Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pembatalan Pertunangan 1


__ADS_3

Di perjalan menuju keluarga Dayati Kim bertanya kepada taunya perihal perusahaan.”Tuan,”kata Kim.”Ada apa?,”ucap Roki yang membaca ke layar ponsel.”Sebelumnya saya minta maaf, untuk perusahaan bagaimana? Apa mau di urus lagi atau di biarkan saja,”kata Kim.


“Perusahaan yang kamu maksud yang mana?,”kat Roki.”Perusahaan yang sudah bangkrut,”kata Kim.”Biarkan saja untuk sekarang karena nanti perusahaan itu akan dijual untuk menutupi kerugian kita,”kata Roki dengan santai.


“Jika seperti itu. Bagaimana nanti tuan mendapatkan uang,”ucap Kim.


“Apa kamu lupa soal pulau yang kita kunjungi,”kata Roki melihat kearahnya. Kim kembali mengingat kembali sambil tersenyum dia berkata,”Oya masih ada pulau.”


“Tapi tuan jika perusahaan tidak ingin dikembangkan lagi dan dibiarkan saja. Apa yang harus kita lakukan untuk bangkit lagi dan menghanjurkan mereka yang sudah jahat kepada anda,”kata Kim.


“Ada saatnya nanti aku beritahu kalian apa yang sudah aku persiapkan,”kata Roki yang tersenyum. Perjalan menuju keluarga Daya yang membutuhkan dua jam perjalan akhirnya sudah berakhir dengan mereka sudah sampai didepan rumah Daya. Penjaga gerbang yang sudah tahu akan kedatangan Roki mengijinkan mereka lewat.


Roki keluar dari mobil bersama dengan kim yang menemani, Surya yang mengendarai mobil hanya menuggu mereka didalam mobil sampai mereka keluar dengan mengamati kondisi sekitarnya. Pelayan menyambut mereka dan mengantar mereka berdua untuk bertemu dengan kepala keluarga. Roki yang berjalan dibelakang pelayan melihat kakaknya Remon sudah ada bersama dengan Dayati.


“Kamu sudah sampai,”ucap Remon. Roki hanya terdiam diri dan berjalan menuju kearah mereka. “Apa kamu sudah membawa semuanya,”kata Daayati yang tidak sopan.”Semus sudah ada disini, kita bisa membatalkan pertunangan kita. Apa kamu sudah puas sekarang,”kata Roki.


Dayati mengambil dokumen yang diberikan Roki dan membacanya dengan seksama lalu dia tersentum.”Kamu boleh pergi sekarang, karena kamu tidak akan disambut lagi oleh kami datang ke sini lagi,”kata Dayati yang melihat ke arah pelayan yang memberikan isyarat.


“Kamu tidak usah repot-repot karena aku akan pergi dari sini dengan sendirinya. Selamat ya kak untuk pernikahan kalian berdua,”kata Roki yang berdiri dan hendak berjalan keluar rumah Daya. Tapi Remon berkata,”Kakek ingin bertemu dengan kamu hari ini. Pergilah ke vila bunga putih.”

__ADS_1


Roki yang sudah mendapatkan pesan dari kakaknya pergi keluar rumah Daya bersama Kim. Surya yang sudah menuggu mereka melihat mereka berdua yang baru saja keluar dari rumah Daya. Kim yang membukakan pintu mobil untuk Roki yang kemudian masuk ke dalam. Kim yang setelah membantu tuannya baru dia masuk setelahnya.


“Apa sudah selesai urusannya,”kata Surya.”Sudah. Kita pergi ke vila Bunga Putih untuk bertemu kakek,”kata Roki.


Setelah keluar dari rumah Daya mereka bertiga menuju vila bunga putih dimana mereka akan bertemu dengan kakak Roki yang bisa menerima Roki dengan senang hati. Tapi setelah kejadian ayah yang keluar dari rumah membuat kakek tidak bisa menerima Roki lagi. Dalam hati Roki yang selalu bertanya,”Kanapa dulu ayah meninggalkan rumah, apa alasannya?.”


“Tuan apa yang membuat kamu terdiam, apa kamu menyesali akan masa lalu,”kata Kim.”Itu masa lalu kenapa hatus dipikirkan. Pikirkan saja yang ada didepan kita,”kata Surya.


“Bukanya kamu juga sama,”kata Roki yang membalas.”Apa maksud tuan,”kata Surya. “Apa kamu tidak sadar kalau kamu sedang sedih kehilangan Kyoshi,”kata Roki.”Kyoshi apa kalian sedang menjalani hubungan terlarang,”kata Kim yang baru sadar.


