
Setelah Martin pergi dari rumah sakit untuk melihat apa yang terjadi dengan anak buah Izam yang menyerang keluarganya. Dia menemukan kalau pelaku dari semua masalah yang adalah Zimu. Martin yang sudah pergi dari rumah sakit tidak bertemu dengan Izam yang datang setelah dia pergi dari rumah sakit.
“Apa yang dia lakukan?,”kata Izam kepada mereka bertiga yang masih dalam ruangan.”Dia tidak melakukan apa-apa,”kata Red.”Dia tidak melakukan apa-apa,”ucap Izam yang tidak percaya.
“Kemana dia pergi sekarang,”kata Izam.”Dia telah pergi sebelum kamu datang,”kata Samuel. Izam yang berjalan keluar jendela melihat Martin di bawah. Martin yang menyadari kalau Izam melihat dia dari atas menatap kearahnya sampai di pergi ketempat lain.
“Tadi aku melihat Hizam. Apa yang dia lakukan?,”kata Izam. “Dia tadi datang dan kemudian pergi,”ucap Erik.”Tapi tadi Martin sempat berbisik kepada Hizam. Aku tidak tahu apa yang mereka bisikan, tapi dari raut wajah Hizam kalau ini semua perbuatan dia,”kata Erik.
“Apa kamu yakin dengan kamu katakan,”ucap Izam.”Aku juga melihatnya kalau Martin sempat berbisik kepada Hizam dan saat dia ingin pergi dia berkata jangan lupa untuk memberitahukan Dia,”kata Samuel.
“DIA Siapa yang kamu maksudkan,”kata Izam yang melihat kearah Samuel.”Saya tidak tahu siapa yang,”kata Semuel.”Apa DIA itu adalah yang menyerang keluarga Martin dengan menghasut anak buah kita,”kata Red.”Jika seperti itu, kita harus cari tahu siapa yang melakukan ini,”kata Izam.
“Baik Bos,”kata mereka bertiga. “Dan mereka bagaimana,”ucap Izam melihat kearah anak buah mereka yang sedang berbaring.”Untuk saat ini kamu belum bisa memastikan mereka akan sadar tidak,”kata Red.
“Tunggu tadi saat Martin memeriksa mereka. Martin berkata bau cendana hitam. Apa itu,”kata Erik.”Cendana Hitam, apa kamu tidak salah dengar,”kata Izam.”Tidak,”ucap Erik. Tiba-tiba Izam menghubungi Bunga untuk datang ke rumah sakit Y untuk memeriksa anak buah mereka.
“Ada apa Bos,”kata Red.”Tidak hanya saja aku belum yakin. Kita lihat setelah Bunga datang,”kata Izam. Dua jam telah berlalu suara pintu terdengar Bunga membuka pintu ruangan dan melihat Izam bersama tiga orang bersamanya.”Kenapa kamu menyuruhku datang ke sini. Ada apa?,”ucap Bunga yang berjalan masuk.
“Aku ingin kamu memeriksa mereka,”kata Izam.”Ada apa dengan mereka semua,”kata Bunga yang berjalan ke salah satu anak buah yang berbaring. Setelah memeriksa dengan seksama Bunga berkata,”Bagaimana mereka terkena racun Cendana Hitam?.”
__ADS_1
“Racun Cendana Hitam, apa kamu tidak salah memeriksa,”kata Izam.”Kamu kira aku tidak bisa membedakan racun dan bukan,”kata Bunga yang kesal.”Ada apa dengan kamu,”kata Bunga lagi.
“Tidak hanya saja bagaimana Martin tahu kalau mereka terkena cendana hitam,”kata Izam.
“Apa Martin sudah memeriksa mereka berdua,”ucap Bunga.”Iya. Aku tidak tahu kenapa dia bisa mengetahuinya,”kata Izam.
“Apa mungkin dia juga tahu kalau mereka dikendalikan oleh ilusi oleh racun cendana Hitam,”kata Izam.”Bisa jadi,”kata Bunga dengan singkat.”Apa kamu menyuruhku datang ke sini Cuma ini saja,”kata Bunga lagi.
“Tidak, kamu memilki obat penawarnya bukan,”ucap Izam sambil menatap Bunga.”Tentu saja, hanya saja aku ingin bertanya. Bagaimana dengan keluarga Martin yang telah kamu serang,”kata Bunga.
“Aku tidak tahu bagaimana dengan mereka,”ucap Izam.”Kamu tidak tahu, bagai mungkin kamu tidak tahu. Bukannya kamu sudah bertemu dengan Martin,”kata Bunga.
“Aku tidak bertemu dengan dia,”ucap Izam.”Tidak bertemu. Apa itu benar Red,”kata Bunga.”Itu benar. Mereka tidak saling bertemu Izam datang setelah Martin pergi,”kata Red.
