
Hati yang tak tersampaikan karena rasa hati yang berselimut kegelisahan dengan beban yang diterima. Martin yang telah berpikir apa yang dikatakan oleh Roki mulai meragukan ucapan Marko yang mengatakan kalau Rendi adalah penghianat. Tapi dalam hatinya ia berkata,”Apa yang harus aku lakukan, karena kau tidak memilki bukti yang kuat.”
Izam yang juga mulai ragu dengan kepercayaan Hizam dengan mengatakan kalau Mizuki adalah penghianat mulai mencari tahu apa yang terjadi di tempat itu. Tapi apa yang dikawatirkan oleh mereka berdua kalau mereka berdua belum yakin dengan kebohongan yang di buat oleh Marko dan Hizam membuat rencana jahat yang sudah mereka siapkan.
~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Setelah kepergian Rendi dan Mizuki waktu itu mereka berdua mulai merasa ada yang salah dengan apa yang telah terjadi. “Apa kalian sudah sampai di negara J?,”ucap Roki dalam telepon.
“Kami sudah sampai, hanya saja bagaimana wajah mereka berdua saat kamu pergi waktu itu,”kata Remon. “Kamu ingin tahu?,”kata Roki.
“Jika kalian ingin tahu kembangkan wilayah kalian di negara J,”kata Roki yang menutup telepon. “Bagaimana kata Roki,”kata Mui. “Katanya kita harus kembangkan kekuasan di negara J. Jika ingin tahu,”kata Remon.
Setelah mereka berbincang-bincang keduanya pergi ketempat yang berbeda untuk membentuk kepemimpinan mereka masing-masing. “Kita harus berpisah sekarang?,”ucap Mui. Remon tersenyum ,”Iya, sampai jumpa jika kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan.” Mereka berpisah satu sama lain.
Selama waktu berjalan mereke mencari kedudukan dan kekuasaan yang bisa mendukung bos mereka, hingga mereka berhasil mendapatkan dukungan untuk membantu bos mereka saat genting.
“Apa yang membuat kamu khawatir,”kata Terko. Yang kebetulan dia sedang berjalan dihadapannya. “Tidak ada. Kenapa kamu kesini, dimana Hizam sekarang?,”kata Izam. “Dia ada tugas menyelesaikan beberapa dokumen yang telah hilang,”kata Terko.
“Kamu ikut denganku sekarang,”kata Izam yang berjalan. Terko hanya mengikuti Izam dari belang sampai dia berkata,”Kita akan pergi kemana?.”
“Nanti kamu akan tahu, jika kita sudah sampai di tempat,”kata Izam. Terko yang berjalan dibelakangnya sampai mereka berdua masuk kedalam mobi. “Apa yang terjadi dengan kamu,”kata Terko lagi.”Apa kamu masih memikirkan anak buah kamu yang berkhianat,”kata Terko.
“Apa buktinya kalau dia penghianat, bukannya kamu kenal lebih baik dariku,”ucap Izam yang mulai mengemudi. Terko menghela nafas,”sudah aku duga kalau kamu tidak percaya dengan ucapan Hizam.
__ADS_1
“Dan aku tebak kalau kita akan pergi ke tempat dimana Mizuki dan Rendi menghajar anak buah itu, bukan,”kata Terko.Izam tidak berkata apa-apa hanya melihat ke depan sampai mereka berdua sampai di tempat dimana awal mulai mereka dituduh penghianat. Sebelum Izam datang ternyata Martin bersama Roki juga ada ditempat melihat lokasi.
“Bukannya itu Izam dan Terko ya,”ucap Roki. Martin menoleh kearah mobil yeng terhenti. “Itu benar,”kata Martin yang mulai melihat lokasi kejadian.
“Tidak aku sangka orang yang tidak perduli dengan sekitar datang kesini,”ucap Martin.Roki yang mendengar hanya menghela nafas,”Sudah kalian berdua sampai kapan kaliankan berantem yang tidak jelas. Lihat itu apa?,”kata Roki yang kesal yang tiba-tiba menuju kesatu arah. Mereka semua melihat kearah dimana Roki menuju. Mereka berdua terkejut dan berjalan menuju arah yang dituju. Di tempat mereka lihat ada tembakan yang ada yang aneh lagi yang merasa ada yang mengganjal.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~ ~ ~ ~ ~
Dari jauh Andre yang melihat mereka merasa kesal dengan satu orang yang membuat rencananya akan gagal. “Siapa orang itu?,”kata Andre yang kesal. “Dia Roki teman Izam dan Martin yang satu sekolah. Ada apa dengan dia bos?,”kata Hizam yang ikut dengannya.
