Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Bencana Dunia 3


__ADS_3

Lin yang bertanya kepada Ling Yong hanya menuggu jawaban mereka berdua setelah dari setengah pulau sudah dilahap oleh gelombang itu.”Kenapa kalian diam saja,”kata Lin yang binggung.”Lihatlah dengan jelas agar kamu tidak bertanya terus,”kata Rong Shi.


“Memangnya apa yang salah dengan gelombang it...,”kata Lin yang terdiam karena terkejut karena melihat segerombolan monster abadi dan mayat hidup yang dibawa oleh gelombang jiwa yang dia lihat hanyalah awan biasa awalnya. Dengan menatap kearah Rong Shi dan Ling Yong dia berkata,”Apa aku tidak salah lihat itu monster abadi dan mayat hidup bersama gelombang jiwa.” Mereka berdua kembali menatap Lin dan berkata,”Tidak salah lihat kok kamu,”ucap Rong Shi.


“Kenapa mereka bisa ada di dunia kita,”kata Lin yang tidak percaya.”Kamu tidak percaya dengan apa yang kamu lihat berati tidak percaya dengan mata kamu yang sehat dong,”ucap Ling Yong.


“Kamu kira aku buta,”kata Lin yang kesal.”Aku mengatakan yang sebenarnya. Memang ada yang salah,”ucap Ling Yong.”Dari pada kamu mengatai buta apa formasi pelindung cahaya dan kegelapan bisa menahan gelombang jiwa ini,”kata Lin.


“Kami tidak tahu,”ucap Rong Shi.”Untuk jaga-jaga bagaimana kalau kita memulihkan tenaga kita dulu dan membuat Formasi cadangan. Bagaimana,”ucap Ling Yong.”Boleh juga,”ucap mereka berdua. Mereka berdua yang masih dalam lingkaran sihir untuk mengecek kondisi formasi dan memulihkan tenaga untuk membuat formasi cadangan bersama.


Dingin dan gelap dengan tekanan yang sangat kuat membuat mereka bertiga merasakan tertekan dengan suasana pulau yang sudah di telan oleh gelombang jiwa.”Apa kalian baik-baik saja,”ucap Morgan yang bertelepati dengan Rong Shi dan Ling Yong.”Menurut kamu bagaimana tekanan yang sangat hebat dan menusuk,”ucap Rong Shi.”Tidak hanya itu saja mereka membawa monster abadi dan mayat hidup dari bencana dunia yang terdahulu,”kata Ling Yong.


“Kalian bukannya bersama dengan Lin bukan,”kata Morgan.”Iya, kenapa,”ucap Rong Shi. “Jika kalian bersama membuat formasi bersama,”kata Morgan yang menebak pikiran mereka berdua.”Tentu saja jika kita berdua tidak akan bisa sempurna dan menguras tenaga. Apalagi formasi pelindung cahaya dan kegelapan mengurang setengah dari jiwa yang kita miliki,”kata Ling Yong.


“Benar juga, apa yang kamu katakan,”ucap Morgan.”Jika seperti itu buatlah formasi pelindung dewa level akhir,”kata Morgan.

__ADS_1


“Kamu gila,”kata Rong Shi yang berdiri.”Kenapa tidak bisa. Berati siap kalian mati di pulau”ucap Morgan dengan santai.”Sial kamu Morgan,”kata Rong Shi. Ling Yong yang juga mendengar juga ingin marah tapi apa yang dikatakan juga ada benarnya sambil menarik tangan Rong Shi untuk kembali istirahat.”Kenapa kalian,”ucap Lin yang bingung dengan sikap mereka.


“Tidak ada hanya saja kita harus mengumpulkan jiwa yang ada untuk membuat formasi pelindung dewa tingkat akhir,”ucap Ling Yong.”Kamu gila membuat formasi ini sama saja kita akan menjadi manusia biasanya bukan,”kata Lin yang menolak.


“Itu adalah pilihan jika tidak formasi ini akan mengikis sedikit demi sedikit dan kita hanya bisa menuggu kematian kita saja,”ucap Ling Yong menjelaskan. Lin menghela nafas,”Tidak ada pilihan, baiklah.”


Mereka bertiga sepakat membuat formasi cadangan dengan formasi pelindung dewa tingkat akhir. Sampai di tempat lain Lili yang tidak tahu apa yang terjadi dengan Mitra, Rong Shi dan Ling Yong membuat dia khawatir.”Apa perlu kita lanjutkan permainannya,”ucap Lili yang sudah setengah menang.”Kenapa kamu berkata seperti itu, tidak biasanya,”ucap Sara.”Aku merasa ada yang salah dengan bencana dunia ini,”kata Lili yang bersandar di tangan kanannya.


