Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Aku Ingin Tahu


__ADS_3

Izam yang tidak tahu apa yang ingin di tanyakan kepada Roki. Dia hanya menuggu sampai dia membuka mulutnya.”Apa yang ingin kamu tanyakan?,”ucap Izam yang masih bingung.


“Aku akan bertanya tapi kamu jangan marah dengan apa yang aku tanyakan nanti,”kata Roki.”Aku tidak akan marah,”ucap Izam yang melihat ke arah belakang Roki. Sambil berpikir apa dia bertanya soal Bunga dalam pikiran Izam yang hanya menebak saja.


Roki yang mencoba tenang bertanya,”Apa kamu sedang ada masalah dengan Bunga.” Izam hanya tersenyum saja saat dia mendengar perkataan Roki. “Apa yang ingin kamu tahu kenapa kamu ingin tahu,”ucap Izam.


Roki tahu apa yang dikataan oleh Izam hanya bisa tersenyum.”Bukan Bunga itu teman kamu atau kekasih kamu. Aku lihat dari tadi kamu murung saat melihat dia,”kata Roki.


“Itu bukan urusan kamu, kenapa kamu ingin tahu?,”kata Izam. “Aku hanya ingin tahu karena kalian terlihat tidak akur seperti biasanya,”kata Roki.


“Apa yang kamu katakan memang benar aku tidak akur dengan dia beberapa bulan ini,”ucap Izam.”Kenapa?,”kata Roki.


“Bukan kamu sudah tahu kenapa aku seperti ini,”kata Izam.”Aku tidak tahu,”ucap Roki.”Apa kamu benar tidak tahu,”kata Izam.


“Jika aku tahu tidak mungkin aku bertanya kenapa kamu terlihat lesu seperti itu setelah melihat Bunga,”kata Roki.


“Bukan kamu bertanya karena kekasih kamu yang meminta,”kata Izam. “Itu salah satunya, satunya lagi aku ingin tahu apa yang terjadi dengan sahabatku,”kata Roki.


Izam hany tersenyum, hingga Mizuki berkata,”Mereka sedang marahan karena Izam berpihak kepada organisasi kegelapa jiwa.”


Roki menatap tajam,”Musuhan untuk berapa lama, bukan dia sudah berkhianat kepada organisasi dan mulai kejalan yang benar.”


“Itu benar, tapi tidak semudah yang kamu bayangkan kalau kita akan bisa berbaikan dengan mudah bukan. Sama halnya kamu dan keluarga kamu,”kata Izam.


“Apa yang kamu katakan beda cerita, itu soal keluarga dan kamu soal kekasih,”kata Roki membantah. “Apa kamu ke sini hanya ingin menayakan ini saja, tidak ada yang lain?,”ucap Izam.


“Tidak juga,”ucap Roki. “Apa yang ingin kamu tanyakan lagi?,”kata Izam.

__ADS_1


“Bagaimana kondisi kamu, setelah kamu keluar dari organisasi,”kata Roki.”Seperti yang kamu lihat aku dan kawanku sedang dalam pemulihan organisasi SaNaHa,”kata Izam.


“Apa mereka masih mengejar kalian?,”kata Roki. “Untuk sekarang kami dapat informasi lain soal kondisi musuh. Jadi bisa ada menangan yeng lebih awal,”kata Izam.


“Siapa yang kamu maksudkan?,”kata Roki yang ingin tahu. “Aku tidak tahu, tapi Mizuki tahu,”kata Izam.” Siapa dia Mizuki?,”kata Roki.


“Aku tidak bisa bilang karena dia sedang kondisi dimana dia dalam bahaya,”kata Mizuki yang tidak jujur.


“Roki siapa orang ketiga yang terluka itu, kenapa aku tidak asing dengan tubuh orang itu,”kata Mizuki. “Siapa yang kamu maksudkan?,”kata Roki yang tidak tahu. “Bukannya ada tiga orang yang terluka,”kata Mizuki yang melihat ketiganya dibawa ke lingkaran formasi.


“Aku tidak kenal orang itu tapi dia mengenal Martin,”ucap Izam.Mungkin saja dia bawahan Martin yang menolong dia saat diserang tadi,”kata Roki yang menebak.


“Kenapa kamu menayakannya,”kata Roki. Mizuki hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya. “Sebaiknya kamu segera baikan dengan Bunga jika kam tidak ingin kehilanga dia,”kata Roki yang hendak berjalan ke arah Fira.