“Aku ingin kamu mencari identitas orang itu dengan jelas jangan sampai dia menggagalkan rencana kita,”kata Andre.”Jika bisa bunuh saja orangnya,”kata Andre.”Baik bos,”ucap Hizam.
Roki yang menyadari keberadaan Andre hanya berpura-pura tidak tahu dan tidak melihat hanya fokus pada orang yang ada disekitar Roki saja. “Apa ini?,”kata Roki melihat benda yang tidak ia kenal.
“Memangnya apa itu?,”ucap Roki.”Serius kamu tidak tahu,”kata Terko melihat.”Kamu kira aku tahu, jika aku tidak bertanya. Kamu aneh,”ucap Roki yang melepaskan rangkulan Terko.
“Itu adalah jenis peluru dengan isi 5-7 peluru jenis senjata api yang bernama Revolver. Tapi sayangnya barang itu sangat langka sekarang jarang yang menggunakannya,”kata Izam menjelaskan.
“Kata kamu jarang, ini terus apa dong,”kata Roki sambil menunjuk kearah peluru. “Kalau yang itu mana aku tahu,”kata Izam yang tidak bisa berkata apa-apa. Martin dan Terko hanya bisa menahan tawa mereka karena ucapan Roki yang menyangkal dengan apa yang dijelaskan oleh Izam. “Kenapa kalian?,”ucap Izam yang melihat kearah mereka berdua. “Kenapa dengan mereka berdua,”ucap Roki.
“Mungkin kerasukan setan kali,”kata Izam yang mencari bukti lain. “Dia marah dengan kalian itu, sana baikan,’ucap Roki tanpa rasa bersalah.
“Bukannya itu karena kamu,”kata Martin. “Aku,”kata Roki yang menunjuk dirinya sendiri. Sampai Martin melihat kearah yang lain setelah ditemukan peluru Revolver. Martin terdiam sesaat sampai dia melihat kearah bangunan dibelakang mereka. Perasaan Martin yang selalu diawasi oleh orang lain membuat dia berbalik dan melihat sekitar.
__ADS_1
Roki yang menyadari kalau Martin merasakan kehadiran seorang yang mengawasinya.”Ada apa Martin?,”kata Roki.
“Tidak hanya saja aku merasa ada yang mengawasi kita,”kata Martn.”Apa maksud kamu,”ucap Izam yang masih berjongkok. “Apa yang dikatakannya memang benar saat kita kesini ada yang mengawasi tempat ini,”kata Terko.
“Mungkin itu hanya perasan kalian saja,”kata Roki yang masih berjalan dikelilingi mereka. Sampai Roki mendapatkan pesan dari ibunya untuk pulang karena ada yang tidak beres. “Nak cepat balik,”kata Ibunya lewat pesan singkat.
“Tidak biasanya ibu menyuruhku pulang,”ucap Roki dengan suara kecil.”Ada apa?,”kata Martin sambil menepuk bahu Roki.
“Ibu menyuruh aku balik sekarang,”kata Roki. “Ya sudah aku akan mengantar kamu pulang ini juga sudah malam,”kata Martin.
“Kalian ingin balik,”kata Terko.
“Iya. Kalian akan tetap disini,”ucap Martin. “Iya,”ucap Izam.
Setelah Martin dan Roki kembali mereka berdua masih mencari bukti lain. “Bukannya itu aneh....,”kata Terko yang terhenti melihat ada bayangan hitam yang berjalan cepat melewati Terko.
“Siapa di sana?,”kata Terko yang berlari kearah bayang. Izam yang melihat Terko mengikutinya sampai Terko berhenti. “Apa yang kamu kejar?,”kata Izam.
“Aku melihat bayangan yang berlari kearah sini, tapi aku tidak menemukannya,”kata Terko. Sampai keduanya mendapatkan pukulan dibagian punggung belang dengan keras yang membuat keduanya pingsan.
Beberapa jam sudah berlalu mereka berdua tersadar. “Apa yang terjadi, kenapa kita bisa pinsan?,”ucap Izam.” Sepertinya adaya yang mencoba memuku kita tadi saat kita lengah,”kata Terko.
“Tapi siapa yang berani memukulku,”kata Izam yang marah. Sampai Terko melihat satu benda yang tidak asing yang tergeletak disamping Izam. “Apa itu Bos?,”kata Terko sambil menunjuk kearah benda tersebut.
__ADS_1