Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Roki dan Fira


__ADS_3

Roki yang sudah mendapatkan kabar darai Yamato tentang perusahaan mengalami krisi saham yang menurun kerugian yang sudah mencapai 10 miliyar. Membuat Roki hanya bisa terdiam menuggu perusahaan hancur ditangan para musuh.”Apa semua akan berakhir sekarang?,”kata Roki dalam hati.


Kapal yang mereka naiki telah sampai di pelabuhan X. Semua anggota menuruni kapal termasuk Morgan dan yang lain. Saat di darat Morgan berkata kepada Roki sebelum dia pergi.”Aku akan ikur dengan kamu ke vila jika kamu tidak keberatan,”kata Moegan.


Roki menoleh ke arah Morgan dengan tanda tanya,”Kenapa?.” Morgan hanya tersenyum dan menunjuk ke arah Koto dan keduanya.”Apa yang ingin mereka inginkan dari vilaku,”kata Roki yang sudah paham apa yang ingin dilakukan Morgan.


“Mereka ingin menjempur nona Fira yang tinggal di kediaman kamu?,”kata Morgan yang sudah di beritahukan oleh mereka bertiga.”Nona Fira tinggal di vilaku, sejak kapan dan siapa dia?,”kata Roki tidak tahu.


“Kamu akan tahu jika kita sudah sampai disana,”kata Koto.”Ayo kita pergi sekarang,’”ucap Kokoro yang sudah mengendarai mobil dan menuju kearah mereka berdua yang sedang berbicara.


“Tuan mobil sudha siap kita harus kembali ke vila,”kata Kim dibelakangnya. Semua naik ke mobil yang sudah di depan mereka Biyan yang masih membereskan perlengkapan tinggal di kapal sedangkan Surya menjaga tuannya naik ke dalam mobil.


Di perjalanan menuju vila Roki melihat datang yang sudah di dapatkan.”Tuan ini data terakhir yang baru saja di kirim. Kerugian yang kita dapatkan,”kata Kim menjelaskan. Roki membaca dokumennya disetiap perjalan sampai mereka di vila. Morgan dan Koto yang keluar terlebih dahulu bersamaan dengan Kim dan Roki yang ada di belakang mobilnya.


Yamato dan Fira yang sudah menyambut mereka darai depan vila.”Apa kamu tidak membuat masalah Nona Fira,”kata Koto yang menghampirinya.”Tidak hanya saja..,”kata Fira yang terhenti.”Hanya saja kamu membuat masalah dengan membuat keributan dengan Dayati,”kata Koto didepan wajah Fira yang canggung.


“Bagaimana kamu bisa tahu kak,”kata Fira yang bersembunyi di belakang Yamato. Roki yang melihat wanita di dekat Yamato hanya berpikir kalau dia pasti Fira. Sampai Morgan datang di samping Roki yang sedang menatap Fira.”Apa yang kamu lihat sampai serius itu,”kata Morgan yang tersenyum ramah.


“Tidak ada, hanya saja apa wanita itu Fira,”kata Roki yang kembali sadar. “Iya,”ucap Morgan dengan santai.  “Tapi kenapa dia sangat akrab dengan Yamato,”kata Roki yang melihat.”Dia pamannya yang aku tahu,”ucap Morgan.

__ADS_1


“Pamannya,”kata Roki yang melihat ke arahnya. Mereka berdua yang masih melihat pertikaian antara Fira dan Koto hanya bisa  terdiam.Dari jauh Fira yang tidak sengaja melihat ke arah Roki berbisik kepada Yamato.”Paman, dia siapa?,”kata Fira.


“Dia adalah tuan muda Roki. Majikan paman,”kata Yamato.”Jadi dia Roki,”kata Fira. Roki bersama Kim berjalan menuju ke tempat Yamato.”Tuan,”ucap Yamato saat tuannya mendekat.


“Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi saat kita tidak ada Yamato,”kata Roki melihatnya.”Tunangan kamu datang mengacau vila kamu dan dia meminta kamu untuk membatalkan pertunangannya,”kata Fira dengan jelas,


“Dan satu lagi perusahaanmu sudah di segel pihak bank karena kerugian yang sudah didapatkan,”kata Fira. Roki hanya terdiam mendengar perkataan Fira tanpa berkata sampai Yamato mencubit pinggang Fira. Fira yang mendapat cubitan pamannya hanya bisa melihat ke arah dia dengan mata sedih.”Kenapa paman mencubitku, apa salahku,”kata Fira yang memelas.


“Itu pantas buat kamu anak nakal,”kata Kokoro dari belakang. “Siapa juga yang anak nakal kakak saja yang tidak sayang dengan Fira, tidak mengajakku pergi,”ucap Fira yang memalingkan wajahnya.


