
“Apa yang ingin kamu bicarakan denganku, bukan sudah semua aku katakan tadi,”ucap Roki yang merasa tidak senang.
“Aku tahu kalau kamu merasa tidak suka dengan kami berdua. Tapi kami ingin bicara dengan kamu sebentar saja,”kata Lin.
“Baiklah dimana kita akan bicara tapi tidak di sini?,”kata Roki. “Ikutlah dengan kami,”kata Lin. Setelah mereka berdua datang dan mengajak bicara di tempat lain. Roki yang merasa ada yang mengawasi hanya bisa memantau pergerakan mereka sampai Kim melihatnya.
“Tuan,”ucap Kim yang melirik ke arah lain. Roki yang merasa ada yang aneh dengan sikap Kim melihat ke arah dimana dia menatap. Dia melihat Mola dan Meli yang sedang mengamati kami berdua. Roki dalam hati berkata,”Mereka mengawasi. Apa maksudnya ini? Apa yang mereka inginkan dan sampai mereka harus menyamar.”
Roki setelah melihat ke arah mereka langsung menepuk Kim.”Ayo pergi,”ucpa Roki. Mereka masuk ke dalam mobil dan mengikuti mobil Lin dan Teo yang sudah melaju di depan. Mereka di belakang hanya mengikuti dari belakang sampai mereka di persimpangan masuk ke dalam gank. Mobil berhenti dan mobil yang dikendarai Roki juga berhenti karena mereka berdua.
Lin dan Teo yang keluar dari mobil. Roki melihat mereka keluar hanya bisa ikut keluar dan mereka berjalan lagi di gang sempit. Kim yang bersama dengan tuannya hanya bisa berkata,”Kemana kita akan pergi tuan?.”
Roki hanya menggelengkan kepalanya sampai Lin dan Teo masuk ke dalam satu bar di dekat. Roki berjalan masuk ke dalma yang sudah di tunggu oleh Lin dan Teo bersama dengan anggota preman selatan yang masih ada.
“Silakan duduk,”ucap Teo.
“Bisa kalian jelaskan apa yang terjadi di sini? Kenapa kalian berdua membawaku ke sini, bukan mereka adalah salah datau darai preman selatan,”kata Roki yang bingung.
“Aku tahu kalau kamu bingung dengan kami membawa kamu ke sini. Tapi kami ada alasanya membawa kamu ke sini sebagai teman Martin,”kata Teo.
“Jadi apa yang ingin kalian ketahui dariku,”kata Roki dengan santai.
“Aku tahu kalau kamu akan langsung keintinya. KamI ingin tahu dimana keberadaan Martin dan Morgan dan dimana Ali dan Alex sekarang,”kata Teo.
__ADS_1
“Kalian tidak salah bertanya kepadaku. Aku sudah mengatakannya kalau aku tidak tahu dimana mereka sembunyi,”kata Roki.
“Aku tahu kalau kamu menyembunyikan kebenarannya. Tempat ini aman untuk kamu mengatakannya,”kata Lin.
“Bagaimana aku bisa percaya dengan kalian setelah apa yang terjadi barusan,”kata Roki. “Aku tahu kalau kami salah. Kami melakukannya agar terhindar dari mata musuh yang mengawasi kami,”kata Teo.
“Bagaimana kalian bisa tahu kalau kalian di awasi,”kata Roki. “Bukan tadi kamu curika dengan Mola dan Meli bukan?,”kata Lin.
“Apa yang kalian katakan memang benar terus apa masalahnya,”kata Roki. “Kami juga curiga dengan mereka berdua setelah kehilangan Lili dan Ying dan beberapa anggota lain saat sedang mengawasi Mola dan Meli,”kata Lin.
“Apa maksud kalian?,”ucap Roki yang merasa ada yang aneh dengan ucapan mereka berdua.
“Kami akan katakan. Saat Martin menghilang Mola dan Meli seperti biasa khawatir dengan adiknya. Tapi setelah perselisihan waktu itu ada yang aneh dengan sikap mereka berdua. Tidak hanya itu saja Lili dan Ying yang menemani mereka juga menghilang bersamaan dengan sikap Mola dan Meli. Karena kami penasara kami menyurruh anak buah kami untuk memantau mereka. Belum tiga hari berlalu kami sudah mendapatkan kabar kalua orang yang mengawasi mereka menghilang. Karena itu kami curiga dengan Mola dan Meli,”kata Teo panjang lebar.
