
Morgan yang sudah pergi ke pulau bunga persik sedangkan adiknya yang masih dalam kondisi berbaring tidak sadarkan diri. Sudah mendapatkan obat penawar hanya menuggu obatnya berekasi. Zen yang masih galau ingin menyusul Morgan atau menuggu kedua orang itu bangun. Dengan pikiran yang bimbang dia hanya bisa menuggu Martin dan Kyoshi yang dalam pemulihan. “Kokoro dimana dia?,”ucap Zen dengan wajah lesu.
“Kamu tidak usah khawatir, mungkin dia menyusul Morgan di pulau,”kata Koto. Roki yang melihat sekelilingnya merasa percakapan Zen dengan Koto sangat aneh. Tapi dia urungkan untuk bertanya karena melihat Bunga keluar dari ruangan.
“Bagaimana kondisi mereka akan baik saja?,”kata Roki setelah menuggu Bunga keluar ruangan.
“Kamu tidak usah khawatir dia sudah pada taham pemulihan,”kata Bunga.”Bagaimana dengan racunnya?,”kata Izam yang menatap ke arah Bunga. Bunga yang kembali menatap dengan tatapan biasa menjawab,”Racun dalam tubuhnya perlahan menghilang, tinggal menuggu waktu saja mereka membuka mata.”
“Baguslah jika mereka sudah mulai baik,”kata Roki.
Bunga yang melihat sekeliling mencari Morgan tapi dia tidak menemukannya sampai Koto berkata,”Tidak usah di cari, ada masalah yang mengharuskan dia pergi.”
“Pergi ya,”ucap Bunga.”Apa ada masalah?,”kata Izam.
“Tidak ada, hanya ingin mengembalikan bukunya saja,”kata Bunga. “Jika dia pergi, kenapa kamu tidak ikut Zen?,”kata Bunga ke arahnya. “Awalnya ingin mengikutinya tapi dia berpesan untuk menjaga mereka,”kata Zen dengan wajah lesu.
Martin yang merasakan jiwanya telah kembali pulih mendengar percakapan mereka dari dalam. Tapi dia tidak mendengar suara kakaknya hanya kata yang dia dengar kalau dia pergi.”Siapa yang pergi, apa itu Morgan. Tapi dia pergi kemana apa yang terjadi?,”ucap dia dalam hati.
Martin yang masih belum pulih hanya bisa merasakan jiwa kakaknya dari jauh kalau dia masih hidup. “Aku ingin segera membuka mata?,”kata hati Martin. Tubuhnya yang tidak bisa menuruti keinginan dia hana bisa menuggu kondisi tubuhnya sudah terkumpul semua.
__ADS_1
Di tempat lain, Morgan yang sudah sampai di pulau di kejutkan dengan serangan tiba-tiba dari musuh. Morgan yang menyadarinya langsung menusukkan belati ke tubuh musuh dengan mudah saat dia datang mendekat. “Apa yang terjadi di sini?,”kata Morgan yang melihat sekelilingnya kalau kondisi pulau sudah setengah hancur oleh musuh.”Hanya beberpa menit saja pulau bunga persik sudah sampai seperti ini, sebenarnya siapa yang melakukan ini,”kata Morgan yang masuk ke dalam pulau.
Kokoro yang juga sudah sampai di pulau melihat pulau penuh dengan darah. Membuat dia segera mencari Morgan.”Apa yang terjadi di sini?,”kata Kokoro.
Kokoro yang tidak tahu apa yang terjadi hanya mencari sambil membunuh musuh yang datang menyerang dia. “Bisa tidak kalian tidak usah datang menghalangiku, membuat kacau saja,”ucap Kokoro yang kesal karena dari tadi di selalu bertemu dengan musuh yang menyerang.
Morgan yang sudah sampai di tengah pulau dimana tempat tinggal dia. Melihat semua orangnya sudha pada kondisi terluka. Morgan datang ke arah mereka yang mendapatkan serangan dari musuh. “Siapa kalian?,”ucap Morgan dengan tatapan tajam menghadang musuh yang menyerang orang Morgan.
“Itu bukan urusan kamu, mereka harus mati,”kat musuh. Sampai dia mendapatkan seranga dari belakang dengan bisikan,”Kamu juga harus mati.” Morgan mersakan hawa keberadaan musuh darai belakang langsung menghindar dan menembakkan pistol ke arah mereka berdua secara bersamaan.”Jangan berharap kamu bisa membunuhku,”kata Morgan.
