Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Surat


__ADS_3

Erik yang mendapatkan tugas dari Izam untuk menemui seorang di lembah bambu hijau. Dia bertemu dengan seorang yang memberikannya sekucup surat untuk Izam. ErIk yang tidak tahu apa isi surat itu hanya bisa melihat dari bungkusnya saja. “Sebenarnya apa isi surat ini,”kata hati Erik.


Sampai di depan ruangan Izam dia mengetuk pintu. Izam yang mendengarnya dan menyuruh dia masuk ke dalam. “Apa kamu bertemu dengan dia?,”ucap Izam.”Iya tuan, dia memberikan ini untuk anda,”kata Erik sambil memberikan sepucuk suratnya.


“Maaf sebenarnya apa isi surat itu,”kata Erik yang penasaran.”Surat ini,”ucap Izam sambil mengangkat selembar kertas.


“Iya jika tuan tidak keberatan memberitahu saya,”kata Erik dengan berani. “Ini adalah surat drai teman jauhku yang belum kembali dari perjalanan jauh,”kata Izam yang berbohong. Erik hanya terdiam dan berjalan keluar.


Setelah Erik keluar Izam membaca isi suratnya yang berisi mereka ingin mendapatkan pulau wilayah K. Yang dijual dalam pelelangan pada hari bulan sabit tiba. Orang yang ingin mendapatkan pulau itu adalah mereka dari organisasi hitam, organisasi Rose Black, dan organisasi tersembunyi.


“Akan menjadi hari yang panjang untuk tiga bulan lagi,”kata Izam membakar surat yang telah dia baca.”Mereka akan berkumpul pada satu tempat yang sama hanya untuk satu pulau,”kata Izam.


“Sebenarnya apa yang mereka inginkan dari pulau yang sudah tidak  bisa menghasilkan uang,”kata Izam dalam hati.”organisasi tersembunyi aku baru saja mendengarnya siapa mereka,”kata Izam. Izam melihat keluar jendela dan menatap langit. Hingga ponsel berdering, Izam melihat layar ponsel,”Roki.


Tapi dia tidak mengangkat telepon dari Roki sampai dia berulang kali menghubungi dia tapi tidak dijawab. “Maaf Roki aku harus menghindar dari kamu untuk sementara waktu,”ucap hati Izam.


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


Roki yang sudah menghubungi Izam tapi tidak ada jawaban sama sekali darinya. Membuat dia merasa kesal,”Kenapa dia tidak mau mengangkat teleponku?.”


“Ada apa dengan kamu,”ucap Terko yang masih santai.”Bos kamu menyebalkan,”ucap Roki yang kesal.”Ada apa dengan dia,”kata Mizuki.”Pati tidak diangkat teleponnya,”ucap sekertaris Kim yang masuk kedalam rungan lagi.

__ADS_1


“Ada apa lagi,”ucap Roki dengan kesaln.”Apa anda sudah lupa kalau hari ini ada rapat yang harus ada hadiri,”kata Sekertaris Kim.”Kurasa sampai disini pertemuan kita,”ucap Rendi.”Lain kali kita akan bertemu lagi, tapi tidak dalam waktu dekat ini,”ucap Mizuki.


“Aku tahu,”ucap Roki yang bersiap untuk menghadiri pertemuan.”Kalian berlima jaga kesehatan kalian. Jika ada apa-apa kalian bisa menghubungiku lewat sekretarisku,”ucap Roki.”Kami mengerti,”kata Rendi yang berjalan keluar ruangan bersama keempat orang lainnya.


Setelah mereka keluar Roki masuk ke ruang sebelah untuk pertemuan antar anggota pimpinan organisasi tersembunyi.Roki berjalan masuk kedalam ruangan yang sudah dihadiri semua anggota kepercayaan  Roki.”Kenapa kamu lama sekali datangnya,”kata Alex.”Ada urusan yang harus aku selesaikan,”kata Roki yang duduk di sofa.


“Kurasa sudah berkumpul semua,”ucap Sandra.”Belum semua ya,”kata Ali.”Siapa yang belum datang,”ucap Momo.”Siapa lagi kalau bukan Putra,”ucap Alex.


Roki yang masih terdiam menikmati teh yang sudah disiapkan oleh sekertaris Kim.”Kenapa kita harus berkumpul pada hari ini,”ucap Putra yang masuk lewat jendela.


Roki yang melihat hanya tersenyum,”Apa jendela itu tempat untuk kamu masuk.”


“Ayolah hanya sekali juga aku masuk lewat jendela,”kata Putra.”Hanya sekali,”kata Momo.”Kenapa apa ada masalah dengan aku lewat mana masuknya,”kata Putra.”Sudah,”ucap Alex.


“Apa mereka akan datang,”ucap Sandra.”Mereka akan datang dengan persiapan yang matang, dapatkan pulau itu bagaimanapun caranya. Apa kalian mengerti,”ucap Roki.


