Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Pembatalan


__ADS_3

Roki yang ingin tahu rahasia keluarganya mencari tahu dari sekertarisnya yang sudah lama berkerja dengan kedua orang tuanya yang sudah tiada. Baru dia mendapatkan setengah dari informasi yang diberikan kepada Kim mereka sudah sampai di vila Bunga Putih, kakeknya berada.


“Kita sudah sampai tuan,”ucap Surya. Roki melihat keluar jendela mobil setalah Surya berkata kalau kita sudah sampai. Roki keluar mobil bersama dengan Kim, di tengan menuju ruang kakek Roki berkata,”Aku ingin tahu nanti semuanya.”


Kim hanya menganggukan kepalanya dibelakang Roki. “Tuan Roki,”ucap Pelayan Kakek. “Dimana kakek, aku ingin bertemu dengan dia sekarang,”kata Roki.


“Beliau ada di ruang baca menunggu kedatangan anda,”ucap Pelayan. Roki mengikuti pelayan darai belakang menuju ruang baca dimana kakeknya sedang menunggu. Sampai di ruang baca dengan aura yang menekan seperti ada yang mengawasi Roki masuk.”Kakek aku sudah datang,”ucap Roki yang masih berdiri.


Kakek menoleh kebelakang setelah melihat keluar ruangan.”Dengan siapa kamu datang ke sini?,”kata Kakek.”Aku datang bersama dengan Kim dan Surya, apa ada masalah dengan mereka berdua yang menemaniku datang ke vila bunga putih,”ucap Roki.


“Duduklah aku ingin berbicara dengan kamu,”kata Kakek yang menuju tempat duduk. Roki duduk setelah di minta kakeknya untuk duduk.”Apa yang ingin kakek bicarakan?,”kata Roki setelah melihat kakeknya yang sudah duduk di depannya.


“Kenapa kamu membatalkan pertunangannya,”kata Kakek. “Jadi kakek datang ke sini hanya untuk mengatakan itu,”ucap Roki yang tidak perduli dengan pertunangan yang sudah tidak ada.


“Kamu tahu tidak kenapa kakek ingin kamu menikah dengan Dayati,”ucap Kakek yang menahan marah.”Untuk apa menikahkan aku dengan Dayati jika akhirnya dia sudah menyukai kak Remon untuk dinikai,”kata Roki dengan santai.  Pelayan datang menyediakan teh untuk kedua keluarga yang sudah dalam masa penindasan orang ke empat.


“Tuan Besan Tuan Roki teh anda sudah siap,”kata Pelayan. Roki hanya melihat pelayan menuangkan tehnya ke dalam cangkir. “Apa yang kamu maksud Remon ingin menikahi Dayati, tapi bukan kamu,”kata Kakek.


“Bukannya kakek sudah tahu kalau mereka ingin aku membatalkan pertunangan ini agar mereka bisa bersama,”kata Roki yang hendak mengambil cangkir tehnya tapi terhenti karena ada sesuatu yang aneh dengan tehnya. Roki tersentum dan tidak jadi mengambil cangkir tehnya dan melihat ke arah Kakeknya.”Kenapa tuan,”ucap Pelayan.


“Tidak hanya masih panas,”kata Roki yang kemudian melihat ke arah pelayan. Dalam hari Roki merasa ada yang aneh dengan vila bunga putih tidak sama seperti dulu saat dia masih kecil. “Apa ini ada kaitannya dengan orang keempat yang menghancurkan rumah utama,”ucap hati Roki. Kakek melihat ke arah Roki dengan wajah pucat.

__ADS_1


“Apa kakek mau berkunjung ke vila Roki untuk berkeliling sebelum kita tidak bisa bertemu kembali,”kata Roki.


“Aku bukan kakek kamu lagi kenapa kamu masih ingin melihatku,”ucap Kakek yang mengharapkan cucunya bisa bersama dia saat terakhirnya. “Lepaskan saja semua yang kakek bangun dan tinggal bersamaku. Jika kakek mau, harta bisa di cari darai nol. Apa kakek ingin terus seperti ini,”kata Roki.


“Kim,”kata Roki. Kim yang ada diluar masuk di dalam,”Anda apa tuan?.” Roki melihat kearah Kim,”Pergilah temui Surya sebentar lagi kita akan pergi. Suruh dia untuk bersiap-siap.” Kim hanya menganggukan kepalanya dan berjalan keluar ruang baca menuju mobil mereka terparkir.


“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu pilih,”ucap Kakek.”Aku yakin dengan apa yang aku pilih dan aku tidak akan menyesal,”kata Roki yang berdiri.


“Jika kakek mau aku bisa menjaga kakek,”ucap Roki sambil mengulurkan tangannya. Sampai mereka muncul,”Jika kamu ingin membawa orang tua itu kalian harus melepaskan semua aset yang kalian miliki termasuk anda ayahku tercinta.”


