
“Rahasia Izam,”ucap Roki yang bingung dan memiringkan kepalanya.”Apa yang dia maksudkan. Aku tidak mengerti,”kata Roki.
Roki melihat ke arah Fira yang pergi dari tatapannya.Hati Roki yang ingin menyentuh Fira tertahan karena dia harus menyelesaikan masalah yang belum selesai. Sampai Yamato dan kakek datang.”Dimana Fira,”kata Kakek.
“Dia katanya mau keruang tengah,”ucap Roki.”Kenapa kamu tidak menemaninya,”kata Kakek. “Kakek tahu kalau aku sedang memantau satu bangunan dan baru saja aku mendapatkan telepon dari perusahaan,”kata Roki.
“Kata kamu libur masih saja mengurus pekerjaan perusahaan,”kata Kakek yang kesal dan berjalan menuju ruang tengah dimana Fira berada.
“Maaf tuan ini ada surat untuk anda,”kata Yamato.” Surat dari siapa lagi?,”kata Roki yang mengambil suratnya.
Roki membuka suratnya dan membaca isinya setelah selesai membacanya dia menghubungi Mizuki dan Terko yang ada didekat Izam secara diam-diam. Untuk memberitahukan kalau mereka sudah mulai bergerak setelah Izam mulai tidak berkontribusi dalam aliansi mereka.
“Apa ada masalah tuan muda,”kata Yamato.”Tidak ada hanya untuk pencegahan. Suruh mereka untuk memasang pelindung disekitar pulau dan perusahaan dan tempat ini segera mungkin. Tambah lagi penjagaan dan patroli 24 jam secara bergilir. Jangan sampai ada yang masuk ke kekuasaan kita. Apa kamu mengerti?,”kata Roki yang berjalan menuju Fira dan kekek yang ada di ruang tengah.
“Tuan apa akan ada masalah besar yang akan terjadi,”kata Yamato. Roki hanya tersenyum kepada Yamato yang kemudian dia meninggalkannya.
Yamato yang tahu akan terjadi penyerangan secara massal pergi ke tempat Surya untuk memberitahukannya. Roki mengamati setiap ruangan yang dibangun dengan baik dan terdapat jalan rahasia. Sampai dia mendengar suara getaran di celananya. Dia mengambilnya dan melihat ke layar ponsel dan melihat pesan email yang masuk dari Kyoshi yang bertanya soal foto yang aku kirim satu bulan yang lalu.
“Dia ingin tahu dari mana aku mendapatkan Foto itu,”ucap Roki sambil berjalan.”Sekalian aku beritahu saja kalau merekaharus waspada kalau Organisasi Kegelapan Jiwa sudah akan bergerak setelah pemberontakan Izam yang dilakukan secara diam-diam. “Aku menemukan di pulau yang sudah terisolasi d barat daya dekat dengan markas utama Organisasi kegelapan. Aku juga kan memberitahukan kalian untuk waspada karena Izam sudah akan memberontak. Jadi bilang kepada Martin dan Morgan,”kata Roki dalam pesan yang dia balas.
Di tempat lain Kyoshi yang mendapatkan balasan sudah di tunggu oleh ketiga orang itu.”Sebenarnya siapa yang bilang kepada kalian berdua?,”kata Kyoshi yang merasa ada beban dipundaknya.
“Cepat beritahu dimana kabar mereka berdua. Jika terjadi sesuatu mereka harus binasah,”kata Martin yang marah.
“Tenanglah mereka akan baik-baik saja, kamu harus menahan amarahmu,”kata Morgan yang menenagkan Martin yang sudah marah.
__ADS_1
“Ok..ok aku akan mengatakannya mereka berdua sekarang dalam memeriksaan di dalam pulau milik Roki. Orang Roki yang menemukan mereka berdua hampir mati di pulau yang sudah terisolasi dibarat dekat pulau dimana Organisasi Kegelapan Jiwa berada,”kata Kyoshi.
“Bagaimana kondisinya sekarang,”kata Morgan.”Untuk kondisi dia tidak bilang. Tapi mereka baik-baik saja setelah melakukan perawatan dan Roki juga berpesan kalau Izam sudah mau memberontak dan melawan perintah dari Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata Kyoshi.
“Mola dan Meli baik-baik saja. Jika mereka hampir saja mati bagaimana yang bersama dengan Mark selama ini. Siapa mereka?,”kata Martin yang sudah mulai tenang.
“Mereka adalah penyusup tapi mereka sudah dihabisi oleh Roki. Tapi dengan kondisi dari anggota Preman selatan atau Organisasi Laut Merah dalam kondisi masuk rumah sakit. setelah Roki datang menemui mereka karena setelah pertemuan dengan Mark,”kata Zen.
