Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Waktu Habis 4


__ADS_3

Kyoshi yang sedang berbincang dengan Zira setelah Maru dan Zen pergi meninggalkan mereka. Kyoshi yang menyadarai hawa keberadaan Zira tetep tinggal di tengah hutan karena Zira. Alasan yang di buat oleh Zira karena ingin bertemu dengan mantan pacarnya dan mantan temannya karena dia adalah mantan anggota Organisasi Jiwa Suci yang berpindah haluan menjadi ketua dari Organisasi Kegelapan Jiwa.


Zira yang datang menghampiri Kyoshi yang sudah dketahui olehnya. Hingga mereka saling berbicara satu sama lain, sampai di tengah pembicaraan Zira berkata,”Apa kamu tidak ingin pindah Organisasi?.”


Kyoshi tersenyum mendengar tawaran dari Zira,”Jadi kamu datang hanya ingin menewarkan aku sebagai apa?.” Kyoshi yang menuggu tawaran dari Zira masih melakukan aktifitasnya menggambar cover dari komiknya. “Jika itu posisi ketua apa kamu mau,”UCAP Zira.


“Ketua ya... posisi yang bagus tapi apa yang aku dapatkan itu tidak membuat aku menarik,”kata Kyoshi. “Jika itu Kristal merah,”kata Zira.


“Kristal Merah,”ucap Kyoshi yang melirik ke arah Zira yang di sampingnya. “Iya apa kamu mau,”kata Zira.


“Kristal Merah dan posisi ketua itu tawaran yang bagus, hanya saja ada satu permasalahan yang tidak bisa aku lakukan jika berpindah organisasi,”kata Kyoshi.


“Apa maksud kamu,”kata Zira yang tidak paham.”Kamu ingin tahu tunggulah disini untuk beberapa menit dia akan datang mencari kamu,”ucap Kyoshi. Zira yang tidak tahu siapa yang dimaksud dengan Kyoshi menuggu beberpa menit sampai dia merasakan hawa pembunuh yang sangat pekat dan dangkal. Tubuh Zira yang tidak bisa bergerak karena tekanan yang diberikan melirik ke arah Kyoshi.


“Siapa kamu?,”ucap Zira yang terkejut setelah melihat ke arah Kyoshi ada seorang di dekatnya dengan tatapan tajam.


“Seharusnya aku yang bertanya siapa kamu datang mengganggu adik kami,”kata Kokoro. “Aku tebak pasti kamu ingin mengajak adik kami berpindah haluan ya,”kata Koto Zira hanya bisa terdiam karena tekanan yang diberikan.


Kyoshi yang masih santai melihat ke arah Zira.”Mereka yang aku maksudkan, jika kamu ingin aku berpindah Organisasi. Lawan kedua kakakku,”kata Kyoshi. Zira yang tidak tahu kalau Kyoshi memiliki saudara laki dan perempuan membuat dia berpikir,”Apa yang harus aku lalukan tekanan mereka sangat mengerikan jika aku salah sedikit saja aku yang tewas. Tidak aku sangka kalau Kyoshi memiliki latar belakang keluarga yang sangat mengerikan. Aku harus pergi, jika aku berlama-lama disini aku yang tewas karena mereka berdua.”


Zira yang tidak ingin mencari masalah pergi meninggalkan mereka bertiga. “Dia kabur,”ucap Koto. “Itu benar kita saja belum mengeluarkan kemampuan kita dia sudah kabur dulu, pengecut,”kata Kokoro.

__ADS_1


“Bukan dia yang pengejut hanya saja dia takut dengan kalian berdua, apa lagi kalian datang dengan tekanan yang sangat mengerikan membuat dia tidak bisa bergerak,”kata Kyoshi. “Mungkin juga benar apa yang kamu katakan,”ucap Koto yang mengambil hasil komik dari Kyoshi.


“Sudah semua ini,”kata Koto yang melihat satu persatu. “Belum masih ada cover komik yang belum jadi,”kata Kyoshi.


“Untuk apa kakak datang ke pulau,”kata Kyoshi yang melihat ke arah mereka berdua.


“Panggilan dari Ezan untuk menjaga kalian,”kata Kokoro yang bersandar di dekat Kyoshi. Kyoshi hanya terdiam,”Jadi seperti itu, sudah tahu kalau mereka datang ke negara J.”


“Untuk apa di urus yang disana, mungkin mereka yang akan bermain dengan kekasih Zainab,”kata Kokoro.”Apa maksud kakak?,”kata Kyoshi yang tidak paham dengan ucapannya.


“Kekasih Zainab datang menjaga dia dari jauh,”kata Koto. “Dia kembali,”kata kYoshi yang terkejut kalau kekasih Zainab kembali. “Iya beberapa menit yang lalu,”kata Kokoro.


