Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Moster Alam Abadi


__ADS_3

Monster level abadi yang bisa menggetarkan bumi dan langit dengan kecerdasan seperti manusia. Monster Alam Abadi dibagi menjadi lima tingkatan yang berbeda. Dari tingkatan pertema dengan kekuatan 30%, tingkatan 2-3 kekuatan tempur sampai 40-60% yang bisa membuat level bayangan terluka berat, tingkatan 4 yang memiliki kemampuan antara 70-85% yang bisa membuat level bumi terluka ringan. Sedangkan tingkatan 5 dengan kemampuan lebih dari 85% bisa membuat level abadi terluka ringan. Monster Alam Abadi memilki jenis yang berbeda dengan monster yang dibagi menjadi lima kategori Air, Api, Tanah, gelap dan cahaya. Yang masing-masing kategori memiliki keunggulan yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik masing-masing yang dimiliki monster alam abadi.


“Cukup mengerikan monster alam abadi, apa Bos yang akan mengalahkannya sendiri atau butuh bantuan kita,”ucap Rong Shi dengan pede.


“Kamu sendiri yang menghadapi monster ini, bukan aku,”kata Martin dengan senyum licik.”Bos kamu,”ucap Rong Shi.”Kasian makanya jangan sok mau membantu,”kata Alex. Rong Shi memalingkan wajahnya dan akhirnya mereka semua sudah menyelesaikan tugas dari Martin.


“Selesai,”ucap Martin. Martin berjalan maju dengan santai seperti lawan yang dia hadapi tidaklah berat.”Manusia terkutuk,”ucap monster abadi.”Moster itu termasuk kategori apa?,”kata Lili yang merasa kalau auranya berbeda dengan monster yang kita hadapi barusan.”Level abadi dengan kategori api dengan kemampuan tingkatan 4,”ucap Mark.


“Serius?,”ucap Rong Shi.”Iya,”kata Mitra. “Apa menurut kalian bos kita kan tewas ditangan monster alam abadi,”kata Rong Shi. Semua menatap Rong Shi,”Kenapa, apa ada yang salah dengan apa yang aku ucapkan?.”


“Tidak ayo kita buat pemakaman untuk...,”kata Morgan yang belum selesai sampai dia mendapatkan serangan dari Martin dengan dingin.


“Kamu ingin mati,”ucap Martin yang menatap Morgan dengan dingin. Morgan hanya terdiam dan tersenyum. Sedangkan yang lain hanya menatap menahan tawa sambil memalingkan wajah mereka. “Kasihan,”ucap Rong Shi.”Itu seharusnya kamu, bukan aku yang mendapatkan karma,”kata Morgan.”Kenapa aku yang berbicara kamu sendiri,”ucap Rong Shi dengan santai.


“Awas saja kamu,”kata Morgan. Sementara Martin yang sedang berhadapan dengan Monster Alam Abadi tingkat 4 dengan santai menikmati tekanan yang diberikan. “Biasa, siapa yang akan bisa,”ucap Mark.


“Kenapa kamu?,”kata Mitra.”Tidak ada hanya saja Martin seperti tidak merasakan tekanan yang diberikan oleh Monster Alam Abadi,”kata Mitra lagi.


“Jelas saja dia tidak khawatir levelnya saja sudah sampai abadi mendekati abadi dewa suci,”ucap Morgan.”Apa maksud kamu?,”kata Mitra.”Kamu tidak tahu,”ucap Mark.


“Apa kalian sudah tahu apa yang terjadi?,”kata Mitra yang sudah ketinggalan info perkembangan Martin.”Kemana saja kamu selama ini,”ucap Morgan.”Kamu meledekku,”ucap Mitra dengan dingin dan tajam.

__ADS_1


“Siapa yang meledek, hanya saja kemana saja kamu kenapa baru muncul saat di pulau,”kata Mark.”Iya kak, kamu tahu tidak kalau Martin menuggu kakak kembali,”ucap Lili. “Ada beberapa urusan yang harus aku persiapkan jadi aku terlambat,”kata Mitra.


“Tapi dia sudah tahu kalau aku akan terlambat,”ucap Mitra lagi.”Apa kamu serius jika Martin tahu kalau kamu akan datang terlambat,”kata Lili.


“Iya,,”ucap Mitra.”Tapi kenapa waktu itu dia merasa bertanya-tanya kemana kamu pergi dan kenapa dia merasa khawatir dengan kondisi kamu saat pergi ke pulau yang tidak dikenal,”kata Rong Shi.


“Aku selalu memberi kabar kepada Martin dimana aku berada kok,”ucap Mitra.


“Kenapa aku merasa ada yang aneh ya,”ucap Morgan.”Apa ada penghianat dari anggota khusus kita,”ucap Alex.”Jika iya seharusnya Martin sudah memberitahukan kita bukan,”kata Ali.


