Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Rencana Yang Disiapkan 1


__ADS_3

Angin berhembus tercium aroma obat-obatan yang menusuk hidungnya. Dengan suara bisik dan sunyi yang beradu menjadi satu. Martin masuk ke dalam ruangan Jel,”Bagimana kabar kamu?.”


Jel yang sudah menuggu Bosnya tertunduk karena tidak bisa menjaga kelurga Bos.”Maaf Bos karen saya ibu dan kakak anda terluka. Anda berhak menghukum saya,”ucap Jel yang merasa bersalah.


“Kamu sudah melakukan tugas kamu,”kata Martin dengan santai. “Aku ingin dengar apa yang terjadi waktu itu,”kata Martin lagi.”Waktu itu...,”ucap Jel yang kembali berpikir. Jel yang mencoba mengingat apa yang terjadi waktu itu membuat kepalanya sakit dan jatuh pinsan. Martin dan Mozo yang di tempat terkejut dengan sikap yang diberikan oleh Jel. Mpzo yang memberitahukan kepada dokter kondisi Jel yang pinsan lagi. Sedangkan Martin yang mereasa ada perubahan yang berbeda pada tubuh Jel dia memeriksanya dan mendapatkan tubuh Jel di serang racun serangga yang berdiam dikepalanya yang membuat dia sakit kepala.


Martin berjalan menuju pintu dan melihat sekitar saat semua sudah pergi dia membantu Jel untuk mengeluarkan racun serangga yang ada dikepalanya dengan pengetahuan pengobatan yang dia milki. Saat semua sudah mulai membaik dokter yang dipanggil Moza datang dan memeriksa Jel. Martin yang tidak tahu apa-apa menuggu hasil dari dokter bersama dengan Moza. Sampai pemeriksaan selesai dia bertanya kepada dokter,”Bagaimana keadaannya dok?.”


“Mungkin in karena ada cedera yang dialami pasein yang membuat dia tidak bisa mengingat apa yang terjdi saat dia terluka,”kata Dokter.”Apa itu membahayakan pasien,”ucap Martin.”Tidak. Hanya saja dia tidak akan mengingat apa yang telah terjadi saat dia mendapatkan luka,”kata Dokter.


“Itu tidak masalah jika kondisinya bisa membaik,”kata Martin yang sudah tahu apa yang teradi. “Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan saat dia bangun,”ucap Martin kepada Moza.”Saya paham Bos,”kata Moza.


Setelah dokter pergi Martin juga ikut pergi.”Kamu jaga Jel dengan baik. Jika dia sudah bangun beritahu aku,”kata Martin. Moza menganggukan kepalanya dan tidak berkata apa-apa sampai Putu datang.”Apa yang terjadi?,”ucap Putu.


“Jel pinsan lagi,”kata Mozo.”Kenapa pinsan lagi,”kata Putu.”Itu karena cedera yang dia dapatkan, kemungkinan dia tidak akan ingat apa yang terjadi saat pertarungan dia dengan anak buah Izam,”kata Mozo.


“Bukannya itu bagus,”kata Putu.”Bagus. Apanya?,”ucap Moza.”Karena masalah ini ada kaitan dengan organisasi Rose Black,”kata Putu.”Jadi itu benar,”kata Mozo. Putu menganggukan kepalanya dan duduk di kursi yang sudah ada.

__ADS_1


~ ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~  ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


Waktu telah tiba untuk memulai menyelesaikan masalah yang tertunda. Tiga hari yang dijanjikan sudah tiba Martin yang sudah bersiap untuk pergi menambah pengawasan di rumah sakit. setelah semua urusan selesai dia pergi, tapi tidak disangka Roki dan Izam datang pada saat dia ingin pergi.”Kemana kamu ingin pergi,”kata Roki dengan dingin.”Bukannya kamu harus menjaga keluarga kamu,”kata Izam.


Setelah Roki dan Izam yang melihat sekeliling ada pengawasan yang tidak biasanya.”Apa yang tejadi disini,”kata Roki. “Tidak bisanya kamu menambah pengawasan,”ucap Izam. Sampai pembicaraan mereka di hentikan oleh Omo.”Bos semua sudah pada posisi,”ucap Omo.


