
“Apa maksudmu tuan,”kata Keri.”Yang aku tahu kalau tempa tinggal kedua orang tua mereka tidak akan terjangkit wabah penyakit, kecuali kalau pembela jiwa sudah tidak ada. Tapi mereka masih ada,”kata Moragn.
“Itu bisa jadi jebakan bukan,”kata Kokoro yang ikut berbicara. “Jebakan apa maksud tuan, kalau penyerangan ini sudah di rencanakan,”kata Bram.
“Itu bisa jadi,”kata Morgan.
“Bantu mereka yang terluka untuk sementara, sampai kita mendengar langsug dari Eza dan Mikhail,”ucap Morgan. Semua yang sedang membantu yang lain Morgan menatap ke langit dengan berbagai pikiran.
“Kondisi adik kamu sudah dalam pemulihan, jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Kokoro.”Aku tahu kalau mereka bertiga akan baik-baik saja, hanya saja aku sedang berpikir. Mereka bertiga yang mendapatkan racun dan aku yang pergi mencari racun sampai penyerangan ini apa semua ini hanya sekenario musuh saja,”kata Morgan.
“Jika seperti itu bukannya mereka orang yang sama menyerang adii kamu,”kata Kokoro. “Aku males memikirkannya jika tidak seperti ini, aku malas menggunakan otakku untuk berpikir,”kata Morgan yang mengeluh apa lagi kondisi tubuhnya yang sudah lelah.
“Kau itu pimpinan tapi tidak mau berpikir keras, enak sekali dirimu,”kata Kokoro. “Kamu kira aku suka dengan apa yang terjadi,”kata Morgan yang melirik ke arah Kokoro.
Kokoro hanya terdiam sambil tersenyum.”Dari pada bingung, kenapa kita tidak gabungkan informasi yang aku dapatkan dengan informasi yang kamu miliki untuk memecahkan masalah,”kata Kokoro yang memberikan usul.
“Itu ide yang bagus, tapi informasi harus bobot yang sama bagaimana?,”kata Morgan dengan mode bisnis keadilan. “Tentu saja dengan bobot yang sama, masak aku ingin rugi, aku tidak maulah,”kata Kokoro yang mendekapkan kedua tangannya.
“Sekarang atau nanti,”ucap Kokoro lagi.”Besok, sekarang aku harus melihat kondisi orangku yang masih ada,”kata Morgan.
“Aku bantu kamu sampai kondisi pulau membaik,”ucap Kokoro. Morgan hanya bisa tersenyum dan melihat kondisi pulau sekarang.
~ ~ ~ ~ ~~ ~ ~~ ~~
Pulau Obat Martin dan kedua orang lain yang mendapatkan racun ulat hitam kuno sudah mulai pulih hanya saja mereka bertiga belum membuka matanya. Izam dan Roki yang selalu menjaga mereka bertiga hanya bisa menuggu kabar baik dari mereka yang sudah siuman. “Kenapa kamu masih disini?,”ucap Izam.
“Kenapa kamu berkata seperi itu kepada teman kamu, aku di sinikan untuk menjaga Martin. Kalau kamu sendiri, untuk apa kamu masih disini,”kata balik Roki.
“Aku di sini menuggu Martin agar cepat siuman,”akata Izam.”Bukan untuk melihat Bunga,”kata Roki yang mengalihkan pertanyaan.”Bukanlah,”kata Izam dengan tegas.
__ADS_1
Roki yang melihat ke arah Izam hanya tersenyum. Dengan hati berkata,”Katanya tidak tapi kenapa masih melirik ke orangnya. Tidak mau jujur.” Izam yang menyadari kalau Roki menatapnya hany kembali menatap Martin. Roki hanya tersenyum melihat sikap yang diberikan oleh Izam.
Sampai dua jam telah berlalu mereka berdua yang menuggu di dalam karena sudah di ijinkan. Sedangkan Bunga dan yang lain yang di luar sedang berbicara. “Apa yang mereka bicarakan,”kata Izam yang melihat Bunga berbicara dengan kedua orang yang ada di luar.
“Apa yang kamu maksudkan?,”kata Roki yang melihat ke arah luar ruangan. “Mungkin saja mereka membicarakan racun ulat hitam ini kenapa bisa ada di dunia manusia,”kata Roki.
“Apa yang kamu ketahui sampai menyimpulkan seperti itu,”kata Izam.”Apa kamu tidak sadar saat kamu menjadi salah satu organisasi kegelapan jiwa,”kata Roki menatap ke arah Izam.
“Maksud kamu ini ada kaitannya dengan organisasi kegelapan jiwa,”kata Izam.”Iya mereka banyak rahasia,bukan,”kata Roki.
“Bicara rahasia, aku juga ingin berbagi informasi kepada kalian berdua,”kata Izam.”Informasi apa?,”kata Roki yang ingin tahu.”Kita tunggu Martin siuman baru aku akan ceritakan,”kata Izam.
