
Roki yang menuju ke tempat pertemuan bersama dengan Kim. Hingga mereka berdua dihadang oleh mobil lain didepan mereka.”Siapa mereka?,”kata Roki.
“Biar saya mengeceknya,”kata Kim. Kim keluar dari mobil dan melihat apa yang terjadi tapi tidak disangka Kim diserang dari belakang. Kim yang bisa menghindar dari pukulan orang mencoba untuk membalas serangan mereka. Tapi tidak tahu kenapa mereka memiliki aura yang berbeda.
Roki yang menyadarinya keluar dan melihat Kim sedang berhadapan dengan orang itu.”Siapa kalian?,”ucap Roki yang menolong Kim.
“Jadi kamu Roki,”kata musuh.”Habisi mereka,”kata musuh.”Roki yang masih santai melihat kondisi sekelilingnya hanya ada dua belah pihak saja dan tidak ada yang lain.”Kim kamu masuklah ke dalam mobil dan jangan keluar bersama sopirnya,”kata Roki.
“Tapi tuan, saya tidak bisa. Saya harus menjaga anda,”kata Kim.”Untuk sekarang mereka bukan lawan yang bisa kamu hadapi. Kamu harus tetap pergi dan masuk ke dalam. Aku akan baik-baik saja,”kata Roki.
“Anda harus selamat,”kata Kim. Roki hanya tersenyum melihat Kim dan sopir masuk ke dalam mobil. Roki yang sudah memasang formasi pelindung di mobil jadi dia tidak khawatir dengan kondisi mereka berdua. Dia bisa fokus untuk mengalahkan musuh yang ada di depan mereka.
“Kamu menyuruh mereka masuk. Apa kamu takut jika sekertaris kamu sedih kehilangan tuannya,”kata musuh.
“Siapa juga yang akan mati,”kata Roki yang melepaskan segel yang terkunci di dalam dirinya. Aura yang keluar dari tubuh Roki membuat musuh terkejut den bergerak mundur karena marasa ada bahaya.”Kenapa kalian mundur, bukannya kalian yang menginginkan ini semua,”kata Roki dengan santai berjalan kearah mereka dengan satu senjata yang dia lepaskan.
“Apa kamu berlaga sombong sebelum ajal menjemput kamu,”kata musuh.”Siapa yang bilang,”kata Roki yang tiba-tiba disampingnya. Dia yang menyadarinya menghindar setelah merasakan hawa keberadaan Roki dengan cepat.
“Kamu mencoba menghindar. Jangan berharap tinggi,”kata Roki yang dengan cepat datang didepan dia. HIngga dia juga menghindar mereka yang saling beradu kecepatan sampai Roki menambah kecepatannya sambil menyerang menembaskan belati ke arah musuh.
Musuh menghindar sampai dia menambah kecepatannya dia hampir lengah dan tidak bisa menghindar dari serangan Roki. Roki yang masih bisa lebih cepat menyerang musuh sampai mereka tidak bisa bergerak. Dengan dia mengaktifkan formasi pembunuh jiwa dia juga bisa tenang berhadapan dengan musuh yang ada di depan dia.
“Sial,”ucap musuh.”Karena merasa terancam dia menyerang balik dengan cepat tapi Roki menghindar dengan baik tanpa terluka. Roki yang tidak mau kalah juga menyarang balik. Aduk kekuatan dan kecepatan diantara mereka berdua sampai musuh mulai bertahan.
Roki yang melihat ada perubahan dari pertahanan musuh mengubah cara penyerangannya. “Kenapa tidak jadi menyerang?,”kata musuh. “Kenapa tidak jadi menyerang, karena aku sedang melihat kamu,”ucap Roki dibelakang musuh yang siap menembas tubuhnya dengan belati.
__ADS_1
Tapi musuh yang sudah terbiasa menghindar sebelum belati, tapi tanpa dia sadari Roki yang sudah mempersipakan perangkap siap menyerang musuh.
Dengan satu gerakan musuh masuk ke dalam perangkap yang dibuat oleh Roki. Dengan cepat dia mengganti senjatanya dengan pistol yang melontarkannya ke arah musuh saat dia masuk ke dalam perangkap. Suara tembakan dia lontarkan ke arah musuh sedangkan musuh yang lain yang ingin menolong sudah dihadiahkan Roki dengan formasi senjata.
Roki yang telah melontarkan pelurunya dia berjalan kearah mobil. Di belakang Roki yang sudah datang 0011,”Maaf tuan saya datang terlambat karena dihadang oleh musuh yang berjaga.”
“Aku tidak apa-apa, tolong bereskan mereka ya. Jika kamu tidak terluka,”kata Roki melirik ke belakang.”Saya mengerti,”ucap 0011.
Roki yang berjalan ke arah mobil dimana Kim dan sopirnya berada. Roki membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya.”Ayo kita pergi,”ucap Roki. Kim melihat ke arah tuannya yang tidak terluka.”Apa anda baik-baik saja tuan,”ucap Kim yang memastikannya.
