
Pembicaran yang mendebarkan untuk Surya yang melihat wajah tampan Kyoshi membuat dia malu.Apa lagi dengan kata yang diucapkan oleh Kyoshi membuat dia berdebar-debar seperti menemukan pengganti Ali dan Ales.
Surya yang menyebut nama Ali dan Alex kembali tersadar dengan menatap dengan berani ke arah Kyoshi.”Dimana Ali dan Alex sekarang?,”kata Surya. “Bukannya tadi aku sudah bilang mereka bersama sedang bersama Martin,”Kata Kyoshi.
“Apa maksud kamu mereka bersama dengan Martin, bukannya mereka berdua adalah anak buah Roki,”kata Surya yang membenarkan.”Memang tapi dulu, sekarang dia memiliki tuannya sendiri, mau bagaimana lagi pikiran orangkan tidak bisa di tebak apa lagi setelah insiden bencana dunia,”kata Kyoshi dengan senyumnya.
“Apa mereka baik-baik saja bersama dengan Martin,”kata Surya yang menundukan kepalanya. Morgan yang ada di samping Surya menepuk punggungnya dan berkata,”Mereka baik-baik saja. Kamu tidak usah khawatirkan mereka berdua.”
Surya menoleh ke arah Morgan dengan pikiran,”Kenapa Ali dan Alex bisa bersama Martin dan sejak kapan mereka bersama?.” Kokoro yang memandang Surya berkata,”Kalian anak buah Roki?.” Citra dan Surya melihat ke arah mereka berdua yang merasa asing bagi mereka.
“Itu benar kami adalah anak buah Roki yang baru saja datang menemui tuannya. Ada masalah apa?,”kata Surya. Kokoro hanya terdian dan berjalan menjauh dari mereka hingga Koto yang di belakang juga pergi. Tapi sebelum mereka berdua pergi mereka berkata,”Kabari kami jika mereka sudah bangun dan satu lagi beritahu kami kapan mereka akan berangkat menuju pulau.”
Kyoshi hanya menganggukan kepalanya sampai mereka berdua meninggalkan rumah sakit.”Bagimana Roki, bukannya kamu yang menurup aura jiwanya yang bocor,”kata Citra yang ingin tahu.
“Dia baik saja, tidak usah khawatir,”kata Kyoshi yang duduk di ruang tunggu. “Kalian yang menemukan mereka terluka apa kalian tahu juga siapa yang ingin membunuh Roki,’’kata Roki.
“Mana aku tahu saat kami datang ke sana semua sudah seperti lautan merah dengan darah yang berserakan berserta mayat yang bergeletakan,”kata Morgan. “Siapa yang ingin membunuh Roki, dia harus mati,”kata Citra dengan dingin.
“Coba kamu tanyakan pada mereka jika mereka sudah tersadar,”kata Morgan. “Tapi kenapa kalian ingin bertemu dengan Roki,”ucap Surya.”Untuk bertanya kapan akan pergi ke pulau,”kata Morgan.
__ADS_1
Waktu berjalan sangat cepat Morgan yang mendapatkan pesan pergi dari rumah sakit dan menuju kepertemuan berikutnya. “Kamu ingin pergi kemana?,”kata Surya.”Ada urusan bisnis yang harus aku kerjakan jadi aku tidak akan menuggu disini. Aku pergi dulu,”kata Morgan yang berjalan dan di ikuti oleh Kyoshi.
Sementara Roki yang tertidur di raung dimensi dalam lautan jiwa yang dia buat mereasakan kehangatan yang sudah lama dia tidak rasakan. Roki yang membuka mata merasa tubuhnya terasa tercabik-cabik sampai dia mendengar suara yang tidak asing yang mengatakan pulihkan jiwa mu yang telah hilang selama kamu di lautan jiwa.
Mendengar suara tersebut Roki membuka mata dan melihat disekelilingan,”Ini dimensi ruang jiwa yang aku buat.” Dia mencoba untuk duduk tapi tidak tahu kenapa dia merasa tubuhnya tidak bisa menopaknya.”Kenapa tubuhku sakit sekali, aku tidak bisa bergerak untuk saat ini. Bagaimana aku bisa memulihkan kekuatannku. Apa bisa aku memulihkan tenagaku dengan berbaring?,”ucap Roki yang tidak bisa bergerak hanya bisa menatap ke atas langit yang kosong.
Terdiam menatap langit yang kosong Roki mencoba mengumpulakan tenaga dan jiwa yang telah hilang. Dengan semangat yang dia punya dia berusaha di lautan jiwanya untuk beberapa hari samapai dia bisa duduk kembali. Tapi Roki yang belum pulih total tidak bisa kembali ke dnua nyata untuk melihat sekertarisnya dan rekannya yang terluka.
