
Bram membuka gudang penyimpanan masuk terlebih dahulu dan disusul oleh Martin dan Morgan yang mendorong kursi roda. Sampai di dalam Martin merasakan aura yang tida biasa ada sesuatu yang aneh dengan tempat penyimpanannya. Sampai putih berkata,”Rahasia klan semesta dunia.” Martin gelap hanya terdiam sampai Bram menunjukkan pil tersebut.”Ini dia pilnya,”kata Bram. Martin mengambil Pilnya untuk diperiksa sampai beberapa menit kemudian dia berkata,”Ini tidak ada efek apa-apa. Tapi...”
“Tapi apa,”ucap Morgan yang dibelakangnya.”Bagaimana mereka mendapatkan bahan untuk membuat kedua pil ini, bukanya bahanya sangat langka di dunia manusia,”ucap Martin yang bingung.
“Mungkin saja mereka mendapatkan bahanya sama dengan kita dari berbagai pulau yang tidak terdeteksi atau tidak dilacak oleh pemerintah,”kata Morgan.”Mungkin saja,”kata Martin.”Kenapa kamu bisa berkata seperti itu, tidak yakin dengan pilnya,”kata Morgan.”Bukan itu, hanya saja aku merasa yang membuat pil ini sangat hebat,”kata Martin menoleh kebelakang sambil tersenyum.
Morgan yang melihat sikap Martin hanya bingung,”Kenapa dengan kamu. Apa kamu sakit?.” Martin menggelengkan kepalanya sampai dia berkata,”Pilnya tidak ada masalah apa-apa. Tapi apa itu yang ada dibelakang kardus dan tumbukan barang itu.” Bram dan Morgan melihat kearah yang ditunjuk oleh Martin.”Maksud kamu lukisan ini,”kata Bram.”Lukisan,”ucap Martin.
“Iya, apa anda ingin melihatnya,”kata Bram yang mengambilnya. Bram mengambil lukisan yang dimaksud dan memberikannya kepada Martin yang sedang duduk di kursi roda.”Kenapa kamu,”Kata Morgan yang juga melihatnya. Martin melihat dengan seksama lukisan yang diambil oleh Bram dan menemukan secarik jiwa yang tidak bisa dia katakan.”Putih cari tahu lukisan ini,”kata Gelap.
Putih yang juga melihat lukisan didalam ruang jiwa mendapatkan sesuatu tentang lukisannya.”Jiwa yang terkurung,”kata Putih.”Siapa,”kata Gelap.”Mana aku tahu,”ucap putih.”Jangan membuat aku pusing ya,”kata gelap. Putih menghela nafas,”Lukisan yang seharusnya di buat pada masa ini. tapi lebih tepatnya lukisan alam semesta yang berbeda dengan dunia kita.”
“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan,”ucap Gelap.”Iya,”ucap Putih. Morgan yang melihat sikap Martin yang serius membuat dia penasaran.”Apa ada yang aneh dengan lukisannya,”kata Morgan.”Ada... tapi aku tidak akan memberitahukan kamu,”kata Martin.
“Apa aku boleh membawa lukisan ini,”ucap Martin.”Tentu saja,”kata Bram.”Ayo kita pergi keluar,”ucap Martin.”Sudah hanya itu saja yang ingin kamu ambil bukanya pil,”kata Morgan.”Iya memangnya kenapa dengan pilnya,”kata Martin yang tidak tahu.
__ADS_1
“Apa kamu serius dengan apa yang kamu katakan,”ucap Morgan yang menaruh tangannya di dahi.”Inikan pil pemulihan jiwa dan pil penyembuh,”kata Morgan menjelaskan.”Iya terus kenapa,”kata Martin yang masih tidak paham. Sedangkan putih hanya bisa tertawa,”Kamu bodoh.”
“Apa maksud kamu aku bodoh,”kata Gelap.”Jika tidak bodoh kenapa kamu tidak mengambil kedua pil itu untuk kamu sendiri,”ucap Putih.”Kamu yang bodoh ya, kedua pil ini tidak akan berguna untuk tubuh kita,”kata Gelap.”Apa maksud kamu,”ucap Putih yang bingung.
“Khasiat dari kedua pil ini akan membahayakan tubuh kita kenapa aku tidak ambil,”ucap Gelap.”Tunggu,”ucap Putih yang berpikir mencari tahu apa yang terjadi. Sampa Bram berkata,”Pil ini bisa menyembuhkan kemampuan jiwa anda dan menyembuhkan anda Martin. Maksud Morgan tadi.”
“Aku tahu kalian khawatir dengan tubuhku. Tapi kedua obat ini tidak akan bisa menyembuhkan jiwaku yang sudah rusak karena gelombang jiwa,”kata Martin. Sementara putih yang mencari tahu baru sadar kalau aku menggunakan gelombang jiwa yang menghancurkan titik vitalku yang membuat aku harus merasakan menjadi manusia biasa.”Apa maksud kamu,”kata Morgan yang tidak percaya.
