
Izam yang sudah pergi meninggalkan Roki bersama dengan yang lain. Koto yang juga pergi sebelum Izam, membuat dia terkejut karena dia melihat dia di tengah hutan bersama dengan Kokoro.”Bukan mereka berdua pergi ke pulau yang berbeda, kenapa mereka ada di tempat ini,”ucap hati Izam yang bingung.
Izam yang tidak tahu apa yang mereka lakukan menghampirinya.”Sedang apa kalian, bukan kalian sudah pergi ke pulau tadi?,”kata Izam yang mendekat. Koto dan Kokoro menlirik ke arah Izam yang mendekat.”Kamu sudah datang,”ucap Kokoro.
Izam yang bingung dengan kata yang diucapkan hanya berkata,”Apa kalian menugguku, tapi untuk apa?.” Mereka berdua hanya tersenyum yang membuat Izam tidak tahu harus berkata apa dengan sikap yang di tunjukan mereka berdua.
“Kami ingin mengatakan sesuatu sebelum kami pergi, untuk berjaga-jaga kalian bertiga harus bisa membuat organisasi yang kalian bangun bisa aktfir di dua dunia. Bisnis dan mata-mata,”kata Koto.
“Apa yang ingin kamu katakan dengan berkata seperti itu,”ucap Izam yang masih tidak mengerti.”Karena setelah ini akan ada era baru setelah apa yang terjadi,”ucpa Kokoro.”Apa yang kamu maksud era baru?,”kata Izam untuk memperjelas kondisi yang ada.
“Kamu tidak tahu atau memang kamu bodoh setelah apa yang terjadi malam ini,”kata Koto.”Apa maksud kamu ada kaitannya dengan organisasi kegelapan jiwa yang menyerang kalian saat di ruang bawah tanah,”kata Izam.
“Itu benar, sekalian kamu jaga Roki,”kata Kokoro. Mereka berdua yang pergi setelah menyampaikan apa yang ingin mereka katakan. Sampai Izam menahan mereka berdua.”Ada apa?,”ucap Koto.
“Apa kamu ingin pergi ke pulau obat,”kata Izam yang merasa ragu.”Itu benar apa ada pesan yang ingin kamu sampaikan kepada Bunga,”kata Koto.
“Tidak ada,”ucap Izam yang melepaskan tangan mereka dan berjalan melewati kedua menuju tempat pertemuan yang sudah diselenggarakan.
Izam yang tidak bisa berkata apa yang ingin dia lakukan hanya bisa mengabaikan semua dan fokus yang ada didepan dia. Dengan hati yang selalu bisa ingin kembali bersama dengan Bunga tapi dia tidak tahu harus bagaimana dengan masa lalu yang dia buat.
__ADS_1
Hati Izam yang masih galau karena tidak tahu apa yang ingin dia lakukan, hanya bisa menatap ke depan sampai mereka bertiga di tempat yang di tuju.
“Apa semua sudah berkumpul?,”ucap Mizuki.”Sudah di sini dan ini laporan terkait musuh yang baru saja datang,”kata bawahan.
“Mereka sudah di intograsi oleh pihak penyelidik, tapi ada yang ganjil dengan mereka yang datang,”kata bawahan.”Apa yang kamu maksud ada yang aneh,”kata Terko.
Bawahan menunjukan tempat dimana tahanan di intograsi oleh pihak penyelidik. “Mereka ada disana,”ucap bawahan yang menunjuk salah satu orang.
Izam yang melihat merasa ada aura yang aneh di dekat mereka, seperti mereka sedang dalam hinoptis.”Apa yang terjadi dengan mereka?,”kata Izam.”Kami tidak tahu apa yang terjadi? Karena setelah mereka di tangkap sikap mereka berubah,”kata bawahan.
Izam dan Mizuki menghampiri tahanan dan melihat sekilas sampai mereka merasakan kalau ada yang tidak beres dengan kondisi tahan. “Mizuki coba kamu buka pakaian mereka,”kata Izam.” Mizuki yang tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Izam hanya melakukan apa yang dia perintahkan dengan melepaskan pakaian tahan.
Izam hanya mengamati sejenak tanda yang ada di tubuh mereka dan memahaminya sampai dia terpikir satu orang yang bisa menjelaskan tanda apa itu.”Panggil Geri ke sini,”kata Izam sambil berpikir.
