
Roki yang tidak sabar untuk membunuh mereka terdengar suara ledakan dari luar. Roki yang memiliki mata dengan ketajaman yang bagus merasakan ada segerombolen orang yang datang dengan kemampuan yang lebih hebat darinya. Roki dengan tenang melihatnya sampai anggota Organisasi Kegelapan yang ada didepannya menyerang saat dia lengah.
Dengan tatapan tajam Roki menghindar dan juga membalas serangan musuh tanpa henti untuk meluapkan amarah yang dia punya. Keluarga Brata yang merasa ada bahaya menghindar dan menjauh dari pertemburan antara keduanya.
“Kita pergi,”ucap ayah Roki. Mereka bergegeas pergi darai tempat itu. Hingga 0011 datang dan membunuh mereka saat mereka ingin melarikan diri Roki yang melihat dengan cepat menghampirinya.”Pinda posisi,”ucap Roki yang ingin membunuh mereka yang telah menyakiti orang terdekatnya.
0011 mematuhi perintah tuannya yang berpindah posisi menyerang anggota organisasi kegelapan jiwa.”Kalian mau kemana?,”ucap Roki dengan dingin.
“Kamu mau apa, cepat minggir,”kata Paman. Roki hanya tersenyum sinis dengan perlahan maju kedepan sampai dia dan para tamu mendengar suara ledakan yang kedua kalianya.”Aku harus cepat sebelum mereka datang,”kata hati Roki yang mulai gelisah.
Roki yang sudah mengeluarkan senjata didepan mereka. Dayati dengan cepat meminta belas kasih kepada Roki.”Roki maafkan aku, lepaskan aku dan keluargaku ya. Kita kan dulu pernah pertunangan,”ucap Dayati yang ingin hidup.
“Maaf tidak kedua kalianya,”ucap Roki yang tiba-tiba menebaskan pedang kearah Dayati yanga ada disampingnya dengan kejam tanpa ambun. Remon dan paman yang melihat sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat apa lagi keluarga Daya yang tidak tahu merasa sedih setelah putrinya dibunuh didepan matanya.
“Apa yang kamu lakukan dengan putriku,”ucap ibu darai Dayati.”Kenapa kamu bertenya seperti itu, bukan ini adalah kesalahan kalian yang suka menindas orang,”kata Roki yang menghempaskan rambut.
“Kalian juga akan dapat bagian juga, tenang saja,”kata Roki dengan tajam.
Mereka yang merasakan tertekan membuat mereka takut dengan sikap yang diberikan oleh Roki. Sampai organisasi kegelapan jiwa datang membawa bantuan. Roki yang siapa untuk membunuh mereka dikepung oleh organisasi kegelapan jiwa.
“Kalian datang pada waktu yang tepat,”ucap paman yang sudah menuggu bantuan. Roki dengan sikap acu tak acu hanya melihat ke arah mereka dengan tersenyum dingin. “Apa kalian tetepa akan hidup, itu percuma saja. Kalian akan tewas hari ini,”kata Roki yang sudah mengaktfkan formasi seribu pedang untuk membunuh mereka dengan cepat.
__ADS_1
Remon dan paman yang tidak tahu bagaimana Roki bisa melakukan itu membuat mereka mencoba menghindar tapi mereka tidak bisa kerena formasi itu sudah dirancang untuk membunuh mereka semua. Anggota organisasi kegelapan jiwa yang ingin menghilangkan formasi tidak bisa menghancurkannya.
“Bagaimana dia bisa membuat formasi level atas sementara kemampuannya hanya lever dasar, ini tidak mungkin,”ucap musuh yang mencoba menolong pendukungnya. Tapi hasilnya mereka hanya bisa tewas bersama dengan serangan yang sama. Saat mereka lengah Roki berkumpul dengan yang lain.
“Apa kamu baik-baik saja,”ucap Fira yang menyadari kalau Roki datang.
Roki hanya tersenyum kepada Fira dan menganggukan kepalanya. “Ayo kita pergi sekarang,”ucap Roki.
“Ada apa?,”kata Kakek.”Aku memiliki firasat buruk. Kita harus segera pergi dari sini segera,”ucap Roki.
Mereka yang saling memandang satu sama lain hanya mengikuti kata Roki dan mereka segera pergi dari keluarga Brata. Tapi tidak tahu kenapa ada tekanan energi yang sangat kuat disekitar mereka yang membuta Roki merasa merinding. Sampai Martin dan Morgan berserta kawan yang lain datang.”Kalin segeralah pergi dari sini sebelum terlambat,”kata Martin.
