
Mizuki dan Rendi yang masih mencurigai satu sama lain yang membuat mereka saling mempercayai apa yang mereka dapatkan. “Untuk apa kamu datang?,”kata Rendi.
“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Siapa kalian yang datang tiba-tiba dihadapan Martin,”kata Mizuki. “Muncul tiba-tiba. Apa maksud kamu,”kata Rendi yang tersenyum. “Aku tidak tahu kalau Martin memiliki teman lama,”kata Mizuki yang sudah mencari info terlebih dahulu. “Itu benar kami adalah teman lama Martin yang sudah berpisah karena sebuah urusan. Jika kamu mencari tahu lewat apa yang kamu dapatkan. Percuma saja itu tidak lengkap,”kata Rendi yang masuk kedalam. “Jika tidak ada yang lain aku harus pergi,”kata Rendi yang menutup pintu mobi tapi dihadang oleh Mizuki. “Apa mau kamu,”kata Rendi. “Aku akan ikut dengan kamu,”kata Mizuki yang masuk ke dalam mobil Rendi. “Merepotkan saja,”ucap Rendi dengan suara kecil.
Mobil melaju menuju tempat dimana mereka bertarung. Sampai di tempat mereka berdua dikejutkan oleh anak bawah mereka dan rekan mereka yang terluka tidak sadarkan diri di tanah. “Apa yang terjadi sini,”kata Rendi yang keluar dari mobil dan di ikuti oleh Mizuki. Mizuki yang keluar bersama Rendi mencari orang yang masih sadarkan diri, tapi dari semua orang yang ada mereka semua terluka dengan parah. Rendi menghubungi Mark untuk membawa bala bantuan untuk membawa mereka ke rumah sakit. Secara bersamaan mereka berdua datang Terko dan Mark yang membawa bala bantuan. Dengan serentak mereka berkata,”Apa yang terjadi disni?.”
Mereka berdua hanya menggelengkan kepala. “Saat kamu datang kesini mereka semua sudah di tanah,”kata Rendi.
“Kami tidak menemukan jejak pelaku sampai sekarang,”kata Mizuki. “Apa kalian sudah memberitahukan pada Bos,”kata mereka berdua. “Tida,”ucap mereka berdua. “Jangan katakan apa-apa oleh Bos,”kata Terko.”Kita belum menemukan bukti apa yang terjadi disini,”kata Mark.”Kami mengerti,”kata Rendi.
Setelah apa yang terjadi semua anak buah yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa sedangkan Rendi dan Mizuki bersama Terko dan Mark tetap di tempat bersama beberapa orang untuk membereskan apa yang terjadi. “Jika kalian menemukan yang mencurigakan beritahu kami. Apa kalian mengerti,”kata Mark dengan tegas.
__ADS_1
“Sebenarnya siapa yang mencari masalah dengan kita,”kata Terko.”Kamu tanya kepada siapa?,”ucap Mark. “Menurut kamu tanya ke siapa kalau bukan kepada kalian yang ada disini,”kata Terko.
“Aku pergi dulu,”ucap Rendi yang merasa bosan dengan pertengkaran mereka berdua. Mizuki yang sudah berjalan terlebih dahulu mulai membersihkan yang ada sekalian mencari tahu sebab akibat mereka terluka.
Mereka semua menyelusuri semua yang ada sedikitpun mereka tidak menemukan apa-apa sampai Rendi yang sudah menyelusuri semua yang ada celah tidak menemukan apa-apa. “Bagaimana apa kalian menemukan sesuatu,”kata Terko. Semua serentak menggelengkan kepala karena pencarian mereka tidak menghasilan apa-apa mereka semua pergi ke rumah sakit. Rendi dan Mizuki yang masih di tempat mencari ke dalam lagi. Hingga malam beranjak malam mereka tidak menemukan apa-apa. Tapi tidak tahu kenapa suasana berupah menjadi menegangkan. Membuat Rendi dan Mizuki merasakan ada yang tidak beres dengan tempat mereka saat itu.
“Apa kamu merasakannya?,”kata Mizuki. “Aku merasakannya ada sesuatu yang akan terjadi,”kata Rendi. “Sebaiknya kita masuk ke dalam mobil dulu untuk menghindar apa yang akan terjadi,”kata Rendi.