Setelah Martin pergi dia menuggu dibawah ruang anak buah Izam. Dari jauh dia melihat Hizam yang menghubungi seorang. Martin hanya tersenyum, sampai dia melihat ke atas dimana anak buah Izam. Mata Martin yang melihat kesatu arah melihat sosok Izam ada di ruangan anak buah mereka yang sedang berbaring. Karena tidak ingin berlama-lama ditempat itu Martin pergi ketempat yang sudah dijanjikan. Sampai ditengah jalan dia dihadang oleh seorang yang tidak dikenal. Martin yang tahu hanya turun dari kendaraan yang dia kenakan,”Kenapa kamu menghentikanku disini.”
“Apa tidak ada tempat yang lain,’ucap Martin lagi.”Untuk apa yang sebentar lagi kamu akan tewas,”kata Hizam.”Bukanya kamu memilki satu nyawa kenapa kamu tidak bawa Zimu ke sini saja darai pada kamu datang menghantarkan nyawa saja,”kata Martin dengan dingin.
“Bagaimana kamu tahu tentang Zimu?,”kata Hizam yang tidak percaya.”Kenapa aku mengenal dia, bukankah dia yang telah membuat anak buah Izam terkena racun cendana Hitam,”kata Martin. Hizam yang mendengar terkejut dan berpikir,”Bagaimana dia bisa tahu?.” Tiba-tiba Martin ada di samping Hizam yang ada berapa langka dari dia berdiri. Hizam terkejut saat Martin ada disampingnya dan kembali mundur.”Bagaimana kamu?,”kata Hizam yang mencoba tenang.
__ADS_1
“Bagaimana aku kata kamu,”ucap Martin.”Sudah diberi kesempatan untuk hidup tapi kamu tidak bertobat,”kata Martin yang berjalan mendekat. “Apa perlu aku bunuh kamu biar kamu sadar,”kata Martin.”Kamu tidak akan bisa melakukannya,”ucap Hizam yang menyuruh anak buah yang dia bawa darai markas Rose Black.
“Apa kamu serius ingin membunuhku dengan kemampuan yang kamu miliki, kayaknya percuma saja,”kata Martin yang sudah membuat anak buah mereka tidak bisa bergerak.
“Kenapa kalian diam saja,”kat Hizam yang mulai gelisa.”Kenapa kamu tidak menghubungi Zimu sekarang jika nyawa kamu berharga,”kata Martin yang mendekat.
“Baik aku akan menghubungi Zimu, tapi tolong jangan membunuhku,”kata Hizam yang menghubungi Zimu.”Kamu dimana Zimu cepat data...,”kata Hizam yang sudah tewas karena pukulan mematikan Martin. “Hai Hizam apa yang terjadi,”kata Zimu ditelepon.
“Hai Zimu kamu dimana sekarang,”kata Martin yang mengambil telepon Hizam.”Siapa kamu?,”ucap Zimu.”Siapa aku tidak penting, yang penting datanglah sekarang akan aku tunggu kamu disini,”kata Martin yang meremas telepon yang dia gunakan.
Martin yang menuggu memberikan pesan kepada Izam dan beberapa file tentang identitas Hizam.”Maaf aku terpaksa membunuh anak buah kamu Hizam dan gantinya aku berikan file itu kepada kamu biar kamu sadar dari teman kamu Martin,”isi pesannya.
Izam yang masih di rumah sakit mendapatkan pesan dari Martin,”Dia..”
“Ada apa Bos,”ucap Erik.”Hizam tewas,”kata Izam yang tersenyum dingin. “Apa?,”kata Samuel.”Bagaimana mungkin dia bisa tewas,”kata Red.”Martin,”kata Izam.
“Jika seperti itu bukannya beres tidak ada penghianat dalam kelompok kamu,”kata Bunga. “Apa yang kamu katakan memang benar, tapi aku tidak bisa tahu siapa dalang dari semua ini,”kata Izam.
“Kenapa kamu tidak buka file itu saja,”kata Bunga yang melihat ponsel Izam. “Mungkin ini bukan barang bagus,”kata Izam yang malas membuka file dari Martin.
__ADS_1
“Jika kamu tidak mau buka, biar aku saja yang buka,”kata Bunga yang merebut ponselnya dan membuka file dari Martin.
Bunga yang membuka dan membaca filenya terkejut,”Bagaimana dia bisa mendapatkan informasi ini,”ucap Bunga. Izam yang melihat ada keanehan dari raut wajah Bunga datang menghampirinya dan mengambil ponselnya dan melihat ke layar.”Sebenarnya apa yang kamu lihat sampai kamu terkejut seperti itu?,”kata Izam.