
Martin menoleh ke arah Roki yang mengatakan sesuatu.”Tidak hanya memikirkan sesuatu saja,”ucap Martin.” Dia sedang memikirkan perubahan yang terjadi dengan Morgan. Karena mereka berdua terikat,”kata Kyoshi.
“Itu benar, karena aku baru saja mendapatkan pesan dari Morgan kalau kita harus bersiap-siap,”kata Zen.”Bersiap untuk apa sampai kamu berkata seperti itu,”kata Izam.
“Mereka sudah bergerak,”kata Zen.
“Jadi itu alasannya Kokoro menyegel kemampuannya untuk pertempuran besar,”kata kokoro.
“Apa maksud kamu Kokoro,”kata Tuan Firman.”Saat aku di pulau aku merasa kemampuan orang yang ada di pulau tersegel, tapi aku tidak tahu kenapa menyegel kemampuan mereka yang sebenarnya, sampai hari ini,”kata Kokoro.
“Jadi kamu merasakannya,”kata Martin.Kokoro hanya tersenyum dan menghubungi seorang untuk menjaga pulau dan kediaman dengan aman, karena harini sampai kondisi membaik mereka akan mendapatkan serangan dari pihak musuh.
“Martin,”kata Zen.”Kenapa?,”ucap Martin yang menutup mata untuk membuka segel darI Ezan. “Apa kamu baik-baik saja setelah kamu melepaskan segel yang terikat di dalam tubuhkamu. Kamu akan bisa menjadi manusia biasa, tidak akan sama seperti dulu saat Ezan ada menolong kamu,”kata Zen.
“Tidak usah khawatir. Aku sudah siap untuk hari ini, agar tetap hidup,”ucap Martin yang membuka matanya. Setelah Martin membuka mata dia juga melepaskan semua segel anak buahnya yang ada di ujung sampai di dekat dia. Rendi yang ada di dekatnya merasakan aura di sekelingnya sudah berubah.
Di tempat lain semua anak buah Martin baik itu di organisasi laut merah atau di organisasi yang baru saja dia bentuk semua merasakan kalau segel yang ada di tubuh mereka lepas. “Sudah waktunya ya,”ucap mereka di tempat yang berbeda.
Mitra yang sedang bersama dengan rekannya menjalankan bisnis kecil-kecilan setelah kehilangan jejeka Martin. Merasakan aura didalam tubuhnya meluap dan merasa ringan.”Apa dia baik-baiks aja jika dia melepaskan segel ini, berati sudah waktunya,”kata Mitra yang berjalan keluar dari toko.
Mark yang ada dalam perusahan tiba-tiba merasakan juga danbaru menyadari kalua Meli dan Mola yang selalu bersamanya itu adalah palsu dan dengan mata tajam dia berdiri dan menggunakan mata batinnya untuk mengetahu dimana kedua kakak Martin sampai dia mendapatkan pesan. Yang memberitahukan kalau Meli dan Mola sedang dalam perawatan di pulau tidak penghuni. Setelah bebara detik dia mencarai tahu kalau Meli dan Mola diselamatkan oleh Roki membuat dia tenang.
“Jesi,”ucap Mark.” Ada apa tuan?,”kata Jesi sekertaris Mark yang selalu bersamanya dan orang yang dia percayai.”Kamu jaga perussahaan, aku ada urusan untuk beberapa tahun. Jaga kestabilan perusahaan sampai aku kembali, apa kamu mengerti?,”kata Mark.
__ADS_1
“Saya mengerti tuan, tapi anda mau kemana sampai satu tahun,”kata Jesi.”Karena sudah waktunya membereskan masalah yang sudah tertumpuk banyak, untuk dikurangi,”kata Marknya yang berdiri. “Aku pergi,”ucap Mark yang menggunakan portal ruang bersamaan dengan anggota yang lain.
Semua sudah berkumpul pada tempat yang sudha disepakati dimana mereka akan bertemu satu sama lain dalam organisasi yang berbeda. “Disinikah tempatnya,”ucap Mark yang sudha datang dan melihat Mitra bersama dengan LingYong dan Lili.”Kalian sudah datang,”ucap Mark yang berjalan ke arah mereka berdua.
“Yang lain mana,”kata Tera dan Teri. “Kamu masih hidup,”ucap Mitra dengan santainya.”Tentu saja masak aku akan ketinggalan permainan sehebat ini,”kata Teri.
“Dimana Rendi,”ucap Mark. “Dia bersama dengan Martin di pulau obat,”kata Remon yag ada di belakang Teri dan Tera.
“Sejak kapan kalian tahu dimana Martin,”kata Lili.”Sudah lama karena dia bersama dengan kakaknya Morgan,”kata Remon.
“Kakak, apa maksud kamu?,”kata Ling Yong. “Kalian tidak tahu kalau Morgan itu kakak laki-laki darai Martin yang sudah lama berpisah dan Ali dan Alex adalah anak buah dari Morgan yang sekarang ada di pualu bunga persik,”kata Remon.
