
Roki yang telah pergi dari Izam dan kawannya. Menghubungi Rena untuk bertanya kenapa dia datang,”Kenapa kamu ada dirumahku?.”
“Kamu bertanya kenapa, itu karena kamu belum menyelesaikan tugas yang aku berikan kepada kamu?,”kata Rena.
“Tugas apa yang kamu maksud?,”kata Roki yang mencoba memikirkan kata Rena. “Serius apa yang kamu katakan?,”kata Rena yang menghela nafas. “Kenapa pikun kamu tambah parah ya,”ucap Rena.
“Apa maksud kamu berkata seperti itu. Aku tidak pikun ya..hanya saja aku lupa,”kata Roki dengan pelan. “Iyaaa tidak pikun hanya lupa,”kata Rena. “Janganlah marah karena beberapa urusan aku lupa mengerjakannya,kata Roki dengan lembut.
“Sekarang kamu ada dimana?,”kata Rena. “Sedang dijalan menuju rumah, sebentar lagi aku sampai di rumah,”kata Roki.
Ditengah jalan yang bisik dia lewati sampai simpangan suasana kembali sepi. Roki yang berjalan melihat Martin bersama seorang. “Siapa dia?,”ucap Roki. “Apa perlu aku menghampirinya,”kata Roki yang hendak menghampiri. Tapi dari belang terdengar suara mobil berhenti,”Ayo masuk.”
Roki menoleh dan melihat Rona ada di dalam mobil. Dia masuk kedalam mobil dan tidak jadi menghampiri Martin. Karena saat dia melihat lagi dia sudah kehilangan jejak Martin. “Sedang apa kamu tadi?,”kata Rona.
“Tadi aku melihat temanku tapi kamu datang orangnya sudah pergi. Mau ke rumah,”ucap Roki.
“Tentu saja karena aku disuruh kak Rena menjemput kamu,”kata Rona. Di perjalan yang hampir sampai di rumah Rena keluar dari rumah karena mendengar suara mobil.
__ADS_1
Roki keluar dari dalam mobil. “Cepat masuk,”kata Rena. Roki hanya terdiam diri dan masuk kedalam menuju kamar untuk membersihkan diri. Selesai dia turun ke bawah untuk bertemu dengan ibu dan kedua temannya yang sudah ada dibawa.
“Ayo kita makan dulu baru selesaikan tugasnya,”ucap ibu. Semua duduk di ruang makan dan menikmati makanan yang sudah disajikan. Selesai menikmati hidangan yang ada Roki menuju ruang tengah dan membuka laptop yang sudah ada didepan matanya. “Bagaimana kabar terbaru dari pihak lain,”ucap Roki yang berubah menjadi serius.
“Jangan terlalu tidurnya,”kata ibu. Roki menoleh,”Iya bu.” Setelah ruangan ditutup baru lah Rena dan Rona memberikan dokumen perusahaan dan saham yang sudah di tangan Roki. “Seperti yang ada rencanakan kalau pihak ibu anda memang ingin mengambil saham yang ada pegang,”kata Rona.
“Perjanjian yang sudah kita siapkan apa berjalan lancar,”kata Roki yang melihat hasil penjualan. “Untuk perjanjian sudah berjalan lancar, hanya saja ada beberapa hambatan dari organisasi tersembunyi yang menggagalkan produk yang kita luncurkan,”kata Rena.
“Biarkan saja mereka mengambilnya. Karena apa yang mereka ambil tidak ada gunanya bagi perusahan kita,”ucap Roki. “Apa maksud kamu Roki,”kata Rena.
“Karena ini hanya permulaan dari bisnis mereka akan hancur. Inti dari perjanjian bisnis yang kita lakukan akan merugikan pihak musuh,”ucap Roki dengan senyum manisnya yang mengisyaratkan mereka dalam genggaman tangan Roki.
“Kami mengerti,”kata Rena. “Urusan kami sudah selesai. Waktunya kami kembali. Selamat istirahat,”kata Rona. Mereka berdua keluar yang diantar oleh Roki dengan ramah Roki berkata,”Hati-hati dijalan.”
