Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pintu Terakhir


__ADS_3

Setelah FlasMo mengirim musuh yang terkuat untuk membunuh anak buah Martin. Tapi disaat tidak terduga mereka yang sedang dalam keadaan tertidur oleh jurus Martin membangkitkan aura jiwa penjaga yang ada pada diri mereka semua.


“Makanan yang enak,”kata Piara monster yang berubah wujud menjadi setengah manusia. Saat Piara mendekati makanan mereka aura jiwa penjaga mereka muncul dengan wujud diri mereka yang sebenarnya.


“Martin aku bunuh kamu, telah membuat aku tertidur,”ucap Mitra yang marah.”Aku kesal dengan Martin yang tidak perduli dengan kita,”kata Lili.


“Aku buat perhitungan jika aku bertemu denganmu lagi,”kata Morga.”Dari pada kalian terus mengeluh itu apa,”ucap Alex yang menahan marah. Mereka semua melihat kearah monster yang berwujud manusia.”Apa itu manusia,”kata Rong Shi.”Dari pada kalian memikirkan monster yang tidak jelas. Apa kalian tidak sadar dengan apa yang terjadi dengan kita sendiri,”kata Ali.


“Memang apa yang terjadi dengan kita,”ucap Lili.”Ini Aura Jiwa Penjaga miliki kita sudah terbangun,”kata Morgan.”Jiwa penjaga kata kamu,”ucap Ling Yong.”Iya,”kata Morgan. “Dari mana kamu tahu,”ucap Mitra.”Dari perpustakaan dunia rak 1356 lantai 2 dari kanan,”kata Morgan. Semua terdiam kembali mengingat rak 1356 lantai 2 dari kanan. Sementara Piara yang merasa diabaikan oleh manusia rendahan itu memberi hadiah yang tidak terduga untuk mereka.


“Jurus kabut bayangan kematian,”ucap Piara dengan satu gerakan tangan kecil. Kabut terlihat gelap pekat yang membuat Piara berpikir kalau mereka semua sudah binasa.


Ditempat lain Martin yang bersama dengan FlasMo hanya menonton dengan santai.”Sudah aku duga mereka hanya manusia yang lemah,”ucap FlasMo.”Sebentar lagi kamu yang akan menyusul mereka,”ucap FlasMo dengan percaya diri. Martin yang melihat hanya tersenyum,”Apa kamu yakin dengan kemampuan anak buah kamu yang kamu kirim bisa mengalahkan mereka?.” Martin hanya menggelengkan kepalanya dan merasa kalau FlasMo sudah menjadi bodoh setelah menjadi dewa Dua Dunia.


Mark yang menyadari serangan dari monster setengah manusia menghalang serangan Piara dengan pelindung kristal surga yang tidak dapat ditembus dengan bayangan gelap apapun.”Kamu siapa,”kata Morgan dengan dingin. Mata mereka semua tertuju kearah Piara yang menyerang mereka dengan aura hitam merah seperti laut Merah bencana dua dunia.

__ADS_1


Piara yang sudah percaya diri kalau mereka sudah tewas dan hendak ingin kembali, setelah dia mendengar suara dari belakangnya. Piara menoleh ke belakang dan melihat manusia busuk itu tidak sama sekali terluka.


“Bagaimana mungkin kalian bisa menangkis seranganku dengan mudah,”kata Piara yang tidak bisa percaya dengan apa yang dia lihat.”Kenapa kamu begitu terkejut,”ucap Lili, Ling Yong dan Rong Shi dari kedua arah dan belakang Piara.


Piara yang tidak melihat gerakan mereka terkejut dengan ketiga manusia yang ada disampingnya. Dengan sekejap mata mereka bertiga menyerang Piara secara bersamaan dan berkata,”Pengganggu, musnahlah.” Tapi Piara bisa menghindar serangan tersebut sampai Alex dan Ali datang menghalau Piara untuk pergi.”Mau pergi kemana,”kata Ali.


“Kita belum selesai,”ucap Alex. Mereka berdua juga memberikan satu serangan yang membuat mereka hanya terluka ringan saja. Piara yang sudah diserang oleh mereka berturut-turut tanpa henti membuat dia harus mundur untuk sesaat. Sedangkan mereka berlima kembali berkumpul kembali dengan temanya.”Bagaimana?,”ucap Lili.


“Lumayan bisa diatasi,”kata Mitra.”Siapa yang mau maju ke depan,”kata Morgan. “Jujurnya aku malas menghadapi mahkluk setengah jadi itu,”kata Mark.


“Hai kamu yang di sana, Siapa kamu?,”ucap Morgan dengan santai tapi acuh tak acuh.”Manusia rendahan kamu ingin mati,”ucap Piara.”Siapa juga yang ingin mati, bukannya itu kamu yang datang pada waktu yang salah,”kata Morgan yang menggunakan langka cahaya.