Roki yang berjalan ke arah Fira yang bersama dengan Koto dan Kokoro. Roki yang tidak tahu apa yang mereka bicarakan membuat dia segera mempercepat langkah kakinya menuju mereka bertiga. Tapi Firman menghadang Roki yang ingin menghampirinya bersama dengan kakek.”Kamu mau kemana?,”ucap kakek.


“Apa yang mereka bicarakan? Kenapa kalian berwajah serius ini. Apa aku tidak boleh tahu apa yang mereka bicarakan?,”kata Roki dengan berbagai pertanyaan.


“Belum waktunya kamu tahu, sebaiknya kamu selesaikan yang ada di rumah ini,”kata kakek. Roki yang merasa ada yang disembunyikan oleh mereka berdua, secara diam-diam dia menyuruh bawahannya untuk menguping pembicaraan mereka.


Sampai Firman berkata,”Percuma saja kamu menyuruh orang lain untuk menguping karena mereka menggunakan formasi suara agar informasi tidak ci curi.”


“Apa ini ada berkaitan dengan musush yang datang dan menyerang Martin?,”kata Roki.


“Itu benar sebagiannya,”kata Firman.


Roki hanya bisa menatap Fira dari jauh sambil berpikir,”Apa yang membuat informasi musuh sangat di rahasiakan. Tidak salah tadi Kyoshi berkata kalau musuh yang menyerang mereka adalah dari hasi penelitian organisasi kegelapan jiwa. Tapi kenapa aku merasa ada hal lain yang di rahasiakan. Seberapa besar organisasi kegelapan jiwa sampai aku tidak boleh tahy.”

__ADS_1


“Kamu tidak tahu kalau organisasi yang kita lawan ini bukan sembarangan. Mereka lawan yang sangat kuat, jika mereka mengirim hasil penelitian mereka, kemungkinan mereka menganggap kita musuh yang sepadan dengan kekuatan mereka,”ucap Izam dari belakang.


Roki menoleh dan berkata,”Apa maksud kamu berkata seperti itu Izam?.”


“Apa yang dia katakan itu benar, musuh kita itu sangat kuat jangan pernah kamu menganggap remah mereka. Masih ada kemampuan yang melebih kamu,”kata Kakek niat busuk musuh yang menyerang.


Fira dan kedua orang keluarga Koto yang sudah selesai membincangkan masalah yang terjadi mereka. “Apa yang kalian bicarakan?,”ucap Fira yang berjalan ke arah mereka berdua bersama dengan kedua kakak Kyoshi.


“Kami sedang membicarakan kalian bertiga. Apa yang membuat kalian berbicara serius itu?,”kata Roki.


“Itu bukan masalah yang bisa kamu tangani,”kata Koto. “Roki aku ingin mengunjungki pulau itu untuk bertemu orang yang kamu temuakan sekalian melihat kondisi mereka,”kata Kokoro.


“Sekarang,”ucap Roki.”Iya,”kata Kokoro.”Kamu tidak ingin melihat kondisi adik kamu tapi melihat kondisi orang lain. Kamu itu benar kakaknya bukan sih,”kata Roki.


“Aku memang kakaknya tapi ada masalah yang harus aku tangani, yang akan melihat kondisi Kysohi adalah Koto. Jika kamu ingin ikut dengan salah satu dari kami,”kata Kokoro.


“Aku akan tetap disini, masih ada urusan yang tersisa di tempat ini,”kata Roki. Kokoro yang mulai berjalan menjauh dan menggunakan formasi portal untuk sampai ke pulau dan Koto yang ada di sampaingnya menyusul pergi ke pulau obat untuk melihat kondisi Kyoshi.


“Aku akan pergi sekarang, kalian harus tetap waspada,”ucap Koto yang kemudian dia menghilang dihadapan mereka semua. “Apa musuh masih ada di sekitar kita?,”kata Roki sambil berpikir.


“Apa yang kamu katakan memang benar mereka masih ada sebagian tapi sudah ada yang menanganinya,”kata Fira yang melihat di samping Roki.


“Nanti aku akan katakan,”ucap Roki yang melihat gerak-gerik mata Fira. Fira hanya tersenyum melihat Roki. Sampai Terko dari belakang menepuk Izam dan berbisik,”Mereka sudah datang.”


Izam segera pergi dari kerumunan setelah dia berkata,”Aku pergi dulu, jika ada apa-apa kamu kabari aku ya.”


Roki hanya mengganggukan kepalanya saja sampai dia melihat Izam pergi bersama dengan Mizuki dan Terko.”Ayo kita pergi,”ucap Firman yang merasakan ada yang tidak beres datang ke arah mereka.

__ADS_1


__ADS_2