“Sampai kapan kalian akan di pulau,”kata Kyoshi yang berdiri dari dia duduk. “Sebentar lagi kita akan kembali berkeliling,”kata Koto. “Mana covernya,”ucap Koto lagi. Kyoshi memberikan cover kepada kak Koto dan melangkah pergi dari hutan. “Kyoshi jangan bilang kepada Zen kalau kami datang dan orang yang barusan datang,”kata Kokoro.


“Pergi sekarang,”kata Koto.


~ ~ ~  ~ ~ ~  ~ ~ ~  ~


Sebelum kejadian dimana Ezan menghilang Izam dan Roki yang masih melihat pertarungan Ezan mendadak terkejut karena tidak ada serangan Ezan menghilang bersamaan dengan musuh yang datang mengepungnya. “Apa yang terjadi?,”kata Izam yang tidak percaya dengan apa yang dilihat.


“Apa mungkin ini segel formasi putih,”ucap Roki yang tahu sedikit tentang formasi langka. Roki yang ingin memastikan apa yang terjadi melihat ke sekeliling dia. Anak buah Martin dan orang yang baru saja melihat pertarungan tidak menujukan ekspresi apa-apa. Tapi ada yang mengganjal dari peristiwa yang diperlihatkan. Sampai dia melihat ke arah yang lain di atas dengan tatapan tajam.

__ADS_1


“Siapa dia?,”kata Roki yang penuh kecurigaan. Sampai dia melihat Prisila pergi bersama dengan Zainab meninggalkan lokasi. Setelah kepergian Prisila anak buah Martin juga pergi dengan wajah yang sedih seperi kehilangan seorang ketua. Roki yang merasa ada yang aneh dia menghampiri Reli.


“Apa yang sedang terjadi?,”kata Roki kepada Reli. Reli hanya tersenyum dengan wajah yang dipaksa,”Tidak ada, apa yang ingin kamu ketahui carilah sendiri semua orang disini telah lelah dengan sikap baik kamu. Aku selalu ingin tahu kenapa kamu ingin berteman dengan Martin kalau kamu juga membuat dia sakit hati.”


Roki yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Reli hanya bisa termenung dengan apa yang dikatakan oleh Reli.”Apa selama ini aku salah terhadap Martin?,”kata hati Roki yang merasa diriya salah.


“Tunggu dulu dimana Ezan pergi kenapa dia menghilang begitu saja,”kata Roki yang ingin memastian keberadaan Ezan karena menghilang begitu saja. “Dia sudah tewas,”ucap Reli suara kecil menahan sedih. Roki terdiam dengan hati berkata,”Tewas bagaimana bisa.” Karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Reli dia menemui anak buah Martin yang masih ada.


“Tunggu kamu,”ucap Roki yang menahan salah satu anak buah Martin.


“Ada apa?,”ucap bawahan yang sedang dalam kondisi tidak baik. “Dimana Ezan yang masuk ke dalam kerumunan tadi,”kata Roki.


“Bukannya kamu sudah melihat dengan baik kalau dia sudah menghilang berati dia menyerahkan nyawanya untuk menyelematkan kita semua dari pertingkaian ini,”kata bawahan.


“Kamu pasti bercanda iyakan,”kata Roki yang tidak bisa mempercayainya. “Bukannya kamu senang kalau dia sudah pergi bukan,”kata Rendi yang menggunakan topeng kuning. Roki menoleh kebelakang dimana suara tersebut terdengar.


“Siapa yang senang kalau saudara Martin tidak ada, kamu salah paham dengan diriku,”ucap Roki yang tidak bisa terima dengan suara pelan dan serak. “Untuk apa kamu berpura-pura,”kata Rendi.


“Siapa yang berpura-pura,”ucap Roki yang jatuh ke tanah. Izam melihat Roki menghampirinya dan membantu dia untuk berdiri. “Kamu tidak apa-apa?,”kata Izam yang membantunya berdiri.


“Kalian berdua sama saja membuat aku muak melihat wajah kalian,”kata Rendi yang pergi meninggalkan mereka setelah Ezan pergi. “Dia sudah pergi untuk apa kamu mencarinya, bukannya masih ada Martin yang masih hidup,”kata Izam.

__ADS_1


Roki melihat ke arah Izam dan mencoba membuat dia tenang dengan kata yang diberikan.”Benar masih ada Martin,”kata Rok yang mencari dia tapi tidak melihatnya.


“Kamu mencari siapa,”kata Mitra yang datang.”Dimana Martin, bukannya dia ada disini tadi,”kata Roki yang mencari. “Untuk apa kamu mencarinya, tidak ada gunanya kamu mencarinya karena dia sudah pergi sebelum saudaranya melepaskan auranya untuk menyegel para musuh,”kata Mitra yang berjalan menuju Rong Shi. Roki hanya terdiam bersama dengan Izam setelah diberitahukan kalau Martin sudah tidak ada di negara J.


__ADS_2