
Dalam cahaya kehangatan Martin yang melihat ibunya di padang rumput bunga merasa senang.”Kamu anak nakal,”ucap Ibunya dalam mimpi yang panjang. Martin hanya tersenyum dan masih memeluk ibunya dengan manja. “Putraku,”ucap seorang pria tua dari belakang. Martin melirik kebelakang dan melihat sosok pria tua yang tidak dia kenal. Martin melihat ibunya yang masih dipelukannya,”Siapa dia bu.”
Ibunya hanya tersenyum,”Dia ayah kandung kamu yang sudah lama pergi.” Martin yang bingung dengan ucapan Ibunya hanya menatap dengan seksama.”Apa maksud ibu, bukannya ayah aku masih hidup dan bukan dia,”kata Martin yang tidak mengerti.
“Putraku ayah akan menceritakannya kepada kamu sekarang selagi kita bisa menikmati hari ini walaupun hanya sebentar,”kata ayah kandungnya. Martin hanya terdiam dan menatap Ibunya.”Sebenarnya ayah kamu yang masih hidup itu adalah ayah angkat dan di depan kamu itu ayah kandung kamu yang sudah lama pergi sebelum ibu,”ucap Ibunya.
“Tunggu aku tidak paham dengan apa yang kalian ucapkan,”kata Martin yang binggung.”Jika apa yang dikatakan ibu, kenapa tidak bilang dengan Martin dulu kenapa baru sekarang bilangnya,”ucap Martin.”Jadi apa aku dan kakak memilki ayah yang berbeda begitu ibu,”kata Martin yang banyak pertanyaan.
“Maafkan ibu tidak bilang, karena itu untuk menjaga kamu dan kedua kakak kamu,”kata Ibu.”Sebenarnya apa yang terjadi,”kata Martin yang tiba-tiba ada angin kencang yang hangat memanggilnya.”Sudah waktunya kamu kembali,”kata Ayahnya.”Tunggu dulu aku ingin bersama dengan kalian berdua. Aku ingin mengetahui semuanya, jangan tinggalkan aku sendiri lagi,”kata Martin yang tertarik oleh angin yang kencang membawa dia pergi menjauh darinya. Tapi sebelum dia pergi ayahnya berkata,”Tanyakan Morgan dia adalah saudara sedarah kamu yang menghilang.”
‘Apa yang ayah katakan,”ucap Martin yang tidak mendengar dengan jelas hanya samar-samar. Kembali Martin merasakan kegelapan yang ada didalam dirinya membuat dia terkurung. Dalam kesunyian yang dalam Martin menangis menuggu pertolongan seorang.
Morgan yang sudah melepaskan diri dari markas lama pergi ke tempat Martin dengan berharap kalau adiknya baik-baik saja.”Kamu harus hidup,”ucap Morgan yang menahan air mata. Tapi di tengah perjalan Morgan bertemu dengan musuh yang telah menjadi musuh bebuyutan karena dia ayahnya mati karena difitnah karena organisasi tentara.”Kamu mau kemana Morgan,”ucap Salah satu tentara.
__ADS_1
“Kalian tidak bisa sehari saja tidak menggangguku,”kata Morgan.”Kenapa,”ucap Tentara yang sudah mengepung Morgan dari berbagai segala arah.”Sial,”ucap hati Morgan yang mulai gelisah dengan adiknya.
“Tolong kamu harus bertahan adikku sebentar saja,”kata Morgan dalam hati. Yang menyiapkan posisi kakinya pada tempatnya.”Kalian akan mati sekarang,”ucap Morgan yang mengambil senjata dibagian belakang tapi dihadang oleh tentara yang melihat dari posisi belakang.