Mereka berdua masuk kedalam mobil menyala dan mereka meninggalkan tempat itu mencari tempat persembunyian. Sampai mendapatkan tempat yang pas mereka melalu jendela mobil mereka melihat anak seorang yang datang ke tempat. Mereka melihat dengan seksama tapi mereka tidak mengenal siapa orang itu. Sampai tatapan mereka melihat ke arah mobil. Karena merasa khawatir akan ketahuan Rendi menyalakan mobil, tapi tidak tahu kenapa saat mereka menjauh jalan yang mereka lewati dia sudah dihadang oleh mobil yang lain. Membuat mereka berdua bertanya siapa mereka. Mizuki dan Rendi saling menatap satu satu sama lain. “Apa yang harus kita lakukan sekarang,”kata Rendi.
“Hizam kenapa kamu ada disini. Dan siapa orang yang ada dibelakang kamu?,”kata Mizuki. Hizam hanya tersenyum dan menghampiri Mizuki tanpa ada kesiapan kalau dia akan mendapatkan suatu tembakan di perut. “Kamu berkhianat Hizam, kamu akan mendapatkan ganjaran yang setimpal,”kata Mizuki yang mendorong Hizam dari tenaga yang dia miliki. Rendi yang menyadari akan apa yang dia lihat kalau ada yang berkhianat diantara anggota sudah mempersiapkan rencana terakhir. “Apa kamu juga kan membunuhku Marco,”ucap Rendi yang tahu kalau dia tidak bisa dipercaya. “Sudah aku tahu kalau kamu memang bukan tipe sahabatku,”kata Marco yang sudah menghadapkan pistol di kepalanya.
__ADS_1
“Apa kamu yakin bisa membunuhku,”kata Rendi yang tahu hari ini akan terjadi. Sebelum apa yang dia curigai Rendi sudah mencari orang yang dia percayai untuk membuat grupnya melawan para penghianat bersama perusahaan X. Tidak tahu apa yang terjadi sebelum dia menembakan pistol dari jauh terdengar suara tembakan sniper yang sudah menjaga Rendi dari jauh. Rendi dan kawan mereka yang sudah berjaga diluar pengawasan mereka keluar membantu Rendi tanpa diketahui identitas mereka. Rendi membawa Mizuki yang sedang terluka melarikan diri.
Orang yang mengejar Rendi dan Mizuki tapi mereka kehilangan jejak mereka sampai ketua dari penghianat itu adalah Andre. “Bos kenapa anda keluar,”kata Hizam. “BUNUH kedua orang itu jangan sampai mereka menggagalkan rencana kita. Apa kalian mengerti,”ucap Andre. “Siap bos,”kata semuanya. Mereka semua berpencar mencari Rendi dan Mizuki.”Untuk kalian berdua sudah waktunya membuat perselisihan antara kedua Bos kalian. Apa kalian mengerti,”kata Andre melihat kearah Hizam dan Marco. Andre masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan keduanya.
“Menurut kalian kemana mereka akan pergi,”ucap Hizam melihat Marko.
“Kamu tidak tahu tentu saja dimana Rendi membuat orang yang dipercayainya sekarang,”kata Marco yang berjalan pergi. “Kamu yang urus ya aku akan pergi ketempat lain,”kata Hizam. Mereka berdua berpisah dijalan masing-masing untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Rendi yang tidak langsung pergi ke tempat mereka seharusnya pergi ke tempat Roki.
Roki yang ada didalam rumah menyadari kalau ada yang tidak beres. Dia keluar dari kamar dan melihat Rendi sekutunya dan Mizuki teman dari Izam. “Apa yang terjadi?,”kata Roki.”Nanti saya akan jelaskan Bos tapi sekarang selamatkan orang ini dulu,”kata Rendi.
Mereka berdua masuk yang dilihat oleh ibunya.”Apa yang terjadi?”kata Ibu Roki.”Maaf tante mengganggu malamnya,”kata Rendi. Roki yang merasakan hawa keberadaan orang yang asing masuk kewilayahnya. “Kalian berdua ikut denganku kebawa?,”kata Roki.
__ADS_1
“Ma, mungkin ada orang yang datang rahasiakan ya apa yang terjadi?,”kata Roki kepada Ibunya yang mantan anggota tentara. “Ibu mengerti,”ucap Ibu Roki yang bernama Melati.
Setelah Roki membawa Rendi dan Mizuki kebawah, tidak lama pintu diketuk. Bu Melati melangkah menuju pintu rumah dan membuka pintunya.