“Sekarang saja,”kata Roki yang tidak sabaran.”Malas jika aku mengulangi dua kali,”kata Izam.
Roki dengan wajah cemberut langsung memalingkan wajahnya.”Tidak usahlah kamu marah,”kata Izam yang melihat sikap Roki.
“Siapa juga yang marah,”kata Roki.” Benar kamu tidak marah,”kata Izam.”Tidak,”ucap Roki dengan santai.
“Mungkin saja dia mendengar pertengkaran kecil anatar sabahabtnya,”kata Rendi.
“Apa kamu tidak khawatir dengan kakak kamu,”kata Kyoshi.”Untuk apa khawatir dengan dia, dia bisa menjaga dirinya sendiri dan pulaunya,”kata Martin yang berbaring.
“Apa kamu tidak membuka mata agar Zen tidak khawatir, aku tebak dia merasa menyesal karena tidak bisa menjaga kita berdua dan satu lagi kakakku yang pergi tiba-tiba,”kata Martin.
“Dia akan baik-baik saja, aku ingin memberitahukan dia. Tapi kondisiku belum pulih, bagaimana dong,”kata Kyoshi.
“Kalian terus membicarakan yang diluar, apa kalian tidak sadar soal musuh yang kita lawan,”kata Rendi.
“Soal itu ya,”kata Kyoshi.”Apa kamu tahu sesuatu Kyoshi,”ucap Martin.”Sedikit tahu darai gerakkan bela dirinya, mereka dari organisasi kegelapan jiwa tapi darai hasil penelitian,”kata Kyoshi.
__ADS_1
“Hasil penelitian, bagaimana mungkin,’kata Rendi.” Apa kamu yakin dengan apa yang kamu ucapkan,”kata Martin.
“Itu yang aku katakan, kerena aku hafal betul bau orang yang kerja darai labortorium dengan hasil penelitian,”kata Kyoshi dengan pede.
“Apa hubungannya?,”kata Rendi yang bingung bersama dengan Martin.
“Kalian tidak paham ya dengan apa yang aku ucapkan,”kata Kyoshi. “Begini hasil penelitian organisasi kegelapan jiwa bisa di identifikasi dengan gerakkan mereka yang berbeda dengan asli yangs udah di modifikasi,”kata Kyoshi.
“Jadi maksud kamu kalau mereka adalah hasil penelitian darai gerak tubuh dan posturnya,”kata Martin.”Tepat sekali, tapi tidak hanya gerakkan saja yang bisa menjadi kunci kalau mereka adalah hasil penelitian organisasi kegelapan jiwa,”kata Kyoshi.”Apa saja yang bisadi di identifikasi?,”kata Martin.
“Apa ya?,”ucap Kyoshi. “Malas bicara ya,”ucap Martin dengan tatapan dingin. Kyoshi hanya tersenyum melihatnya dan menghela nafas. “Bau mereka bisa yang khas dari pulau beracun dengan di kelilingi pulau yang mati,”kata Kyoshi.
“Pulau Mati,”ucap Martin dengan tajam.”Iya bukan kamu sudah tahukan, soal kakak perempuan kamu yang di temukan di pulau Mati dengan orang yang sudah mati atau juga pulau eksekusi,”kata Kyoshi.
“Tidak aku sangka kalau organisasi kegelapan jiwa memiliki hasil penelitian,”kata Martin.
“Bukannya kamu tidak akan terkejut dengan apa yang kamu lihat di kediaman Brata,”kata Kyoshi.”Maksud kamu itu saling terkait,”kata Martin.
“Iya,”uap Kyoshi yang berbaring.
“Nyamannya,”ucap Kyoshi yang ingin tidur memulihkan tenaga. “Berepa banyak yang kamu ketahui tentang Organisasi kegelapan jiwa?,”kata Martin. Martin yang menuggu tidak ada jawaban dan melirik ke arah Kyoshi. “Dia sudah tertidur,”ucap Rendi yang tersenyum. Martin menghela nafas,”Enak sekali dirimu aku bertanya kamu tertidur.”
“Mungkin dia sudah lelah biarkan saja,”kata Rendi. “Sudahlah,”ucap Martin. “Tapi apa yang dia katakan ada benarnya juga bukan, tapi ada yang aneh,”kata Rendi yang mengulang kembali kejadian yang sudah terjadi.
“Aneh bagaimana?,”kata Martin. “Coba kamu pikirkan kalau kita di sana bagaimana pulau bunga persik bisa di serang. Jika tidak ada kaitannya,”kata Rendi.
“Maksdu kamu ini adalah jebakan yang sudah di rencanakan tapi kita tidak tahu kita masuk ke jebakan yang lain dengan satu oraganisasi yang sama,”kata Martin.
“Tepat,”kata Rendi.
__ADS_1
“Kita masuk jebakan yang sudak kita tahu dan ada jebakan lagi tapi berbeda ketua, itu mungkin bisa terjadi. Tapi dengan tujuan yang berbeda,”ucap Martin sambil berpikir.