Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pendekatan 5


__ADS_3

Dengan wajah biasa dengan apa yang mereka sembunyikan dengan rencana jahat yang membuat orang akan masuk ke dalam perangkap yang mereka buat.


“Apa yang kamu maksudkan kami merencanakan, rencana jahat. Bukan kamu yang tidak suka dengan kami karena kami usir dari rumah utama,”kata Remon.


“Kalian tidak usah berpura-pura aku tahu kalau kalian menyembunyikan sesuatu bukan,”kata Roki yang sudah diawasi dari tadi.


“Mungkin itu hanya firasat kamu saja. Karena pengalaman kamu di incar oleh orang lain,”kata Paman. Roki hanya tersenyum dengan apa yang mereka sembunyikan. Sampai salahsatu dari anggota Organisasai Kegelapan Jiwa datang ke arah Roki dan yang lain.


“Sedang apa kalian?,”ucap anggota organisasi kegelapan jiwa. “Maaf tuan pasti anda merasa tidak nyaman kerena ada keributan,”ucap paman yang menghormati anggota tersebut.


“Bukan kamu Roki dan keluarga Koto, tidak aku sangka kalian masih hidup,”ucap anggota organisasi kegelapan jiwa. “Apa kamu berharap kalau kami sudah mati,”kata Firman.


“Apa kalian tidak merasa kalau kalian akan mati dengan kalian datang ke sini,”ucap anggota organisasi kegelapan jiwa. “Bukan itu anda yang akan mati di sini bukan kami,”kata Roki dengan dingin.


“Apa kamu tidak tahu kalau ayah dan ibu kamu ada di tangan kami?,”ucap anggota organisasi kegelapan jiwa.”Orang tuaku yang mana?,”kata Roki yang tidak tahu.


“Apa benar kamu tidak tahu. Apa perluh aku tunjukkan mereka sekarang,”kata anggota organisasi kegelapan. “Seingatku orang tuaku telah kalian bunuh dan jiwanya telah kalian ambil. Tapi ada insiden dimana jiwa yang kalian kumpulkan menghilang begitu saja,”kata Roki yang tersenyum.


“Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu?,”kata anggota organisasi kegelapan jiwa yang tidak tahu kalau dia sudah tahu orang tuanya sudah tidak ada.


Roki yang tahu apa yang akan terjadi setelah aku mengetahui kalau merekalah yang membuat kedua orang tuaku pergi dan mati mengenaskan. Dalam hati Roki,”Aku akan membunuh kalian malam ini.”


Sampai Fira yang ada di sampingnya merangkul dengan erat membuat Roki beralih pandang ke arah Fira. Roki tersenyum ke arah Fira sambil berkata,”Aku tahu, jangan khawatir.”

__ADS_1


“Kenapa suasana menjadi menegangkan seperti ini,”ucap Mark yang juga mendapatkan undangan dari keluarga Brata. “Mark, kenapa kamu di sini?,”kata Roki yang tidak sadar kalau Mark juga mendapatkan undangan.


“Aku di undang kamu tidak tahu,”kata Mark.”Tidak,”kata Roki dengan singkat dan dingin.”Kenapa kamu bersikap seperti itu. Apa kamu masih marah denganku dan Mola dan Meli. Aku mewakili mereke minta maaf, tidak apa-apakan,”ucap Mark yang menyembunyikan kebenarannya.


“Kenapa kamu sendirian,”ucap Roki yang tidak tahu.”Siapa yang kamu cari?,”kata Mark yang tersenyum.


“Tentu saja Mola dan Meli,”kata Roki. Mark yang tidak tahu keberadaan mereka hanya tersenyum, dengan informasi yang didapatkan dari Lin dan Teo yang sedang dalam perawatan bersama dengan anggota preman selatan yang masih ada.


“Kenapa apa ada sesuatu yang bisa aku bantu,”ucap Roki yang tersenyum ramah. “Apa maksud kamu Mola dan Meli tidak ada, bukannya kemarin kalian bersama,”kata anggota organisasi kegelapan jiwa.


“Itu benar dia pergi bersama setelah kalian berkunjung untuk urusan bisnis,”kata Mark. “Aneh juga mereka pergi tanpa memberitahukan kamu. Apa mereka mencari Martin,”kata Roki.


Mark hanya menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kedua bahunya bersamaa  dengan mengangkat setengah kedua tangannya. Anggota organisasi kegelapan Jiwa hanya berpikir kemana mereka berdua pergi kenapa tidak disamping Mark. Dengan pikiran yang kacau Roki melihat ke arah musuh sambile tersenyum dingin.


