
Lili yang telah mendapatkan kabar Martin pergi darai ruangan Roki. Dia menghubungi Mark setelah jauh dari perusahaan Roki.”Mark, apa Martin pernah muncul dihadapan kamu,”ucap Lili yang tergesa.”Tidak, bukannya dia belum ketemu sampai sekarang,”kata Mark.
“Kamu sekarang ada dimana?,”ucap Lili. Tiba-tiba dari belakang ada yang memukul Lili dengan besi. Lili terjatuh sedangkan telepon yang dia pegang masih terhubung dengan Mark.”Apa yang terjadi dengan kamu Lili,”kata Mark yang mendengar suara keras dari telepon. Orang tersebut menendang Lili di bagian perut sampai dia terdorong dan telepon genggam yang dia pegang dihancurkan dengan satu injakan. Lili yang masih sadar bangun dari tempat dia,”Siapa kalian?.”
Tentara yang berdiri dihadapan Lili hanya tersenyum. “Bunuh wanita ini,”ucap pimpinan tentara dari lima orang tersebut. Rendi yang kebetulan sedang ada di negara J merasakan aura para tentara. Dengan kemampuan yang dia miliki dia pergi ke arah tentara itu berada. Di atas Rendi yang melihat Lili yang sedang diserang membantu Lili yang sedang dalam keadaan kritis.
Satu lemparan jarum dengan 10 jurus dia arah kepada tentara tersebut. Tapi tentara menghindar dengan baik.”Siapa di sana?,”ucap tentara.”Seharusnya aku yang bertanya siapa kalian datang ke negara J,”kata Rendi yang menggunakan topeng warna kuning mencolok.
Rendi yang berpikir menebak mereka dengan santai,” Organisasi tentara Militer, datang berkunjung ke negara j hanya untuk menghabisi satu wanita. Apa kalian tidak malu kalian?.” Para tentara hanya tersenyum melihat Rendi.”Tidak aku sangka ada yang mengenal kami, jika seperti itu bukanya kamu datang dengan sia-sia kalau sebentar lagi kamu akan mati,”kata tentara yang sudah dibelakang mereka dengan jumlah yang tidak biasa.
“Aku sangat terkejut yang datang kesini,”ucap Rendi yang sudah menyadari kedatangan mereka. “Bukannya kamu harus mengkhawatirkan diri kamu sendiri dari pada orang lain,”ucap tentara yang mulai menyerang Rendi dengan bersamaan. Rendi yang sibuk melawan para tentara melihat Lili yang habis dibunuh oleh salah satu tentara yang ada dibawah. Rendi melihat dengan matanya pergi kearah Lili setelah semua tentara sudah tumbang dengan cepat. Rendi menolong Lili yang sudah berusaha menjauh dari tentara yang ada dihadapanya.”Jangan berharap kamu bisa lari,”kata tentara.
Tapi Rendi yang datang tepat waktu memenggal leher tentara yang menyerang Lili. “Kamu tidak apa-apa,”ucap Rendi yang melirik kebelakang. Tapi tidak disangka tentara yang tadi sudah berjatuhan bangkit kembali yang membuat Rendi.”Kalian itu zombikah, tidak lelah bangun tidur dan bangun lagi. Aku lelah membunuh kalian,”kata Rendi yang mengaktifkan formasi pembunuh darah.
__ADS_1
“Terpaksa aku harus menggunakannya,”kata Rendi. Formasi pembunuh darah diaktifkan dihadapan mereka semu. Sedangkan Lili yang sudah tidak bisa bertahan hanya bisa pinsan dihadapan orang asing yang telah menolongnya.
“Kamu tidurlah nanti aku bawa kamu ke rumah sakit jika semuanya telah selesai,”kata Rendi. Tiba-tiba aura disekelilingnya berubah menjadi merah saat Lili pingsan. Dengan hati yang bertanya,”Siapa orang ini?.” Yang kemudian Lili pingsan dengan datangnya kabut merah menyelimuti tempat mereka berada.
“Kalian yang akan tewas hari ini,”ucap Rendi yang membawa Lili dan meniggalkan para tentara.”Jangan berharap kamu bis..,”ucap tentara yang kemudian tewas karena menghirup kabut merah.”Selamat tinggal,”ucap Rendi yang naik keatas. Dia tidak langsung pergi ke rumah sakit tapi dia melihat musuh mereka yang tewas darai atas bangunan.”Indahnya pemandangannya,”kata Rendi yang melihat dari atas. Sampai dia melihat pergerakan yang lain.”Kurasa dia Mark,”ucap Rendi yang membawa Lili ditempat yang akan dilalui oleh Mark.