“Jangan berharap kamu bisa mengambil senjata kamu,”kata Tentara yang sudang memegang tangannya. Morgan tersenyum dan membalikan keadaan dengan membanting tentara yang ada dibelakangnya dengan cepat dan mengambil senjata yang ada di belakangnya. Tapi kedua tentara yang sudah terpental jatuh datang lagi tentara lagi yang siap menghalangi dia. Tapi Morgan yang tahu harus apa bisa mengatasinya dengan cepat dengan melontarkan senjatanya yang berupa jarum ke satau tentara satu persatu. Setelah selesai Morgan melarikan diri dari mereka sebelum datang lagi tentara yang membantunya. “Aku harus pergi sekarang,”kata Morgan yang menggunakan portal dimensi untuk sampai di tempat Martin. Tapi sampai di tempat ia tidak melihat Martin dimana-mana.”Dimana dia,”ucap Morgan yang sudah terengah-engah mencari Martin.”Apa dia jatuh kedalam laut,”kata Morgan yang menuju laut.
“Apa yang terjadi dengan Martin tuan muda,”kata Alex yang merupakan bawahannya dulu. Karena keadaan yang berubah mereka menunjukkan wujud asli mereka yang merupakan bawahan Morgan ketua dari Tentara Organisasi Bunga Persik.’Dia adikku yang bodoh menggunakan aura jiwanya untuk menghentikan gelombang jiwa iblis,”ucap Morgan yang marah dan kesal serta khwatir.”Jika apa yang kamu katakan berati dia dalam keadaan...,”ucap Ali yang terhenti.”Dia akan hidup. Aku akan membagi aura jiwaku untuk dia,”kata Morgan.”Tapi bagaimana caranya,”kata Alex.
“Apa yang bisa kami bantu tuan muda. Kami ingin membalas nyawa kami untuk adik anda,”kata mereka berdua.”Apa yang kalian bicarakan,”ucap Martin yang tidak tahu apa yang terjadi saat gelombang jiwa datang.”Sebenarnya saat gelombang jiwa datang kami berdua sedang membuat formasi pelindung. Karena kekurangan aura jiwa kami berdua memutuskan untuk mengunakan jiwa kehidupan kami. Tapi tidak kami sangka setelah menggunakan aura kehidupan yang hampir habis. Martin memberikan sedikit aura jiwanya untuk membantu kami dalam keadaan kritis,”kata mereka menjelaskan dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Morgan yang mendengarnya hanya bisa terdiam membawa dia ke dalam kapal untuk menghangatkan adiknya yang sudah membeku bagaikan es. Di perjalan menuju pulau bunga persik Martin yang tidak memberikan tanda kehidupan membuat Morgan menatapi kesedihan di depan adiknya. “Kamu harus bisa bertahan,”ucap Morgan yang memegang tangannya Martin. Morgan yang meneteskan air mata yang mengenai punggung tangan Martin yang dingin. Tubuh Martin yang lama kelamaan semakin dingin dan kaku. Membuat berbagai cara untuk menghangatkannya sampai dia sampai di pulau bunga persik.
Sudah tiga hari berlalu mereka berempat mendekati pulau bunga persik. “Sebentar lagi kita akan sampai,”ucap Morgan kepada Martin yang masih berbaring di tempat tidur. Tapi tidak tahu kenapa kapal yang dia naikki di serang oleh seorang dari pulau bunga pesik.”Berhenti kalian,”ucap penghuni pulau bunga persik.
“Berhenti,”ucap dari belakang orang yang menyerang kapal mereka. Morgan yang merasakan hawa keberadaan seorang yang tidak asing baginya. Morgan keluar dari kapal.”Maaf membuat anda menderita dia adalah orang baru yang tidak tahu jika tuanya datang,”kata Eza.
“Tidak masalah tempat satu ruangan yang hangat untuk adikku,”kata Morgan. Eza yang mendengar kata Morgan terkejut,”Dimana dia?.” Morgan tidak berkata sampai mereka sampai di tepi pulau untuk berlabuh. Morgan membawa adiknya yang masih tidak sadarkan diri.”Tuan muda ruangan yang anda inginkan sudah siap,”kata pelayan Bram.
Morgan membawa Martin yang merupakan adiknya ke dalam rumah mereka berdua.”Apa yang sebenarnya terjadi tuan muda,”kata pelayan Bram. Tapi Morgan tidak mengatakan apa-apa sampai dia berkata,”Tinggalkan aku berdua dengan adikku.”
__ADS_1