Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Apa Yang Aku Lakukan 1


__ADS_3

Firman yang merasa ada yang aneh kalau Terko bawahan Izam menyuruh dia datang untuk menemuiku.”Apa yang sebenarnya terjadi disini?,”kata Firman dalam hati yang tidak tahu harus berkata apa.


Sampai Firman melihat Izam dan bawahannya dari jauh. Izam yang melihat Terko dan Firman dari jauh menatap dengan ramah. Sampai mereka berdua datang di hadapan Izam.”Kenapa kamu meminta bertemu?,”ucap Firman dengan santai.


“Maaf membuat anda harus datang ke tempat ini, hanya saja aku ingin menunjukan sesuatu kepada anda,”kata Izam yang melirik ke belakang dia. Firman melihat di belakang Izam dan terkejut dengan apa yang dia lihat dan langsung berjalan melewatinya.


“Apa yang terjadi dengan mereka, kenapa mereka memiliki tanda ini semua ini,”kata Firman yang kemudian melihat ke arah Izam. “Mereka adalah musuh yang menyerang dan menjadi tahanan,”kata Izam.


“Seperti yang kamu lihat aku meminta Terko untuk memanggil anda karena masalah ini,”ucap Izam lagi.


“Apa anda tahu tanda apa yang ada di tubuh tahanan,”ucap Izam. “Itu tanda penyerahan jiwa yang dimana mereka akan menghancurkan lokasi ini dengan mengorbankan nyawa dan jiwa mereka. Tapi melihat kondisi tahanan mereka di paksa oleh orang lain bukan keinginan mereka. Karena mereka seperti orang hilang ingatan,”kata Firman menjelaskan.


“Jadi apa yang harus kita lakukan,”kata Izam.”Apa semua tahanan memiliki tanda ini,”kata Firman.”Apa yang anda katakan itu benar mereka memiliki tanda itu dan tanda itu saling terikat untuk mendukung satu sama lain,”kata Geri.


“Jika seperti itu, kita harus menggumpulkan semua tahanan dalam satu tempat dan membuat formasi penghalang, untuk memperkecil lingkup wilayah,”kata Firman.


“Tapi bagaimana dengan mereka yang sudah kabur,”kata Mizuki.”Untuk mereka yang sudah kabur hanya bisa melihat mereka hancur atau sebaliknya jika musuh memeng berencana menghancurkan wilayah keluarga ini dan barang bukti yang ada,”kata Firman.


“Apa yang ada maksudkan kalau mereka adalah bom manusia untuk menghilangkan barang bukti yang mereka sembunyikan,”kata Izam.”Itu benar,”kata Firman.


“Tapi apa yang mereka ingin hancurkan sampai jumlah sebanyak ini,”kata Izam yang merasa ada yang ganjil. Firman terdiam setelah Izam berkata jumlah yang baik hanya untuk barang bukti. Izam yang melihat Firman dengan termenung hanya bisa menuggu dan menyuruh Terko dan Mizuki mencari keselukbeluk wilayah keluarga Brata, apa yang di inginkan musuh.


Firman yang sedang termenung merasa apa yang di katakan oleh Izam ada benarnya barang bagus apa sampai pihak musuh harus menghancurkannya dengan jumlah bom manusia yang di kirim. Karena Firman merasa ada yang aneh dia hanya bisa berkata,”Kita segel mereka saja di dalam formasi dan mencari tahu apa yang mereka inginkan.”

__ADS_1


Firman yang tidak melihat Terko dan Mizuki hanya beransumi kalau Izam sudah menyuruh mereka berdua untuk mencari tahu barang di carai dan di hancurkan oleh pihak musuh.”Apa kamu menyuruh mereka berdua untuk mencari apa yang di sembunyikan?,”kata Firman.


Izam hanya tersenyum dengan menatap ke arah Firman.  Sampai mereka berdua yang menuggu kabar baik dari Mizuki dan Terko bermain catur bersama.


Semua tahanan sudah di kumpulkan dalam satu formasi sampai mereka melihat ada satu gejalan yang muncul dari tanda semua tahanan.”Tuan,”ucap Geri dengan gelisah.


“Ada apa?,”kata Izam yang melihat sikap Geri merasa gelisah. Izam berdiri bersamaan dengan Firman kalau Geri datang dengan wajah gelisah pasti ada kaitannya dengan para tahanan yang sudah dalam formasi penghalang.


