
Tuan Firman dan kedua saudara Fira yang telah kembali ke kediaman Koto mulai membuat formasi pelindung cahaya bulan untuk menghalau musuh yang datang. Sementara bawahan Kokoro yang sudah pada posisi siap untuk menyerang organisasi kegelapan jiwa yang telah menerobos pertahan formasi.
Fira yang senang setelah ayah dan sudara ayah datang tepat waktu.”Kamu sudah berkerja keras Fira, sekarang biarkan ayah, Koto dan Kokoro yang menangani semuanya. Kamu istirahatlah bersama dengan adik kam. Pasti kamu sudah mengelurkan semua tenaga kamu,”kata Tuan Firman kepada kedua anaknya.
Fira dan adiknya pergi masuk ke dalam rumah untuk memulihkan tenaga yangs udah terkuras. Tuan Firman melihat kedua anaknya masuk dengan selamat dia memanggil anak buahnya yang ada diluar radius kepungan musuh untuk membantai semua musuh dari organisasi kegelapan jiwa.
Melalui telepati jiwa dia menyampaikan pesanya. “Bagaimana formasinya?,”kata Tuan Firman. “Formasi sudah dipasang tidak usah khawatir tinggal membunuh mereka,”kata Koto yang sudah mengaktifkan formasi cahaya bulan.
“Dimana Kokoro?,”kata Tuan Firman yang tidak melihatnya. “Dia ada diluar Formasi tidak usah khawatir dengan anak itu. Dia akan baik saja,”kata Koto.
“Aku tahu jika dia akan baik-baik saja hanya saja, tidak aku sangka kalau mereka akan melalukan penyerangan dengan lingkup yang luas. Hanya untuk membuka lubang hitam dunia alam semesta,”kata Tuan Firman.
“Mereka tidak bisa ditebakkan, namanya kekuasaan,”ucap Koto.
Semua tempat mendapatkan serangan dari organisasi kegelapan jiwa, tidak ada yang tahu kapan pertempuran ini akan bisa selesai dengan kemenangan dipihak mana.
Di pulau tidak penghuni, dimana Sita dan Biyan berada dan tidak kecuali Citra yang memantau perkembangan pulau. “Mereka sudha datang, siapkan formasi pelindung agar mereka tidak masuk ke pulau,”ucap Citra yang sudah dari pagi melihat apa ada yang datang ke pulau.
“Semua sudah siap, Formasi sudha diaktifkan,”ucap Sita. “Tidak aku sangka mereka datang dengan jumlah yang tidak biasa,”kata Biyan.
“Kamu juga terkejut, jika kita tidak mendapatkan pesan dari Blue. Mungkin pulau dalam masalah besar,”kata Citra.
“Bagaimana integelince informasi di pihak Derek. Apa mereka selamat dari kepungan organisasi kegelapan jiwa,”kata Sita.
“Tidak usah khawatir dengan mereka, “kata Biyan. “Mereka pasti akan baik-baik saja,”kata Sita.
“Iya juga mereka yang sudah mendapatkan informasi ini tentu sudah menyiapkan persembunyian yang tepat,”kata Citra.
Organisai kegelalapan jiwa yang datang ke tempat yang sudah ditentukan untuk mengambil dan memusnahkan orang yang sudah menggagalkan rencana mereka. “Pimpinan bagaimana sekarang, jumlah dari orang yang menyerang mereka sudah mulai berkurang,”kata Kay.
“Tidak aku sangka mereka bisa bertahan sampai tahap ini, gunakan mereka sekarang agar pintu dua dunia alam semesta terbuka,”kata Gren.
“Apa kamu serius memanggil mereka untuk membuka pintu lubang hitam,”kata Drak.
__ADS_1
“Tentu saja,”ucpa Gren. Gren yang tersenyum tidak sabat melihat semua orang tewas karena formasi yang sudah dipasang hanya untuk keinginan dia untuk menguasai dunia alam semesta.
Tapi rencana organisasi kegelapan jiwa, akan terhenti karena salah satu formasi sudah dihancurkan satu persatu oleh rencana Martin
Di pulau bunga persik dimana formasi sudah dihancurkan oleh Zen dan Martin. “Tidak aku sangka akan mengeluarkan tenaga yang banyak untuk menghadapi mereka semua. Di tambah untuk menghancurkannya sangat sulit,”kata Zen yang mengeluh.
“Kata kamu tadi mudah kenapa baru sekarang kamu mengeluh karena sulit,”ucap Martin.
“Saat mendengar ucapak kamu memeng mudah. Tapi tidak aku sangaka kalau Formasi dijaga oleh banyak musuh,”kata Zen sambil tersenyum.
Morgan dan Kyoshi yang melihat mereka menghampirinya.”Apa yang kalian lakukan di sini?,”kata Morgan.
“Apa kalian sudah selesai dengan musuh yang datang,”ucap Martin. “Musuh sudah mulai berkurang dan formasi sudah dipasang kembali,”kata Morgan.