“Jangan sampai rencana kita gagal apa kalian mengerti,”kata Roki dengan suasana yang dingin menyelimuti ruangan.”Kami tahu Bos,”ucap mereka semua.”Untuk sekarang hanya itu saja, kalian boleh kembali,”kata Roki.”Tunggu dulu,”ucap Momo.”Ada apa Momo,”kata Sandra.”Aku hanya memberitahukan kalau mafia rusia sudah sampai di negara m dan beberapa hari yang lalu mafia rusia bertemu dengan preman selatan,”kata Momo.”Apa yang mereka bahas,”ucap Roki sambil berpikir.


“Mereka membahas penjualan senjata yang akan beredar dikalangan preman dan beberapa obat baru. Tidak hanya itu saja mereka juga menjalin kerja sama untuk mendapatkan pulau secara ilegal,”kata Momo.”Martin. Apa yang ingin kamu lakukan,”ucap Roki dengan suara kecil.


“Tidak hanya itu saja baru saja mafia Australia juga baru saja memberi informasi kepada Geng SaNaHa soal siapa saja yang ingin membeli pulau,”kata Ali.”Aku tidak tahu apa yang mereka ingin lakukan dengan merebutkan pulau itu,”ucap Roki.

__ADS_1


“Bukannya kamu sudah tahu apa yang ada di pulau itu,”ucap Alex.”Bukannya kamu juga tahu kenapa aku menginginkan pulau itu bukan,”kata Roki dengan tajam.


“Sudahlah kenapa kalian masih membahas itu lagi,”kata Putra.”Dari pada membahas yang begitu menegangkan. Kenapa kalian tidak mencari tahu apa yang dilakukan Temon kenapa sampai sekarang dia belum kembali dari pulau,”kata Putra lagi.


“Itu benar,”ucap Momo.”Apa sampai sekarang dia belum mengabari kalian kemana dia berada,”kata Roki. Mereka semua menggelengkan kepalanya.”Kenapa banyak sekali urusan yang belum selesai ya,”ucap Roki.


“Ayolah kenapa kamu cemberut begitu,”kata Sandra.”Tenang saja soal Temon akan baik-baik saja,”ucap Ali.”Itu benar diakan suka sekali datang tiba-tiba,”kata Momo. Putra yang menghampiri Roki dan menepuk bahunya dan berkata,”Kapan kamu akan kembali ke negara M?.”


“Setelah pelelangan selesai,”kata Roki.”Apa kita kan dapat tugas lagi,”ucap Alex.”Iya,”ucap Roki dengan tersenyum licik. Mereka semua hanya menghela nafas dan pergi keluar satu persatu meninggalkan Roki dalam ruangan.


Selesai pertemuan antara organisasi tersembunyi Roki menyempatkan untuk menghubungi Martin. “Hallo Roki, ada apa kamu menghubungiku,”ucap Martin dalam telepon.”Akhirnya ada yang mau mengangkat teleponku,”ucap Roki dengan suara kecil.


“Apa dia tidak mau mengangkat telepon kamu,”kata Martin.”Iya. Apa kalian berselisih lagi,”kata Roki yang gelisa.”Tidak jadi berselisih karena ada tamu di tempat aku,”kata Martin.”Tamu siapa?,”kata Roki yang berpura-pura tidak tahu. Suara helaan nafas Martin.”Kenapa kamu?,”ucap Roki.”Tidak ada, bagaimana kabar kamu di negara J,”kata Roki.


“Aku baik-baik saja.... Tunggu kamu tahu aku di negara J dari siapa aku belum bilang kepada kamu soal aku di negara J,”kata Roki. “Dari tante,”ucap Martin.”Apa dari mama,”ucap Roki.


“Iya kenapa kamu tidak bilang waktu itu kalau kamu akan pergi ke negara J,”kata Martin.”Aku minta maaf tidak bilang kepada kamu, karena aku sedang terburu-buru,”kata Roki dengan suara kecil.


“Apa terjadi masalah di perusahan,”kata Martin dengan santai. “Tidak ada, hanya ingin menjalankan studi dan mengurus perusahan bersamaan saja,”kata Roki. Hingga suara ketukan meja Martin mengakhiri pembicaraan.”Aku ada urusan lain kali kita berhubungan lagi ya,”kata Martin yang menutup telepon.


“Dari suaranya dia baik-baik saja,”kata Roki. Tapi tanpa disadari oleh Roki, Martin sedang mengalami cedera karena kecelakaan setelah kembali dari perselisihan dengan Izam yang gagal.

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu sedang terluka,”kata Lili yang datang melihat kondisi Martin. “Bukannya kamu sudah sepakat untuk tidak ikut urusanku,”ucap Martin.”Aku disini hanya menjalankan tugasku saja.Tenang saja aku tidak akan bilang kepada Roki soal kamu terluka,”kata Lili.


__ADS_2