Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Tidak Penghuni 6


__ADS_3

Koto dan Kokoro yang mendapatkan kabar kalau Roki diserang dari Kyoshi segera pergi menuju rumah sakit keluarga Morgan dimana mereka sudah disambut oleh Kyoshi dan Morgan.”Bagaimana Roki dan yang lain?,”kata Kokoro.


“Sedang dalam perawatan dokter dan perawat yang sedang ada didalam memeriksa kondisi pasien,”kata Kyoshi.”Bagaimana mereka diserang?,”kata Kokoro.”Tidak ada yang tahu saat kami berdua sampai disana semua sudah menjadi lautan merah dengan anggota khusus sudah tewas dan mereka terluka,”kata Kyoshi.


Tiba-tiba suasana berubah karena kedatangan dua orang yang asing bagi mereka berempat.”Siapa mereka?,”kata Kyoshi yang melihat mereka datang ke arah mereka.”Apa yang kamu bicarakan, siapa yang datang sampai kamu melihat bergitu serius,”kata Koto yang menoleh bersamaan dengan Kokoro.


“Dimana tuan kami,”ucap Surya mantan anggota Organisasi Rose Black. “Dia sedang dalam perawatan. Kamu siapanya Roki?,”kata Morgan. “Tidak aku sangka wakil darai organisasi laut merah ada disini. Apa kalian yang melukai tuanku,”kata Surya dengan tajam menuju ke arah mereka.


“Siapa yang kamu maksud melukai, bukannya kamu yang melukainya,”kata Morgan. “Awalnya iya tapi sekarang aku adalah anak buah dia bersama dengan adik perempuanku,”kata Surya.”Tidak aku sangka kamu bisa mencari tuan dari orang yang kamu bunuh,”kata Morgan.


“Kalian saling kenal,”ucap Citra.  ‘Tidak,”ucap mereka berdua secara serentak. Koto dan Kokoro hanya terdiam melihat mereka beradu mulut. Sampai dokter keluar,”Bagaimana dok mereka?.”


“Untuk sekarang kondisi mereka tidak terlalu bahaya hanya saja untuk tuan Roki dia mengalami kebocoran aura jiwanya yang mengakibatkan dia akan koma untuk beberapa bulan atau bisa lebih,”kata dokter.


“Kebocoran aura bagaimana bisa,”kata Surya. “Dok biarkan aku yang menangani pasien yang bernama Roki,”kata Koto.”Apa anda seorang dokter?,”ucap dokter.”Saya memilki sertifikat dokter bersama dengan adik saya,”kata Koto.”Kyoshi kamu kamu bantu kakak,”kata Koto Kyoshi hanya terdiam sampai kakaknya masuk ke dalam dan dia hanya mengikuti dari belakang.


Sampai Kyoshi menoleh dan berkata,”Jangan berantem ya karena ada yang datang tidak diundang diluar sana. Jadi bersiap-siap ya.” Kyoshi masuk ke dalam yang sudah ditunggu oleh kak Koto.”Apa kamu sudah memberitahukan mereka yang diluar,”kata Koto.

__ADS_1


“Sudah,”ucap Kyoshi. “Kita mulai sekarang,”ucap Koto yang sudah siap untuk menutup aura jiwa yang bocor. Kyoshi hanya menahan aura jiwa milik Roki dengan tekanan medis dua dimensi yang sudah ia pelajari. Dengan tekanan yang ada aura jiwa tidak bisa bergerak atau keluar karena merasa ada yang tidak bisa aura jiwa lewati tanpa tuannya. Koto yang menutu aura jiwa dengan jiwa cahay ilahi dengan hati-hati menutup sedikit demi sedikir urat jiwa yang sudah terpotong dan memulihkan dengan aura jiwa pembangkit.


Satu jam mereka lalu dengan suasana yang menegangkan karena musuh yang datang menyerang rumah sakit tempat dimana Roki dirawat bersama orang kepercayaannya. “Kenapa mereka datang di waktu yang tidak tepat,”ucap Surya.


“Mau bagaimana lagi merekakan musuh harus dibantai,”kat Citra yang maju di garis depan dengan tatapan iblis seperti menikmati dunianya sendiri. Morgan yang bersama dengan Kokoro hanya bisa melihat Citra bertarung.”Kenapa kamu hanya diam saja?,”kata Surya yang menghampiri mereka berdua.


“Mau apa maju. Jika semuanya sudah dibantai habis oleh adik kamu,”kata Morgan.”Itu benar dari pada kita mengganggu adik kamu kita hanya diam saja melihat dari belakang,”kat Kokoro.


“Apa maksud kalian adik aku itu ibils begitu tanpa mau membantu dia. Kalian harus tahu adikku itu lemah lembut lihat dia sekarang sedang kelelahan,”ucap Surya yang mengkhawatirkan adiknya yang bertarung sendiri.