Roki yang tidak tahu jika Martin akan datang ke tempat dia berada bersama dengan Morgan. Roki yang tahu kalau lawan yang akan datang bukanlah lawannya dia segera pergi bersama dengan yang lain setelah Koto membawa Firman dan yang lain pergi.
“Apa masih ada yang tersisa,”kata Morgan.”Tidak ada, hanya saja ada satu ruang bawah yang kami tidak bisa membuka segelnya,”kata bawahan Morgan.
“Dimana Zen?,”ucap Martin. “Ada apa kamu mencariku?,”kata Zen yang tiba-tiba muncul setelah Matin mencarinya. “Bukalah segel yang ada dibawah tanah,”kata Martin.
“Segel sudah dibuka oleh Kyoshi dibawah dan dia sekarang sedang membaca beberapa arsip dan tidak hanya itu saja ada yang bagus dibawah. Apa anda mau melihatnya?,”kata Zen.
“Apa semenarik itu sampai kamu berkata dengan wajah seperti tidak enak dipandang,”kata Martin.”Kenapa kamu tidak suka dengan wajah yang canti ini tersenyum,”kata Zen.
__ADS_1
“Sebenarnya kamu kerasaukan apa Zen,”ucap Morgan yang tidak tahu apa yang dipikirkan Zen saat itu dengan wajah yang berseri-seri.
Martin yang melihat mereka hany terdiam dan berjalan dengan tenang dibawah genangan darah yang berceceran. Martin berjalan menuju ruang bawah tanah yang sudah ada Kyoshi di dalamnya.
“Kenapa kamu disini?,”ucap Kyoshi yang masih membolak balikkan buku yang dia pegang.”Apa yang kamu dapatkan?,”ucap Martin yang berjalan ke arahnya. “Coba kamu lihat dibalik pintu merah itu, mungkin kamu akan menemukan sesuatu yang menarik di sana,”kata Kyoshi. Martin berjalan ke arah dimana pintu merah yang disebutkan oleh Kyoshi berlahan dia membuka pintunya.
Tidak tahu kenapa Martin terkejut dan jatuh ke tanah.”Apa kamu menemukan yang menarik,”ucap Kyoshi yang melihat ke arah Martin dengan tubuh yang bergetar karena apa yang dia lihat. “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi,”ucap Martin dengan suara gemetar.
Morgan dan Zen datang bersama.”Sedang apa kalian,”ucap Martin yang masuk dan melihat sekitar. Dia terkejut dengan Martin yang duduk di lantai.”Kamu kenapa,”ucap Morgan yang khawatit. Yang kemudian dia melihat ke arah Kyoshi.”Apa yang kamu lakukan kepada Martin sampai kamu tidak menolongnya dan hanya melihatnya,”kata Morgan dengan tajam.
“Sebaiknya kamu lihat di depan kamu sebelum kamu marah kepada Kyoshi,”kata Zen yang sudah tahu apa yang terjadi.Morgan melihat ke arah depannya dengan mata yang tajam dia tidak menutp matanya sampai dia melihat ke arah Kyoshi dan Zen karena terkejutnya.
“Apa maksudnya ini?,”ucap Morgan yang tidak tahu harus bagaimana.”Seperti yang kalian lihat. Aku tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi karena ini adalah rahasia Ezan untuk kalian mengetahui perlahan saja,”kata Zen.
“Apa maksud kamu Ezan sudah tahu semuanya,”kata Martin. “Seperti yang kamu lihat,”kata Kyoshi.
“Berapa banyak kejutan yang kalian sembunyikan dari kami,”kata Morgan. Mereka hanya terdiam dan saling menatap.”Kenapa kalian hanya diam saja,”ucap Morgan. Mereka berdua menghela nafas dan tidak tahu harus berkata apa sampai Kokoro datang.”Jika kalian ingin tahu kenapa kalian tidak melihat dengan seksama apa yang kalian lihat didepan kalian. Apa maksud Ezan memberikan hadiah itu kepada kalian berdua dan bagaimana kalian bisa jatuh ke tempat ini. Dan kenapa Ezan meninggalkan kalian dan semua yang terjadi,”kata Kokoro panjang lebar.
“Kenapa kamu ke sini,”kata Kyoshi.”Kenapa aku hanya ingin mengambil sau barang saja,”kata Kokoro.”Apa maksud kamu ini?,”kata Kyoshi yang menujukan barang di tangannya.
“Berikan kepadaku,”kata Kokoro.”Tidak mau sebelum kamu katakan satu hal kenapa mereka datang bukan dari organisasi kegelapan jiwa kuno,”kata Kyoshi.
__ADS_1
“Kalau itu aku juga tidak tahu,”kata Kokoro.