“Kamu ingat dengan buku yang kamu baca tentang gelombang jiwa ibis berbenturan dengan gelombang jiwa murni. Apa yang terjadi, jawaban ada dipikiran kamu,”kata Martin.”Ayo kita keluar tubuhku merasa tidak nyaman,”kata Martin. Morgan mendorong Martin sampai ke kamar bersama dengan Bram yang membawa lukisannya. Bram yang keluar menyiapkan makanan untuk mereka sedangkan Morgan yang masih menuggu Martin menjelaskan dengan apa yang dia katakan di gudang penyimpanan.”Kenapa kamu masih disini, tidak ada kerjaan kamu,”ucap Martin.”Kamu itu adikku tapi menyebalkan saja. Kamu belum jawab soal dua pil tadi dengan kondisi tubuh kamu,”kata Morgan.
“Iya benar bodoh,”kata semuanya bergiliran.”Kenapa kalian,”ucap Morgan yang melirik dengan tajam kearah mereka yang masuk kedalam ruangan.”Apa kamu tidak tahu jika gelombang jiwa iblis dengan gelombang jiwa murni bertemu akan berakibat pada tubuh yang mengeluarkan aura jiwa tersebut..,”kata Ali yang dilanjutkan oleh Alex.”Jika dia menggunakan pil yang kemarin kita dapatkan akan memburuk tubuh adik anda. Tapi sebaliknya jika pil tersebut memiliki garis tiga dan menggunakan tanaman yang tempat dan berkualitas tinggi,”kata Alex.
“Jika tidak berkualitas, maka akan memburuk kondisi tubuh adik anda,”ucap Ali.”Apa itu benar Martin,”kata Morgan yang melihat kearah Martin. Tapi sangat disayangkan Martin yang sudah berbaring tertidur memulihkan kondisinya yang belum kembali pulih.”Kenapa kamu banyak tidur akhir-akhir ini,”ucap Morgan yang berdiri.”Itu karena kondisi Martin masih belum pulih,”ucap Remon dari balik jendela teras.
“Siapa di sana,”kata Alex yang berjalan ke teras.”Hai lama tidak bertemu,”ucap Remon yang berjalan melewati Alex yang membuka pintunya.
__ADS_1
“Siapa kamu,”kata Eza yang menodongkan pistol kearah Remon.”Kamu,”ucap Keri yang berlari untuk memeluk Remon. Tapi sangat disayangkan Remon bisa menghindar dan berlindung dibalik punggung Morgan yang ada disampingnya.
“Tuan muda,”ucap Bram.”Sudah cukup.. dia ada di pihak kita sekarang,”kata Morgan menjelaskan kondisinya.
“Apa maksud anda,”kata Mikhail.”Dia adalah teman Martin yang di negara M yang memiliki jiwa aura murni,”kata Morgan menjelaskan.”Jadi dia bukan penyusup,”kata Keri.”Iya,”ucap Morgan.”Bagaimana kondisi Martin,”kata Remon.”Seperti yang kamu lihat,”kata Morgan. Remon yang merasakan aura yang aneh disekitar dia membuat dia merasa tidak nyaman. Sampai dia melihat lukisan didepan meja. Dia mengambil lukisan tersebut,”Ini bukannya lukisan alam semesta ayang ada di dunia lain.”
“Apa kamu mengenal lukisan itu,”kata Morgan. Remon melirik kearah Morgan,”Ada apa?.”
“Apa kamu tahu arti dari lukisan tersebut. karena adikku juga menyukai lukisan itu yang ada di gudang penyimpanan,”kata Morgan menjelaskan.”Kamu tidak tahu tentang lukisan ini,”kata Remon.
“Apa aura jiwa murnimu sudah menghilang,”kata Remon lagi.”Seperti yang kamu lihat aku dan Martin manusia biasa sekarang,”ucap Morgan.
“Apa kamu yakin dengan kamu katakan kalau Martin hanya manusia biasa. Dia memiliki dua sisi yang berbeda yang tersegel. Pasti kamu tahu apa maksudnya bukan,”kata Remom.”Sama dengan kamu, jiwa kamu yang satu juga tersegel oleh Martin agar pada waktunya dia bisa menolong kamu. Tapi bukan sekarang,”ucap Remon yang menaruh lukisannya.
“Itu saja yang ingin aku beritahukan aku pergi lain kali kita bertemu lagi,”kata Remon yang pergi seperti biasanya.”Apa yang dia maksud,”kata Ali.”Morgan yang sedang berpikir hanya bisa terdiam dan mencari tempat untuk merenung sambil menjaga adiknya yang masih berbaring. Sampai Morgan mengingat satu catatan dari ayahnya,”Bram ambil buku milik ayah dulu. Aku ingin membacanya sekarang.”
__ADS_1
“Baik tuan,”kata Bram yang keluar dan mengambil bukunya.