
Dalam hati yang gundam setelah mendengar perkataan salah satu teman Martin kalau dia sudah pegi dari negara J. Izam yang tidak tahu kepergian Martin hanya bisa menemani Roki untuk tetep tenang. Setelah semua telah pergi Izam dan anak buahnya bersama dengan Roki meninggalkan tempat kejadian. Di tengah perjalan Roki hanya terdiam termenung dengan berbagai banyak pikiran.
“Apa selama ini aku melakukan kesalahan membuat Martin menderita, dimana dia sekarang aku ingin tahu dimana dia. Aku ingin bertemu dengan dia,”kata hati Roki yang melihat keluat jendela mobil.
“Apa kita melakukan kesalahan saat berteman dengan Martin,”ucap Roki yang tiba-tiba.”Kenapa kamu berkata begitu,”kata Izam yang tidak mengerti.
“Aku merasa kita tidak terlalu mengenal Martin setelah kelulusan,”ucap Roki.”Bukannya yang pertama kenal dengan Martin itu kamu bukan,”kata Izam.”Seharusnya kamu yang mengenal dia lebih baik dariku bukan,”kata Izam lagi. Roki terdiam untuk sesaat sedangkan Izam masih memikirkan dengan apa yang sedang terjadi.
“Siapa mereka sebenarnya,”kata Izam. Roki yang juga memikirkannya juga ingin tahu siapa mereka yang ingin nyawa dari Martin dan Ezan.”Kenapa kamu diam saja apa kamu terluka,”kata Izam yang melihat ke arahnya.
“Tidak aku juga sedang memikirkannya siapa mereka apa mereka yang menginginkan kalian berselisih karena nyawa Martin dan Ezan sangat berharga,”kata Roki. “Kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu. Memangnya Martin dan Ezan itu barang yang langka,”kata Izam. “Menurut kamu bagaimana setelah melihat pertarungan mereka,”kata Roki.
“Aku tidak tahu tapi musuh yang menginginkan nyawa Martin setelah Ezan tidak ada mungkin hebat juga sama dengan musuh kemarin,”kata Izam.
“Itu mungkin tapi siapa mereka,”kata Roki yang tidak tahu siapa musuhnya.
Mereka berdua hanya terdiam sampai di markas izam menawarkan Roki untuk tinggal memulihkan diri. Tapi Roki menolak tawaran Izam karena dia harus kembali ke negara I untuk melakukan bisnis. Setelah pembincaran yang lama mereka berpisah satu sama lain Roki yang pergi meninggalkan negara J menuju negara I untuk memulai bisnis yang baru.
Roki yang mendapatkan serangan tiba-tiba setelah sampai di negara K membuat dia waspada dengan musuh bisnis yang selalu mengincar nyawanya. “Tuan anda sudah kembali,”ucap Sekertaris Kim. “Bagaimana kondisi perusahaan?,”kata Roki yang melepaskan pakaiannya.
“Untuk sekarang masih stabil. Apa perlu aku panggil dokter untuk mengobati luka anda tuan,”kata Sekertaris Kim.
“Iya panggilkan Janet untuk datang ke vila,”ucap Roki.”Dan satu lagi bagaimana kabar Yamato apa ada info tentang dia,”kata Roki lagi.
“Maaf tuan untuk sementara belum ada kabar tentang sekertaris Yamato,”kata Sekertaris Kim. “Aku mengerti kamu boleh keluar,”kata Roki yang duduk di kursi dekat jendela teras kamar. Di malam itu Roki yang masih memikirkan apa yang terjadi di negara J membuat dia sadar kalau selama ini dia masih belum bisa melindungi rekan dan sahabatnya.
__ADS_1
“Ini salahku karena aku saudara Martin tewas, kenapa waktu itu aku marah kepada dia. Sementara dia tidak salah apa-apa,”ucap hati Roki karena menyesal karena perbuatannya di masa lalu. Roki yang sadar kalau dirinya yang lemah kurangnya informasi tentang kebenaran musuh yang sebenarnya membuat dia marah.
“Tok..tok..tok,”suara ketukan pintu.”Tuan muda, dokter Janet telah tiba,”kata sekertaris Kim.
“Biarkan dia masuk,”ucap Roki yang menoleh kebelakang.”Apa anda berantem lagi tuan muda,”kata Janet.”Tidak hanya pendukung yang malang saja,”kata Roki. Janet datang dan memeriksa nadi Roki dan membalut luka setelah diberi obat. “Bagaimana anda bisa mendapatkan luka ini, bukannya anda hanya ingin memisahkan perselisihan mereka. Tapi bagaimana bisa mendapatkan luka,”kata Janet.
“Itu benar aku hanya ingin memisahkan mereka tapi tidak ada yang menyangka kalau itu semua hanya jebakan untuk satu nyawa saja,”kata Roki memalingkan wajahnya.
