
Eza dan Mikhail yang di bawa ke ruang Morgan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di pulau.”Apa yang terjadi sebenarnya?,”kata Eza.”Setelah kalian pergi pulang rumah pulau di serang,”kata Ali.
“Apa?,”ucap merela berdua yang tidak tahu kalau kita pergi pulau di serang.
“Masuklah,”ucap Keri dari belakang. Eza dan Mihkail masuk ke dalam ruangan yang sudah di tunggu oleh Morgan, Bram dan satu orang lagi yang mereka tidak tahu siapa dia.
“Kalian sudah kembali,”ucap Morgan dengan santai. “Iya, aku tahu apa yang ingin kamu bicarakan kami,”kata Eza.
“Jika kalian sudah tahu jelaskan apa yang terjadi setelah kalian kembali ke rumah,”kata Morgan yang langsung ke inti masalah.
Eza dan Mikhail hanya memandang satu sama lain yang kemudian mereka menceritakan apa yang sedang terjadi di rumah. “Pada saat itu kami mendapatkan pesan singkat yang memberi tahukan kalau kondisi rumah sedang diserang wabah penyakit. Tapi Mikhail merasa aneh dengan pesan yang kita berdua dapatkan karena tempat tinggal kita ada pembela jiwa seharusnya tidak akan mendapatkan masalah walaupun hanya sebuah wabah penyakit. Tapi karena aku resa aku menghubungi rumah dan hendak ingin bertanya apa di rumah ada serangan wabah penyakit. Tapi tidak ada respon atau jawaban dari rumah. Karena merasa resah aku memutuskan untuk pulau tapi di hentikan oleh Mikhail. Hingga akhirnya Mikhail menghubungi pihak rumah untuk memastikan setelah terhubung Mikhail mendengar dari jauh suara ancaman dan teriakan yang membuat dia terkejut dan ikut pulang,”kata Eza panjang lebar.
“Lalu apa yang kalian dapatkan setelah sampai sana?,”kata Morgan.
“Kami mendapatkan kalau tempat tinggal kita tidak terkena wabah penyakit, hanya saja ada sejumlah monster yang berkeliaran di tempat tinggal kami. Karena kami berdua pembela jiwa kami membantu warga yang ada di tempat sampai semua monster menghilang, hanya saja ada yang aneh,”kata Mikhail.
“Apa yang aneh?,”ucap Kokoro yang ikut penasaran.
“Para monster,”ucap Morgan.”Itu baner kenapa para monster bisa ada di tempat tinggal keluarga kami. Ini tidak masuk akal,”ucap Eza.
“Apa maksud kami ini ada kaitannya dengan kalian pergi,”kata Morgan.
“Mereka kembali diberitahu kalau tempat tinggal mereka diserang wabah penyakit. Tapi saat mereka datang tempat mereka diserang oleh monster lalu pulau bunga persik di serang setelah kamu dan Zen pergi mencari obat penawar,”kata Bram.
“Itu benar,”ucap Morgan. “Ada yang merencanakan sampai kehancuran dan monster yang kalian lihat seperti apa?”kata Kokoro. “Monster dunia alam semesta,”kata Mikhail. Kokoro langsung menatap ke arah Morgan.”Bukan aku yang memanggil, jangan menatap aku seperti itu,”kata Morgan yang tahu maksud dari tatapan Kokoro.
__ADS_1
“Lalu bagaimana monster itu sekarang,”kata Kokoro.”Monster itu sebagian sudah lari dan sebagian sudah musnah, tapi ada pergerakan kalau monster itu di kendalikan oleh seorang,”kata Eza.
“Dikendalikan,”kata Morgan yang merasa ada yang tidak beres. “Iya karena aku tidak sengaja melihat benang merah pada monster yang sudah aku kalahkan dan benang putih yang monster lari,”kata Eza.
“Jika seperti itu, mungkin saja orang yang menyerang adalah orang yang sama,”kata Morgan.”Tapi beda tujuan bukan,”ucap Kokoro.
“Ini tambah memusingkan saja,”ucap Morgan. “Apa maksud anda Morgan,”kata Eza.
“Begini sebelum kalian pergi aku mencari buku tentang racun ulat hitam kuno dan aku menemukan penawarnya dan pergi ke pulau sun antrika bersama dengan Zen. Setelah mendapatkan oabt penawanya aku pergi ke pulau obat tidak lama kemudian aku merasakan kalau pulau bunga persik diserang dan datang ke sini. Tapi seharusnya pulau tidak bisa di serang oleh pihak musuh jika kalian tidak ada kecuali, rahasia pulau sebagian sudah terbongkar,”kata Morgan yang mengamati sekilas informasi.