Rena dan Rona hanya tersenyum dan meninggalkan Roki. Setelah mereka berdua pergi menjauh dari rumah Roki,barulah dia bisa beristirahat dengan tenang.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~ ~ ~ ~ ~
__ADS_1
Sementara di tepat Izam yang sedang berkumpul dengan rekannya mendapatkan kabar soal perjanjian perdamaian dengan Geng Naga Hitam, tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. “Cari tahu apa yang mereka inginkan,”kata Terko.
Samapi di malam hari Martin yang sedang di cafe membantu kakaknya dikejutkan dengan beberapa orang yang merupakan orang asing. Tidak ada angin dan hujan orang asing itu menghancurkan barang yang ada ditempat yang membuat Martin maju untuk menghentikan orang asing tersebut. Tapi hasilnya orang asing itu tidak menerima dan memukul Martin dengan kenjang sampai dia terjatuh, kakak Mola yang ada disampingnya membantu dia. Hingga orang asing itu merasa tertarik dengan Kak Mola dan Kak Meli.
Mereka berdua diseret oleh orang asing itu karena tidak terima Martin melawan dan memukul orang asing itu karena marah sampai orang asing itu jatuh, kak Meli dan kak Mola yang sudah dibawa oleh mereka membuat Martin marah.
“Minggir kalian,”kata Martin yang marah. Tapi mereka tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Martin dan mulau menghancurkan barang yang ada. Martin yang sudah naik darah tidak bisa menahan lagi dengan cepat dia menghabisi para orang asing sampai dia melihat di belang leher mereka tato Mawar. “Geng Mawar,”kata Martin dengan emosi.
“Kalian berani mencari masalah denganku. Berati kalian siap untuk mati,”kata Marin yang keluar dan mengendarai motor yang sudah terparkir dan mulai mengejar mobil yang membawa kak Meli dan kak Mola. Diperjalan menuju Geng Mawar, di kejutkan oleh Geng Naga Hitam yang berkerja sama. Martin yang mencoba tenang mencari dimana kedua kakaknya disandera. Hingga dia mendapatkan kalau kak Mola dan kak Meli diseret oleh mereka menuju gudang es.
Martin mencoba mendekatinya tapi tidak disangka Martin ketahuan oleh mereka dan memukul dia dari belakang. Tapi karena waspada Martin bisa menghindar dan membalas mereka dengan pukulan. Karena kalah jumlah dan mengkhawatirkan kedua kakaknya Martin tidak bisa melawan dengan sepenuh yang membuat dia menurunkan kewaspadaannya untuk bisa bertemu dengan kedua kakaknya yang disandera.
“Masih ingin berlaga,”kata salah satu orang yang mengeroyok Martin. Martin diseret dan dibawa di gudang es bersama kak Mola dan kak Meli. Kak Mola dan kaka Meli yang sadar kalau pintunya terbuka dan melihat kearah pintu. Mereka berdua terkejut saat Martin dibawa oleh mereka dengan penuh luka memar. Karena gelisah mereka berdua langsung menghampiri Martin yang dilempar begitu saja oleh para orang asing.
“Martin,”kata Mola. “Bagaimana kamu bisa kesini dan terluka seperti ini,”kata Meli. Martin yang terbangun dari pingsan dan mendengar isak tangis kakaknya membuka mata. “Kenapa kakak menangis aku baik-baik saja hanya luka kecil,”kata Martin untuk menghibur kedua kakaknya yang menangis.
“Apa maksud kamu hanya luka kecil sampai berdarah seperti ini,”kata Mola. Martin hanya tersenyum,”Kak tenang saja kita akan keluar dari tempat ini.”
__ADS_1
“Bagaimana kita bisa keluar ucap Meli yang tidak percaya dengan adiknya. “Karena aku sudah menghubungi Rendi,”ucap Martin.
“Apa maksud kamu Rendi yang itu,”kata Meli.”Iya,”ucap Martin.”Bukankah dia sedang ada tugas diluar negeri,”kata Mola. “Mereka semua sudah kembali karena sudah waktunya bermain bersama,”kata Martin.