“Tapi kalian jangan menganggap semua ini sudah selesai masih belum semua mereka datang,”kata Martin.
“Aku tahu hanya saja apa yang kalian berdua lakukan di danau bunga persik,”kata Kyoshi.
“Aku tidak tahu, hanya saja adik kamu tahu dimana saja posisik formasi dibuat,”kata Zen.
“Kamu tahu,”kata Morgan yang tiba-tiba memengan bahu Martin dengan mata menatap langsung ke arah Martin. Martin yang juga menatap hanya bisa terdiam.”Dimana posisi itu berada, kita harus menghancurkanya,”kata Morgan.
Martin hanya terdiam sambil tersenyum malu melihat kakaknya masih menatap. Sampai Eza datang menarik Morgan dan memukulya. “Kenapa kamu memukulku,”ucap Morgan yang menoleh ke arah Eza.
“Kamu yang kenapa menatap adik kamu dengan tatapan itu. Adik kamu baru saja sembuh dan kamu memengan dia dengan erat dan bertanya dengan keras,”ucap Eza.
“Kamu tidak apa-apakan Martin,”ucap Eza dengan lembuat.
“Aku tidak apa-apa kak, hanya saja apa yang dikatakan kak Morgan aku tidak bisa menjawabnya karena posisi menghancurkan formasi sudah aku berikan kepada anak buahku yang ada dalam tiga organisasi yang berbeda. Kakak tidak usah khawatir formasi, cepat atau lambat akan hancur,”kata Martin.
“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan,”ucap Morgan yang kembali melihat ke arah adiknya.
“Iya aku yakin mereka bisa menghancurkan pertahanan musuh dan menghancurkan formasi,”kata Martin.
__ADS_1
“Kenapa kamu yakin, sementara kamu tidak percaya denganku tadi,”kata Zen. “Jelas beda, kamu tidak menggunakan otak kamu untuk berpikir,”kata Martin.
Kyoshi yang mendengar ucapan Martin memalingkan wajah dengan ekspresi menahan tawa. Zen yang melihat datang ke samping Kyoshi dan menatap ke arahnya.”Kenapa harus sembunyi-sembunyi jika kamu ingin menertawakan aku,”kata Zen.
“Siapa juga yang mau menertawakan kamu,”kata Kyoshi yang mengembalikan ekspresi wajahnya seperti biasa.
“Kamu tidak usah pura-pura aku tahu kamu tadi ketawa bukan,”kata Zen yang tidak terima langsung memukul dengan keras punggung Kyoshi. Sampai Kyoshi terdorong kedepan sedikir dan langsung memegang punggungnya yang sakit.
“Teganya kamu,”ucap Kyoshi dengan wajah sedih.
“Tega, bukannya itu kamu yang duluan mengejek aku. Bukannya sudah pas,”kata Zen.
“Siapa yang mengejek kamu, aku tidak ya,”kata Kyoshi. “Sudah kenepa kalian yang berantem, jika masih belum puas masih ada musuh yang datang. Bunuh mereka saja,”kata Martin dengan tatapan tajam ke arah mereka berdua.
Zen dan Kyoshi kembali terdiam setelah kena marah oleh Martin. Morgan yang menatap ke arah Martin hanya bertanya,”Siapa yang kamu suruh untuk menghancurkan formasi?.”
“Mereka semua organisasi yang ada dibawah naunganku dan Ezan,”kata Martin. “Apa mereka bisa dipercayai dan sanggupkah mereka untuk menghancurkan Formasi,”kata Morgan yang masih belum yakin.
“Mereka sanggup hanya untuk menghancurkan formasi karena mereka sudah siap untuk mati di dalam pertempuran ini,”kata Martin dengan tatapan tajam. Morgan yang sudah tahu tatapan ini hanya bisa terdiam karena dia sudah mengeluarkan aura pembunuhnya. Yang memberitahukan kalua semua akan baik-baik saja, tinggal menuggu waktu datang.
“Berapa banyak informasi yang kamu ketahui,”kata Morgan.
“Sebagian saja, tapi bermanfaat untuk menghancurkan pihak musuh,”kata Martin dengan santai.
“Tapi kak, kenapa kakak tahu kalau mereka akan menyerang sekarang,”kata Martin yang ingin tahu.
“Hanya tebakan saja,”ucap Morgan yang memalingkan wajah. Martin yang melihat sikap kakaknya dia menyembunyikan sesuatu.
“Tidak mau bicara,”kata Martin yang hendak berjalan meninggalkan kakaknya. Tapi Morgan menahan langkah Martin dengan tatapan keraguan dan gelisah untuk mengatakannya.
“Jika tidak ingin mengatakannya aku tidak akan memaksa,”kata Martin.
“Tidak hanya beri aku waktu sebentar saja untuk memikirkannya,”kata Morgan.
__ADS_1