“Bagaimana kita masuk dulu kakiku sudah sakit ini,”kata Morgan dengan santai. “Ayo kita masuk dan kita berbicara di dalam saja bagaimana?,”kata Roki yang masuk  ke dalam.  Morgan yang ada di belakangnya mengikutinya sampai dalam.”Akhirnya aku bisa duduk juga,”kata Morgan.


“Kenapa kalian berpisah,”kata Roki yang ingin tahu.”Karena kedua orang tuanya,”ucap Kyoshi di belakang.  Roki menatap kearah Kyoshi dan berkata,”Apa mereka bercerai oleh karena itu kalian berpisah.” Morgan hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.”Itu saja yang bisa kita ucapkan untuk selanjutnya nanti kamu akan tahu setelah mendapatkan informasi yang kamu inginkan dengan kebangkitan perusahaan yang kamu sembunyikan,”kata Morgan.


Roki terkejut dan menatap kerah Mogan dengan tatapan bingung.”Apa yang kalian katakan?,”ucap Roki yang mencoba tenang. Mereka yang tahu hanya bisa tersenyum tanpa berkata apa-apa sampai mereka mendengar teriakan Fira. Semua tertuju kearah fira dengan layar ponselnya Kokoro mendapatanginya.


“Ada apa kamu teriak, sakit tahu telingaku,”kata Kokoro. “Lihat ini,”ucap Fira yang kesal.


Kokoro mengambil ponsel Fira dan membacanya yang kemudian dia tertawa.”Salahnya sendiri kabur dari rumah, nikmati saja hukumannya saat kamu pulang,”kata Kokoro yang menepuk bahu Fira dengan bahagia.

__ADS_1


Roki yang melihat merasa bingung karena dia ingin bertanya tapi dengan berbagai masalah dia hanya melihat ke arah dokumen.”Ada apa kak,”ucap Kyoshi.”Anak nakal akan mendapat hukuman setelah pulang ke rumah,”kata Kokoro.


“Hukumannya apa kali ini,”kata Koto.”Bukan ini salah kalian yang membuat aku kabur dari rumah kenapa hanya aku saja yang mendapatkannya,”kata Fira yang tidak bisa terima. Dia datang ke arah Yamato untuk mengaduh.”Paman tolong Fira ya bilang ke ayah jangan hukum Fira,”kata Fira yang memelas.


“Tidak bisa, kamu yang berbuat paman tidak bisa bantu,”kata Yamato. “Paman,”ucap Fira yang kembali merajut kepada Yamato.


“Ada apa kalian rubut,”kata Roki yang melihat. “Maaf ya kalau aku mengganggu kamu dan terima kasih saya bisa tinggal di vila anda tanpa seijin anda. Jangan marah kepada Paman Yamato dia tidak salah apa-apa. Jika kamu mau marah ke saya saja,”kata Fira.


“Aku tidak marah dengan kamu hanya saja. Kamu tadi menyebut Dayati bukan?,”kata Roki yang ingat kembali percakapan di depan tadi.”Iya Dayati kenapa dengan dia,”kata Fira yang tidak tahu.


“Kamu kenal dia dari siapa?,”kata Roki. “Aku di beritahu oleh paman karena saat aku datang pertama kali dia datang dengan menghanjurkan perabotan yang ada di vila dan berkata bilang kepada Roki kalau dia harus membatalkan pertunangannya. Itu yang aku ingat. Apa wanita sombong itu benar tunangan kamu?,”kata Fira.


“Apa yang kamu katakan memang benar dia adalah tunanganku. Tapi aku juga ingin membatalkannya setelah melunasi utang perusahaan,”kata Roki. Fira yang memandang Roki berpikir kalau dia orang yang baik tapi tidak beruntung dalam percintaan.”Kasihan sekali,”ucap Fira.


“Siapa yang ingin kamu kasihani,”kata Roki yang mendengarnya. Fira mengangkat wajahnya dan melihat kearahnya sambil tersenyum dia menjawab,”Maaf salah ucap dan itu bukan siapa-siapa.”


“Dia kasiahan pada dirinya sendiri karena tidak dapat yang dia lakukan saat dia kembali pulang,”kata Kyoshi yang tersenyum. Fira yang tidak bisa berkata hanya bisa menghela nafas.”Inilah hidup karena kabur dari rumah.”


Semua orang yang mendangr hanya bisa menahan tawa dengan apa yang dikatakan oleh Fira sampai dia duduk di sofa dengan kak Morgan.”Aku tidak bisa membantu kamu carilah orang lain,”kata Morgan yang melihat sikap Fira.

__ADS_1


“Aku belum bilang kenapa kamu sudah berkata seperti itu,”kata Fira yang gagal sebelum bertarung.


__ADS_2