Roki tersenyum,”Aku baik-baik saja kamu tidak usah khawatir.” Kim yang mendengarnya merasa lega dan melihat keluar jendela mobil.”Siapa mereka sebenarnya?,”ucap Kim yang tidak tahu.
“Mungkin saja mereka adalah bawahan darai Organisasi kegelapan jiwa,”kata Roki yang mengelap tangannya. Roki yang sudah membersihkan tangannya melihat daftar nama yang sudah ada.”Tuan,”ucap Kim.
“Halo tuan ada apa anda menelepon saya,”kata Roki.
“Anda tidak usah terlalu formal bukan Roki,”ucap Mark. “Tidak aku sangka yang meneleponku adalah anda tuan Mark. Bisa saya bantu,”kata Roki.
“Sudah jangan basa-basi. Aku ingin bertemu dengan kamu sekarang?,”kata Mark.
“Baiklah aku sedang dalam perjalaan menuju tempat kamu,”kata Roki dengan santai.”Baiklah aku tunggu kamu di perusahaan,”kata Mark. Mark mematikan ponselnya semantara Roki berkata,”Kita pergi ke perusahaan xy sekarang.”
“Ubah jadwal pertemuan dengan perusahaan b,”kata Roki kepada Kim.”Baik tuan,”kata Kim yang memberitahukan kepada perusahaan B kalau pertemuannya di undur untuk sekarang. Mereka pergi ke tempat Mark di perusahaan XY.
Sampai di tempat tujuan Roki dan Kim keluar dan menuju lobi untuk memberitahukan kehadiran mereka berdua. Tapi tidak disangak Mark yang sudah menuggu Roki langsung menghampirinya.”Ayo ikut denganku,”ucap Mark di depanya.
__ADS_1
“Tidak aku sangka kamu akan menyambutku dengan baik,”kata Roki yang mengikutinya bersama Kim di belakang. Mereka yang menuju lantai atas dimana ruangan Mark berada.”Kenapa kamu ingin bertemu denganku?,”ucap Roki yang ingin tahu.
“Kamu akan tahu jika sudah di ruanganku,”kata Mark. Roki hanya mengikuti keingian Mark sampai dia masuk ke dalam ruangannya. Dia melihat kedua kakak perempuan Martin yang sudah duduk disana bersama dengan dengan dua orang lagi yang tidak dikenal.
“Kamu duduklah,”kata Mark yang duduk didepannya.”Lama tidak bertemu kak Moli dan Mela,”ucap Roki.
“Iya sudah lama. Bagaimana kabar tante Melati,”ucap kak Moli. Roki hanya terdiam mendengar ucapan kaka Moli sampai Kim berkata,”Beliau sudah pergi.” Kak Moli dan kak mela hanya terdiam dengan tatapan bingung.”Apa maksud kamu?,”ucap Moli.
“Beliau sudah lame meninggal bersama dengan ayah saya,”kata Roki dengan mekaksa tersenyum. Moli dan Mela hanya terdiam mendengarnya sampai Mark berkata,”Aku turut berkabung atas kepergian kedua orang tua kamu. Tapi bukan sekarang kita membahas ini.”
Roki melihat ke arah Mark.”Apa yang ingin kamu katakan,”ucap Roki yang kembali santai.
“Apa kamu bertemu dengan Martin,”ucap Mark.”Kenapa kamu ingin tahu, bukan dia adalah rekan kamu. Masak kamu tidak tahu dia ada dimana,”kata Roki.
“Aku tidak tahu dia ada dimana. Makanya aku bertanya kepada kamu?,”ucap Mark. Roki menghela nafas,”Aku bertemu dengan dia hanya sebentar di negara K. Setelah itu dia pergi, aku tidak tahu dia pergi kemana.”
“Apa kamu yakin kamu tidak tahu pergi kemana,”kata Mark dengan tajam.”Iya. Kenapa kamu tidak tanyakan kepada Morgan saja yang selalu bersama dengan dia,”kata Roki.
“Apa maksud kamu tanya Morgan,”kata Teo. “Bukannya dia teman kalian yang selalu bersama dengan Martin ya,”kata Roki.
“Bisa kamu katakan kalau Martin bersama dengan Morgan apa begitu,”kata Mark yeng menyimpulkan.”Iya kemarin aku bertemu Martin dia bersamanya,”kata Roki.
“Ohhh iya kak aku mau tanya. Apa kakak punya kakak laki-laki yang berbeda ayah,”ucap Roki yang tiba-tiba. Kak Moli dan kak Mela hanya terdiam dan melihat kearah Roki.
“Apa yang kamu bicarakan Roki. Kakak laki-laki kami,”kata Mola yag terkejut. “Apa aku salah ucap,”kata Roki. Mereka berdua terdiam sampai Mark berkata.”Apa yang kamu maksudkan kalau Martin memiliki kakak laki-laki,”kata Mark.
__ADS_1