Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Aku melihat Kamu


__ADS_3

Fira yang telah menghubungi Bunga yang berada di pulau Obat. Menghampiri Roki yang sedang di samping Martin.”Apa yang sedang terjadi, kenapa kalian terluka?,”kata Fira.


“Dari mana saja kamu baru menayakan sekarang,”kata Koto.”Kalian tahukan kalau aku bersama dengan Roki dan yang lain,”kata Fira. Koto dan Kokoro yang berwajah mesam melihat ke arah Kyoshi yang masih berbaring lemas.


“Siapa sebenarnya yang kalian hadapi,”kata Firman dari belakang Fira.”Mereka dari Organisasi kegelapan jiwa, jika tebakanku tidak salah,”kata Koto.”Tapi belum tentu itu mereka gerakan mereka sangat berbeda,”ucap Kokoro.


“Mereka dari hasil penelitian dari organisasi kegelapan jiwa,”ucap Kyoshi yang masih memiliki tenanga. Koto dan Kokoro langsung menatap ke arah  Kyoshi yang berucap. Koto langsung memeriksa nadinya,”Kamu tidak apa-apa?.”


Kyoshi dengan paksaan mencoba tersenyum agar kedua kakaknya tidak khawatir.”Jangan terlalu banyak bicara Bunga akan datang ke sini, bertahanlah,”kata Kokoro. Kyoshi hanya tersenyum yang kemudian dia menutup mata.


Kyoshi yang berjalan di lautan jiwa bertemu satau ruangan yang tidak asing dengan aura Martin. Kyoshi masuk ke dalam lautan jiwa Martin dan dia melihat kondisi tubuh Martin yang mulai melemah. Kyoshi berlari ke arah Martin dan mencoba membantu dia untuk mengalitkan aura jiwanya agar bisa bertahan. Walaupun kondisi Kyoshi yang tidak baik juga, dia tetep menolong Martin yang merupakan majikan yang harus di lindungi.


“Kamu harus bangun, jangan sampai Ezan menyesal telah menyelamatkan kamu,”ucap Kyoshi. Martin yang mendengar membuka matanya dan melihat Kyoshi ada di lautan jiwanya.”Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam lautan jiwaku?,”kata Martin dengan lemah.


“Kamu tidak perluh tahu, cepat buat dirimu pulih sebentar. Bunga akan segera datang, kamu harus bisa menjaga tubuh kamu bertaham sampai dia datang,”kata Kyoshi yang kemudian dia muntah darah.


Karena terlalu banyak tenaga yang harus dikeluarkan Kyoshi hanya bisa berbaring setelah melihat kondisi Martin sudah bisa mengalirkan jiwanya ke dalam tubuh aslinya.”Kamu tidak apa-apa?,”ucap Martin sambil mengalirkan jiwanya.


“Menurut kamu, ini ulah siapa aku sampai terluka ini,”ucap Kyoshi.”Tunggu aku pulih aku akan traktir kamu,”ucap Martin yang mencoba menghibur.


“Terimas kasih,”kata Kyohsi


Sementara di luar lautan jiwa Koto dan Kokoro yang merasakan aura jiwa Kyoshi tidak stabil membuat mereka berdua gelisah.”Kapan dia datang?,”ucap Koto dengan tajam kepada Fira.”Kenapa kamu marah kepadaku,”ucap Fira yang tidak tahu.

__ADS_1


Satu jam mereka menuggu sampai Bunga datang dengan Putra bersamanya.”Kenapa kamu lama,”ucap Koto.”Kamu yang menyuruhku datang cepat, kamu kira aku tidak perluh menyiapkan apa-apa jika ingin memeriksa pasien,”kata Bunga.


“Cepat kamu periksa Martin dan Kyoshi dan satu orang lagi itu orangnya,”ucap Koto yang menunjuk.”Ok,”kata Bunga yang datang berjalan ke arah Martin dia memeriksa tubuh Martin yang sudah terluka.


Putra yang juga memeriksa Kyoshi tapi saat dia mendekat dia merasakan auranya tidak stabil yang membuat Putra hanya melakukan penganganan tahap pertama karena sangat beresiko. Bunga yang memeriksa kondisi Martin sedang mencoba memulihkan jiwa yang terluka.


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~  ~~  ~ ~~


Izam yang tidak sadar melihat ke arah Bunga sambil berkata,”Sudah lama kita tidak bertemu.” Tapi Bunga hanya terdiam saja dia hanya fokus memulihkan kondisi Martin sampai membuka matanya.”Apa yang kamu rasakan?,”ucap Bunga kepada Martin yang membuka matanya.


“Kamu selamatkan Kyoshi dulu, jika terlambat dia akan mati,”ucap Martin. Bunga segera melihat ke arah Putra yang sedang mencoba pemulihan tahap awal. Bunga berjalan ke arah Putra,”Bagaimana kondisi Kyoshi?.”