“Apa Roki yang sudah membunuh penyusup itu dan menolong orang kita. Itu yang ingin kamu katakan,”ucap Martin.”Itu benar,”ucap Kyoshi.
“Kita pergi ke pulau untuk melihat kedua kakakku,”ucap Martin.”Aku sarankan jangan dulu,”kata Zen.”Kenapa?,”kata Martin yang mencoba tenang.
“Jika kamu keluar dan menuju pulau mereka bisa saja dalam masalah apa lagi Roki memberitahukan kita kalau mereka akan bergerak setelah Izam mulau membelok,”kata Zen.
“Itu benar dan anda tidak usah khawatir kalau mereka akan baik-baik saja di dalam pulau milik Roki. Mereka juga memiliki pertahan yang sangat kuat. Bukan anda sudah tahu apa yang ada di dalam pulau tersebut,”ucap kyoshi.
“Sekarang kamu sudah tenang mereka akan baik-baik saja kamu harus bisa fokus dengan apa yang akan terjadi nanti,”kata Morgan. Martin yang mencoba untuk menengkan dirinya menatap ke arah Kyoshi dan Zen.
“Jika ada kabar baru beritahu aku, jangan sampai kalian menyembunyikannya. Apa kalian mengerti?,”kata Martin yang dingin.
“Kami mengerti,”ucap Zen.
Sementara di tempat Roki yang sudah melihat kakek dan Fira yang melihat lukisan yang sudah dipajang. Dia menghampirinya dengan santai dia berjalan sambil melihat ke arah Fira yang tersenyum manis. Hati Roki yang berdebar sangat ingin memeluk dan memegangnya tapi hari itu dia tidak bisa.
“Aku harus menuggu lebih sedikit lagi,”ucap Roki yang masih menatap. Sampai Fira melihat ke arahnya dan tersenyum kepadanya dari jauh. Roki tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke dinding. Sedangkan Fira yang tidak sadar kalau di tempat dia melihat ada Roki yang menatapnya.
__ADS_1
Fira yang melihat wajah merah Roki membuat dia langsung melihat ke lukisan. Sedangkan kakek yang bersamannya melihat mereka berdua saling memandang satu sama lain yang kemudian mereka saling malu. Kakek menghela nafas dan tersenyum.
“Kita lanjutkan lagi melihatnya,”kata Kakek.”Iya kek,”ucap Fira sampai Roki sudah sampai didekat mereka berdua.
“Fira,”ucpa Roki. Fira menoleh ke arah Roki dengan tatapan serius,”Ada apa?.”
“Beritahu ayah kamu untuk memasang pelindung disekitar rumah dan perusahaan. Tambah lagi pengawasan dan penjagaannya. Mereka akan bergerak sebentar lagi,”ucap Roki dengan serius.
“Mereka ingin bergerak karena Izam ya,”kata Fira yang sudah menebak.”Itu benar dia akan memberontak sebentar lagi,”kata Roki.
“Jika seperti itu kamu harus memberitahukan kepada Martin bukan,”ucap Fira.”Aku sudah memberitahukannya lewat Kyoshi tadi,”kata Roki.
“Sepertinya pesta besok akan sangat menegangkan dan berdarah,”kata kakek.”Itu benar kek,”ucap Roki.
“Apa kamu tidak masalah Fira jika kamu ingin membatalkannya tidak masalah,”kata Roki. “aku akan tetap ikut bersama kalian,”kata Fira.
Setelah selesai memberitahukan kepada Fira dan kakek mereka melanjutkan melihat bangunan rumah utama bersama-sama. Sampai hari beranjak sore mereka kembali ke vila yang sudah disiapkan makan siangnya.
“Ayo kita makan dulu,”ucap Kakek. Fira hanya tersenyum dan ikut bersama dengan kakek sedangkan Roki pergi ke lantai dua untuk melihat datang yang baru di kirim. “Kamu temani kakek makan siang ya Fira,”ucpa Roki yang sudah naik anak tangga.
“Kamu mau kemana tidak ikut makan bersama kami,”kata Fira.”Aku ada data yang harus dicek di kamar,”kata Roki.
“Baiklah,”ucap Fira yang merasa sedih kerena tidak bisa makan bersama dengan Roki karena pekerjaan. Sampai kakek yang melihat hanya bisa membantu Fira dengan meminta Kim memberikan makanannya kepada Fira untuk diantar ke kamar Roki setelah selesai makan siang bersamanya.
“Kenapa kamu sedih, nanti jika kamu sudah selesai kakek minta tolong antar makanan ini buat Roki,”ucap kakek. Fira kembali tersenyum setelah melihat kakek berkata seperti itu. Hatinya yang sedih kembali tersenyum setelah mendengar perkataan kakek.
__ADS_1