
Perasaan dimana Martin dan anggota preman selatan yang sedang bertarung melawan genk mawar dan naga hitam. “Tidak aku sangka kalau mereka juga memiliki aura yang sama. Bagaimana Martin melatih mereka,”kata Izam yang tidak bisa percaya dengan apa yang dia lihat.
Bunga yang melihat juga merasa kalau mereka akan melakukan serangan brutal untuk menghadapi organisasi kegelapan jiwa. Karena tidak ingin anggota yang lain terluka dia menyarankan orang yang tidak bisa bertarung untuk mundur. Sedangkan mereka malakukan serangan yang tidak bisa diprediksi.
Bunga yang tidak lama mengamati kemudian dia tersadar kalau semua anak buah dia yang terluka harus di obati. Sampai Bunga melihat Izam juga ingin bergabung dengan mereka di garis depan. Tapi dia tidak bisa menghalangi Izam yang maju karena musuh yang datang terlalu banyak.
Izam yang masuk dalam pertempuran membantu membasmi musuh dari organisasi kegelapan jiwa. Remon dan Ming Long yang menyadari kalau Izam juga ikut bergabung hanya tersenyum dan kemudian mengabaikannya. Karena suasana yang mereka rasakan sedang bermain dengan semut yang datang. Sampai dia mendapatkan pesan telepati dari Martin kalau ada dua tempat yang belum di selesaikan tugasnya.
Remon yang bertarung dengan musuh hanya bertanya dan menebak kalau dua tempat yang belum di bereskan pasti adalah pulau Teratai dan pulau dimana organisasi kegelapan jiwa berada. Ming Long yang dari jauh melihat Remon langsung menghampiri.
“Apa yang kamu pikirkan, apa ini masalah dengan formasi yang belum selesai di hancurkan,”kata Ming Long.
“Tidak juga hanya berpikir. Apa Reli sudah sampai di pulau tidak penghuni,”kata Remon.
“Kurasa sudah,”ucap Ming Long.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Di pulau tidak penghuni dimana Reli pergi untuk bertemu dengan Lili dan Ling Yong. “Kenapa kamu datang terlambat,”ucap Ricu.
“Maaf karena baru saja selesai di pulau obat. Bagaimana kondisi pulau?,”kata Reli.
“Lihat itu,”kata Ricu yang sudah datang lebih dulu.
“Siapa dia?,”kata Reli yang melihat dari jauh. “Mungkin saja dia adalah pembela alam semesta yang di temukan di ruang rahasia pulau ini,”kata Ricu.
Mereka berdua yang melihat seorang pembela alam semesta yang sedang mengalahkan musuh yang datang dengan formasi pulau yang masih bertahan.”Bagaimana sekarang, masuk atau menuggu,”kata Ricu.
“Masuklah kita harus bertemu dengan mereka berdua yang ada di dalam dan kita masih ada tugas yang harus di selesaikan,”kata Reli.
Reli dan Ricu yang masuk bersama tidak sengaja berhadapan dengan pembela alam semesta. Di menyerang Reli dan Ricu yang dianggap salah satu dari musuh. Tapi Reli dan Ricu yang sudah terbiasa dengan pertempuran menghindar dengan baik. “Tidak aku sangka ada yang bisa menghindar dari seranganku. Siapa kalian?,”kata Ulta.
“Seharusnya ada bisa memastikan lebih dulu sebelum menyerang bukan. Kami adalah bantuan darai teman pemilkik pulau,”kata Reli.
__ADS_1
“Jadi kalian salah satu dari pulau, jika seperti itu silakan kalian pergi masuk. Jangan menggangguku,”kata Ulta.
Reli dan Ricu yang masuk setelah di ijinkan untuk pergi dan dia bertemu dengan Roki.” Kalian datang,”ucap Lili.
“Bagaimana kondisi kalian berdua,”kata Ricu.
“Kami baik saja,”kata Ling Yong. Roki yang ada di sampingnya merasa bingung dan bertanya,”Kalian saling kenal satu sama lain.”
“Kami adalah anak buah Martin,”kata Ricu. “Jadi kalian adalah anak buah Martin apa kamu juga Lili dan Ling Yong,”kata Roki.
“Iya, kami mengucapkan terima kasih telah menolong kami berdua,”kata Ling Yong.
“Untu apa kalian datang ke sini, bukan membantu tuan kalian yang ada di pulau bunga persik,”kata Roki.
