
Dingin malam di gua hitam Martin berjalan masuk ke dalam untuk melihat yang lain. Sampai ditempat Martin melihat dengan mata bahwa mereka semua sudah mencapai tahap awal perkembangan jiwa.”Tidak sia-sia aku membawa mereka kesini,”ucap Martin yang berjalan menuju di tengah mereka.
“Kamu sudah kembali,”kata Mitra.”Tetap Fokus karena setelah ini akan menjadi hari terakhir kalinya kalian bisa berbicara dengan tenang,”kata Martin yang merasakan hawa pasukan pimpinan yang ingin keluar dari tempat persembunyian. “Tinggal sedikit lagi mereka akan keluar,”kata Martin.
Semua anggota khusus kembali fokus melihat musuh yang ada didepan mereka yang tinggal beberapa prajurit batu yang bisa dihitung oleh mereka sampai suara gemurung tiba. Yang membuat mereka yang sedang fokus kembali terdiam,”Apa yang terjadi?.”
“Aku rasa pimpinan mereka akan keluar,”kata Ling Yong. Setelah gemurung dan getaran yang membuat tanah bergetar pimpinan mereka muncul dengan gagah. Semua anggota khusus memanggil Bos mereka dengan serentak. Tapi Martin masih dengan tenang melihat sekitar, sampai pimpinan dari prajurit seribu batu mulai menyerang dia. Martin menghindar dengan tenang dan melihat kearah rekannya yang sudah mulai menghabisi semua prajurit. Saat semua prajurit tingkat rendah telah dikalahkan Martin menyuruh anak buah mereka kembali mundur.”Jika sudah selesai kembali mundur karena sudah waktunya ini untuk aku perenggangan,”kata Martin yang dengan santai membelakangi Pimpinan Prajurit seribu batu.
“Tidak sabaran ya,”kata Martin yang mulai menyerang dengan setengah kemampuan yang dia miliki untuk melawan satu prajurit. Hingga mereka semua yang merupakan pimpinan muncul semua yang membuat hati Martin membara dan bersemangat untuk mengalahkan mereka semua dalam hitungan jam. Semua pimpinan Prajurit seribu batu menyerang Martin secara bersamaan kerena prajurit yang satu ini tingkatannya lebih tinggi dari prajurit batu yang biasa Martin dengan senang hati bermain dengan mereka untuk meningkatkan kemampuannya.
“Sampai kapan dia akan bermain,”kata Mitra. “Tebak sampai kapan kalau melihat wajah dia seperti itu,”kata Lili.
“Kayaknya kita masih banyak waktu untuk istirahat sampai pintu kedua terbuka,”kata Morgan. Semua yang melihat hanya bisa menonton Bos mereka bersenang-senang.”Kayaknya menyenangkan kalau aku ikut,”kata Ling Yong.
“Enak kalau kamu ingin tewas,”kata Mark. Semua anggota tersenyum, hingga Martin sudah mulai bosan dengan pimpinan prajurit seribu batu.”Ternyata hanya ini saja kemampuan mereka. Sudah waktunya mengakhiri ini semua dan masuk kedalam lagi,”kata hati Martin yang mulai menghancurkan satau persatu prajurit seribu batu.
Dalam hitungan jam semua prajurit seribu batu sudah terkalahkan hanya dengan satu serangan yang sama untuk setiap pimpinan. “Kayaknya tidak rugi aku mengalahkan mereka semua,”kata Martin yang mengambil mutiara hitam yang bergeletakan sembarangan.”Apa semuanya sudah selesai,”kata Mark yang berjalan menuju Martin. Martin menoleh,”Tentu saja, ayo kumpulkan semua mutiara batu hitam ini.”
__ADS_1
“Untuk apa semua ini, Bos,”ucap Rong Shi.”Kita bisa menggunakan mereka untuk membangun prajurit menjaga markas kita nanti dan pulau ini,”ucap Martin.”Apa kamu bisa membuat formasi batu prajurit ini,”kata Mitra yang tidak yakin dengan Martin.
“Kenapa kamu melihat aku seperti itu. Apa aku pernah berbohong kepada kamu,”kata Martin yang memegang wajah Mitra.
“Iya aku percaya, lepaskan sekarang tangan kamu dari wajahku,”ucap Mitra. Martin melepaskan tangannya setelah dia mencium kening Mitra dan kembali melihat pintu yang ada didepan dia sekarang.”Bos apa semuanya diambil,”kata Ling Yong.”Iya,”kata Martin yang masih fokus melihat simbol pintu dan formasi rahasia untuk membuka pintu kedua.
“Apa bisa dibuka,”kata Morgan yang berjalan disampingnya.”Bisa,”kata Martin dengan santai.”Tunggu dulu Bos,”kata Lili. Martin menoleh kearah Lili,”Ada apa?.”