“Apa yang aneh,”ucap Sara yang tidak tahu dengan Lili waktu itu.”Apa kamu tidak sadar dengan aura yang datang tiba-tiba ini tidak seperti biasanya. Tidak pada umumnya,”kata Lili.”Aku tahu apa yang kamu khawatirkan,”ucap Sara yang mencoba mencari tahu dengan aura jiwa yang dia miliki.


“Apa yang ingin kalian ketahui,”ucap Martin dengan menatap awan hitam yang belum jelas pekat dari tempat dia sekarang. “Aku tahu kamu yang menyuruh anak buah kamu yang di garis depan untuk mundur bukan,”ucap Karlot.”Apa maksud kamu,”ucap Martin yang tidak tahu apa-apa.”Kamu jangan bohong cepat beritahu kami apa yang terjadi,”kata Varhan.


“Bukanya sudah aku bilang aku tidak tahu apa yang kalian maksud termasuk mundurnya anak buahku,”kata Martin dengan tajam.”Itu bukan kamu,”ucap Karlot.”Bukanlah yang ada digaris depan adalah Mark dan Morgan aku tidak tahu rencana mereka dari awal,”kata Martin.


“Bukannya kamu yang membuat rencana bencana dunia ini dari organisasi kamu,”kata Karlot yang terkejut.”Bukan saat itu aku belum kembali dan aku dalam keadaan tidak dimarkas mana aku tahu rencananya,”ucap Martin.

__ADS_1


“Jika itu bukan kamu apa itu Mark,”kata Karlot yang berpikir.”Bisa jadi,”ucap Martin. Martin yang bersama dengan mereka bertiga mendapatkan kabar baru kalau Mark menyuruh anak buah mereka kembali ke pulau yang membuat dia berpikir,”Bagaimana dengan mereka sekarang.”


Martin yang merasakan gelombang monster dan mayat hidup yang mendekat tapi dia masih dalam keadaan santai dan berpikir jernih.”Kemana ya,”kata Martin.”Kamu mau kemana,”ucap Veli yang mendengar kata Martin.


“Tidak tahu sedang bingung,”ucap Martin dalam keadaan mencoba membelah jiwanya untuk melihat keadaan sekitar. Martin yang menggunakan aura jiwanya pergi ke pulau hantu dan pulau kabut untuk melihat keadaan sekitar. Tapi yang dia lihat sangat mengejutkan dia yang membuat dia bertanya,”Apa yang terjadi disini.”


Gelombang jiwa dengan monster abadi dan mayat hidup dari bencana dunia yang terdahulu. Akan membuat Bencana Dunia sekarang akan berbeda dengan seperti biasanya. Martin yang melihat dengan belah jiwa merasa ada yang ganjil dengan kondisi ini membuat dia menghubungi semua anggota yang ada diluar jangkauan gelombang untuk waspada.”Kalian harus waspada bahaya yang tidak disangka datang,”ucap Martin dengan telepati.


Alex dan Ali yang sedang berhadapan dengan Surya mendapatkan pesan dari Martin. Mereka berdua saling menatap satu sama lain,”Selesaikan atau gencatan senjata  untuk sementara.”


“Kita pikirkan dulu sambil bertarung,”ucap Alex. Mereka berdua saling bertanya satu sama lain dengan Surya.”Kamu mau tidak kalau kita gencatan senjata untuk sebentar,”kata Ali.”Kamu takut kalau aku membunuh kamu,”ucap Surya.”Tidak, hanya untuk mencari informasi dari tempat lain. Bagaimana kondisi bencana dunia sekarang,”kata Ali.”Apa kamu tidak penasaran dengan pertarungan yang lain,”kata Alex.


Surya berhenti memberikan serangan dan berpikir apa yang dikatakan oleh mereka berdua.”Boleh juga,”kata Surya.”Ok berati kita gencatan senjata sekarang ya,”kata Ali.”Aku akan menghubungi Roki kalau kita gencatan senjata untuk sementara,”kata Alex.”Ok,”ucap mereka berdua yang duduk didekat tiang.


Setelah memberitahukan Roki Alex kembali berkumpul dengan mereka berdua. Tapi sebelum Alex berkumpul dia mencari minum.”Kenapa kamu ingin gencatan senjata, tidak biasanya,”kata Surya yang sudah curiga.”Kamu ingin tahu apa yang terjadi dengan gencatan senjata,”kata Ali. Surya menatap Ali dengan penuh gairah dan mendekat ke bibirnya, tapi dihalangi oleh sebotol minuman yang disodorkan oleh Alex.”Kamu mengacau saja,”kata Surya yang melihat kearah Alex yang tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2