“Aku rasa sebaiknya kita bertanya kepada orangnya langsung setelah ini semua selesai,”kata Ling Yong.


“Kurasa iya,”ucap Morgan. Saat mereka sedang berbicara Martin mengeluarkan kemampuan yang tersegel untuk mengalahkan monster alam abadi dengan satu serangan. Yang membuat mereka terkejut saat Martin berjalan didekat mereka dan berkata,”Apa yang kalian bicara?.”


“Bagaimana kamu bisa mengalahkan monster itu,bukannya itu tingkat 4,”ucap Mitra. “Berapa serangan yang kamu gunakan,”kata Ling Yong.


“Kenapa begitu cepat,”ucap Lili.”Apa yang kamu gunakan bisa mengalahkannya,”kata Mark.


“Apa kamu terluka,”ucap Mitra.”Sebenarnya kalian sedang apa,”ucap Martin yang bingung.


“Bukannya bahagia bisa mengalahkan monster tersebut tapi kalian merasa ada kecurigaan denganku,”kata Martin dengan tajam. Semuanya hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya.”Kita lanjut,”ucap Mark yang mengubah suasana.

__ADS_1


“Iya,”kata Martin yang berjalan menuju pintu. Sampai mereka semua mendengar suara yang berkata,”Dewa Terkutuk.” Semua terdiam dan saling memandang sampai Martin menghanjurkan sumber suara dengan aura gelapnya.


Semua menatap kearah Martin,”Apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa mereka menyebut dari kita adalah Dewa Terkutuk?.” Angin yang berhembus yang awal tenang menjadi berat saat Martin membuka pintu terakhir.


Saat mereka ingin masuk Martin menoleh kearah mereka semua,”Cukup sampai disini, setelah ini kita akan berpisah dimensi.”


“Apa maksud kamu,”kata Mitra.”Kalian akan tahu setelah masuk kedalam ruangan ini. Siapa kalian dulu,”ucap Martin. Martin masuk kedalam ruangan terakhir dengan menyegel kembali aura jiwanya. Martin perlahan masuk kedalam dengan rasa beban yang tidak bisa diungkapakan. Mitra dan Mark serta Morgan  yang merasakan aura Martin menghalangi dia masuk.


“Apa yang kamu sembunyikan dari kami Martin,”ucap Mark.”Kenapa dengan kalian, aku hanya ingin masuk kedalam,”kata Martin hingga dia membuat kabut jiwa mereka melemah membuat mereka tertidur. Seketika mereka semua tertidur dihadapan Martin. Sebelum dia masuk Martin berkata kepada mereka,”Maaf aku harus melakukannya untuk kebaikan kalian. Karena di depan sana adalah musuh yang harus aku bunuh. Kalian harus hidup untuk pertarungan yang sebenarnya tujuh bulan lagi.”


Martin masuk ke dalam pintu terakhir.”Sudah lama tidak melihat kamu Dewa Terkutuk,Foza Mayo,”ucap seorang yang tidak dikenal.


Martin menghela nafas,”Sejak kapan kamu mengkhawatirkan aku penghianat, Flasmo.” Martin berjalan masuk dan menutup pintu masuk agar mereka tidak mengikuti jejak dirinya yang kelam dan gelap. “Apa kamu tidak sadar dengan kemampuan kamu yang tersegel, kamu hanya manusia biasa,”ucap orang misterius.


Martin tetap berjalan sampai dia melihat wujud dewa Alam dunia yang telah mengkhianatinya. Yang membuat dia harus mendapatkan gelar dewa terkutuk dan diasingkan menjadi manusia biasa. Martin hanya tersenyum,”Kamu lebih cerah dari biasanya.”


Flasmo datang menghampiri Martin yang dulunya adalah masternya yang telah dijadikan manusia biasa dengan paksa oleh pengikut setianya.”Apa kamu tidak takut mereka yang kamu bawa semua berkhianat kepada kamu lagi,”ucap Flasmo.


“Apa yang perlu aku takutkan, mereka bebas memilih kemana mereka akan berjalan dan melangkah. Aku tidak melarang mereka untuk masuk atau pergi,”kata Martin.


“Hati kamu masih saja lemah, tapi kamu akan berakhir seperti dulu,”ucap Flasmo yang mengeluarkan aura jiwanya dengan perlahan.

__ADS_1


“Aku akan membunuh mereka semua yang mengikutimu dan menghasut mereka agar kamu dicampakan dan menderita selama hidup kamu,”kata FlasMo yang mendatangkan musuh paling berbahaya untuk mereka yang ada diluar pintu.


“Apa kamu yakin mereka akan tewas,”kata Martin dengan licik.”Aku tahu sikap mereka akan bagaimana setelah aku pergi meninggalkan mereka semua,”ucap Martin dengan tajam dan dingin kepada FlasMo.


__ADS_2