Bawahan pergi memanggil Geri untuk menemui Izam. Yang kebetulan Geri sedang mengawasi bebara orang dan menatau pergerakan musuh yang melarikan diri. “Tuan Geri anda di cari, Bos,”ucap bawahan yang ada disampingnya.
“Izam mencariku tidak biasanya. Aku mengerti aku akan datang kesana,”kata Geri. Geri yang sudah sampai di tempat mengahampiri Izam.”Kenapa tuan mencariku,”ucap Geri dari belakang. Izam menoleh ke belakang dan melihat Geri berjalan ke arahnya.
“Coba kamu lihat tahanan ini, apa yang terjadi dengan dia,”kata Izam. Geri mendekati tahan dan melihat tanda kuno di tubuh tahanan tersebut. Geri dengan hati-hati melihat tulisan tersebut dengan cermat sampai dia mereasa kalau ada yang ganjil dengan tanda yang di berikan.”Apa yang hanya satu orang yang memiliki tanda ini?,”kata Geri hanya untuk memastikan dugaan yang dia pikirkan.
__ADS_1
“Apa ada masalah dengan tanda yang ada di tubuh tahanan?,”ucap Mizuki.”Aku tidak tahu pasti, aku harus melihat semua tahanan apa mereka juga memiliki tanda ini juga atau tidak sebelum menyimpulkannya,”kata Geri.
Semua tahanan pakaiannya di lepaskan dan mereka semua terkejut kalau semua tahanan memiliki tanda yang sama hanya berbeda tulisan. Geri menghela nafas sebelum dia berkata,”Tuan sebaiknya anda panggil keluarga Koto ke sini. Jika bisa itu tuan Firman.”
Izam yang tidak menyakan langsung apa yang terjadi dengan melihat sikap dan tatapa yang diberikan oleh Geri kalau ini tidak bisa sembaragan untuk di tangani sendiri.”Terko, kamu pergi cari tuan Firman ke sini, tapi hanya tuan Firman saja yang lain tidak boleh datang. Apa kamu mengerti?,”kata Izam yang menyuruh Terko.
Terko yang tidak berkata apa-apa langsung meninggalkan tempatnya dan menuju ke tempat Tuan Firman berada. Terko yang menuju tempat tuan Firman langsung datang di sampingnya dan berbisik,”Maaf tuan, Izam ingin bertemu dengan anda sekarang.”
Firman yang mendengarkan bisikan Terko langsung meliriknya dengan tatapan bingung.”Apa yang terjadi?,”kata Firman.
“Untuk sekarang sayang tidak bisa mengatakannya karena ini harus anda lihat sendiri,”kata Terko. Firman yang melihat wajah Terko merasa kalau ada sesuatu yang terjadi tapi anehnya kenapa dia berbicara dnegan suara kecil.”Apa aku boleh membawa mereka?,”kata Firman.
“Maaf tuan tidak bisa karena ini, hanya tuan saja yang boleh tahu,”kata Terko. Firman yang merasa ucapan Terko menuju ke satu masalah yang orang lain tidak boleh ketahui. Membuat dia harus meninggalkan rombongan sampai Fira melihat gerak-gerik ayahnya ada yang aneh.
“Ayah mau kemana?,”kata Fira sampai semua orang melihatnya. “Ada urusan sebentar dengan Terko,”kata Firman yang mulai melangkah.”Apa saya boleh ikut,”kata Roki yang merasa ada yang disembunyikan.
“Kamu tetap di sini jaga mereka, tempat ini masih belum aman bukan,”kata Firman yang tersenyum. Fira yang tahu sikap ayahnya dengan senyum ramah tapi memiliki niat yang tidak boleh di ketahui orang lain hanya bisa menahan Roki sambil memengan tangan Roki.
“Kamu mau kemana?,”ucap Fira yang menatapnya. Roki yang sudah luluh melihat Fira tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa mengalah.”Tapi anda harus berhati-hati,”ucap Roki.
__ADS_1
“Kamu tidak usah khawatir karena sayang menjaga tuan Firman,”kata Terko. “Kita pergi sekarang,”ucap Terko yang berjalan lebih dulu untuk menunjukan arah. Firman yang di belakang berjalan mengikuti Terko sampai di tengah hutan Firman berkata,”Apa yang terjadi sampai kamu menyuruhku untuk ikut dengan kamu?.”