Setelah urusannya dengan Lili selesai Rendi pergi ke tempat para tentara. Tapi saat Rendi sampai di sana dia tidak melihat para tentara.”Dimana mereka?,”ucap Rendi yang mencari mereka dari atas.”Apa mereka sudah dibersihkan,”kata Rendi yang turun dan melihat ada jejak keberadaan mereka tidak. Sampai dia mendapat serangan dari belakang.”Tidak aku sangka kamu disini topeng kuning,”ucap Gazi
Rendi yang menghindar dari serangan Gazi melihatnya dengan tatapan dingin.”Siapa kamu?,”ucap Rendi yang tidak tahu. “Serius kamu tidak tahu siapa aku,”kata Gazi yang sudah berlaga menyerang. Rendi hanya menganggukkan kepalanya sampai anggukan kedua dia menghilang dibelakang Gazi. Tapi Gazi yang menyadarinya hanya bisa mundur.
“Dia pergi,”ucap Rendi.”Gazi salah satu wakil anggota dari organisasi tentara Militer, tidak aku sangka bisa bertemu dengan salah satu dari mereka,”kata Rendi yang berjalan pergi dari lokasi kejadian.
“Tapi bagaimana dengan kabar Lili ya,”ucap Rendi yang pergi ketempat dia menaruh Lili. Tapi Lili sudah dibawa oleh anak buah Mark,”Ini lebih baik. Tapi kenapa dia diserang ya?.” Rendi yang tidak tahu apa yang akan terjadi jika perselisihan sesuai dengan keinginan mereka.
__ADS_1
~~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Lili terluka berat dibawa oleh Rendi dimana anak buah Mark akan melewati jalan tersebut. Salah mata mereka yang melihat lili dijalan dengan penuh luka membawa mereka ke rumah sakit X untuk diperiksa. Sampai di rumah sakit bawahan menghubungi Mark untuk memberitahukan kalau Lili sedang terluka dan dilarikan di rumah sakit X. Untuk siapa yang melukai Lili masih ditanyakan oleh Mar saat dia sampai di sana bersama Mola.
“Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan Lili,”kata Mola. Semuanya hanya menggelengkan kepalanya sesaat mata tertuju kearah mereka. “Cari tahu siapa yang melukai Lili secepatnya,”kata Mark dengan tegas. Ling Yong yang sudah mendapatkan kabar Lili langsung menemui Mark di rumah sakit.”Apa yang terjadi dengan Lili,”kata Ling Yong.
“Seperti yang kamu lihat Lili sedang dalam keadaan terluka karena diserang oleh orang asing,”kata Mark.”Bagaimana kamu tahu kalau Lili sedang diserang,”kata Ling Yong. “Karena saat kejadian dimulai Lili sedang menghubungiku menanyakan dimana keberadaanku,”kata Mark menjelaskan.
“Apa kamu mendengar siapa yang menyerang lili,”kata Ling Yong.”Tidak saat ingin mencari lokasi dan asal suara musuh sudah menghancurkan ponselnya,”kata Mark. “Apa ini mungkin saja musuh yang kita cari,”ucap Ling Yong.
“Itu bisa jadi tentara militer,”kata Mitra. Mark dan Ling Yong melirik kearah suara tersebut,”Apa maksud kamu tentara militer?.” Mitra dan Rong Shi saling menatap yang kemudian dia menjelaskan apa yang mereka lihat waktu itu. “Beberapa hari yang lalu kami sedang mencari dia, tapi saat kami sedang mencari kami berdua merasakan hawa keberadaan seorang yang membuat kami merinding. Kami telusuri hawa keberadaan tersebut. Sampai kami menemukan tentara militer yang sudah tewas karena satu formasi penghancur jiwa,”kata Mitra menjelaskan.
“Tapi apa kamu yakin mereka adalah tentara militer,”kata Ling Yong.”Iya kami yakin sekali dengan seragam yang mereka kenakan,”kata Rong Shi.”Tapi kenapa Lili diserang oleh mereka bukannya kita tidak ada masalah dengan mereka para tentara,”kata Mark yang mencari tahu.
__ADS_1
“Mungkin saja perselisihan yang akan terjadi berkaitan dengan mereka,”kata Mitra. Mereka semua menatap kearah Mitra.”Jika seperti itu apa yang mereka inginkan adalah kekuasaan, wilayah dan pembantaian,”kata Mark.
“Tapi itu belum pasti terbukti,”kata Mola.”Apa yang kamu katakan ada benarnya,”ucap Mitra. “Kita harus mencari tahu dulu kebenarannya sampai Lili bangun,”kata Ling Yong.