Piara yang tidak menyadarinya membuat dia terkejut dan mundur untuk menghindari serangan yang akan manusia itu akan berikan. Morgan yang melihat hanya bingung dan berkata,”Kenapa kamu menghindar, aku tidak akan menyerang kamu?.”


“Kamu kira aku bodoh mempercayai ucapan manusia rendahan seperti kamu,”kata Piara.”Sebenarnya kalau kamu tidak menghindar mungkin kamu akan selamat. Tapi karena kamu menghindar jadinya kamu mengaktifkan formasi pedang seribu yang aku pasang,”kata Morgan yang berjalan perlahan menuju kawannya yang dibelakang.

__ADS_1


“Kamu kira dengan formasi pedang seribu kamu bisa membunuhku,”kata Piara. Morgan menoleh dengan tatapan tajam dan dingin,”Kamu terlalu lemah untuk menghadapi diriku yang sudah berkuasa di dua dunia.” Formasi pedang seribu diaktifkan Piara yang bisa menahan serangan pedang seribu dengan santai mengaktifkan pelindung cahaya bulan perisai tingkat tujuh.


Karena Piara percaya kalau pelindung cahaya bulan perisai bisa menghalau formasi pedang seribuh.Morgan yang melihat langsung berkata dalam hati sambil menggelengkan kepalanya,”Bodoh.”


“Piara kamu benar tidak punya otak ternyata,”ucap Morgan yang berjalan menuju kawannya.”Kamu yang...,”kata Piara yang tiba-tiba mendapatkan serangan formasi pedang seribu dari dua arah atas dan bawah. Yang membuat dia tidak bisa menghalau dan tewas dalam formasi yang dibuat oleh Morgan.


Sedangkan FlasMo yang melihat merasa terkejut dengan apa yang dia lihat. “Bagaimana masih mau lanjut untuk membunuh mereka,”kata Martin yang masih santai. “Kamu kita hanya itu saja yang aku kirim. Jangan berbangga terlebih dahulu,”ucap FlasMo yang menyiapkan hadiah yang lain.


Saat Morgan berjalan menuju mereka tidak ada angin dan hujan mendapatkan serangan dari musuh yang lain. Tapi kawan mereka yang tahu keberadaan musuh bisa menghindar dengan santai.”Sebenarnya mereka ini siapa?,”ucap Lili yang mulai kesal dengan mahkluk yang tidak dikenal.”Kamu ingin bertanya kenapa kamu tidak tanyakan pada pintu yang tertutup ini,”ucap Alex didepan pintu. “Kamu kira aku harus bertanya kepada batu itu, kamu bodoh,”ucap Lili yang sudah naik darah dan membunuh satu lawan tanpa ampun.”Matilah kamu makhluk biadab pengganggu,”kata Lili yang mencekik mahkluk itu dengan tangan kosong sampai mahkluk tersebut tidak berdaya untuk melawan. Setelah Lili membunuhnya dia membuangnya seperti kertas yang sudah tidak layak dipakai.


Martin yang melihat hanya bisa berkata,”Sadis sekali dia, kalau aku kembali pasti akan dicincang.”  Sedangkan yang lain menghadapi musuh mereka dengan kepala dingin tapi menghasutkan membuat lawan mereka tidak bisa melakukan apa-apa.”Bagaimana?,”ucap Martin yang menahan tawa. Tiba-tiba FlasMo menyerang Martin yang tidak memiliki kemampuan untuk menjaga dirinya.


Tapi tidak disangka Martin yang sudah menahan gelombang jiwa FlasMo mendapatkan pencerahan dengan melepaskan segel jiwa yang telah menutupi dirinya. Dengan seketika aura jiwa Martin meningkat dengan pesat dengan gelombang jiwa yang bisa menghancurkan lautan dewa yang ada dihadapannya. FlasMo yang merasakannya tidak bisa bergerak satu lengkappun karena jiwa Martin yang membuat dia tertusuk duri.”Bagaimana kamu bisa mendapatkan kemampuan itu,”ucap FlasMo yang sudah bertekuk lutut didepannya.


“Kenapa dengan kamu,”ucap Martin.”Bukannya kamu ingin membunuhku,”ucap Martin yang melangkah maju didepannya. Dengan tersenyum jahat Martin mengeluarkan pedang dewanya untuk membunuh FlasMo yang ada didepannya karena dia tidak bisa bergerak karena tekanan gelombang yang dimilki Martin.

__ADS_1


“Selamat tinggal dewa penghianat, nikmati dunia yang kamu buat diakhirat nanti,”kata Martin yang menusuk FlasMo dengan santai dan lembut secara perlahan-lahan. “Kamu akan mendapatkan balasannya,”ucap FlasMo dengan suara kecilnya yang terengah-engah.


__ADS_2