Roki melihat ke arah pamanya bersama orang yang tidak Roki kenal tapi dia merasakan aura pembunuh yang ada di sekitar orang asing tersebut.”Kamu anak yang tidak tahu untung,”kata Kakek yang berdiri.


“Berikan kepada paman,”ucap Roki.”Baik tuan,”kata Kim yang mengantarkan kepada paman Roki. Pamanya mengambil dokumennya yang kemudian dia tersenyum.”Mana sertifikat vila yang kamu tinggalkan seharusnya dia menjadi bagian yang harus kamu berikan kepada kami bukan,”kata paman.


“Vila itu milikiku pribadi dengan hasil uangku sendiri bukan dari kedua orang tua dan kakek. Untuk apa aku berikan kepada paman,”kata Roki dengan santai.”Mana buktiya jika itu bukan vila pemberian,”kata pamannya yang tidak percaya.


“Kim tunjukan data pembeliannya,”kata Roki. Kim melihatkan data pembelian vila.”Apa itu sudah cukup untuk aku pergi dan vila ini dan garis keturunan keluarga Brata. Kakek hany bisa melihat cucunya dan menghela nafas. Sampai Roki melirik kearah Kakeknya sambil mengulurkan tanganya kepadanya dengan tersenyum bisa membewa kakeknya. Kakek yang melihat hanya bisa menghela nafas dan menandatangani surat penyerahan harta keluarga Brata.


“Ayo kita pergi darai vila ini sekarang,”ucap Roki.”Sekarang kami akan pergi sudha puaskan dengan semua yang paman ingin miliki,”kata Roki lagi.


“Silakan pergi dan angkat kaki kalian dari keluarga Brata karena semua ini menjadi miliki. Jangan pernah kalian injakkan kaki kalian ke sini,”kata Paman.

__ADS_1


Mereka bertiga keluar dari vila sampai Surya yang ada dalam mobil sudah menuggu mereka keluar.”Ayo kek masuk ke dalam,”ucap Roki membukakan pintu mobil. Kim yang duduk di depan bersama Surya Roki duduk dibelakang bersama dengan kakeknya.


Mobil melaju meninggalkan vila Bunga Putih. “Apa kakek tidak apa-apa,”ucap Roki yang merasa kalau kakeknya sedang sakit.”Kakek tidak apa-apa hanya kelelahan saja,”kata Kakek. Sampai di tengan pergunungan menuju perkotaan mereka dihadang dengan tiga mobil.


“Tuan ada tikus yang menghalangi jalan kita,”kata Surya. “Pasti itu ulah paman kamu yang menginginkan kita mati,”kata Kakek. Roki memegang tangan rapuh kakeknya sambil tersenyum dia berkata,”Jangan khawatir kita bisa keluar dengan selamat.


“Tetap kemudikan mobilnya dan terus maju ke depan,”kata Roki.”Tun semua sudah pada posisi siap untuk menyerang,”kata Kim.”Suruh mereka habisi mereka jangan sampai mereka mengikuti kita,”kata Roki.


“Baik tuan,”kata Roki. “Apa yang ingin kamu lakukan,”kata Kakek yang gelisa.”Akan baik-baik saja,”kata Roki. Mobil yang melaju cepat menabrak mobil yang ada didepan dengan keras, tapi mobil Roki kenakan tidak lecet sama sekali tapi mobil yang di tabrak hancur. Sampai mereka sudah melewati mobil yang menghadang mereka, bawahan Roki datang dan menghancurkan mereka dengan bom dan racun yang sudah di siapkan.


Kakek yang melihat kebelakang hanya bisa terkejut den kemudian menatap Roki.”Siapa mereka yang telah menolong kita?,”kata Kakek.”Dia adalah orang kepercayaanku,”ucap Roki sambil tersenyum.


“Tuan mereka sudah tewas dan mereka mendapatkan informasi baru,”kata Kim.”Kumpulkan semua informasinya, jika sudah waktunya kita akan bergerak,”kata Roki.


“Lanjut yang tadi Kim,”ucap Roki yang ingin tahu kelanjutanya.


“Tuan ada kakek anda, kenapa anda tidak bertanya kepada beliau,”kata Kim yang masih melihat ke depan. Kakek Roki hanya bisa melihat ke arah Roki dengan tatapan bingung.”Apa yang ingin kamu ketahui cucuku,”kata Kakek.


“Aku ingin tahu kenapa ayah dan kakek berantem,”kata Roki dengan jujur. “Soal itu bukannya kamu sudha tahu melihat paman kamu bersama orang asling,”kata Kakek.


“Maksu kakak kalian berantem ada kaitannya dengan kedua orang itu,”kata Roki menatap ke arah Kakek. Kakeknya hanya menganggukan kepalanya sampai dia melihat keluar jendela ada yang mengawasi mereka.

__ADS_1


__ADS_2