“Aku tahu, beritahu yang lain untuk tetap waspada. Jika ada yang mencurigakan bereskan dengan kepala dingin. Jika itu adalah orang dari organisasi itu binasahkan saja. Apa kalian mengerti,”kata Martin.


“Maaf aku harus pergi. Jika kalian meu menjengung keluargaku silakan naik keatas. Aku akan pergi,”ucap Martin yang menaiki kendaraannya. Sampai Roki menghentikannya karena ingin tahu kemana dia akan pergi.


“Kenapa kamu menghentikanku,”ucap Roki melirik kepada Izam.”Apa kamu tidak merasa aneh dengan sikap Martin barusan,”kata Izam.”Aku tahu ada yang berbeda dengan dia. Tapi aku ingin tahu kemana dia akan pergi,”kata Roki.


“Dia akan baik-baik saja,”ucap Omo. Mereka berdua melirik ke arah anak buah Martin.”Apa kamu tahu kemana dia akan pergi,”ucap Roki. “Tidak,”kata Omo sambil menggelengkan kepala.


“Dia hanya berpesan untuk berjaga dengan ketat karena tamu tidak di undang akan datang,”kata Omo.”Tamu yang tidak diundang. Siapa maksud kamu?,”kata Izam.”Saya tidak tahu,”kata Omo yang pergi ke posisi yang sudah ditetapkan.


Izam dan Roki hanya merasa ada sesuatu yang tidak biasa akan terjadi. Karena perasaan itu mereka berdua masuk ke dalam untuk melihat kondisi keluarga Martin. Saat mereka berjalan di lorong rumah sakit mereka berdua merasakan kalau pengawasan tidak diluar saja tapi sampai orang yang ada didalam rumah sakit juga itu. Tapi suasana seperti biasa tidak terjadi apa-apa. Sampai di depan ruangan mereka masuk ke dalam.”Kalian berdua datang lagi,”kata kak Mola.”Iya kaka. Bagaimana keadaan mereka berdua,”ucap Roki.

__ADS_1


“Seperti yang kamu lihat,”kata kak Mola.”Ohhh iya kakak kanapa di depan pintu ada dua penjaga,”ucap Izam.


“Mereka berdua adalah anak buah adik saya yang menjaga ibu dan adik saya,”kata Kak Mola. “Apa kakak tidak takut dengan pengawasan yang banyak ini,”ucap Roki.


“Takut kenapa,”kata Kak Mola. “Takut kalau ada orang jahat datang ke sinilah,”ucap Roki.”Tidak karena kakak percaya adik laki kakak akan menjaga kami bertiga,”kata Kak Mola.


“Apa kalian tadi bertemu dengan Martin saat kalian masuk,”ucap Kak Mola.”Iya kakak. Ada apa?,”kata Roki.


“Tidak hanya kakak ingin tahu kemana dia akan pergi dengan kepala yang penuh dengan pikiran negatif,”ucap Kak Mola. Mereka berdua ingin tertawa tapi Izam dan Roki menahannya sampai Santo masuk.


“Kak Mola, apa Martin menghubungi anda,”ucap Santo.


“Sebentar aku lihat dulu,”kata Kak Mola. Saat melihat pesan dia membaca pesanya dan ada file yang dikirim oleh adik lakinya. Kak Mola melihat isi file satu persatu sampai dia ingin terkejut tapi dia tahan. Kak Mola berjalan menuju Santo dan memberikan ponselnya kepada Santo. Santo menerima ponsel dari kak Mola dan langsung membaca isi file atau daftar nama orang yang akan menyereang ruamh sakit pada hari ini. Untuk memberitahukan yang lain dia membagaikan file itu kepada semua anak buah Santo dan kawan yang lain untuk mewaspadai orang dari daftra nama yang diberikan oleh Bos mereka.”Terima kasih kak. Anda tidak perluh khawatir semuanya akan aman,”ucap Santo.


“Aku percayakan apa yang terjadi pada kalian semua. Nyawa kami ada ditangan kamu,”ucap tegas kak Mola. Santo keluar dari ruangan sampai Roki dan Izam yang mendengar merasa khawatir dengan kak Mola.”Kak apa kamu baik-baik saja,”ucap Roki yang gelisa.


“Kakak baik saja,”ucap kak Mola

__ADS_1


__ADS_2