“Apa maksud anda,”kata Janet yang masih membalut lukanya. “Ada musuh yang lebih luat datang dan membuat formasi penghancur tapi bisa ditangani saat Ezan datang,”kata Roki.
“Bukannya itu bagus.. Siapa Ezan?,”kata Janet yang tidak tahu. “Janet kamu disini mencari informasi atau mau mengobatai lukaku,”kata Roki.
“Keduanya,”ucap Janet yang hampir selesai. “Cepat selesaikan pengobatanya aku ingin segera istirahat,”kata Roki.
“Tidak mau jelaskan dulu siapa musuh yang sebenarnya, mungkin aku bisa sedikit membantu,”kata Janet.
“Aku tidak percaya dengan apa yang katakan,”ucap Roki yang berdiri dari tempat duduk. “Kamu tidak percaya baik, Apa Ezan tadi menggunakan segel putih untuk formasi,”kata Janet langsung keintinya. Roki terdiam,”Apa yang kamu katakan?.”
“Memang apa yang aku katakan,”ucap Janet yang berdiri dan berjalan keluar. Tapi Roki merasa ada sesuatu yang bisa diketahu oleh Janet dia menghentikannya. “Tunggu ayo kita mengobrol lagi,”kata Roki.
“Bukannya tadi tidak mau,”ucap Janet.”Aku berubah pikiran,”kata Roki. Janet kembali duduk dan juga Roki.”Apa yang kamu ketahui tentang perselisihan kemarin,”kata Roki. “Bukannya kamu yang ingin bercerita kenapa sekarang aku yang bercerita,”kata Janet.
“Karena kamu menyembunyikan sesuatu bukan Jenet,”kata Roki yang tersenyum. “Sudah aku duga kamu menghentikanku pasti ada maksud yang lain dari kataku barusan bukan,”kata Janet.
“Jika iya apa ada masalah,”kata Roki yang bersandar. Janet yang tidak tahu kalau dirinya telah masuk perangkap Roki dengan manipulasi kata.”Baiklah apa yang ingin kamu ketahuinya karena aku sudah masuk perangkap harimau,”ucap Janet.
__ADS_1
“Nah gitu dong... apa yang kamu ketahui tentang segel puith formasi,”kata Roki. “Itu segel formasi yang penyegel dengan jiwa dengan radius yang di inginkan. Tapi akibat dari penggunakan formasi langka ini orang itu akan menghilang dan jiwanya tidak bisa kembali karea sudah terkikis oleh penyegelan,”kata Janet.
“Jadi orang yang menggunakan formasi ini dia akan tewas,”ucap Roki yang termenung.”Itu benar,”kata Janet.
“Apa kamu tahu musuh yang lebih hebat dari organinsasi,”kata Roki. “Yang lebih hebat, seperti apa yang kamu maksudkan,”kata Janet.
“Seperti formasi yang kamu ucapkan,”kata Roki. “Organisasi yang memilki kekampuan diluar kemampuan orang biasa yang kamu maksudkan,”kata Janet.
“Yang seperti itu, apa kamu tahu,”kata Roki. “Soal itu tahu tapi banyak sekali organisasi yang bisa seperti kamu katakan sesuai dengan tingkatan,”kata Janet.
“Organisasi Laut Merah apa dia juga termasuk,”kata Roki sambil berpikir.”Iya organisasi tersebut yang telah menyelamatkan kita dari bencana yang ada,”kata Janet.`
“Tunggu dulu.. tadi kamu mengatakan kalau bencana dunia dan peristiwa makhluk abadi dan mayat hidup itu menghilang karena Organisasi Laut Merah,”kata Roki yang tidak percaya.
“Iya bukannya kamu sudah tahu siapa ketua dari Organisasi Laut Merah,”kata Janet. “Dia Martin bukan,”kata Roki.”Hampir tepat,”kata Janet.” Roki kembali terdiam dan memikirkan satu nama,”Apa dia Ezan kembaran Martin,”kata Roki.
Janet hanya tersenyum dan berkata,”Apa ada lagi yang ingin kamu ketahui lagi.”
“Jika apa yang kamu katakan benar bukannya dia juga terluka tapi kenapa dia bisa muncul dipertempuran anatara Izam dan dia juga yang menyelamatkan kami semua dengan segel putih,”kata Roki.
“Kalau yang itu aku tidak tahu, aku hanya tahu kalau dia memiliki beberapa organisasi yang dipimpin oleh Ezan,”Kata Janet.
“Ohhh ya aku ada lagi. Martin dan Ezan sama-sama memiliki kedudukan yang sama dalam organisasi yang berbeda dengan tingkatan yang sama hebatnya,”kata Janet.
“Apa karena itu mereka di inginkan, banyak musuh,”kata Roki.
__ADS_1