
Setelah malam di butik mereka bekerja sama untuk mencari siapa dalang dari perselisihan yang terlah terjadi. Dengan mecoba mengikuti drama yang mereka perbuat. “Kenapa kami tidak boleh kelantai dua?,”ucap Hizam.
“Maaf tuan. Lantai dua hanya untuk pegawai dan staf karyawan dan penjahit untuk orang luar dilarang ke lantai dua,”ucap pegawai menjelaskan.
“Tadi saya melihat ada yang naik ke lantai dua, itu bukan pegawai. Kenapa mereka bisa ke atas,”kata Hizam yang tetap menerobos naik. Tapi sangat disayangkan mereka dihalangi oleh penjaga yang bertugas untuk naik ke lantai dua.
“Maaf anda dilarang naik ke atas,”kata Pegawai yang berjaga.
Karena mereka tidak bisa ke atas Hizam dan yang lain keluar butik dan menuggu mereka keluar. “Kenapa mereka lama sekali,”kata Hizam.
Satu jam telah menuggu akhirnya Izam dan Terko keluar yang diikuti oleh Roki dan Martin. Mereka keluar dengan memar di wajah mereka yang membuat Hizam senang karena rencana yang mereka buat telah berhasil.”Tinggal menuggu waktu mereka akan berpisah,”kata Hizam dalam hati.
Setelah mereka berpisah Martin mengantar Roki pulang. “Apa kamu tidak apa-apa?,”ucap Roki yang khawatir dengannya.
“Tidak, yang harus kamu khawatirkan itu bukan aku tapi kamu sendiri,”kata Martin.”Apa maksud kamu?,”ucap Roki.
“Apa kamu benar tidak tahu,”ucap Martin. Tiba-tiba raut wajah Roki berubah dengan suasana yang berbeda. “Apa mobil kamu aman untuk kita berbicara,”kata Roki dengan tajam. Martin yang tersenyum mengaktifkan satu perangkat pengaman yang sudah dimodifikasi oleh Jel.”Tenang saja mereka tidak akan bisa menyadap apa yang kita bicarakan,”kata Martin dengan tenang.
“Baguslah jika seperti itu,”ucap Roki.”Sejak kapan kamu mengetahui identitasku,”kata Roki.
“Apa hanya itu saja yang ingin kamu katakan,”ucap Martin.”Menurut kamu?,”ucap Roki yang masih santai tapi ada penekanan.”Bukannya kita satu aliansi yang sama, kenapa kamu tidak mengenal diriku,”ucap Martin.
“Apa maksud kamu?,’kata Roki yang masih belum paham.
“Apa benar kamu tidak ingat denganku,”kata Martin. Roki terdiam dan berpikir dalam hati,”Apa aku mengenal Martin dengan nama lain.”
__ADS_1
“Jika kamu ingin tahu nanti tanya bu Melati mungkin dia bisa menjelaskan semuanya kepada kamu,”kata Martin. Sampai mereka di depan rumah Roki Martin keluar.”Apa aku boleh masuk?,”ucap Martin dengan santai.
“Tentu saja,”ucap Roki. Sebelum mereka membuka pintu ibu Melati membuka pintu terlebih dahulu.”Kenapa baru pulang sekarang,”kata ibunya.
“Maaf bu tadi mampir ke butik dulu,”ucap Roki.”Selamat malam Bu Melati,”kata Martin dari belakang Roki.”Malam,”ucap bu Melati sambil melihat kearah Martin.
“Kamu, kenapa bisa ada disini,”ucap ibunya Roki. “Apa kita bisa masuk kedalam, untuk berbicara,”kata Martin.”Tentu saja ayo masuk kedalam,”ucap ibu Roki. “Ma kenal dengan Martin,”ucap Roki yang berjalan disampingnya.
“Apa kamu lupa kalau dia adalah pengawal kamu saat kamu kecil,”kata Ibunya.
“Apa? Tidak mungkin, pasti ibu sedang bercanda,”kata Roki yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ibunya. Ibunya menghela nafas dan berjalan menuju dapur.”Sekarang jelaskan siapa kamu?,”kata Roki.”Bukannya tadi ibu kamu sudah mengatakannya, kalau aku adalah penjaga kamu saat kamu kecil,”ucap Martin yang tersenyum.
“itu tidak mungkin, pasti kamu berbohong,”kata Roki.
“Apa yang dikatakannya itu benar apa kamu tidak ingin kamu selalu bermain dengan dia saat ibu sedang ada dinas kelapangan dan kamu selalu ibu titipkan ke teman ibu,”kata ibunya.