“Kenapa kamu diam saja. Apa suasananya terlalu dingin makanya kamu terdiam membeku,”kata Roki.


“Sudah,”ucap Firman.”Kenapa kita berbicara yang tidak penting bagaimana kalau kita menikmati pesta dari pemilik acara. Kasian mereka melihat kita yang tidak menghargai mereka karena telah di undang ke sini,”kata Firman.


“Itu benar,”ucap kakek. “Bagimana jika saya antar kalian ke dalam?,”kata paman.  Mereka semua pergi bersama ke tempat dimana paman menunjukan arah dimana pesta yang awalnya sudah nyaman menjadi menegangkan kerena pembicaraan mereka. Sampai keluarga koto yang mengubah suasana pesta dengan memberikan pemilik rumah menjalankan acara dengan tepat.


Mereka yang awal berselisih menjadi tenang dengan pesta yang sudah disiapkan tapi di tengah malam pesta suasana berubah dari satu kata.


Remon yang datang menyapa Fira untuk minta maaf karena perkataannya sedangkan Dayati yang melihat itu tidak suka sampai dia mendatangi Roki berharap dia mau memaafkan kesalahan yang lalu.

__ADS_1


Dayati menghampiri Roki yang sedang bersama dengan Rere dengan suaminya. Roki yang tahu kalau ada yang mendekat langsung pergi berjalan ke arah Kakek yang sedang bersama dengan Firman.


“Kenapa kamu di sini, di mana Fira,”ucap Kakek. “Dia sedang bertemu dengan temannya, itu dia,”kata Roki yang melihat ke arahnya.


“Dayati,”ucap Kakek yang melihatnya datang ke arah mereka bertiga. “Biarkan saja,”ucap Roki.


“Hai Roki,”ucap Dayati dari belakangnya. Roki tidak menoleh hanya melihat ke depan.”Untuk apa kamu datang kesini, untuk meminta maaf,”ucap Roki tanpa menoleh kebelakang.


“Kenapa kamu tidak ingin melihatku,”ucap Dayati dengan lembut yang tiba-tiba memeluk dari belakang. Tapi Roki yang tahu apa yang Dayati pikirkan langsung menghindar dan membuat dia hampir terjatuh ke lantai.


“Kenapa kamu sampai seperti itu jika mau minta maaf,”kata Roki yang melihat Dayati dengan posisi hampir membukukan tubuh. Roki hanya tersenyum tipis, melihat Dayati yang hampir jatuh dan terlihat oleh para tamu. Fira yang melihat berjalan ke arah Roi bersamaan dengan Remon yang melihat ke arah Dayati karena rasa malu dengan sikap yang di tunjukan.


“Sedang apa kamu bersikap seperti itu membuat orang malu saja,”kata Remon yang menarik tangan Dayati dengan cepat.”Tidak baik kamu kasar dengan wanita yang sudah menjadi istri kamu.”kata Fira yang berjalan ke arahnya.


“Apa kamu sudah selesai berbincang dnegan teman kamu,”kata Roki yang melihat ke arah Fira. “Sudah hanya pembicaraan biasa saja. Kamu sendiri sedang apa dengan manta tunangan kamu,”ucap Fira yang tidak suka.


Roki berjalan ke arah Fira dan berbisik,”Apa kamu cemburu dengan Dayati.” Fira tersipu malu dengan ucapan Roki yang tidak sadar dia merespon mundur. Tapi Roki memeluk dia yang membuat dia tidak bisa pergi jauh.


“Banyak orang di sini,”ucap Fira.”Lalu apa ada masalah jika aku ingin memeluk kamu,”kata Roki yang tersenum lembut kepada Fira. Sampai Roki merangkul Fira di sampingnya.”Sebaiknya kamu bawa istri kamu pergi jika tidak ingin membuat kamu malu karena dia merasa tidak beruntung,”kata Roki.


“Maaf atas sikap yang diberikan oleh istri saya,”ucap Remon kepada Roki dan keluarga Koto. “Tidak masalah. Tapi lain kali jaga istri kamu agar tidak melihat ke arah lain,”ucap Fira. “Tentu saja,”ucap Remon.


“Dan satu lagi kakak, jangan berharap kamu bisa menyetuh Fira dia sudah menjadi milikku. Dan kamus udah beristri dari mantan tunanganku. Jangan aku lihat kamu mengambil apa yang aku miliki lagi, jika kamu sampai mengambilnya. Kakak akan tahu sendiri akibatnya seperti malam ini,”ucap Roki.

__ADS_1


“Apa maksud kamu malam ini,”kata Remon yang memiliki firasat buruk dengan kata yang diberikan oleh Roki.


__ADS_2