Selagi tidak ada musuh yang datang dia, mengaktifkan formasi pelindung pulau walaupun sudah terlambat. Tapi dia bisa menyelamatkan beberapa orang yang masih hidup. Formasi pelindung pulau sudah di aktifkan oleh Morgan. Sementara sisa orang yang tidak bisa keluar dari formasi harus di bunuh. Morgan yang mengaktifkan bakat keturunan dari kedua orang tuanya memanggil monster abadi di alam semesta dunia untuk membunuh musuh.”Monster abadi dunia alam semesta aku tuan kamu aku panggil kamu datang ke dunia manusia untuk membunuh musuh, datanglah,”ucap Morgan sambil mengangkat satu tangannya ke atas dan satu lagi ke arah musuh yang ingin di serang.
Kokoro yang melihat awan hitam membuat firasat kalau dia mungkin dalam masalah kalau dia tidak di samping Morgan.”Sebaiknya aku segera pergi dari sini,”kata Kokoro yang menggunakan peringan tubuh untuk sampai di tempat Morgan. Satu jam dia menggunakan peringan tubuh dengan menghadapi semua musuh yang datang. Sampai di hadapan Morgan.”Apa kamu baik-baiks aja?,”ucap Kokoro setelah sampai di depan dia.
“Kenapa kamu bisa ada disini?,”kata Morgan yang terkejut kalau Kokoro datang ke pulau bunga persik.”Karena kamu tiba-tiba pergi dengan wajah tidak enak di pandang,”ucap Kokoro.
“Tapi siapa mereka dan bagaimana kamu memanggil monster abadi dunia alam semesta,”kata Kokoro yang tidak percaya dengan dia lihat.
“Nanti aku akan jelaskan tapi tidak sekarang,”kata Morgan yang sedang fokus mengendalikan para monster. Kokoro yang melihat orang yang selalu dekat dengan Morgan dan Martin sedang terluka dia membantunya dengan memberikan pil pemulih jiwa.”Makan ini agar kalian pulih darai luka dalam dan luar,”kata Kokoro.
__ADS_1
Semua orang telah menerima obat pemberian Kokoro langsung memakannya. Kokoro melihat Morgan yang mengeluarkan banyak tenaga jiwa membantunya dengan menyalurkan tenaga yang dia miliki.”Terima kasih,”ucap Morgan yang menerima bantuan dari Kokoro.
Setelah itu Morgan fokus lagi mengendalikan sampai semua musuh sudah binasa. Dengan wajah tajam dengan mengeluarkan aura pembunuh Morgan mengembalikan para monster ke dunia asal mereka dengan satu ucapkan,”Kembalilah.” Semua monster kembali ke tempat asal mereka dengan awan hitam kembali normal. Morgan menghela nafas untuk menghilankan hawa pembunuh di sekitarnya.
“Bagaimana kondisi kamu?,”kata Kokoro yang masih di belakang dia. Morgan hanya tersenyum,”Aku baik saja terima kasih untuk bantuannya. Jika tidak ada kamu aku mungkin sudah kehilangan semua tenagaku.”
“Tidak masalah, hanya saja bagaimana kamu bisa memanggil monster di peda dunia,”kata Kokoro yang ingin tahu.”Itu karena aku keturunan dari semesta alam, pasti kamu sudah tahu bukan. Asal usul diriku, sampai kamu datang ke sini,”kata Morgan.
Kokoro hanya bisa menatap ke arah Morgan.”Tapi tidak aku sangka ada seorang yang bisa memanggil monster beda dunia,”kata Kokoro.”Karena warisan orang tua,”ucap Morgan yang mendekatai Bram.
“Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa pulau bisa di serang musuh,”kata Morgan yang melihat Bram sudah mulai berdiri. “Itu terjadi saat tuan pergi ke pulau sun antrika,”kata Bram.
“Apa maksud kamu?,”ucap Morgan yang tidak mengerti. “Saat tuan pergi ke pulau ada musuh yang memantau pulau karena kondisi pulau saat di tinggal oleh tuan dan Eza bersama dengan Mikhail tidak ada di tempat. Ada cela musuh untuk datang, saat itulah mereka menyerang,”kata Bram menjelaskan.
“Dimana Eza dan Mikhail sekarang,”kata Morgan yang tidak melihat mereka berdua.
“Saya tidak tahu tuan,”kata Bram. “Mereka pergi untuk berkunjug ke rumah katanya orang tua mereka berdua sakit terserang wabah penyakit,”kata Keri.
“Wabah penyakit apa yang kamu maksud?,”kata Morgan yang sedang berpikir. “Bukannya tempat tinggal kedual orang tua mereka berada selalu di jaga oleh dua pembele jiwa bukan, kenapa bisa ada wabah penyakit,”kata Morgan.
__ADS_1