“Apa didalam ada musuh yang sama kuat dengan tempat ini,”kata Lili yang penasaran.”Coba kamu tebak,”kata Martin yang tersenyum.”Apa kita tidak bisa istirahat hanya sehari saja,”kata Rong Shi. Martin yang membuka formasi rahasia dengan pengetahuan yang dia miliki mulai bergerak sedikit. Sampai akhirnya dia menemukan celah dalam kesalahan membuat formasi. Perlahan dia membuka pintu, sampai salah datau dari anggota khusus yang datang berkata,”Apa kamu serius untuk melanjutkannya.”
Martin yang mengabaikan ucapan Alex tetap membuka pintu kedua dan masuk kedalam secara perlahan. “Waktunya tiba,”kata Martin.”Apa lagi sekarang,”ucap Ali.”Kapan kita bisa beristirahat,”kata Morgan. Semua berjalan masuk dan melihat disekeliling mereka tapi mereka merasa kecewa dengan apa yang mereka lihat.”Apa maksudnya ini,”kata Ling Yong yang tidak percaya.
“Bos jangan bercanda,”kata Lili.”Siapa yang bercanda, lihat itu yang di atas,”kata Martin yang menuju keatas sambil membaca buku yang dia pegang.
Mark dan Mitra merasa ada yang tidak beres dengan buku yang dia pegang.”Apa ini ujian pengetahuan tingkat tinggi,”ucap Mitra. “Tidak aku sangka aku bisa melakukan ujian strategi di tempat ini,”kata Mark.”Sebenarnya apa yang kalian bicarakan,”kata Alex. Martin menghela nafas,”Jika kalian ingin masuk ke pintu berikutnya makan kalian harus bisa menguasai semua buku yang ada di tempat ini.”
“Itu mustahil,”kata Ali.”Kenapa kalian menyerah sebelum kalian berjuang,”kata Martin.
__ADS_1
“Ini adalah perpustakaan dunia hitam, dalam setiap buku yang kalian baca tidak hanya pengetahuan dasar, menengah dan tinggi...,”kata Mitra yang terhenti. “Dalam ruangan ini juga kalian bisa belajar ilmu bela diri yang dirahasiakan, pengobatan lama,kuno, dan strategi,”kata Mark.
“Apa itu benar Bos,”kata Alex.”Kurasa apa yang mereka katakan ada benarnya,”ucap Morgan yang membaca satu buku sambil tersenyum.
“Biar memudah kalian ini adalah pengetahuan untuk menunjukkan seberapa cerdas kalian untuk mengalahkan musuh. Tempat ini yang dinamakan Perpustakaan dunia,”kata Martin. “Jika apa yang kamu katakan itu sangat istimewa aku juga akan ikut ujiannya,”kata Lili.
“Kembali ke masa sekolah,”kata Rong Shi.”Nikmati pengetahuan yang tidak bisa kita dapatkan diluar sana,”kata Ling Yong. Semua anggota khusus mulai membaca buku satu persatu sampai mereka menemukan suatu pengetahuan yang tidak bisa mereka bayangkan. Satu demi satu mereka pahami dengan perlahan tapi cepat untuk meresap dalam otak mereka satu persatu.” Bulan cahaya rindu hangatnya kehidupan,”kata Rong Shi yang membuat hatinya tenang dalam kesunyian yang panjang.
Hingga akhirnya dia mendapatkan suatu yang tidak bisa dia katakan.”Sastra ilmu bela diri,”kata Mitra yang melihat.
“Apa itu Sastra Ilmu Bela Diri,”kata Rong Shi yang melihat kearah Mitra.
“Itu adalah ilmu bela diri yang berupa pengetahuan sastra untuk menyegel seorang yang memilki hati gelap mata atau bisa negatif,”kata Mitra menjelaskan.”Bukannya itu hanya legenda yang tidak ada bukan,”kata Rong Shi.”Jika apa yang kamu katakan itu benar, bukannya kamu baru saja merasakan aura dalam dirimu yang berbeda dalam ucapan,”kata Mitra.
“Itu mustahil,”ucap Rong Shi yang tidak percaya dan bahagia.”Kenapa kalian,”kata Morgan.
“Dia baru saja mendapatkan ilmu bela diri Sastra,”ucap Mitra.”Ohhh hanya itu,”kata Morgan.”Tunggu kenapa sikap kamu biasa saja. Apa kamu juga mendapatkan pengetahuan yang sama denganku,”kata Rong Shi. “Iya sudah tiga kali aku mendapatkannya,”kata Morgan.”Apa?,”kata Rong Shi yang kecewa karena Morgan lebih banyak dari dia.”Aku tidak mau kalah dari otak udang ini,”ucap Rong Shi.”Apa yang barusan kamu katakan... otak udang. Dasar barbar,”kata Morgan yang kembali membaca bukunya.
__ADS_1
“Apa otak udang,”kata Rong shi.”Sudah lanjut saja membacanya,”kata Mitra yang menengahi mereka berdua.