“Bukan itu tidak ada kaitannya,”ucap Kokoro.”Ada,”ucap Morgan. “Coba kamu flasback kembali, apa yang trjadi di kediaman Brata,”kata Morgan. “Mata-mata,”ucap Kokoro.
“Tunggu apa yang kalian bicarakan kenapa bisa ada mata-mata. Siapa yang kalian maksudkan?,”kata Eza.
“Organisasi kegelapan jiwa,”kata Morgan.”Kalian semua boleh keluar,”kata Morgan. “Morgan,”ucap Eza yang merasa bersalah.
“Kami berdua ingin meminta maaf karena sudah lalai dalam menjaga pulau bunga persik, kami siap mendapatkan hukuman dari kamu,”kata Eza.”Sudah tejadi, kalian bantu saja orang yag terluka,”lata Morgan.
“Kalian jangan merasa menyesal dengan apa yang sudah terjadi, keluarlah kalian bantu mereka yang terluka,”kata Morgan. Setelah semua keluar Morgan yang ada di ruangan bersama dengan Kokoro.”Kenapa kamu tidak pergi?,”ucap Morgan.
“Kamu mengusirku,”kata Kokoro.”Tentu saja,”kata Morgan.
“Kamu belum mengatakan bagaimana kamu bisa memanggil para monster dan monster yang ada di tempat tinggal kedua rekan kamu,”kata Kokoro.
“Beda orang,”ucap Morgan.
__ADS_1
“Apa maksud kamu,”kata Kokoro.”Aku bilang beda orang, mustahil bagiku bisa mengendalikan monster yang ada di tempat Eza dan Mikhail,”kata Morgan.
“Jika itu bukan kamu lalu siapa yang membuat rencana ini,”kata Kokoro.
“Mana aku tahu, aku saja masih bertanya-tanya, tunggu mereka bertiga sadar,”kata Morgan.
“Kurasa sebentar lagi mereka bertiga akan sadar, di tambah informasi dari Izam mungkin ada jawaban yang kita cari,”kata Kokoro.” Morgan menatap ke arah Kokoro.”Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan,”ucap Kokoro lagi.
“Jika kamu tahu beritahu aku,”kata Morgan.”Bukan tadi kamu mengusirku, kenapa ingin tahu jawabannya,”ucap Kokoro.
“Kamu tidak mau memberitahuku,”kata Morgan. Kokoro yang melihat wajah Morgan membuat dia berkata,”Saat kalian pergi ke pulau obat ada serangan yang tidak terduga oleh musuh tapi sudha ditangani oleh Izam. Tapi saat di tengah-tengah tahanan yang mereka tangkap memiliki tanda kuno atau bisa di sebut dengan bom manusia. Tuan Firman yang mengetahuinya kalua ada suatu ruangan rahasia yang membuat bom manusia itu ada,”kata Kokoro.
“Lalu apa yang kalian dapatkan,”ucap Morgan. “Mereka menemukan ruang bawah tanah dengan monster alam semesta dnegan level abadi dan keatasnya. Karena mereka takut monster itu menyerang warga yang tidak berdosa. Mereka menghancurkannya dengan bom manusia yang ada,”kata Kokoro.
“Apa hanya itu saja?,”kata Morgan.”Iya,”ucap Kokoro.”Cukup aneh jika hanya itu saja, mustahil bom manusia hanya ingin menghancurkan para monster jika tidak ada yang disembunyikan yang lain,”kata Morgan.
“Apa yang kamu katakan ada benarnya, tapi itu yang aku dapatkan dari tuan Firman, untuk yang lain kita tanyakan kepada Izam langsung,”kata Kokoro.
“Itu jawaban yang bagus,”kata Morgan.
“Kapan kamu mau melihat Martin,”ucap Kokoro.”Jika dia sudah bangun,”kata Morgan.”Apa kamu tidak terlalu khawatir dengan dia,”kata Kokoro.
“Tidak karena dia sudah memakan obat penawarnya,”ucap Morgan. Morgan yang menatapa Kokoro yang ada disampingnya. Kokoro hanya tersenyum,”Ada lagi yang ingin aku bicarakan dengan kamu?.”
“Apa?,”ucap Morgan. “Kamu berasal dari dunia mana, saat kamu lahir,”kata Kokoro.
__ADS_1
“Aku lahir di dunia alam semesta dan aku terseret bersama dengan keluargaku ke pulau ini. Masih tanda tanya besar kenapa kami sekeluarga bisa terseret dan kenapa aku dan Martin bisa terpisah,”kata Morgan.
“Jadi kamu tidak tahu apa yang terjadi sebelum kalian datang ke sini,”kata Kokoro. “Soal itu aku tidak ingin karena waktu itu aku masih kecil. Yang aku ingat hanya lupang hisap berwarna hitam dengan awah yang pekat,”ucap Morgan.