah membuat kalian tenang,”kata Zen.


Martin melihat kakanya yang sedang marah kepada Zen merangkul kakak,”Lepaskan dan ikhlaskan saja kakak, mungkin ini yang lebih baik untuk dia.” Morgan menehan tangisan dia dan melihat Kay yang sudah kewalahan menghadapi Kyoshi yang masih santai menghadapi Kay. “Lama sekali dia bermain,”ucap Zen dengan tatapan kesal.


“Bermain,”ucap Morgan.”Iya kenapa,”kata Zen menoleh ke arah Morgan.”Apa ada yang salah dengan apa yang aku katakan,”ucap Zen.


“Tidak hanya saja aku sedang merasa kalau teman kamu memang sedang serius menghadapi musuhnya. Tapi kamu melihat hanya bermain, dari mana kamu melihat kalau teman kamu sedang bermain,”kata Morgan. “Apa yang dikatakan Zen memang benar kakak dia sedang bermain,”kata Martin yang melihat dengan mata yang berbeda dengan kakaknya.


Morgan melirik ke arah Martin.”Aku jelaskan,”ucap Martin.” Kemampuan yang dimiliki oleh Kyoshi bisa dibilang baru seperempatnya saja dia belum mengeluarkan kemampuannya yang sebenarnya itu dari pengamatanku,”kata Martin menjelaskan.


“Tapi kenapa aku melihat kalau dia sedang serius,”ucap Morgan. Zen dan Martin melirik ke arah morgan,”Pantas saja kalau Ezan memilih dia dijadikan penjaga kakak. Kalian hampir sama.”


“Kenapa kalian mengatakan hal itu bersamaan,”ucap Morgan yang tidak terima.”Apa yang salah dari kataku kakak,”ucap Martin. Morgan memalingkan wajahnya dan melihat Kyoshi yang sudah hampir menghabisi Kay.


“Untuk apa dikejar membuat lelah saja, nanti juga akan bertemu dengan dia lagi,”kata Zen. “Apa sudah selesai bermainnya,”kata Zen.


“Sangat disayangkan masih belum tapi ini data yang sudah aku dapatkan dari musuh,”ucap Kyoshi yang memberikan data pertarungan Kay. Zen mengacungkan jempol dan berkata,”Bagus.” Kyoshi yang melihat sekitarnya mengusulkan,”Bagaimana kalau tempat ini di renovasi agar tidak kejadian yang sama seperti ini.”


Moragn dan Martin melihat sekitarnya,”Apa kamu bisa melakukan renovasi ini tanpa mengubah barang yang ada?.”

__ADS_1


Kyoshi melihat ke arah Zen yang menganggukan kepalanya.”Bisa,”ucap Kyoshi. “Jika kamu bisa silakan renovasi, tapi kalian harus memberitahukan dimana anak Ezan,”kata Morgan.


“Dengan tempat ini yang bisa didengar oleh orang luar apa kalian tidak memikirkan kalau anak Ezan dalam bahaya,”ucap Zen.


“Apa yang kamu katakan ada benarnya juga,”ucap Morgan sambil memikirkan apa konsikuensinya jika anak Ezan di ketahui oleh orang lain. “Jadi masih ingin bertanya lagi,”kata Kyoshi.


“Ada. Berapa orang yang akan menjaga kami berdua,”kata Martin.”Hanya kami berdua,”ucap Zen.”Hanya kalian berdua saja, lalu yang lain,”kata Martin. “Mereka sama di tugaskan ke tempat yang berbeda tugas sama hanya orang yang berbeda. Untu nama wajah kami tidak bisa memberitahukan itu, maaf,”ucap Kyoshi.


Martin dan Morgan berjalan keluar dari tempat persembunyian yang di ikuti oleh Zen. “Kamu akan langsung renovasi tempat ini,”kata Morgan yang terhenti sebentar.


“Iya lebih cepat lebih baik,”kata Kyoshi yang melihat sekitarnya. “Kalian pergilah dulu.. Zen titip ya,”ucap Kyoshi.


“Aku mengerti,”kata Zen yang masih dibelakang Martin dan Morgan. “Apa yang kalian katakan?,”ucap Martin.”Tidak ada hanya saja menjaga kakakmu saja saat Kyoshi sedang merenovasi gua,”kata Zen.


Martin berjalan yang ditarik oleh Morgan yang di depannya untuk keluar dari gua. Sampai di luar Morgan di samput oleh yang lain.”Tuan apa anda baik-baik saja,”ucap Bram. “Kami baik-baik saja,”kata Martin karena kakaknya masih termenung karena kehilangan Ezan.


“Bagaimana dengan kalian apa ada yang terluka jika ada segera di obati,”kata Martin.


“Kami semua baik-baik saja tuan muda,”kata Bram. Setelah pembicaraan selesai Zen duduk didekat gua sambil menuggu muridnya datang.

__ADS_1


“Kakak,”ucap Bororo.”Ada apa?Bagaimana hasilnya?,”kata Zen menatap Bororo. “Semua da di sini, tapi dimana kak Kyoshi tidak bersama dengan anda,”kata Bororo yang memberikan lembaran kertas.


“Dia masih dalam gua,”ucap Zen.”Kenapa... terluka,”kata Bororo.”Tidak,”ucap Zen yang melihat Martin dan Morgan berjalan menuju ke dalam vila pulau.


__ADS_2