Roki yang mendengarnya hanya bisa terdiam sampai dia merasa ada suara langka kaki yang tidak biasa. “Jika kalian ingin tahu pergilah ke alamat ini sendiri. Jangan bawa penghianat,”kata Roki yang memberikan alamat vilanya.
‘Kim ayo kita pergi,”kata Roki.”Baik tuan,”kata Kim.”Tunggu dulu,”ucap Lin yang menahan mereka berdua.
“Kenapa tidak berkata sekarang saja,”ucap Lin yang mulai gelisah.”Jika aku mengatakan sekarang kalian akan mati,”ucap Roki yang dengan paksa melepaskan tangan Lin dan pergi keluar. Mereka berdua yang mengikuti Roki dan Kim terkejut kalau ada Mola dan Meli yang sudah ada diluar.
“Kenapa kalian ada disini?,”ucap Lin.
“Aku hanya ingin melihat kabar kalian saja. Aku tidak tahu kalau Roki juga ada disini, apa kami mengganggu kalian,”kata Mola yang merasa bersalah.
__ADS_1
“Tidak aku di sini hanya mau minum saja, kebetulan sudah selesai,”kata Roki yang menuju mobil yang ada digang diluar. “Aku tahu kalau kamu tidak suka. Tapi kami harus melakukannya, tunggu hadiah yang aku persipakan untuk kamu nanti,”kata Meli.
“Tidak usah repot karena hadiahnya sudah aku ambil tadi bersama dengan mata kamu yang indah,”ucap Roki dengan santai dan tajam mempesona.
“Apa kamu tahu apa hadiah yang aku persiapkan untuk kamu. Sampai kamu berkata seperti itu,”kata Mola.”Aku tahu. Apa ada masalah,”ucap Roki yang pergi begitu saja.
Setelah pembicaran itu Roki yang sudah melihat mobilnya menuggu dia berjalan bersama dengan Kim yang ada disampingnya.”Tuan tidak apa-apa?”ucap Kim.”Aku baik saja. Kamu tidak tidak usah khawatir. Apa masih sempat kita ke pertemuannya?”kata Roki yang mengubah suasananya.
“Masih ada waktu tuan. Kita pergi sekarang,”kata Kim yang sudah membuka pintu mobilnya. Roki masuk ke dalam yang sudah di tunggu oleh sopir.
“Pak kita pergi ke perusahaa b sekarang,”kata Kim. “Apa anda baik-baik saja tuan. Kelihatanya ada masalah baru yang datang,”ucap sopir yang memperhatika perubahan tuannya.
“Seperti yang kamu lihat. Masalah selalu saja datang bergilir bukan,”kata Roki yang mencoba tersenyum.”Kita berangkat sekarang,”ucap Sopir yang sudah ingin melaju.
Tapi tidak tahu kenapa Roki yang ingin keluar dari gang sempit itu mencium darah yang sangat pekat. “Apa ada masalah tuan,”ucap Kim yang merasa tuannya berubah sikap lagi.
“Aku lelah. Kim hubungi beberapa orang untuk datang ke sini. Dan telepon ambulan milik perusahan kita danai,”ucap Kim yang membuka pintu.”Tuan”ucap mereka berdua.”Kalian tidak usaha khawatir karena di mobil sudah ada formasi pelindung kalian tidak akan terluka,”kata Roki.
“Bukan itu tuan. Bagaimana dengan anda sendiri,”kata Kim. “Aku akan baik-baik saja kamu tidak perluah kahwatir. Cepat lakukan apa yang aku perintahkan kepada kamu,”kata Roki yang sudah di luar dan kembali menutup pintunya.
Roki berjalan menuju tempat Lin dan Teo berada. Semakin lama Roki berjalan menuju bar tadi dia merasakan bau darah yang semakin tajam. Sampai di depan pintu bar Roki yang sudah siap apa yang akan dia lihat. Perlahan dia membuka pintu dengan santai Roki berjalan masuk yang sudah banyak orang bergeletakan. Roki yang tersenyum melihat Mola dan Meli yang sudah mencekik leher Lin dan Teo yang sudah tidak bisa bergerak.
“Kenapa kamu datang ke sini?,”ucap Mola yang melepaskan cengkraman Lin. “Maaf ya kamu harus melihat pemandangan ini. Pasti kamu sedih,”kata Meli yang menjatuhkan Teo begitu saja. mereka berdua yang masih bisa bergerak ingin berkata tapi tidak bisa. Semua orang terluka di depan mata Roki. Apa yang ingin Roki lakukan setelahnya?.
__ADS_1