“Kami tidak tahu, ternyat organisasi yang Martin buat sangat luas juga ya,”kata Mark. Remon hanya tersenyum mendengar perkataan Mark.
“Bukan kamu sudah tahu, hari ini adalah waktunya membantai semua organisasi kegelapan jiwa, dan semua anak buahku sudah aku lepaskan segel yang mengengang mereka. Karena hari yang di tunggu sudah datang,”kata Martin yang berdiri. Rendi yang berjalan menuju Martin setelah dia sampai dia berkata,”Mereka semua sudah berkumpul, tinggal menuggu perintah. Kabar dari Organsasi Jiwa Cahaya juga akan ikut berpartisipasi dalam penyerangan ini.”
“Tunggu dulu,”ucap Izam.”Dengan kondisi kamu apa kamu bisa melawan organisasi kegelapan jiwa yang memiliki ribuan dan jutaan dengan level abadi,”kata Izam.
“Siapa kamu melarangku untuk meju kedalam pertempuran, karena adanya mereka persahabatan kita retak bukan,”kata Martin dengan dingin.
“Tapi mereka sudah sampai pada level abadi dengan kemampuan kita mana bisa melawan mereka,”ucap Roki.
“Kata siapa aku tidak bisa mengalahkan mereka,”kata Martin yang sudah menyiapkan semuanya.”Apa yang Martin katakan itu benar anak ini bisa mengalahkan para musuh satu atau dunia level dewa atau abadi,”kata Rendi.
__ADS_1
Roki dan Izam yang tidak terlalu tahu banyak hanya bisa membantu dia dari belakang.”Jika kalian ingin membantu, jaga orang yang ada disekitar kalian karena pertempuran ini sangat panjang mungkin,”kata Martin yang siap membuka portal ruang bersama dengan ketiga orang yang bersama dia.
“Pergi sekarang,”kata Zen.”Iya ayo pergi,”kata Kyoshi yang masih berbaring.
Semua yang ada di ruangannya hanya bisa terdiam saat Zen membuak portal ruangan untuk di tempat pertemuan bersama dengan Martin yang membimbing ke tempat tujuan. Kemepat orang yang telah meninggalkan ruangan menuju tempat pertemuan yang dimana mereka semua agar bertempur dengan organisasi kegelapan jiwa.
Satu jam mereka sudah menuggu Martin dan Rendi bersama dengan Zen dan Kyoshi datang ke tempat pertemuan.”Kalian sudah datang semua,”ucap Mrtin yang berjalan ke dalam rumunan.
Semua orang yang datang menoleh ke arah suara yaitu pimpinan mereka Martin sudah datang. Semua dengan serentak menundukan kepalanya setalh Martin ada dihadapan mereka baru mereka semua melihat ke arah Martin dengan tegak.
“Kalian datang ke sini, pasti sudah tahukan, apa yang akan terjadi setelah ini,”kata Martin. “Jika kalian ingin mundur sebelum memulai pertempuran pergi dari sini,”kata Martin.
“Tapi jika kalian ingin tetap disini kalian sudah siap untuk mati,”kata Martin lagi. “Aku akan memberi kalian waktu satu jam sebelum aku berikan posisi dimana kalian akan maju untuk menyerang,”kata Martin.
Waktu terus berjalan sampai mereka tidak ada yang pergi meninggalkan tempat pertemuan.”Jika kalian maish di sini, sudah kalian putuskan untuk pertarung hidup dan mati bersamaku. Aku akan membagi tugas dan posisi kalian akan bertarung,”ucap Martin.
Satu jam telah berlalu posisi dan tempat semua orang sudha di tempatkan,”Sudah waktunya kalian pergii,”kata Martin untuk memulai pertarungan yang sudah disiapakan.
“Aku akan pergi sekarang,”kata Rendi yang ada dibelakangnya. Setelah semua sudah pergi dari tempat pertemuan hanya ada Martin, Zen dan Kyoshi yang masih di tempat. Tapi tidak lama kemudian Mitra yang masih menuggu mereka semua pergi menghampiri Martin bersama dengan dua orang yang ada disampingnya.
Martin melihat Mitra dan menghampirinya,”Kenapa kamu masih disini?.” Mitra memengan wajah Martin yang sudah lama dia tidak bertemu dengan wajah tersenyum dia berkata,”Aku berharap kamu selamat dari pertempuran kali ini, aku selalu menuggu kamu kembali.”
Tiba-tiba Mitra menghilang dihadapan dia untuk pergi keposisi yang sudah di tempatkan untuk melawan organisasi kegelapan jiwa. Tidak lama kemudian, Organisasi Jiwa cahaya datang menghampiri Martin yang masih ada dalam pertemuan.
__ADS_1
“Apa mereka semua sudah pergi ke posisi yang sudah di rencanakan?,”kata pemimpin organisasi jiwa cahaya. Martin hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa.