Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Waktu Habis 3


__ADS_3

Martin melihat Zen dan Kyoshi membuat dia bertanya,”Kenapa dengan mereka berdua wajah mereka tidak seperti saat awal bertemu tadi?.” Karena ingin tahu Martin mengikuti mereka berdua keluar dari bangunan vila sampai di tengah hutan yang jauh dari orang mereka saling berbicara satu sama lain. Tapi pembicaraan mereka sangat membuat Martin bingung,”Apa yang mereka bicarakan, berpuisikah?.”


Martin melangkah menuju ke arah mereka setelah tidak jauh dia berkata,”Apa yang kalian bicarakan?.” Mereka berdua melihat ke arah Martin tapi jawaban mereka adalah,”Ada perlu apa anda datang ke sini, apa ada sesuatu yang ingin anda ketahui.”


Martin hanya terdiam sampai dia berkata lagi,”Aku ingin tahu apa yang sedang kalian bicarakan sampai masuk ke tengah hutan dan tidak ada orang di sini. Apa yang kalian sembunyikan dariku?.”


“Jadi itu yang ingin kamu ketahui,”kata Zen. “Bukannya kamu sudah mendengar semua pembicaraan kami berdua, untuk apa aku harus menjelaskannya,”kata Kyoshi. “Kalian sudah tahu kalau aku mengikuti kalian berdua dari tadi,”kata Martin yang di depan mereka berdua.


Kyoshi dan Zen hanya terdiam sedangkan Martin memanlingkan wajahnya ke arah yang lain. Kemudian Martin melihat ke arah Zen dan Kyoshi,”Tahu apa kalian hanya berpuisi yang membuat aku tambah bingung di tambah wajah kalian serius seperti itu tambah membuat aku curiga. Apa ada kata yang di sembunyikan kalian dariku.”


“Apa yang kamu katakan memang benar kalau aku dan Kyoshi sedang beradu puisi dengan menyembunyikan kataaa yang tidak seharusnya kamu ketahui,”kat Zen.


“Kenapa kalian masih tidak ingin jujur dan masih menyembunyikan sesuatu. Apa ini perintah Ezan agar aku tidak boleh terlibat dalam urusan kalian,”kata Martin dengan tajam.


“Tidak ada perintah dari Ezan seperti itu kami hanya mendapatkan tugas untuk menjaga dan melindungi kalian,”kata Kyoshi.”Jika memeng benar kenapa kalian tidak mengatakan apa yang kalian sembunyikan dariku,”kata Martin.


“Belum waktunya kamu tahu nanti jika sudah waktunya kami akan memberitahukan semuanya, tapi untuk sekarang simpan dulu pertanyaan kamu ya,”ucap Zen yang menepuk bahunya. Tapi Martin yang tidak terima menutar lengan Zen yang telah memegang bahunya. Zen menghindar dari serangan Martin dan berkata,”Apa kamu ingin bertarung denganku, jika kamu ingin tahu apa yang sedang kami kerjakan tanyakan saja kepada Ezan yang sedang tertidur.”


Martin yang mulai kesal hanya bisa menahan,”Ok aku akan tunggu jawaban kalian, jika sudah waktunya aku ingin tahu semuanya.” Kemudian Martin pergi meninggalkan mereka berdua dalam hutan dan menuju tempat lain untuk beristirahat.


“Kenapa kalian tidak mengatakannya,”ucap Maru yang datang ke pulau.”Untuk apa kamu datang jika kamu menghubungiku,”ucap Kyoshi. Maru turun dari pohon,”Maaf aku tidak sengaja lewat pulau ini sekalian saja mampir.”


“Enaknya,”ucap Kyoshi sambil melihat ke arah Maru.”Janganlah marah,”kata Maru yang mendekati Zen. “Untuk apa kamu di belakang Zen, cepat ke sini. Kakakmu ingin bicara dengan kamu ini,”kata Kyoshi yang menahan marah.

__ADS_1


“Ayolah aku bilang tidak sengaja, kenapa kamu marah seperti itu. Apa kamu tadi sedang ada urusan yang sangat penting saat aku menghubungiku kamu,”kata Maru yang sedang berpikir mencari penyebab Kyoshi maru.


“Jika kamu tahu kenapa masih menghubungiku dalam keadaan aku sudah mendapatkan ide untuk komiku,”kata Kyoshi yang kesal.”Sudah maafkan saja kenapa,”kata Zen yang membela Maru.


“Ok untuk kali ini saja jika ada lagi, awas aja kamu,”kata Kyoshi. “Untuk apa kamu datang,”kata Zen.


“Sudah kamu sampaikan,”kata Maru. “Baru saja selesai, kenapa? Apa ada tambahan lagi,”kata Kyoshi yang duduk dan mengambil perlengkapan gambarnya.