“Apa yang kalian sedang bicarakan kayaknya asik,”kata Citra yang penuh dengan darah musuh.”Apa kamu terluka, lihat darah yang keluar dari tubuh kamu,”kat Surya yang datang menghampiri adiknya dengan penuh kegelisahan.


“Kak ini daraha musuh bukan darahku. Kakak salah paham,”ucap Citra menjelaskan.”Apa iya tapi, aku melihat kamu ada goresan ini lihat,”ucap Surya yang mengangkat tangan citra yang tergores.


“Dan lihat ini pakaian kamu sudha sobek pasti kamu terluka,”kata Surya yang memperlihatkan. “Kakak kamu sakit ya,”ucap Kokoro. Citra hanya tersenyum mendengar perkataan Kokoro.


“Dia memang seperti ini, jadi maklumin saja ya,”kat Citra yang ramah. Kyoshi dan Koto yang telah selesai mengobati Roki keluar dari ruangan yang sudah disambut oleh Surya dan Morgan.”Hanya kalian berdua yang dua lagi kemana,”kat Koto.

__ADS_1


“Sedang mengantar membeli baju,”ucap Morgan.”Beli baju untuk siapa,”kata Kyoshi. “Bagaimana keadaan Roki?,”kata Surya.”Dia baik-baik saja sedang dalam pemulihan,”kata Koto.


“Musuh bagaimana,”ucap Kyoshi.”Sudah dibantai habis adik nya itu,”kata Morgan yang melirik kearah Surya.


“Kenapa kamu melirikku seperti itu. Apa kamu suka denganku?,”ucap Surya. “Bukannya kamu suka dengan Ali ya,”kata Morgan yang tersenyum ke arah Surya. Tiba-tiba Surya kembali murung karena mengingat kembali Ali dan Alex.”Kemana mereka pergi?,”ucap Surya tanpa sadar. Morgan yang mendengar hanya terdiam sampai Citra datang dan melihat kakaknya murung.


“Kak apa kamu terluka kenapa kamu murung,”ucap Citra yang berjalan ke arah Surya.”Tidak ada hanya mengingat teman lama yang pergi dan tidak ada kabar saja,”kata Surya. “Apa kakak masih mencari Ali dan Ales,”kat Citra.


“Menurut kamu siapa lagi yang aku cari selama ini,”kat Surya. Koto dan Kokoro hanya terdiam dan memalingkan pandangan mereka sampai Kyoshi berkata,”Kamu tidak usah khawatir dengan mereka berdua.”


Surya dan Citra yang mendengar melirik ke arah Kyoshi.”Apa maksud kamu mereka baik-baik saja. apa kamu tahu mereka ada dimana?,”kat Surya yang datang ke arah Kyoshi.


Kyoshi tersenyum dan menaru kedua tangannya dengan lembut ke wajah Surya,”Mereka dalam kondisi baik saja bersama dengan Martin.” Surya yang merasakan sentuhan dari Kyoshi membuat wajahnya memerah dan mundur begitu saja sampai dia memalingkan wajahnya karena malu. Kyoshi yang masih tersenyum melihat Surya dengan hangat. Tanpa disadari Citra yang memandang mereka membuat dia berkata,”Apa kamu suka dengan kakakku?.” Kyoshi menoleh kearah Citra dan menggelengkan kepalanya.”Jika kamu tidak suka kenapa kamu merayuh kakakku?,”kata Citra lagi.


“Siapa yang merayuh aku hanya menjawab pertanyaan dia saja,”kata Kyoshi dengan santai. Surya yang masih malu tidak mendengar perkataan mereka sampai Kyoshi mendekat dan membisikan,”Apa kamu tertarik denganku kenapa kamu malu seperti itu?.” Surya yang menoleh kearah bisikan Kyoshi saling bertatap mata satu sama lain sampai Surya bersandar di dinding.”Tidak,”usp Surya yang malu karena sikap yang diberikan.


“Kak wajah kakak memerah. Jangan kakak salah paham dengan Kyoshi dia tidak suka dengan kakak,”kata Citra menjelaskan kepada kakaknya. “Aku tahu,”ucap Surya yang menundukan kepalanya. Kyoshi yang melihat sikap Surya tersenyum lembut karena merasa lucuk dengan sikap yang diberikan oleh Surya. Kyoshi yang menggigit kulit tangannya sambil tersenyum berpikir,”Dia manis. Aku ingin membuat dia semakin memerah.” Sampai Koto dan Kokoro menepuk punggung Kyoshi dengan tatapan tajam.”Jangan berbuat aneh-aneh dengan anak orang,”ucap mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2