“Silakan diminum nak,”ucap ibu Roki.”Terima kasih tante. Bagaimana kabar tante sekarang apa masih sehat?,”ucap Martin dengan santai dan sopan.”Tante sehat, bagaimana dengan ibu kamu, tante dengar kalau mama kamu dan ayah kamu sudah bercerai karena uang. Apa itu benar?,”kata Ibu Roki.
“Keadaan mama baik saja sekarang menjalankan bisnis cafe bersama kedua kakak saya. Apa yang tante ketahui itu benar mama dan ayah saya sudah bercerai,”kata Martin.
“Tunggu kenapa kalian bahas topik yeng berbeda,”kata Roki.”Apa yang ingin kamu dengar?,”kata Martin.”Apa benar kamu adalah penjagaku saat aku kecil, jika itu kamu pasti kamu tahu kalau aku ada luka tembak di bagian perut bukan,”ucap Roki.
“Apa yang kamu katakan benar kalau kamu memiliki bekas luka di bagian perut dan tidak hanya itu saja ada bekas luka di bagian punggung itu bekas luka bakar,”ucap Martin.
“Bagaimana kamu bisa tahu. Apa benar kamu kak Ezan, tapi kenapa kamu mengubah nama kamu,”kata Roki yang tidak percaya.
__ADS_1
“Siapa yang mengubah nama,”kata Martin.”Nama ku adalah Martin Ezan saputra,”kata Martin menjelaskan.
“Jadi itu kamu,”ucap Roki yang memeluk Martin.”Tidak aku sangka bisa bertemu dengan kakak lagi, tapi kenapa kamu menghilang waktu itu,”ucap Roki yang melepaskan pelukannya.”Karena setelah penceraian ayah dan ibu ku. Kami dikejar oleh para preman yang mengharuskan aku dan keluargaku pindah tempat,”kata Martin.
“Jadi seperti itu,”kata Roki.”Kalian mengobrol nanti sekarang mama ingin tahu bagaimana perkembangan kehidupan kalian,”ucap ibu Roki.
“Seperti yang tadi saya katakan ibu dan kakak saya membuka cafe jika tante ingin berkunjung disini alamatnya,”kata Martin memberikan alamat cefenya.”Tante akan datang karena sudah lama tidak bertemu dengan ibu kamu,”ucap ibu Roki.
“Kalau kamu sendiri bagaimana,”kata Ibu Roki.”Saya sekarang bos dari preman selatan dan bos darai perusahan L yang kebetulan sedang melakukan proyek bersama dengan perusahan Roki,”kata Martin.
“Bukannya perusahaan L itu dipimpin oleh Mark kalau tidak salah,”kata Roki. “Apa yang kamu katakan itu benar, tapi dia adalah anak buahku dan kakak iparku,”ucap Martin.”Sekarang aku tahu kalau kamu begitu santai saat pembicaraan tadi di butik,”kata Roki.
“Sekarang kamu sudah mengertikan,”ucap Martin.”Aku sudah tahu,... tunggu dulu apa kamu juga sudah tahu soal Remon dan Mui,”kata Roki.
“Soal yang itu aku tahu tapi aku sedang bermain bersama Rendi jadi kami tidak saling mengenal. Kamu pasti tahukan kalau musuh yang kita hadapi bukan sembarangan,”kata Martin menjelaskan.
Roki menganggukkan kepalanya,”Karena itu kamu masih santai saja.” Martin hanya tersenyum,”Apa yang kalian sedang bahas?.”
“Begini tante ada salah satu organisasi yang mencoba memisahkan persahabatan aku Roki dan Izam,”kata Martin menjelaskan dengan singkat.”Apa kalian sudah tahu organisasi mana yang mencoba membuat perselisihan diantara kalian berdua?,”kata ibu Roki.
“Untuk sekarang masih belum jelas tapi saya menduga kalau itu adalah Andre,”kata Martin.”Andre kata kamu,”ucap Ibu Roki.”Iya tante,”kata Martin.”Tapi itu masih dugaan saja dan masih mencari bukti lagi,”kata Roki.
“Jika kalian berhadapan dengan orang itu mustahil kalian akan mendapatkan bukti yang jelas. Karena orang itu sangat berbahaya,”kata Ibu Roki.
“Apa yang anda katakan itu benar. Apa lagi Andre sekarang sudah membuat cabang perusahan baru di negara M,”kata Martin.”Tungggu dulu perusahan apa itu,”kata Roki.
__ADS_1
“Perusahan entertainment dan properti,”Kata Martin.”Apa kamu yakin dengan apa yang kamu ucapkan,”kata Roki.”Iya, kenapa apa ada masalah,”ucap Martin.
Akankah perusahan yang dijalankan oleh Roki untuk mengambil saham milik ibunya bisa berjalan lancar.