“Aku sudah melukapannya, untuk apa memikirkannya yang sudah bahagia dengan orang lain,”kata Surya.”Apa benar,”kata Roki.


“Ayo kita pergi makan,”ucap Surya yang berhenti di tempat makan yang biasa. Roki hanya tersenyum melihat mereka berdua yang khawatir dengan dirinya. Hati Roki yang merasa kalau ada yang menyanginya membuat dia terharu.


Mereka bertiga makan bersama sampai dia mendapatkan pesan dari Yamato kalau perusahaan sudah dilelang dan sudah terjual dan uangnya sudah untuk melunasi gaji karyawan.”Ada apa tuan,”kata Kim.


“Yamato memberitahukan kalau semua sudah beres penjualan dan gaji karyawan,”kata Roki. Sampai makanan yang mereka pesan sudah datang dihadapan mereka bertiga. Dengan santai mereka makan sampai Roki melihat satu orang yang tidak asing.


“Bukan itu Izam, sedang bersama siapa dia,”kata hati Roki yang tidak ingin menghampirinya karena dia juga dalam kondisi sibuk. Setelah mereka menyelesaikan makanan dan minuman yang sudah terbayar. Mereka bertiga kembali ke mobil tapi sebelum mereka pergi Roki menghampiri Izam.

__ADS_1


“Hai Izam,”kata Roki. Izam menoleh kearah suara dan langsung berdiri,”Roki, bagaimana kabar kamu?.”


Roki yang melihat sikap Izam yang tidak biasa membuat dia melirik kearah belakangnya dan melihat tiga orang yang asing baginya tapi dengan postur tubuh yang sangat kuat.”Aku baik, hanya ingin menyapa kamu saja sebentar. Maaf kalau mengganggu,”kata Roki yang melihat jam tangan.


“Sudah dulu ya aku harus pergi lagi,”kata Roki yang berjalan keluar. Tapi Izam menghentikannya,”Tunggu dulu.” Roki menoleh melihat kearah Izam yang menahannya,”Ada apa?.” Tiba-tiba Izam melepaskan tangan Roki sambil tersenyum dia berkata,”Tidak ada maaf sudah menghentikan kamu. Kamu pasti sedang sibuk.”


“Aku memang ingin pertemu dengan kakek ku, jadi aku tidak bisa berlama-lama disini. Maaf ya aku harus pergi,”kata Roki berjalan setelah tangannya dilepaskan oleh Izam.


Roki masuk ke dalam mobil yang sudah di tunggu oleh Kim dan Surya.”Apa anda sudah selesai menyapa teman anda,”kata Kim.”Sudah tapi dia menyembunyikan sesuatu,”kata Roki.”Kamu hubungi  Derek untuk mencari tahu apa yang direncanakan Izam selama ini dan siapa bawahannya,”kata Roki.


Kim yang mengambil ponselnya dan memberikan pesan kepda Derek dan kawanya untuk mencari informasi tentang Izam. Mobil melaju yang dikemudikan oleh Surya yang menuju Vila Bunga Putih dimana kakeknya berada.


“Kim aku ingin bertanya,”kata Roki.”Apa yang ingin tuan tanyakan jika saya mengetahuinya,”kata Kim.”Kamu sudah lama menjadi sekertaris ibu aku bukan. Pasti kamu tahu apa yang terjadi dulu kenapa ayahku keluar dari rumah utama sampai dibenci oleh kakek,”kata Roki kepada Kim.


Kim tidak langsung menjawab,”Untuk apa tuan ingin tahu?.”


“Karena aku merasa ada yang mengganjal,”kata Roki. Kim menghela nafas yang kemudian dia berkata,”Sebenarnya ayah dan ibu anda keluar dari rumah utama karena orang ketiga yang mengancam kakek kamu waktu itu.”


“Apa maksud kamu Kim, bisa kamu jelaskan dengan rinci biar aku tahu apa yang terjadi,”kata Roki yang penasaran. “Saya akan mengatakannya kalau tuan besa dan nyoya pergi setelah kakek bercerita kepada ayah anda. Aklau keluarga Brata mengalami krisis oleh kakak ayah anda yang bersekongkol bersama orang asing untuk mengambil ahli waris. Kakek anda yang tidak suka dengan anak pertamanya mencarai informasi yang berkait dengan krisis tersebut sampai kakek anda mengetahui kalau ada pihak lain yang melakukannya,”kata Kim.

__ADS_1


“Lalu apa yang terjadi dengan kakek dan ayah ku,”kata Roki.


__ADS_2