Firman dan Izam berjalan di belakag Geri dan mereka berdua terkejut dengan tubuh para tahanan yang sudah merah. Di tambah lagi dia merasa kalau ada yang aneh dengan jiwa mereka. Mizuki dan Terko yang datang setelah perubahan tahanan.”Bos,”ucap Mizuki yang berjalan ke arah mereka dengan tersega-gesa.


“Apa yang kalian dapatkan sampai berwajah gelisah itu,”kata Izam memikiki firasat buruk soal malam ini.


“Kalian berdua harus ikut dengan kami sekarang,”ucap Terko yang mencoba tenang. “Apa kalian menemukan sesuatu yang harus tidak kalian temukan,”kata Izam. Mereka berdua terdiam sampai salah satu darai tahanan mengalami perubahan total membuat mereka harus waspada.


“Apa itu bisa dilakukan oleh mereka?,”kata Firman yang meragukan ke tahanan formasi yang dibuat oleh anak buah Izam.”Anda tidak perluah khawatir mereka bisa melakukannya,”ucap Izam.


“Kita pergi sekarang,”ucap Terko. Mereka berempat pergi ke tempat lokasi yang mungkin dijadikan tempat bukti yang ingin di hancurkan. Sampai dilokasi mereka melihat tambang  bunga beracun dengan  bunga padang ungu yang ada di hadapan mereka.


“Apa ini semua?,”ucap Izam yang tidak bisa bercaya dengan apa yang dia lihat. Firman yang ada di sampingnya juga merasakan ada yang tidak beres dengan semua tanaman ini tidak bisa habis pikir.”Tempat apa ini?,”kata Firman dengan tatapan gelisah dengan pemandangan yang dia lihat.


“Bukan tempat ini yang ingin kami tunjukan kepada kalian berdua, tapi ada yang disebelah padang bunga ungu ini,”kata Mizuki.


“Kita pergi sekarang,”ucap Izam mereka menggunakan pengendalian tubuh ringan untuk sampai di ujung padang bunga ungu dengan tidak menyentuh bunga ungu yang beracun. Sampai di tempat mereka melanjukan perjalanan.”Aku tidak percaya ada tempat seperti itu tadi di keluarga Brata. Beda seperti dulu,”kata Izam.

__ADS_1


“Itu benar sebelum mereka bergabung dan berliansi dengan organisasi kegelapan jiwa,”kata Firman.


“Tempat ini yang ingin kami tunjukkan kepada kalian berdua. Karena didalam sana ada sesuatu yang akan membuat kalian bingung dari mana mereka mendapatkan makhluk tersebut,”kata Terko.


“Apa yang kamu maksudkan mahkluk apa?,”kata Firman.”Kita masuk sekarang,”ucap Izam yang dengan tenang masuk ke dalam ruangan bawah tanah tanpa gelisah.


Mereka berempat yang berjalan menyusuri lorong bawah tanah samapi di ujung lorong Mizuki membuka pintunya dengan santai Izam masuk dan melihat sekumpulan monster yang di kurung di tempat itu.


Firman yang melihat monster itu bertanya,”Dari mana monster ini berasal?.”


Izam yang melihat sekelilingnya sampai dia melihat satu rak penuh buku dia mengambilnya mungkin dia bisa mendapatkan beberapa informasi berkait ruang ini dan monster yang terkurung.


“Kami tidak tahu dari mana monster ini berasal, tapi mungkin saja mereka ingin membunuh monster ini,”kata Mizuki.


“Itu bisa jadi,”kata Firman yang melihat sekelilingnya. Izam yang sedang membolak-balikkan buku yang dia baca. Hingga salahs atu monster mulai mencoba menabrak penghalang yang mengurungnya.”Apa kamu menemukan barang bagus?,”kata Firman yang dari jauh berjalan ke arahnya.


“Tidak hanya jenis monster yang di setiap buku ini,”kata Izam.


“Maksud kamu nama monster dan levelnya,”kata Firman.”Itu banar,”kata Izam.


“Apa tidak ada buku yang menjelaskan asal usul monster ini berasal dari mana?,”kata Firman.”Ada ini baru saja aku baca,”kata Izam.


“Monster ini berasal dari alam semesta,”kata Izam.”Apa kamu tidak salah ucap,”kata Firman yang meragukan ucapan Izam.

__ADS_1


Izam menatap Firman dan memberikan buku yang sudah dia baca.”Silakan anda baca sendiri,”kata Izam.


__ADS_2