“Kami di sini karena ada tugas yang harus diselesaikan. Jadi kami harus pergi bersama mereka berdua,”kata Reli. Roki hanya mengijinkan mereka untuk pergi berkeliling karena dia tidak mencurigai anak buah Martin yang manjadi sahabatnya.
Setelah jauh darai Roki Lili berkata,”Apa kamu sudah menemukan posisi formasinya?.”
“Pergi sekarang,”kata Ricu. Semua pergi ke posisi untuk menghabisi musuh yang ada. Tanpa mereka sadari kalau Ulta yang tidak sengaja melihat mereka ada di sekitarnya merasa terkejut dengan cara bertarung mereka yang sangat hebat dan mengingatkan dia kepada seoarang yang dia cari.
“Mereka mengalahkan musuh hanya dengan empat orang dengan jumlah yang banyak. Hebat juga mereka, tapi apa yang mereka lakukan di dalam formasi itu,”kata Ulta yang mengamati sambil bertarung.
Ulta yang mengamati formasi merasa terkejut saat mengetahuinya tapi formasi sudha di hancurkan oleh keempat orang tersebut. Karena ingin tahu dia membuat belahan dirinya untuk datang menghampiri keempat orang tersebut. Reli dan Ricu tahu akan kehadiran Ulta hanya menyambut dia.
“Kenapa ada membuat belah jiwa anda, apa terjadi masalah,”kata Ricu dengan sopan.
“Apa kalian tahu formasi apa yang kalian hancurkan,”kata Ulta.
Mereka berempat hanya menatap ke arah formasi dan kembali menatap ke arah Ulta.”Maksud anda formasi ini,”kata Lili sambil menunjuk ke bawah.
“Iya,”kata Ulta.
“Kami tahu formasi apa ini. Karena kami di tugaskan oleh tuan kami, untuk menghancurkannya agar pintu alam semesta tidak terbuka. Karena akan bahaya jika pintu ini di buka dengan paksa,”kata Reli.
__ADS_1
“Bagaimana kalian tahu, siapa tuan kalian,”kata Ulta.
“Dia adalah Martin yang ada di pulau bunga persik yang sedang berhadapan dengan organisasi kegelapan jiwa. Karena mereka juga menginginkan jiwa mereka untuk lubang hitam yang akan mereka buka,”kata Reli.
“Apa tuan kalian berasal dari alam semesta,”ucap Ulta.
“Untuk itu kami tidak bisa memberitahukan kepada anda,”kata Ricu.
Ulta langsung pergi menyatuh dengan tubuh aslinya. Sampai di depan mata dia hanya bertanya,”Apa dia adalah orang yang aku cari Martin.”
Ricu dan yang lain hanya menatap satu sama lain.”Mau bantu tidak kurasa di sudah kelelahan,”kata Lili.
“Bantu misi dan tugas harus bisa di jalankan dengan baik,”kata Reli yang pergi ke garis depan. Sampai dia melihat kalau ada serangan dari belakang Ulta. Reli yang sigap dan cepat langsung menyerangnya.
“Apa anda baik saja,”ucap Reli.
“Apa kalian tidak lelah setelah menghancurkan formasi dan membunuh penjaga formasi lalu datang ke garis depan,”kata Ulta.
“Kalian banyak sekali staminanya,”kata Ulta.
“Apa anda mau ini,”ucap Reli yang tidak perduli dengan ucapan Ulta. Ulta yang tahu apa yang diberikan oleh Reli hanya bisa menerimanya karena jiwanya juga sudah terkuras habis karena bertarung tiga hari tanpa henti.
“Aku terima ini terima kasih,”ucap Ulta.
“Paman apa anda dari alam semesta yang terseret karena lubang hitam,”kata Reli.
“Itu benar, apa kamu mengetahu orang yang sama denganku yang juga terseret karena lubang hitam,”kata Ulta.
“Untuk soal itu anda harus bertemu langsung dengan kedua orang itu yang ada di pulau bunga persik,”kata Reli yang menjauh untuk menghadapi musuh.
Lili yang menghampiri Reli sudah pergi ke garis depan.”Dia pergi ke garis depan,”ucap Lili sambil menghela nafas.
“Paman jika anda lelah bisa istirahat, biarkan kami yang menggantikannya untuk mengalahkan musuh,”ucap Lili.
__ADS_1