Putra menggelengkan kepalanya kalau kondisi Kyoshi sekarang dalam kondisi tidak stabil. “Kamu coba cek orang itu biarkan aku yang merawatnya,”kata Bunga yang duduk disebelah Kyoshi yang sedang berbaring.


Tubung Kyoshi yang dingin dan nadi yang tidak stabil dengan luka yang dalam dan luar yang sangat parah. Bunga menggunakan medis pengetahuannya untuk memulihkan kondisi Kyoshi. Satu jama telah berlalu dimana kondisi Kyoshi sudah mulai stabil walaupun luka dan nadi masih belum stabil.


“Aku mengerti,”ucap Koto.”Bawa mereka ke lingkarang formasi portal, aku akan menggunakan formasi ini untuk mengantar kalian,”ucap Koto lagi.


“Kenapa tidak dari tadi,”ucap Bunga. Koto dan Kokoro hanya terdiam Morgan yang membawa Martin sedangkan Rendi dibawa oleh Putra. Untuk Kyoshi dibantu Izam sambil menatap Bunga.


“Biar aku bantu,”ucap Izam sambil menundukan kepalanya. Bunga hanya bisa terdiam sampai di lingkaran sihir Bunga berkata,”Apa kamu sudah sadar dengan apa yang kamu lakukan?.”


Sampai formasi diaktifkan oleh Koto dan Kokoro.”Roki kamu tidak usah ikut,”ucap Kokoro. Roki menatap ke arah Kokoro,”Kenapa?.”

__ADS_1


“Bukan kamu masih ada urusan di tempat ini, biarkan Morgan saja yang ikut yang lain tidak usah,”kata Koto.


“Terbatasnya aura jiwa,”ucap Kokoro. Roki dan Izam keluar dari formasi portal dan melihat mereka pergi menghilang menuju pulau obat. Izam yang masih menatap Bunga tapi tidak ada tatapan balik. Izam hanya bisa menundukan kepalanya sampai Fira yang melihat merasa penasaran.


“Kamu kenal dengan Bunga?,”ucap Fira yang berjalan ke arah Izam. Izam menoleh dan tersenyum,”Itu bukan urusan kamu.”


Roki hanya menatap mereka berdua dan menghampirinya,”Apa yang kalian bicarakan?.” Fira yang melihat Roki berjalan ke arahnya langsung mendekatinya dan berbisik.”Teman kamu lagi patah hati ya,”ucap Fira ditelinga Roki.


Roki menatap ke arah Fira dengan bingung dan kemudian dia menatap ke arah Izam. “Siapa yang kamu maksud?,”kata Roki.


Fira melihat ke arah Izam yang masih termenung sampai Mizuki dan Terko datang menghampiri Izam. “Yang kamu maksud itu adalah Izam,”kata Roki.


“Iya. Siapa lagi?,”ucap Fira.”Aku tidak tahu kalau dia sedang patah hati, yang aku tahu dia pernah berteman dengan Bunga. Tapi setelah insiden dia ikut terlibat dalam organisasi kegelapan jiwa mereka putus kontak,”kata Roki yang tahu sedikit informasi.


“Kenapa kamu tidak tanya dia saja?,”ucap Roki.”Aku sudah bertanya tapi dia berkata, itu bukan urusanku. Terus mau bagaimana lagi, kamukan temannya tanyakanlah?,”kata Fira yang merangkul lengan Roki dengan tatapan manja.


“Untuk apa kamu ingin tahu,”ucap Roki dengan tatapan curiga.”Aku hanya penasaran saja kamu tahu kalau keluargaku dengan keluarga Bunga itu bersahabatan, makanya aku ingin tahu apa yang terjadi dengan mereka berdua,”kata Fira.


“Jika apa yang kamu katakan itu benar, bukannya seharusnya kamu tanyakan kepada Bunga. Jika Izam tidak mau menjawab,”kata Roki.


“Itu benar sih. Tapi untuk beberapa hari ini dia sangat sulit untuk diajak bicara,”kata Fira dengan wajah cemberut. Roki menghele nafas dan memengan tangan Fira yang masih merangkulnya,”Baik aku akan tanyakan. Tapi jika tidak ada jawaban kamu jangan marah ya.”


Fira menganggukan kepalanya dan kemudian tersenyum. Roki berjalan ke arah mereka bertiga yang sedang berbincang-bincang.”Apa yang kalian bicarakan sampai serius itu?,”kata Roki.

__ADS_1


Izam menoleh kearah Roki yang berjalan ke arahnya.”Apa kamu tidak khawatir dengan Martin?,”ucap Izam.


“Untuk sekarang percuma khawatir kalau sudah ada Morgan dan dia juga sedang dalam pemulihan jiwanya,”kata Roki.”Tapi aku ingin menayakan ini kepada kamu,”kata Roki.”Apa yang ingin kamu tanyakan?,”ucap Izam


__ADS_2