“Apa mereka akan baik-baik saja?,”ucap Roki. Pikiran yang tidak bisa dikatakan oleh Roki yang mencoba kembali ke dunianya tapi karena kondisinya yang belum pulih dia hanya bisa mengumpulkan jiwa yang sudah hilang.
“Aku harus kembali secepatnya,”ucap Roki yang menutup matanya dan kembali berkonsitrasi memulihkan kondisi tubuhnya. Sementara di rumah sakit Yamato dan Kim yang sudah sadarkan diri langsung mencari keberadaan tuannya karena khawatir. Tapi dihalangi oleh Surya yang sedang berjaga.”Aku harus melihat kondisi tuan mudah,”kata Kim.
“Yang penting apa yang sedang terjadi di vila waktu itu,”kata Citra. Yamato duduk di kurisi bersama dengan Kim di depan ruang tuan muda.”Apa kamu bisa jelaskan siapa yang menyerang kalian?,”kat Surya.
“Apa tempat ini aman untuk aku membuka mulut,”ucpa Yamato.
“Kalian tidak usah khawatir tempat ini aman karena sudah dipasang formasi suara penghalang,”kata Morgan yang berjalan ke arah mereka. “Anda,”ucap Yamato yang langsung berdiri dan memberi hormat.
“Tuan kenapa anda ada disini,”kata Yamato kepada Kyoshi. Morgan melirik ke arah Kyoshi dengan berbagai pikiran,”Tuan. Apa maksudnya?.” Morgan yang ingin tahu bertanya kepada Kyishi.”Bisa kamu jelaskan maksud darai ucapan Yamato,”kata Morgan.
__ADS_1
“Bukannya kita ke sini hanya ingin tahu apa yang terjadi dengan Roki waktu itu, kenapa jadi beralih ke arahku,”kata Kyoshi yang tersenyum.
“Maaf ini salahku karena berbicara tanpa memberitahukan anda kode,”kata Yamato.”Tidak apa-apa. Tapi kamu bisa jelaskan apa yang terjadi waktu itu”kata Kyoshi yang mengubah suasana. Tidak lama kemudian mereka mengubah alur pembicaraan menjadi menegangkan setelah penjelaskan dari Yamato dan Kim kalau mereka diserang oleh Anggota khusus yang merupakan mata-mata darai organisasi kegelapan jiwa.
Mereka yang mendengar merasa tidak percaya dengan apa yang diberitahukan kepada mereka. Sampai mereka berkata,”Apa kamu yakin mereka yang menyereng dan nyoya dan tuan besar bagaimana sekarang?.” Yamato hanya terdiam bersama dengan kim.”Kenapa kalian hanya terdiam saja?,”kata Citra.
“Mungkin mereka membutuhkan waktu untuk bicara. Merekakan baru saja bangun darai koma,”kata Morgan.”Sebaiknya anda istirahat saja dulu, pulihkan tenaga anda sampai kalian bisa melayani tuan kalian lagi saat dia bangun nanti,”kata Kyoshi.
Kyoshi yang masuk ke dalam ruangan Roki untuk melihat kondisinya. Di hentikan oleh Citra,”Kamu mau kemana?.” Kyoshi hanya tersenyum dan menyingkirkan Citra yang ada di depanya. Kyoshi masuk ke dalam dan memeriksa nadi Roki.”Bangunlah,”ucap Kyoshi yang berbisik dengan sedikir aura jiwa agar bisa tembus ke lautan jiwanya.
Roki yang mendenra suara dia mencoba membuka matanya dan melihat seorang di hadapannya dengan mata yang sayup.”Siapa kamu?,”ucap Roki dengan suara kecil.
“Makan obat ini agar kamu bisa kembali pulih,”kata Kyoshi yang memberikan obat ke dalam mulut Roki. Roki yang menerima dengan santai menelan obat yang diberikan dan kembali tertidur. Kyoshi keluar dari ruangan sampai dia mendapatkan pukulan tapi tidak mengenainya.
“Ap yang kamu berikan kepada tuanku,”ucap Citra yang melihat.
“Itu obat pemulih jiwa,”ucpa Kyoshi dengan santai.”Obat pemulih jiwa,”kata Citra.
“Berati bukan racun,”ucap Citra lagi.”Racun. Apa maksud kamu?,”kata Kyoshi yang tidak tahu jalan pikiran Citra.
__ADS_1
“Bagaiman kondisi tuan saya,”ucap Kim.”Dia baik saja sekarang sedang kondisi pemulihan jiwa di lautan jiwa. Kalian tidak usah khawatir,”kata Kyoshi menjelaskan.