“Memang ada satu info lagi yang ingin aku sampaikan,”kata Maru. Zen yang bersandar didekat pohon dan Kyoshi yang duduk di tanah dengan perlengkapan menggamar. Maru mengaktifkan formasi penghalang suara untuk membicarakan masalah yang akan mereka hadapi ke depannya.”Aku akan mengatakannya dua orang yang akan berkunjung ke negara J adalah ketua dan wakil dari tingkat komandan level lima di Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata Maru.


“Kenapa mereka datang ke negara J,”kata Kyoshi yang sudah memulai menggambar. “Mereka mencari mayat Ezan”kata Maru.


“Bukanya tidak ada mayat atau jiwa yang bisa mereka dapatkan dari pertarungan waktu itu,”kata Zen.


“Itu benar tapi masih ada satu lagi yang kalian lukapan,”kata Maru. “Apa itu?,”ucap Zen yang sedang berpikir mencari jawabannya.


“Itu tidak perluh dikhawatirkan karena dia akan baik-baik saja bukan,”kata Zen yang tahu bagaimana sifat Zainab.”Itu benar dia akan baik-baik saja jika melawan mereka berdua, hanya saja bagaimana jika ada satu lagi komandan yang datang,”ucap Maru.


Mereka berdua melihat ke arah Maru,”Ada komandan lagi yang datang ke negara J,”kata Kyoshi.


“Siapa dia,”kata Zen. “Kamu tahu siapa orang itu,”kata Maru. “Jangan bilang dia adalah ketua dan wakil komandan level tiga,”kata Kyoshi.


“Tepat sekali,”ucpa Maru.”Dia datang hanya untuk anak Ezan,”ucap Zen yang memegang keningnya dengan wajah yang sinis.”Mereka ingin mati ternyata,”kata Zen lagi dengan tatapan tajam dan dingin.

__ADS_1


“Bisa tidak kamu tenang Zen,”ucap Kyoshi. “Tenang ya,”kata Zen yang kembali dengan kepala dingin. “Kalian berdua memang sangat cocok untuk dipasangkan,”kata Maru yang melepaskan segel formasi pelindung suara.


“Karena sudah aku sampaikan semuanya aku pergi dulu ya,”kata Maru yang menghilang dihadapan mereka berdua. Zen yang masih bersandar melihat ke langit dan berkata,”Angin berhembus suara kicauan burung berdatangan. Andaikan dia tidak menyakitiku mungkin aku bisa memeluk dia.”


“Percuma saja jika kamu mengingat masa lalu dengan dia yang sudah menusuk kamu dari belakang,”kata Kyoshi. Zen hanya bisa tersenyum mendengar kata Kyoshi.


“Aku pergi dulu, mau ikut tidak?,”kata Zen yang melangka berjalan. “Tidak kamu saja yang pergi aku masih ingin menyelesaikan komikku,”kata Kyoshi yang sedang sibuk dengan komik yang dia buat. Zen berjalan meninggalkan Kyoshi yang masih duduk di tanah.


Kyoshi yang tidak mendengar langka kaki Zen melihat ke arah lain,”Keluarlah.”


“Sejak kapan kamu mengetahui aku ada disini,”kata Zira ketua komandan ketiga dari organisasi Kegelapan jiwa. “Sejak awak sebelum Maru datang ke sini,”kata Kyoshi yang sudah tahu dari awal kalau ada musuh yang datang setelah Kay kabur.


“Tidak aku sangka kamu bisa mengetahuinya sementara Zen tidak tahu kalau aku melihat dia,”kata Zira.


“Untuk apa kamu datang ke sini, jika ingin berkelahi kita undur dulu bagaimana,”kata Kyoshi yang kemudian melanjutkan menggambar komiknya.


“Tidak untuk berkelahi hanya ingin melihat mantanku sedang apa,”kata Zira.


“Dia mantan bukanya sudah ada yang baru selalu bersama kamu,”kata Kyoshi. “Aku beritahu kamu ya jangan mencari mantan kamu lagi dia sudah sakit hati karena kamu menusuknya dan berpindah organisasi,”kata Kyoshi.


“Bukanya sudah aku jelaskan aku terpaksa harus pergi,”kata Zira.


“Aku tidak tahu karena dari awal memang aku tidak tahu kejadiannya bagaimana kamu bisa berpindah organisasi,”kata Kyoshi. Zira duduk di samping Kyoshi yang sedang membuat Komik. “Apa dia marah besar kepadaku?,”kata Zira dengan wajah sedih.

__ADS_1


“Menurut kamu bagaimana,”kata Kyoshi yang telah menyelesaikan komiknya kemudian melihat ke arah Zira.


“Janganlah kamu berpura-pura sedih,”kata Kyoshi yang tahu apa yang dipikirkan Zira.


__ADS_2